HIJRAH KU

HIJRAH KU
Bab.31 Teka- teki hati Nada.


__ADS_3

...🌹Happy Reading🌹...


Karena penasaran, akhirnya Nada pun mengikuti Aryan, tanpa sepengetahuan dari Aryan.Nada sendiri menggunakan taxi sedang Aryan mengendarai mobilnya sendiri.Nada terus menyuruh supir taxi itu untuk mengikuti Aryan, sampai pada akhirnya Aryan berhenti disebuah taman begitu juga dengan Nada.


" Pak, tunggu disini ya, saya akan segera kembali," titah Nada sebelum pergi membuntuti suaminya Aryan.


Dari kejauhan, nampak sudah dengan jelas oleh Nada, suaminya Aryan sedang berduaan dengan seorang wanita,bahkan Nada tak melewatkan saat suaminya Aryan memeluk wanita lain didepannya.Sakit, tersayat sudah hati Nada melihat semua itu, air matanya bahkan sudah mengalir membasahi pipinya menceritakan tentang isi hatinya, Nada menghela napasnya dalam- dalam, ia tidak menyangka Aryan tega menduakannya, bahkan dalam mimpi sekalipun Nada tidak pernah membayangkan hal ini terjadi.


Akhirnya, dengan perasaan yang sudah perih, kacau oleh pemandangan yang pilu itu, Nada memutuskan untuk segera pergi pulang sebelum ia melihat kejadian- kejadian lain yang semakin membuatnya sakit hati.


" Aku tahu, kamu pasti datang untukku," ucap Karin tersenyum seraya mengalungkan tangannya dileher Aryan, perlahan Aryan pun menurunkan tangan Karin darinya.


" Aku datang, tapi bukan berarti aku masih mencintai kamu Rin, aku hanya gak mau kamu menyakiti diri kamu sendiri" tegas Aryan menjelaskan, mengingat kejadian dulu dengan nekadnya Karin melukai dirinya karena di putuskan oleh Aryan.


" Oke.Tapi kamu tetap masih sayang aku kan sayang?," tanya Karin kembali mencoba merayu Aryan dengan manja, lagi dan lagi Aryan tersenyum seraya menepis tangan Karin darinya.Karena jengkel, akhirnya Karin mencoba untuk mencium Aryan dan hal itu juga berhasil ditolak oleh Aryan.


" Karin, hentikan! Aku sudah menikah! harusnya kamu tahu itu.Dan tolong berhenti memanggilku dengan sebutan sayang, kamu itu hanya masa laluku Karin dan sekarang aku sudah menikah dengan orang yang aku cintai," tegas Aryan menjelaskan yang seketika membuat Karin kesal tapi ia berusaha menyembunyikannya dengan senyuman.


" Oke, baik.Aku ngerti, maaf,tapi Ar...apa kita masih bisa temanan?,"tanya Karin sembari mengandeng tangan Aryan.


" Tentu saja," jawab Aryan tersenyum seraya melepaskan tangan Karin darinya.


" Asal...kamu jangan berlebihan," lanjut Aryan memperingati yang segera diiyakan dan dibalas senyuman oleh Karin, kemudian Karin pun memeluknya senang.


Karin tersenyum jahat saat dalam pelukan itu, tentu saja menjadi teman hanyalah alasan saja untuk mendekati Aryan kembali.


****


Keesokan harinya, Nada bersikap seperti biasa, tetap membangunkan Aryan suaminya, mempersiapkan keperluan Aryan dan memasakkan sarapan buat Aryan, sampai Aryan tidak melihat luka yang sedang Nada rasakan karena ulahnya.Begitu pandai Nada menyembunyikan sakit hatinya dengan senyuman manis dibibirnya.


Siang kembali berganti malam, seperti biasa Aryan selalu suka berada dalam pangkuan istrinya dan memadu kasih, membagikan kisah yang ia alami hari ini.


" Sayang,kalau misalkan aku mati duluan, apakah kamu akan nikah lagi?," tanya Aryan membelai pipi Nada istrinya.


" Pertanyaan apa itu?," Nada balik bertanya, mengkerut kan keningnya dan membalas belaian suaminya dengan hal yang sama.


" Yee...orang nanya misalkan juga." kesal Aryan kemudian memanyunkan bibirnya.


" Iya atau enggak?," lanjut Aryan serius, tapi justru membuat Nada tertawa.


" Bang Ar kok nanyanya aneh- aneh sih, emang kalau Nada yang meninggal duluan, Bang Ar kira kira nikah lagi gak?,"

__ADS_1


" Ck, ditanyain kok ya...malah nanya balik,ah malas jadinya," ucap Aryan kesal seraya duduk, ia pun segera berdiri dan ingin segera beranjak namun Nada menarik tangannya.


" Jawab dulu," pinta Nada mengulas senyum.


" Em...gimana ya?," ucap Aryan nampak berpikir.


" Sudah pasti iya, karena Abang gak benaran cinta sama Nada." ucap Nada lirih kemudian menatap nanar pada Aryan dan melepaskan tangan Aryan.


" Kenapa kamu ngomong gitu?,"


Dring dring...


Atensi mereka segera beralih pada panggilan masuk ke ponsel Aryan.Aryan segera meraih ponselnya diatas nakas dan menatapi Nada.


" Jawab saja," ucap Nada tersenyum, kemudian Aryan mencium pucuk kepala Nada sekilas,


" Bentar ya," ucap Aryan, kemudian ia pun keluar dari kamar mereka.


" Sebenarnya dia siapa Bang?,kenapa Sbang selalu menghindari Nada setiap dari telpon itu? siapa dia?," tanya Nada pada dirinya sendiri, semakin dibuat penasaran dengan sosok wanita yang kini mungkin tengah dekat dengan Aryan dan akan menghancurkan rumah tangga mereka.


" Kenapa Karin?," tanya Aryan, setelah menjawab panggilan telepon tersebut.


" Kamu bisa kerumah bentar gak Ar, ada orang yang terus ngikutin aku dari tadi, aku takut Ar...," ucap Karin dengan suara ketakutan yang dibuat buat.


" Sayang...aku ke rumah Doni bentar ya!," pamit Aryan setengah teriak, namun ternyata Nada begitu cepat keluar dari kamar.


" Doni apa Doni, Bang?," tanya Nada serius menatapi Aryan, pasalnya ia sempat mendengar nama Karin disebut sebut oleh Aryan selagi menelpon tadi.Aryan tersenyum dan menaiki anak tangga, ia mencium kening Nada dan kemudian mencium pipi Nada juga." Kamu ngomong apa sih?, ya udah aku pergi dulu ya," ucap Aryan kemudian.


Tanpa menunggu jawaban dari Nada, Aryan segera menuruni anak tangga dan berlari kecil keluar dari rumah.


" Begitu berharganya Karin, sampai kamu tega membohongi aku," lirih Nada membathin.


****


Bak maling yang takut ketahuan, Aryan melangkah begitu pelan memasuki rumahnya.Aryan juga melepaskan sepatunya sebelum akhirnya ia menaiki anak tangga menuju kamarnya.Setiba di kamar, ia mendapati Nada sudah tertidur pulas, Aryan pun menghampiri Nada dan membaguskan selimut Nada kemudian mencium kening Nada.


Setelahnya,ia mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi.


****


Nada melirik jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan angka 03.14 dini hari, Nada segera duduk dan mengumpulkan nyawanya.Kemudian ia pun berdiri dan ingin segera ke kamar mandi namun saat ia baru saja ingin melangkah tangannya dicekal oleh Aryan.

__ADS_1


" Kamu marah?," tanya Aryan, membuat Nada segera menoleh padanya.


" Soal apa, aku harus marah Bang?," ucap Nada bertanya kembali.


" Karena aku pulang larut?," tebak Aryan namun justru hal itu membuat Nada tertawa remeh.


" Hem, gitu.Padahal Nada gak ada ngomong apa pun." ucap Nada seadanya.Aryan pun melepaskan tangannya dari Nada dan kemudian tersenyum, Nada pun tak menghiraukannya lagi dan pergi ke kamar mandi.


" Sholat Bang!, jangan tidur lagi," suruh Nada saat ia sudah keluar dari kamar mandi dan mendapati Aryan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


" Iya," singkat Aryan segera bangkit dari tidurnya.


****


Pagi ini harusnya, Nada bersikap seperti biasa namun...atas ucapan Aryan tadi malam sudah membuatnya berpikir Aryan memang selingkuh darinya.


" Sayang...kok kamu gak bangunin aku sih, kan aku telat jadinya." omel Aryan saat ia baru saja muncul dari balik pintu kamar dan segera menuruni anak tangga sembari mengancingkan kancing pergelangan kemejanya.


" Sayang...," ucap Aryan lagi mencari keberadaan sang istri.


" Aku bukan alarm mu Bang," ucap Nada dengan mimik wajah serius.


" Hem, sejak kapan Nada- ku jadi menyeramkan kek gini?," goda Aryan mencubit dagu Nada dan segera di tepis oleh Nada.


"Kenapa sayang?," kali ini, Aryan menatapinya serius dengan penuh pertanyaan.


" Boleh Nada tanya,Abang pergi kemana sampai pulang tengah malam?,"


" Sudah kuduga," lirih Aryan kemudian ia memeluk Nada sekilas kemudian menatapnya dalam.


" Aku kerumah Doni, kan udah ku bilang sebelumnya." ucap Aryan berbohong.


" Kamu marah?," lanjut Aryan bertanya.


" Apa ada istri yang gak marah saat suaminya bermesraan dengan wanita lain?," ucap Nada sembari menghindar menjauhi Aryan.


" Maksud kamu apa sayang?,aku tidak pernah menduakan mu" tanya Aryan menghampiri sang istri.


" Jika benar begitu,Nada boleh tahu apa yang Bang lakukan dengan Karin? siapa Karin,Bang?,siapa?, bukan sekali duakali Nada mendengar Abang telponan sama dia dan bahkan Nada juga sempat melihat Bang ketemuan sama dia,apa dia begitu penting sampai Bang Ar membohongi Nada?." ucap Nada panjang lebar dengan pertanyaan yang bertubi- tubi,Aryan kini pun diam membisu karena hal itu benar adanya.


Nada menghela nafasnya panjang dan kemudian menatap Aryan sekilas," Tega kamu Bang!," ucap Nada yang kini sudah menangis kemudian Nada pun pergi meninggalkan Aryan disana.

__ADS_1


Tentu saja Aryan menyadari kesalahannya, namun Nada juga salah faham atas hubungannya dengan Karin.Aryan menghela nafasnya panjang sembari berucap lirih." Mungkin ini jalannya...," kemudian Aryan mengusap wajahnya sendiri dan kemudian pergi keluar rumah.


Bersambung


__ADS_2