HIJRAH KU

HIJRAH KU
Hijrahku bab.11 Dia istriku.


__ADS_3

...🌹Happy Reading 🌹...


Aryan hari ini pulang lebih awal karena dia merasa kangen terus pada Nada istrinya.


" Bos...yang ini udah selesaikah...?" tanyanya seraya memperlihatkan berkas berkas di atas meja.


" Udah...tenang aja deh, gua mau pulang...kangen gua sama Nada."


" Cih...yang udah bucin akut, udah banyak yang berubah dari lu Ar..."


" Apanya yang berubah sih, sama doang perasaan..." ujarnya sembari mengambil hanphonnya seraya berdiri dari duduknya.


" Udah, jangan mikirin yang aneh aneh tentang gua...lu tau semua tentang gua kan." ujarnya seraya mengusek pucuk kepala sang gadis itu gemas.


" Ck...Aryan, rambut gua..." decihnya kesal.Sementara Aryan hanya berlalu begitu saja dengan senyum menangnya.


" Em...memang hubungan kita tidak akan pernah lebih dari ini, tapi aku bersyukur karena kamu akan tetap menjadi temanku dan aku akan selamanya mencintaimu dalam diam" lirihnya memandangi punggung Aryan yang sudah semakin jauh dari pandangannya.


***


" Assalamualaikum..."


" Walaikumsalam...udah pulang...?" tanyanya setelah mencium punggung tangan suaminya.


" Ya elah si Nada, kebiasaan dah...udah lihat juga gua disini, masih ditanya udah pulang." ujarnya sembari tersenyum kemudian tergelak saat menoel hidung sang istri.


" Ishh Aryan." kesalnya namun hanya dapat gelakan tawa darinya.


" Aku mau mandi dulu yah..." ujarnya kemudian berlalu sebelum benar benar pergi ia menyempatkan mencium pipi istrinya.


***


Tok


Tok


Sudah terlalu sering ia mengetuk pintu itu, namun sampai saat ini tidak ada orang yang membukakan pintu untuknya.Tanpa berpikir panjang lagi ia pun masuk kedalam rumah tersebut.


" Assalamualaikum...gak papah kali yah, rumah abang sendiri." ujarnya kemudian duduk di sofa ruang tamu itu.


" Kemana sih ni orang, sepi amat...? apa bang Aryan belum pulang kerja...? hem." ujarnya menerka nerka.


" Ar...selesai mandi, susul ke bawah ya, kita makan siang bersama." ujarnya di depan pintu kamar mandi.


" Oke" jawab Aryan seadanya dari balik pintu.


Nada pun tersenyum mendengarnya kemudian meninggalkan ruangan itu, ia pun perlahan menuruni tangga.

__ADS_1


" Maaf...anda siapa yah...?" tanyanya saat melihat seseorang di ruang tamunya.


Lelaki itu pun membalikkan badannya dan...


" Irsyan..."


" Nada..."


Tanya keduanya yang hampir bersamaan dengan rasa penasaran yang sudah tidak bisa diceritakan.


" Kamu...kenapa ada disini...?" tanya Irsyan lagi yang tentu saja berhasil membuat Nada bingung.


" Harusnya aku yang nanya, kamu ngapain disini...?" jawabnya yang tak kalah membuat Irsyan bingung.


Di beberapa detik kemudian Irsyan tersadar jika abangnya telah menikah, tapi apakah mungkin Nada adalah istri abangnya...?pertanyaan pertanyaan itu bermunculan di benaknya.


" Apa kamu...istrinya bang Aryan...?" tanyanya hati hati.


" Dan kamu...adik dari Aryan...?" tebak Nada juga yang membuat keadaan seketika hening.


"Nada..." ujarnya dan membuat kedua pasang mata menatapnya.


" I irsyan...? kok kamu gak bilang bilang mau kesini...?" tanyanya setengah gagap, takut takut jika adiknya akan menanyakan tentang Nada padanya.


" Em...dia istri abang...?" tanyanya menatap Nada.


" Buat apa bang...? Bang Aryan tau selama ini siapa yang menjadi wanita yang Irsyan cintai, tapi kenapa malah abang yang menikahinya...?" tanyanya menatap abangnya tak percaya dengan apa yang ia lihat barusan.


Sementara Nada yang tidak tau menahu hanya dibuat bingung sebingung bingungnya.


" Apa ini alasan kenapa abang selalu meminjam laptop bahkan hp ku, apa semua itu untuk mencari tau tentang Nada...?" tanyanya kembali.


" Maaf...aku harus tanya, ini sebenarnya ada apa...? kalian benar benar saudara...? mengapa aku baru tau...?" tanya gadis itu yang sudah semakin penasaran.


" Bang Aryan keterlaluan bang...!" umpat Irsyan mulai tersulut emosi.


" Maafin aku...aku gak maksud buat misahin kalian, tapi aku bukanlah orang ketiga diantara kalian, sebelum menikahi Nada kalian sudah tidak ada hubungan kan...?" ujarnya menjelaskan.


" Nada...sekarang jawabannya ada pada Nada, ia sayang kamu atau aku...?" pinal Irsyan.Mereka pun menatap Nada menanti jawaban dari gadis itu.


" Maafin aku..." ujarnya sembari berlalu dari sana, Irsyan ingin mengejarnya namun Aryan menghalanginya.


" Aku yang salah, apa lagi yang akan kamu tanyakan lagi padanya...?" tanyanya saat ia masih enggan melepaskan tangan adiknya itu.


" Aku perlu bicara sama dia, lepaskan...!" ujarnya pelan namun menekankan kata katanya.


" Oke, silahkan.Tapi jangan membuatnya semakin sedih." ujarnya sembari melepaskan tangan sang adik.Tanpa menjawab ucapan dari abangnya, ia berlalu dan menrmui Nada di kamar.

__ADS_1


" Nada...coba jelasjan sama aku, darimana kamu bisa kenal sama bang Aryan...? Bagaimana mungkin kamu bisa menikah dengan nya...?" tanyanya pada sang gadis yang kini sudah menangis terduduk di atas ranjang.


"Maafin aku Ir...tapi aku gak tau Aryan itu abangmu.Maafin aku..." lirihnya sedih menunduk, sesekali ia mengusap wajahnya.


" Aku butuh penjelasanmu Nad, bukan permintaan maaf mu.Nada...aku tau kamu pasti menikah karena terpaksakan...? katakan kamu masih mencintai aku...?" tanyanya lirih sama seperti Nada yang sudah berurai air mata.


" Maafin aku ir...maaf..."


" Tatap aku dan katakan kamu tidak mencintai ku lagi" pintanya namun Nada enggan untuk menatapnya, ia hanya tertunduk dalam tangisnya.


"Oke.Aku tau jawabannya kamu masih mencintai ku kan...?, maaf Nad...sudah membuatmu menangis.." ujarnya sebelum pergi dari sana.Sementara Aryan yang mendengar semuanya merasakan pedih yang tak terjabarkan dihati nya.


Ada rasa sakit saat ia tau sang istri masih menyimpan rasa pada mantan kekasihnya.


" Bang, aku benar benar gak percaya dengan semua ini, aku gak tau kenapa bang Aryan setega ini sama aku...? Bang Aryan kejam, tega bang melukai hati adik abang sendiri." ujarnya saat sudah bertatap dengan Aryan di ambang pintu kamar.


Setelah mengucapkan itu Irsyan pun pergi berlalu dari sana, Sementara Nada masih dirundung kesedihannya.


Sekarang Aryan bingung harus mendahului siapa, istrinya kah...? atau adiknya...?


" Nada...maaf, tapi Irsyan butuh penjelasan tentang ini." lirihnya pelan yang mungkin tak dapat Nada dengar.


" Irsyan....!Ir...tunggu Ir..." ujarnya sembari berlalu mengejar Irsyan yang sudah lebih dulu beranjak dari sana.


" Ir...tunggu, dengarin dulu penjelasan aku."


" Gak ada yang mau ku dengarkan bang, udah...abang ambil semuanya, semua milik Irsyan...bahkan Nada sekalipun ambil...!" ujarnya yang masih tersulut emosi terus melangkah kan kakinya dengan amarah yang terus menjadi jadi.


Hingga Aryan pun setengah berlari agar bisa mengimbangi langkah adiknya, akhirnya ia bisa menghentikan langkah itu.


Plak


Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi lelaki tampan itu.


" Sudah ku bilang, dengarkan aku ngomong dulu, malah nyerocos terus tanpa titik koma." ujarnya tanpa bersalah setelah menampar adiknya.Sementara Irsyan mengusap pipinya dengan sedikit ringisan.


" Aku menikahinya setelah lama kalian putus dan niat awalnya sama sekali gak deperti ini, aku cuma niat nolongin dia...tapi gara gara desakan papa mama aku terpaksa harus menikahinya.Kamu gak tau kan, apa yang Nada sembunyikan dari kamu.Dia melewati semua itu sendirian Ir...dan mulai sekarang dia istriku otomatis dia kakak iparmu, tolong jaga sikapmu dan lupakan Nada dari sini..." ujarnya sembari menunjuk dada Irsyan adiknya.


" Aku gak faham, jelaskan secara rinci Bang...kenapa kau malah merebutnya dari ku."


" Sudah ku bilang dia istriku..." ujarnya sembari menepuk pundak adiknya.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian yah 💟💟


Bab berikutnya cinta segitiga semakin sengit...wkwk.

__ADS_1


__ADS_2