
...🌹Happy Reading 🌹...
" Assalamualaikum..." ujarnya, sembari membuka pintu rumah nya.Ia pun masuk ke dalam rumah minimalis itu yang hanya ia tinggali bersama Adinda istrinya.
Meski minimalis rumah ini terluhat mewah oleh barang barang hiasannya, begitu juga dengan dekorasinya.
Aryan masih senyum senyum sendiri saat menaiki anak tangga bahkan sangking senangnya ia hari ini terdengar lantunan siulan kecil darinya.
Otomatis hal itu terlihat aneh bagi Adinda yang melihatnya.
" Ngapa lu...? kesambet...?" tanyanya, saat Aryan sudah duduk di sampingnya.
" Ii...gak sopan lu Din...suami sendiri di bilang kesambet." ujarnya, kemudian berjongkok didepan sang istri kemudian mendekatkan telinganya ke perut istrinya.
" Halo kecebong papa..." ujarnya, tanpa dosa.
" Kecebong...?" tanya Dinda, mengkerut kan keningnya.
" Lah iya kan...? masih mending, daripada ku bilang sp*rma, kan aneh" ujarnya, tanpa dosa sedikitpun. Sementara Dinda hanya geleng geleng kepala dibuatnya.
" Kalau ngomong sama anak itu yang sopan dikit ngapa..." cerocos Dinda menampar lengan suaminya.
" Belom lahir, gak papa kali...hehe.." ujarnya seraya tergelak sendiri.
" Iya, tapi meski belum lahir, dia bisa dengar ucapan kamu kali Ar...ngajarin yang enggak enggak kamu nih..." ujarnya lagi.
" Gak papah...biar entar kalau dia lahir sifatnya menurun dari aku haha....auto pusing ya Din." ujarnya, lagi yang lagi lagi tertawa.
" Lu kenapa sih Ar...demam..? sakit...?" tanyanya meraih kening suaminya, namun suhu badannya baik baik saja.
" Apa sih...orang aku sehat kok." ujarnya, mengawaskan tangan istrinya.
" Udah dulu yah, aku mau mandi dulu" lanjutnya,kemudian mencium perut Dinda.Kemudian ia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.
" Lupa, masa anaknya aja yang dicium iya kan...?" tanyanya kemudian mengecup kening Dinda.
Sembari ia ke kamar mandi, Dinda hanya menatapnya cengo geleng geleng kepala.
" Saraf tuh orang yah...ck." ujarnya.Ia pun membaringkan badannya di kasur empuknya.
Tak berapa lama ia mendengar siulan dari suaminya dari balik kamar mandi.
" Gila si Aryan...mandi aja bersiul, lagi jatuh cinta apa yah...? katanya kan kalau cowok mandi sambil bersiul itu pasti lagi senang hatinya, hihi...begitu yang aku baca di novel." ujarnya kemudian meraih handphone nya dari atas nakas.
" Udah makan belom Din...?" tanyanya sembari menggosok rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.
" Ntar, aku masih liatin hp." jawab Dinda tanpa menoleh pada suaminya.
" Ck...kenyang lu scrol hp Din...?" tanyanya sembari mencari bajunya dalam lemari pakaian.
" Gak gitu konsepnya bos..." ujarnya yang masih asyik maih hanphone nya.
__ADS_1
Kali ini Aryan yang geleng geleng kepala melihat tingkah sang istri.
"Ck...mudah mudahan gak nular ke anak gua" ujarnya bertolak pinggang melihat Dinda yang masih asyik scrol hp.
Kemudian ia pun memasang kaos nya dan celana pendek nya.
***
" Nih tuan putri...minum susu dulu." ujarnya menyodorkan segelas susu hangat pada Dinda istrinya.
" Makasih..." jawab nya singkat meraih gelas susu itu dan meneguknya,tanpa menatap wajah suaminya.
" Segitunya maen hp, liatin apaan si...?" kesal Aryan yang melihat Dinda sedari tadi malah asyik sendiri dengan hp nya.
Kemudian ia meraih benda pipih itu dari tangan sang istri.
" Ck...lu Din, lagi hamil gak usah mikirin kerjaan..." ujarnya, setelah melihat berkas yang sudah hampir selesai Dinda kerjakan di hp nya.
" Enggak kok, cuman iseng doang.Itu save dulu hilang nanti...udah capek capek ngetiknya." ujarnya.
Aryan pun menyimpan data yang sudah ada tersebut dalam bentuk file.
" Entar kan mudah tinggal kirim , iya kan...?"
" Iya.Tapi kalau suami ngomong itu didengarkan, aku gak mau kamu dan bayinya sakit." ujarnya meraih tangan sang istri.
" Tumben lu romantis..." ujarnya, menatap Aryan.
" Ck...serba salah ya.Ah udah ah...makan dulu yok." ujarnya, sembari berdiri.
" Is...aneh lu, enak aja,jalan sendiri." jawab nya tanpa dosa.
" Ish...Aryan gak romantis dah, aku kan lagi hamil, anak kamu loh ini...masa aku harus jalan si, capek tahu..." ujarnya, memelas manja memasang senyuman mautnya.
" Is...Adinda, gak lucu tahu..." ujarnya, Namun tak ayal hal itu berhasil membuatnya tertawa.
" Ya udah, si babang mengalah yok ku gendong..."ujarnya, mengambil ancang ancang ingin menggendong istrinya.
" Hahaha...ogah." ujar Dinda tergelak kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Aryan.
" Kampret lu Din...awas lu ya..." ujarnya, mengejar istrinya.
" Is...jangan di kejar entar gua jatuh...Aryan..."
Hampir saja, Dinda jatuh di anak tangga namun dengan ligat Aryan menariknya ke dekapannya.Sehingga terjadilah tatap tatapan disana.Jantung keduanya berdegup kencang memburu seperti habis lari marathon wkwk.
Yang tadinya niat ingin makan malam malah gak jadi, karena sejoli ini udah kenyang dari tatap tatapan haha...
Mereka kembali ke kamar, Aryan membantu Dinda berbaring di tempat tidur.
" Kamu baik baik aja kan...?" tanyanya, membuka suara yang sedari tadi hanya hening dalam diam.
__ADS_1
" Em...gak papa." jawab nya, sekenanya.
Aryan pun ikut berbaring di samping istrinya kemudian ia memeluk Dinda dari belakang.
" Din...aku mau tanya sesuatu boleh...?" tanyanya.
" Iya.Tanya aja si, kenapa ...?" tanyanya, membalikkan badannya dan menatap wajah suaminya.
" Seberapa kasihannya sih lu sama gua...?"
" Hah...maksud kamu...?" ucapnya, balik bertanya seraya mengkerut kan dahinya.
" Ya,sampai lu mau nikah sama gua, bahkan lu rela hilang kesucian dan mengandung anak gua.Kenapa...? apa segitu kasihannya gua dimata lo Din...?" tanyanya, sembari duduk dari tidurnya.Yang diikuti Dinda.
Dinda terdiam dan bingung harus menjawab apa.Apa segitu begonya Aryan, sampai gak sadar jika Dinda mencintainya.
Kembali hening....
" Apa selma ini kamu menganggap nya hanya karena kasihan...?" tanyanya menatap Aryan, membuka suara..
" Lah...iya kan.Karena kehilangan Nada, makanya kamu bantuin aku.Benar begitu kan...?"
Adinda mengambil nafasnya dalam dalam kemudian membuangnya perlahan.
" Jadi kamu anggap aku apa...hem, sahabat kamu, iya...? terlalu bego Ar...aku gak mungkin sampe kek gini, kalau hanya untuk status sahabat.Kapan kamu nyadar nya sih...aku mencintai kamu Ar...huh...tapi aku sadar kok siapa aku.Karena disini...." sembari menunjuk dada Aryan.
" Hanya ada Nada" lanjutnya.
Sementara Aryan hanya diam seribu bahasa ia bahkan tidak pernah mengira jika selama ini Dinda memiliki rasa padanya.
" Hem...sekarang udah jelas siapa aku bagi kamu, CERAIKAN aku sekarang juga...!" ujarnya, menekankan kata " ceraikan" .Kemudian ia berdiri dan langsung pergi tanpa menoleh lagi.
Aryan masih mencerna setiap kata dari ucapan Dinda, sampai ia tersadar.
" Adinda...!Din, Maafin aku Din...!" seraya bergegas mencari Dinda namun ...Aryan tak menemui Dinda di rumahnya.
Ia pun mengambil kunci mobilnya dan segera menancapkan gas mobil mencari istrinya.
" Angkat dong Din..." ujarnya, saat berusaha menelpon istrinya.Namun hasilnya nihil panggilan itu tak ada jawaban meski sudah sekian kali ia coba.
Aryan pun terus melajukan mobilnya, dan menaruh hp nya di sampingnya.
Dring...
Dring...
" Ah...pake jatuh segala lagi." kesalnya, kemudian meraih handphone nya itu.
Sampai ia tidak sadar ada sebuah truk yang akan menyebrang didepannya.
Brugh....
__ADS_1
Bersambung
Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕