HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 10


__ADS_3

Barram menghentikan mobilnya saat sudah tiba di rumah Arshinta. Barram melirik ke samping di mana ada Arshinta duduk di sebelahnya.


"Kamu tidak mau turun? Atau mau kembali lagi dan ikut aku pulang ke rumahku?" ucap Barram.


"Eh??" Arshinta segera membuka sabuk pengaman nya. Barram segera turun dari kursi kemudi di mobilnya lalu mengitari untuk membuka pintu samping di mana Arshinta duduk.


"Eh?!" Arshinta turun dari mobil mewah milik bos nya itu.


"Aku langsung pulang yah!? Kamu tidak apa-apa kan, jika aku tidak mengantarkan kamu ke dalam?" ucap Barram.


"Tidak apa-apa, kak!?" sahut Arshinta.


"Oke, sampai jumpa besok pagi yah!?" ucap Barram.


"InsyaAllah, kak!?" sahut Arshinta.

__ADS_1


"Eh, iya InsyaAllah yah!?" kata Barram sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Sedangkan Arshinta hendak meninggalkan Barram. Namun Barram masih berdiri melihat Arshinta yang hendak masuk ke rumah nya.


"Sampaikan salam untuk kakak kamu, Boy dan bapak ibu yah!? Maaf, aku harus pulang juga. Ada tamu yang sejak tadi sudah menunggu ku di rumah. Sedangkan tadi kita di rumah mama cukup lama," kata Barram.


"Baik, kak! Nanti disampaikan!?" sahut Arshinta. Barram segera masuk ke dalam mobilnya lalu mulai menjalankan mobilnya dan melaju dengan cepat meninggalkan rumah kediaman keluarga Arshinta.


"Malam-malam begini ada yang bertamu di rumah kak Barram? Siapa?" gumam Arshinta sambil mengerutkan dahinya.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Hem, kenapa tidak kamu suruh pulang saja sih Djie!? Wanita itu kalau sudah datang ke rumah ku pasti akan bikin kekacauan lagi. Aku sudah malas berurusan dengan nya lagi," kata Barram.


"Tadi saya sudah menyuruhnya pulang, tuan muda! Katanya non Jeje mau bertemu anda tuan muda. Bahkan sekarang ini nekat masuk ke dalam kamar tuan muda," ucap Odjie sang asisten pribadi nya.


"Ya sudah! Kamu tetap di sini di ruangan ini. Kamu jangan pulang dulu. Malam ini temani aku sahur," kata Barram. Odjie menyipitkan bola matanya mendengar perintah tuan nya. Mau tidak mau Odjie malam ini harus menginap di rumah bos nya. Padahal malam ini dia ada rencana untuk bercengkrama dengan istrinya. Benar! Odjie baru saja menikah dan masih terbilang pengantin baru yang tentu saja lagi hangat-hangat nya ingin bermanja-manja dan bercengkrama dengan istrinya. Akhirnya Odjie rebahan di kursi sofa sambil menghubungi istrinya dan mengabarkan bahwa malam ini ada perintah dari bos nya untuk menginap di rumah nya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


"Barram!? Kamu baru pulang sayang?! Ya ampun, aku kangen banget dengan kamu loh, sayang!? Sudah beberapa bulan ini, tidak ketemu dengan kamu," ucap Jeje seraya mendekati Barram saat laki-laki dewasa dan bertato itu masuk ke dalam kamarnya sendiri. Dan ternyata di dalam kamarnya sudah menunggu gadis cantik dengan pakaian minim dan seksi. Jeje mengalungkan kedua tangannya ke leher Barram. Serta merta berusaha mengikis jarak dan hingga menempelkan tubuh nya begitu dekat. Wangi parfum yang menggoda sulit untuk ditepis oleh Barram hingga Barram terdorong di atas peraduan serta dengan leluasa Jeje mulai menggoda laki-laki dewasa dan tampan itu. Padahal sudah beberapa hari ini laki-laki itu mulai berniat untuk kembali merubah gaya hidup nya yang bebas. Namun kedatangan Jeje, kembali merusak keimanan Barram.


"Barram!? Aku kangen!?" ucap Jeje dengan rayuan mautnya.


Saat Jeje mulai nekat ingin menguasai Barram, bayangan wajah Arshinta menari-nari di pelupuk matanya hingga tanpa sadar Barram mendorong tubuh Jeje hingga jatuh ke bawah peraduan.


"Jeje, keluarlah dari kamarku! Aku sedang tidak minat," ucap Barram seraya mendorong dengan kasar tubuh Jeje hingga keluar dari dalam kamarnya. Padahal Jeje saat ini sudah siap dengan pakaian seksinya.


Tok.


Tok.


" Barram!? Buka pintu nya! Kamu tidak bisa mengusir ku dari dalam kamar kamu. Bahkan sebelum ini kita sudah melakukan nya bukan? Apakah kamu marah padaku, Barram? Apakah kamu tidak kangen aku?" ucap Jeje dengan suara keras. Jeje terus menerus menggedor pintu kamar Barram sampai lama. Hingga Odjie ditugaskan Barram untuk kembali mengusir Jeje dari rumahnya.

__ADS_1


"Astaghfirullah!? Aku ingin bertaubat, Tuhan! Lindungi aku dari godaan ini," gumam Barram dengan mata terpejam.


__ADS_2