
"Aku jadi takut, kak! Jika suatu hari nanti ada seseorang wanita yang datang benar-benar dari masa lalu kakak Barram," ucap Arshinta.
"Astaghfirullah!! Maafkan aku, sayang! Masa laluku membuat kamu selalu membuat kamu dalam kekhawatiran," kata Barram.
"Karena aku tidak mau kehilangan kamu, kak Barram! Aku tidak mau berbagi suami. Dan tidak mau kalau suami ku direbut oleh wanita lain," ucap Arshinta. Barram yang mendengar ucapan Arshinta yang penuh kejujuran itu menjadi tersenyum. Namun di balik senyuman itu, Barram pun juga ikut mengkhawatirkan dirinya sendiri. Bagaimana jika apa yang dikahwatirkan oleh istrinya itu suatu hari akan menjadi kenyataan.
"Ini sudah konsekuensi yang harus aku Terima. Semoga saja, istriku bisa bersabar dan kuat menghadapi segala masalah rumah tangga ini," batin Barram.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Pagi hari Barram sudah menjalankan aktivitasnya. Setelah menikah Arshinta sudah tidak lagi bekerja. Namun Boy, kakaknya Arshinta masih bekerja di perusahaan milik keluarga Barram.
Kini Arshinta berencana akan memberikan kejutan pada suaminya, Barram. Arshinta akan datang ke kantor dengan membawakan makanan untuk makan siang bersama dengan suaminya itu.
"Semoga kak Barram suka dengan masakan ku," gumam Arshinta.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Sementara di ruangan kerja Barram di jam kerja. Tiba-tiba saja sang sekretaris pribadi Barram yang baru bekerja beberapa bulan ini nekat ingin menggoda Barram.
__ADS_1
"Pak Barram," ucap sang sekretaris yang bekerja di perusahaan milik keluarga Barram. Sang sekretaris itu nekat mendorong Barram hingga ke dinding. Dia ingin menggoda CEO yang dikenal oleh orang-orang itu sebagai pria Casanova. Sang sekretaris ingin membuktikan bahwasanya bos itu belum berubah. Walaupun sekarang sudah menikah. Sang sekretaris yang bernama Megantara itu semakin mendekati Barram yang sudah tersudut di dinding ruangan kerja itu.
"Mega! Kamu mau ngapain?" ucap Barram. Barram masih terlihat tenang dengan apa yang akan dilakukan sang sekretaris. Mega tidak menjawab pertanyaan Barram. Tangannya terlihat mengusap dengan lembut wajah Barram yang terawat. Sementara waktu Barram membiarkan Mega melakukan itu padanya. Namun Barram tidak bergeming dengan godaan itu.
"Apakah saya kurang menarik dan seksi pak?" kata sang sekretaris.
"Ayolah pak! Bukankah saya sekretaris pribadi, pak Barram? Selain paham dengan tugas sekretaris, saya harus bisa menyenangkan anda, pak Barram!" ucap Mega. Barram tiba-tiba terkekeh mendengar ucapan Mega.
"Maaf, aku sudah tidak tertarik lagi dengan wanita lain. Aku hanya ingin setia dengan istriku. Karena aku sudah memutuskan menikah dan berhenti dari kebiasaan lama yaitu berpetualang dengan banyak wanita," kata Barram.
Sukses ucapan Barram membuat Mega menjadi kecewa. Wanita cantik dan seksi dengan pakaian minim itu bahkan sudah membuka tiga kancing kemeja nya untuk sedikit menunjukkan perhiasan nya dibagian dada nya. Belahan dada nya terlihat jelas dan gundukan milik nya sedikit menyembul serta mengintip dari dalam. Namun Barram tidak tertarik dengan itu semua. Selama ini Barram sudah menghadapi bermacam jenis wanita-wanita cantik dan seksi seperti Mega. Jadi pemandangan itu sudah sangat biasa bagi Barram.
"Arshinta! Aku pikir, apakah dia harus kembali bekerja denganku? Ah tidak tidak! Arshinta tidak boleh capek. Supaya secepatnya kami mendapatkan keturunan," gumam Barram.
πππππ
"Tuan muda, ada nyonya muda Arshinta!" ucap Odje sang asisten pribadi sekaligus merangkap sekretaris dua di perusahaan itu. Barram tentu saja terkejut Odjie memberitahu kalau istrinya datang ke kantor.
"Arshinta kemari? Wow surprise! Suruh istriku masuk ke ruanganku, Djie! Kenapa kamu harus meminta ijin lagi dengan ku?" perintah Barram.
__ADS_1
"Siap tuan muda!" sahut Odjie dengan menunduk hormat.
πππππ
"Assalamu'alaikum, kak!" ucap Arshinta memberi salam. Tangan suaminya dicium nya. Pasangan suami istri itu saling peluk dan cium.
"Waalaikumsalam, sayang! Kamu bawa apaan?" sahut Barram.
"Sengaja aku masak hari ini untuk kak Barram. Kita makan bersama yah kak!" kata Arshinta. Barram begitu senang istrinya datang ke kantor nya. Bahkan datang dengan membawakan makanan untuk makan siang.
"Kamu bikin aku kaget, sayang! Kenapa tidak memberitahu aku sih kalau kamu akan datang? Bagaimana kalau tadi aku lagi diluar ketemu dengan klien? Kan kamu bisa kecewa, tidak ketemu dengan suami kamu yang paling tampan dan maco ini," ucap Barram panjang lebar.
"Itu tidak mungkin terjadi kak. Sebelum kemari, aku sudah memastikan kalau kak Barram tidak ada jadwal ke luar untuk menemui klien atau relasi. Tentu saja aku bisa menghubungi kak Boy atau Odjie," jelas Arshinta.
"Oh iya, benar! Ternyata masih ada mata-mata di sini. Ada kakak kamu yang masih bekerja dengan ku di sini," sahut Barram.
"Kak Barram tidak bisa macam-macam lagi kan, kak? Karena ada kak Boy dan Odjie yang akan menjadi mata-mata ku jika kak Barram kembali berulah," kata Arshinta.
"Tidak sayang! InsyaAllah aku akan menjadi suami yang setia dan hanya kamu istriku dan wanita ku tempat aku kembali setelah aku lelah karena sepanjang hari bekerja mencari nafkah," sahut Barram. Arshinta yang mendengar nya menjadi lega.
__ADS_1
"Aamin, semoga kak Barram benar-benar memegang teguh janji suci pernikahan kita," ucap Arshinta akhirnya.