HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 40


__ADS_3

Kini tamu yang baru saja datang ke rumah Barram itu telah duduk berhadapan dengan Arshinta dan juga Barram. Sedangkan kedua anak-anaknya yang tadi datang bersama ibu muda, di suruh bermain ke dalam bersama anak-anak Barram dan Arshinta. Kini pembicaraan serius antara orang dewasa.


"Kak Barram! Mbak ini bilang kalau dia datang mencari kakak. Sesuai ceritanya, dia ingin menyerahkan dua anak-anak nya pada kak Barram. Anak biologis kak Barram. Itu menurut pengakuan mbak ini," ucap Arshinta.


Walaupun gemuruh jantung nya berdetak hebat. Arshinta berusaha tenang. Bukankah kemungkinan kejadian seperti ini jauh-jauh hari sudah Arshinta persiapkan.


"Siapa nama mbak? Kenapa mbak mengaku kenal dengan saya? Bahkan mbak mengaku bahwasanya dua anak-anak mbak itu anak biologis saya," ucap Barram dengan gemetaran.


Dia tentu saja takut jika istrinya menjadi sedih, kecewa dan marah. Ada marah karena wanita muda asing itu mengaku pernah berhubungan dengan nya. Ini seperti lelucon di malam hari. Karena Barram tidak mengenal wanita itu.


"Astaghfirullah, kak Barram! Apakah kak Barram lupa? Kak Barram sudah tidak mengenaliku lagi? Bahkan kak Barram telah membuat aku hamil anak kak Barram. Dua anak kecil yang aku bawa itu adalah anak biologis kak Barram. Dengan mudahnya kak Barram melupakan aku begitu saja," ucap wanita muda itu.


"Iya, iya, siapa nama kamu? Maaf, aku benar-benar lupa. Aku lupa kalau aku pernah mengenal dan bahkan sangat dekat dengan kamu," kata Barram. Terlihat Arshinta sudah mewek. Air matanya banjir di kedua matanya.


"Namaku Tania. Apakah kak Barram masih belum mengingat aku?" kata ibu muda itu yang menyebut dirinya dengan Tania.


"Tania? Siapa sih? Aku benar-benar merasa tidak mengenal kamu," sahut Barram. Arshinta yang masih duduk di ruangan itu, semakin sesenggukan. Barram akhirnya mendekati istrinya dan mengusapnya dengan lembut.


"Jangan nangis dong, sayang! Sumpah, aku tidak mengenal wanita ini. Apalagi dua anak itu nyata-nyata bukan anakku," kata Barram. Tania yang mendengar ucapan dari Barram semakin emosi.


"Kak Barram! Aku tidak menyangka jika kakak tega mencampakkan aku. Selama ini aku rela berdiam diri dan tidak menuntut untuk dinikahi oleh kakak. Tapi kedatanganku kemari hanyalah menyerahkan anak-anak kamu. Karena aku harus kerja di luar negeri," kata Tania. Arshinta semakin terisak-isak dengan situasi yang semakin tegang.

__ADS_1


"Sudahlah! Lebih baik kamu pergi dari rumahku! Aku tidak mengenal kamu. Datang-datang mengaku pernah berhubungan dengan ku. Mengganggu ketentraman dan ketenangan rumah tanggaku saja. Bawa anak kamu pergi dari sini. Karena kamu datang hanya memfitnah aku saja," ucap Barram. Dia sudah marah. Emosinya sudah meledak-ledak.


"Aku tidak mau pergi jika kamu tidak menerima dua anak-anak itu. Dia adalah anak kamu kak Barram! Mana aku berani berbohong mengaku ngaku dan memfitnah kamu, kak," kata Tania.


"Sudah cukup! Hentikan percekcokan ini," ucap Arshinta yang sudah tidak kuasa bertahan duduk di sana.


"Kak Barram! Jika kakak punya hubungan dengan Tania, sekarang lebih baik kak Barram mengakui saja. Jangan membuat masalah semakin meruncing," kata Arshinta.


"Tapi Arshinta, aku benar-benar tidak mengenal Tania," sahut Barram.


"Kak Barram bohong! Dia hanya ingin lari dari tanggungjawab!" kata Tania.


"Selamat Ulang Tahun!!!" suara-suara anak-anak dan juga mama papa terdengar. Kemudian mereka menyanyi lagu happy birthday. Arshinta tentu saja sangat terkejut dengan surprise yang dilakukan oleh keluarga besarnya. Arshinta menangis terisak-isak sambil memukul dada bidang Barram. Barram tersenyum namun matanya terlihat berembun.


"Selamat ulang tahun, Arshinta sayang! Tetap menjadi istri dan bunda yang penyayang bagi anak-anak yah," kata Barram.


"Astaghfirullah, kalian jahat telah membuat prank seperti ini. Dan kamu Tania! Siapa kamu sebenarnya?" ucap Arshinta yang tidak pernah melihat Tania sebelumnya. Semua orang termasuk anak-anak terkekeh melihat reaksi Arshinta.


"Hahaha, maaf kak Arshinta! Saya sekretaris baru di perusahaan cabang, kak. Saya hanya diperintahkan oleh pak Barram untuk berakting seperti ini. Maaf, kalau kakak jadi menangis, hehehe," ucap Tania.


"Hehehe, maaf sayang! Aku sudah keterlaluan yah, nge prank kamu sampai menangis seperti ini," sahut Barram.

__ADS_1


"Selamat Ulang tahun yah, sayang! Sudah jangan menangis! Semua hanya akting saja. Barram memang nakal dan jail," ucap mama Elza seraya memeluk Arshinta.


"Terima Kasih banyak, ma!" kata Arshinta dengan tersenyum lebar.


Barram kembali memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang. Ketiga putra nya ikut merasakan kebahagiaan saat melihat orang tuanya bahagia.


"Selamat ulang tahun, bunda! Semoga sehat selalu," ucap ketiga putra Barram dan Arshinta dengan kompak.


Barram dan Arshinta tersenyum lebar melihat ketiga putranya yang sudah tumbuh besar. Arshinta mulai meniup lilin yang disodorkan oleh putranya. Lalu mulai memotong nya. Barram menyuapi kue itu di mulut istrinya. Kebahagiaan malam itu terlihat jelas dari keluarga besar Barram.


TAMAT


T


A


M


A


T

__ADS_1


__ADS_2