HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 8


__ADS_3

Barram terlihat serius belajar membaca Al-Quran. Arshinta Pratista pun menyimak dengan penuh ketelitian. Jauh dari mereka berdua belajar mengaji, ada mama Barram yaitu mama Elza sedang memperhatikan mereka. Betapa mama Elza sangat bahagia dengan perubahan putra nya itu.


"Barram Elzatta, putra ku. Syukur lah semenjak kenal dan dekat dengan Arshinta, putraku mulai kembali belajar agama," gumam mama Elza.


Barram Elzatta terlihat semakin lancar dalam membaca Al-Quran. Dahulu Barram Elzatta memang sebelumnya sudah bisa membaca Al-Quran. Namun karena sudah sekian lama dirinya hampir tidak pernah membaca Al-Quran dan juga menjalankan ibadah wajib, maka Barram menjadi kaku saat memulai membaca Al-Quran. Tetapi setelah beberapa hari kembali mengulang dan belajar membaca Al-Quran dengan Arshinta, Barram Elzatta kembali lancar dalam membaca Al-Quran. Bahkan sekarang ini, Barram Elzatta pun pelan-pelan kembali menegakkan Sholat wajib lima waktu. Ditambah ikut menjalankan puasa wajib di bulan suci ramadhan. Tentu saja perubahan yang terjadi pada Barram Elzatta membuat mama Elza sangat senang. Barram pun menjadi sangat patuh dan hormat dengan mama nya.


"Kakak hebat loh! Kak Barram sekarang sudah sangat lancar dalam membaca Al-Quran. Saya sangat salut sekali dengan progres kak Barram yang penuh semangat dalam belajar dan mengulang kembali yang dulu pernah dipelajari," ucap Arshinta sambil tersenyum bangga.


"Kalau tanpa kamu, mana bisa aku kembali berhijrah. Mungkin saja kamulah malaikat yang telah dikirimkan Tuhan untuk ku, supaya aku bisa kembali menjadi pribadi muslim yang taat dan patuh dengan perintah Nya serta berusaha menjauhi larangan Nya. Aku sekarang akan berusaha lebih baik lagi," sahut Barram Elzatta panjang lebar.


"Semua lantaran kak Barram sudah berniat untuk kembali hijrah. Bukan lantaran aku. Aku hanya membantu kakak saja. Tanpa niat dan tujuan yang baik dari kakak, semuanya tidak akan pernah berubah," kata Arshinta.


"Pokoknya terimakasih banyak untuk kamu, malaikat penyelamat ku," sahut Barram seraya tersenyum lebar. Baru kali ini Arshinta melihat senyuman itu yang begitu tulus dan sangat manis.


"Oke, oke, kalau begitu kita bersiap-siap untuk berbuka puasa. Kalau belum batal, kak Barram harus bersuci lagi," ucap Arshinta.


"Aku belum batal kok! Apa harus aku batalkan dulu?" sahut Barram konyol. Tangan nya yang lebar dan kokoh diulurkan ke Arshinta hingga menyentuh telapak tangan Arshinta.

__ADS_1


"Eh, kok gitu sih?" sahut Arshinta. Barram terkekeh dengan tindakan konyol nya.


"Sekarang aku sudah batal. Kamu pun juga batal. Ayo kita berwudlu lagi dan bergabung dengan mama di ruang makan yang sudah menyiapkan hidangan untuk berbuka untuk kita," ucap Barram seraya menarik tangan Arshinta menuju ke tempat berwudlu. Arshinta tanpa menolak mengikuti Barram.


Barram mulai mengambil air wudhu dan setelah nya giliran Arshinta. Namun sebelum Arshinta mengambil air wudhu Arshinta usil menyentuh Barram.


"Astaghfirullah!? Batal dong, cantik!? Eh Arshinta!?" omel Barram dengan cemberut bibir nya. Arshinta merasa penuh kemenangan bisa membalas Barram.


"Hehehe, satu sama!?" sahut Arshinta sambil menjulurkan lidahnya ke arah Barram.


Arshinta mulai mengambil air wudhu dan setelah nya mulai berdoa setelah bersuci. Namun kembali Barram jail menyentuh Arshinta hingga Arshinta mengerucut bibir nya.


"Hahaha, ya sudah! Jangan lagi menyentuh aku kalau tidak mau aku balas lagi yah," sahut Barram.


Tiba-tiba mama Elza mendekati keduanya.


"Barram!? Jangan jail dong nak! Kasihan Arshinta bolak balik ambil air wudhu nya," kata mama Elza.

__ADS_1


"Arshinta juga yang mulai duluan kok, ma!" sahut Barram tidak mau disalahkan.


"Ya sudah, cepatan ambil air wudhu nya karena sebentar lagi kita masuk berbuka puasa. Setelah itu kita sholat maghrib berjamaah yah," kata mama Elza sambil tetap tersenyum melihat tingkah konyol anak nya beserta Arshinta.


🌼🌼🌼🌼🌼


"Terimakasih, Arshinta!? Aku melihat kamu telah merubah putraku ke hal yang lebih baik. Barram sudah menjalankan ibadah berpuasa dan sekarang ini malah minta diajari kamu belajar mengaji. Aku sangat berterima kasih dengan kamu," ucap tante Elza pada Arshinta.


"Bukan saya, tante! Tapi memang kak Barram lah yang sudah berniat ingin berhijrah ke jalan yang lebih baik," sahut Arshinta.


"Tante sangat senang jika kalian bisa lebih dekat satu dengan yang lain," kata mama Elza. Arshinta mengerutkan dahinya.


"Maksud tante?" sahut Arshinta.


"Maksudnya tante sangat senang jika kamu bisa menjadi menantu tante," ucap mama Elza. Sukses ucapan mama Elza membuat bola mata Arshinta melebar dengan sempurna.


"Hah?" Arshinta terkejut dengan perkataan tante Elza.

__ADS_1


"Saya dengan kak Barram tidak ada hubungan apapun kok tante," sahut Arshinta.


"Benar! Saat ini memang kalian tidak ada hubungan apapun selain hubungan bos dan asisten pribadinya. Seiring nya waktu, tante harap hubungan di antara kalian berdua lebih dari itu," ucap mama Elza yang sukses membuat rona wajah Arshinta merona memerah.


__ADS_2