
"Arshinta, aku minta maaf jika aku dengan sengaja menyakiti kamu. Dan mungkin saja selalu memaksa kamu atas semua keinginan ku. Mohon maaf lahir batin," ucap Barram yang sengaja menyempatkan datang ke rumah Arshinta di hari pertama lebaran di malam itu. Padahal di rumah Arshinta sedang berkumpul keluarga besarnya hingga malam hari.
"Iya, kak Barram! Aku juga minta maaf atas segala kesalahan yang aku perbuat. Baik aku sengaja maupun tidak aku sengaja. Hingga membuat kak Barram merasa sakit hati, kecewa, marah dan lain sebagainya. Aku minta maaf juga kak," sahut Arshinta. Barram tersenyum lebar saat maafnya di maafkan oleh Arshinta.
"Oh iya, terimakasih yah kamu mau memakai baju muslimah yang aku pilihkan untuk kamu," kata Barram saat melihat pakaian Muslimah yang saat ini dikenakan oleh Arshinta. Saat ini Arshinta sedang mengenakan busana muslim berwarna putih yang senada dengan keluarga besar di rumah itu.
"Eh, iya? Aku yang seharusnya berterimakasih pada kak Barram yang telah memberikan aku banyak pakaian Muslimah yang baru-baru. Bahkan aku hitung ada dua belas loh. Ini benar-benar gila, hehe!" ucap Arshinta dengan terkekeh.
"Hehehe kamu suka yang mana?" tanya Barram.
"Semuanya aku suka kak! Cuma hari pertama lebaran ini, satu keluarga mengenakan busana muslim berwarna putih. Jadi aku pakai yang ini, kak," kata Arshinta.
"Alhamdulillah, kalau kamu suka semua nya. Oh iya, di mana kakak kamu si Boy?" tanya Barram.
"Oh kak Barram lagi di luar, kak! Sepertinya lagi di rumah camer nya kak," jawab Arshinta.
"Benarkah? Jadi Boy sudah punya calon mertua yah?" sahut Barram.
__ADS_1
"Hehehe, InsyaAllah kak! Semoga kak Boy serius dengan mbak Nita hingga sampai ke pelaminan," kata Arshinta.
"Aamiin!" ucap Barram.
"Oh, iya kak Barram! Ayo dicicipi kue kue nya. Atau kak Barram mau ketupat dengan sayur opor nya?" tawar Arshinta.
"Terimakasih banyak Arshinta! Tadi di rumah sudah makan terus," sahut Barram.
"Kan di rumah kak! Di sini belum kan? Atau kakak mau salad buah? Tadi siang aku bikin salad buah loh, kak! Kakak mau?" kata Arshinta.
"Kamu bisa buat salad buah?" sahut Barram.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Bro! Selamat lebaran yah! Minal aidin wal faidzin yah!" ucap Barram pada Boy yang baru tiba. Barram dan Boy berpelukan selayaknya sohib.
"Sama-sama bos! Aku juga minta maaf jika ada salah dengan bos!" sahut Boy.
__ADS_1
"Ini salad buah nya! Silahkan dicicipi kak!" Arshinta datang membawa tiga mangkok kecil berisi salad buah buatan Arshinta. Di atas nya ditaburi keju cedar.
"Hem, lezat juga! Ini kamu yang bikin atau pesan?" kata Barram sambil menyendok salad buah bikinan Arshinta. Boy pun ikut mencoba makan salad buah bikinan adiknya.
"Enak kok dik! Kamu jualan salad buah saja, dik. Ini pasti laku habis, dik di pasaran," ucap. Boy.
"Tidak ada bakat dagang kak!" sahut Arshinta. Barram dan Boy hanya tersenyum saja sambil menghabiskan salad buah di mangkok nya.
"Tante Elza dan om Atta sehat kan, bos? Maaf, kami belum silaturahmi ke orang tua bos," ucap Boy.
"Tidak apa-apa. Masih hari pertama lebaran ini. Semua masih sibuk dan ramai berkumpul dengan keluarga besar," kata Barram akhirnya.
"Besok kita ke rumah om Atta dan tante Elza yah, dik!" ajak Boy.
"Aku terserah kak Boy saja," sahut Arshinta.
"Besok aku juga akan ke rumah mama papa kok. Beberapa hari ini aku pulang ke rumah mama papa," kata Barram.
__ADS_1
"Oh, persiapan untuk pernikahan tuan muda Barram dengan non Jeje yah?" sahut Boy.
Barram tiba-tiba saja melihat ke arah Arshinta yang seperti kembali diingatkan kalau sebentar lagi Barram akan melepaskan masa lajang nya bersama dengan mbak Jeje.