HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 26


__ADS_3

"Kak Boy! Ibu! Kami di sini!" teriak Arshinta saat melihat ibu dan juga kakak nya Boy telah berada di mall yang sama.


"Ibu! Itu Arshinta bersama dengan tuan muda Barram sudah di sini!" kata Boy seraya menggandeng ibu nya menuju ke rumah makan siap saji.


Arshinta menjemput ibu dan kakak nya, Boy yang sudah di depan rumah makan. Barram pun ikut berdiri mendatangi ibu Arshinta yang datang bersama dengan Boy. Mereka saling bersalaman saat sudah dekat. Lalu Barram mengajak ibu Arshinta dan juga Boy masuk ke rumah makan. Sebentar lagi sudah waktunya untuk berbuka puasa.


Di atas meja sudah lengkap hidangan makanan yang lengkap. Barram ternyata sudah memesan makanan komplet beserta minuman hangat dan juga minuman dingin yang menyegarkan.


"Kurang lima menit lagi waktu nya berbuka puasa. Sambil menunggu waktu berbuka, mungkin ibu dan juga kamu Boy, apa kalian ingin menambah sesuatu makanan atau minuman?" tawar Barram.


"Terimakasih banyak, nak Barram! Ini sudah lebih dari cukup semua hidangan yang ada di meja ini. Ibu yang terpenting minuman hangat saja sudah lebih dari cukup," kata ibu Arshinta dan Boy.


"Oh, iya bu! Tadi sudah saya pesankan teh manis panas. Oh iya, Boy! Kamu mau tambah apa, Boy? Mungkin yang ada di meja belum ada minuman atau makanan yang kamu inginkan," kata Barram.


"Hem, oke. Sepertinya aku mau pesan es cappucino saja deh. Hem, Arshinta biar aku pesan kan juz naga dan iga bakar. Di meja ini aku lihat, belum ada iga bakar dan juz naga kesukaan dik Arshinta," ucap Boy. Arshinta mengerutkan dahinya.


"Eh, gak usah kak Boy! Ini sudah banyak minuman dan makanan kok. Lagipula makanan dan minuman sebanyak ini, siapa yang mau menghabiskan kak?" kata Arshinta.


"Eh, gak papa Boy! Ayo cepetan pesan! Sebentar lagi kita berbuka puasa loh! Oh iya, saya permisi ambil wudhu dulu yah! Kata Arshinta saat kita berbuka puasa lebih baik dalam keadaan bersuci supaya mendapatkan nilai ibadahnya dalam berpuasa," ucap Barram.

__ADS_1


"Oh iya, benar! Silahkan nak Barram! Kami juga akan bersiap mengambil air wudhu juga. Ayo Arshinta, temani ibu ambil. wudhu!" kata ibu Arshinta.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Barram! Kamu di sini?" tanya seorang wanita dengan berpenampilan seksi dan dandanan menor. Dia pergi ke mall itu ditemani seorang teman wanita nya. Wanita itu bernama Jeje. Benar! Jeje adalah calon istrinya Barram. Bahkan saat ini Jeje telah mengandung anak Barram.


"Jeje? Kamu di sini juga?" sahut Barram mulai gugup dengan kedatangan calon istrinya. Jeje pun merapat mendekati tempat duduk Barram. Bahkan menempel kayak perangko. Barram jadi merasa tidak enak karena di sana masih ada Arshinta, ibu Arshinta dan juga Boy.


"Aku mau belanja, Barram! Sejak tadi aku berusaha menghubungi kamu. Tapi handphone kamu tidak bisa aku hubungi. Sekarang, aku malah ketemu dengan kamu di sini bersama dengan orang-orang tidak penting seperti mereka. Sedangkan calon istri kamu harus sendiri berbelanja tanpa kamu. Kamu ini gimana sih Barram? Sebenarnya lebih penting aku atau mereka sih?" omel Jeje sambil menatap ke arah Arshinta, Boy dan juga ibu nya Arshinta dan Boy. Barram benar-benar merasa tidak enak dengan ucapan Jeje.


"Ibu, Arshinta! Aku sudah selesai makan. Aku rasa, ibu dan Arshinta juga sudah selesai bukan makannya? Kita harus berbelanja banyak barang! Soalnya sebentar lagi lebaran. Kata ibu masih butuh banyak bahan-bahan untuk membuat kue kering atau yang lainnya?" kata Boy.


"Eh iya, benar! Ayo Arshinta! Kita harus berbelanja banyak nih. Bantu ibu yah," sahut ibu Arshinta seraya mengajak Arshinta meninggalkan tempat itu. Barram pun semakin merasa tidak enak hati.


"Eh?" Arshinta menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Namun dengan cepat Boy membantu membawa barang-barang belanjaan pemberian Barram. Arshinta hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Jeje, kamu jangan nempel seperti ini dong! Malu!" protes Barram. Jeje menyipitkan bola matanya saat mendengar Barram melarang dirinya nempel dan bergelayut manja dengan dirinya.

__ADS_1


"Loh kenapa? Kita kan sebentar lagi menikah, Barram? Kenapa harus malu!" sahut Jeje.


"Ih, sudahlah! Duduk lah sendiri! Aku akan menyelesaikan makan ku terlebih dahulu," kata Barram.


"Tapi setelah ini temani aku berbelanja untuk lebaran yah, Barram!" sahut Jeje.


"Iya!" jawab Barram singkat.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari raya telah tiba, keluarga besar dari Boy dan Arshinta merayakan hari Idul Fitri itu. Demikian juga halnya keluarga Barram. Papa Atta dan mama Elza merayakan hari lebaran itu penuh suka cita. Walaupun selama bulan Ramadhan telah terjadi banyak masalah yang datang. Mereka tetap bersyukur dan menghadapi nya dengan ikhlas. Karena dengan kejadian itu Barram bisa merubah perilaku nya lebih baik dari sebelumnya.


"Mama, aku minta maaf yang sebesar-besarnya baik disengaja maupun tidak ma. Bahkan selama ini aku telah melakukan banyak kesalahan yang membuat mama kecewa. Di hari raya Idul fitri sekarang ini, sekira nya mama memaafkan kesalahan masa lalu saya, ma!" ucap Barram dengan suara yang serak.


"Mama sudah memaafkan kamu, nak! Yang terpenting sekarang kamu harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bertanggung jawab," sahut mama Elza.


"InsyaAllah, ma!" kata Barram. Kini Barram berpindah mendekati papa Atta dan meminta maaf pada nya.


"Papa, Barram minta maaf pada papa atas semua kesalahan ku, baik aku sengaja maupun terlupakan. Di hari lebaran ini, ku mohon ampuni segala kesalahan dan kekhilafan Barram. Apalagi sekarang ini Barram sering membuat papa kecewa karena sikap dan perbuatan Barram yang ugal-ugalan sebagai seorang pria," kata Barram.

__ADS_1


"Oke, papa maafkan! Sudah yuk, kita jangan serius seperti ini. Lebih baik kita makan ketupat dengan rendang daging, opor ayam dan sambel goreng nya," sahut papa Atta seraya merangkul putra nya seperti sohib nya sendiri.


Mama Elza hanya tersenyum melihat papa dan anak itu yang akrab seperti temannya sendiri. Mama Elza menyiapkan hidangan ke atas meja. Dibantu adik nya mama Elza. Suasana di rumah kediaman mama Elza dan papa Atta cukup ramai. Karena keluarga besar semua berkumpul di sana.


__ADS_2