
"Kamu bikin aku kaget, sayang! Kenapa tidak memberitahu aku sih kalau kamu akan datang? Bagaimana kalau tadi aku lagi diluar ketemu dengan klien? Kan kamu bisa kecewa, tidak ketemu dengan suami kamu yang paling tampan dan maco ini," ucap Barram panjang lebar.
"Itu tidak mungkin terjadi kak. Sebelum kemari, aku sudah memastikan kalau kak Barram tidak ada jadwal ke luar untuk menemui klien atau relasi. Tentu saja aku bisa menghubungi kak Boy atau Odjie," jelas Arshinta.
"Oh iya, benar! Ternyata masih ada mata-mata di sini. Ada kakak kamu yang masih bekerja dengan ku di sini," sahut Barram.
"Kak Barram tidak bisa macam-macam lagi kan, kak? Karena ada kak Boy dan Odjie yang akan menjadi mata-mata ku jika kak Barram kembali berulah," kata Arshinta.
"Tidak sayang! InsyaAllah aku akan menjadi suami yang setia dan hanya kamu istriku dan wanita ku tempat aku kembali setelah aku lelah karena sepanjang hari bekerja mencari nafkah," sahut Barram. Arshinta yang mendengar nya menjadi lega.
"Aamin, semoga kak Barram benar-benar memegang teguh janji suci pernikahan kita," ucap Arshinta akhirnya.
🌼🌼🌼🌼🌼
"Enak tidak masakan aku, kak?" tanya Arshinta.
"Tentu saja enak dong sayang! Hasil masakan yang dibuat oleh seorang istri penuh rasa cinta kasih, akan semakin nikmat rasanya, sayang!" ucap Barram.
"Alhamdulillah, syukur lah! Tapi aku juga lagi belajar memasak kok, kak. Jadi maaf kalau hasil masakan nya tidak seenak mbak tukang masak yang bekerja di rumah," kata Arshinta.
"Sayang, aku menikahi kamu bukan untuk memasakkan aku setiap hari. Aku menerima kamu apa adanya kok, sayang! Kamu tidak perlu repot-repot belajar memasak segala yah," kata Barram.
"Nanti kalau kamu capek lalu sakit, aku yang sedih kan? Toh suami kamu masih sanggup membayar dan menggaji orang untuk bekerja di rumah sebagai tukang masak. Selain itu, suami kamu ini juga masih sanggup mempekerjakan asisten rumah tangga untuk mengurus rumah. Jadi tugas kamu hanya melayani aku saja. Hehe," sambung Barram lagi.
__ADS_1
Arshinta tersenyum lebar. Dia merasa sangat bahagia Barram menjadikan dirinya seperti seorang ratu yang tidak perlu melakukan pekerjaan rumah. Semuanya sudah dikerjakan oleh para pelayan yang bekerja di rumah Barram.
"Tapi aku juga ingin membuat suamiku senang kak. Apalagi jika aku memasak. Lalu kak Barram suka dengan masakan yang aku buat," ucap Arshinta.
"Terimakasih, sayang! Tapi kamu tidak boleh capek yah sayang! Nanti Pun kalau kita sudah punya anak, aku juga akan mencari baby sitter untuk merawat anak-anak kita," kata Barram.
"Ya Alloh! Tugasku hanya makan tidur saja dong, kak!" sahut Arshinta.
"Heem, sayang! Pokoknya kamu tidak boleh capek. Tugas kamu hanya menemani aku bobok saja," ucap Barram seraya menoel hidung Arshinta.
"Gak mungkin kalau hanya menemani bobok saja, kak!" sahut Arshinta.
"Hehehe itu kamu sudah tahu loh, sayang!" kata Barram.
🌼🌼🌼🌼🌼
"Sudahlah, jangan bertanya soal dia lagi sayang!" sahut Barram.
"Aku hanya merasa kasihan saja dengan mbak Jeje. Aku pikir dia sebenarnya sangat mencintai kak Barram. Hanya orang tua nya saja yang terlalu berambisi membuat mbak Jeje sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka," kata Arshinta.
"Benar! Dalam dunia bisnis seperti itu sangat wajar, Arshinta! Menjual anak gadisnya demi mendapatkan kesepakatan perjanjian dalam kontrak kerja. Atau yang lebih parah dengan melakukan pernikahan bisnis supaya perusahaan nya semakin berkembang dan besar karena mendapatkan beberapa modal lagi karena ada yang menanam saham di dalamnya,"urai Barram.
"Biasanya ini dilakukan saat perusahaan sedang dalam masalah dan membutuhkan banyak modal untuk menyelesaikan masalah perusahaan dan berjalannya perputaran produksi," terang Barram.
__ADS_1
Arshinta semakin paham. Inilah penyebabnya Barram selalu disuguhi banyak wanita-wanita. Ini lantaran ada beberapa klien memberikan bonus istimewa supaya mengikat Barram. Ini supaya Barram bisa mengabulkannya pengajuan kontrak yang disodorkan oleh beberapa klien-klien.
🌼🌼🌼🌼🌼
Sementara di tempat lain Jeje ditemukan terkapar di suatu kamar hotel dalam keadaan tragis dan tak bernyawa. Jeje seperti over dosis. Jeje ditemukan tewas over dosis di dalam kamar hotel. Hal itu ditemukan oleh pelayan hotel yang hendak membersihkan kamar itu.
Tidak ada saksi yang mengetahui Jeje telah berkencan dengan siapa di dalam kamar itu. Semua tutup mulut saat orang tua Jeje melaporkan nya pada pihak berwajib. Orang tua Jeje hanya bisa menyesali. Kenapa harus berurusan dengan Mr Aragan yang dikenal orang-orang sangat kejam.
Kini orang tua Jeje hanya bisa menyesalinya. Mengorbankan anak gadisnya demi mendapatkan apa yang hendak ia targetkan.
Sementara itu, Alexa yang kini sedang bersama dengan seorang pria sedang berbicara serius di suatu lorong jalanan sepi.
"Ini uang sebagai imbalan kamu! Karena kamu telah melenyapkan wanita itu! Setelah ini menjauhlah dulu dari kota ini. Jangan sampai polisi menangkap kamu karena mencurigai kamu," ucap Alexa.
Alexa memberikan pria dengan mengenakan topi itu amplop coklat tebal yang tentu saja isinya uang yang cukup banyak.
"Tentu saja nona! Aku akan secepatnya meninggalkan kota ini! Aku pun tidak mau mendekam di balik jeruji penjara," sahut pria itu.
Tanpa banyak bicara, keduanya terlihat terpisah dengan jalan yang dipilih masing-masing sesuai tujuan mereka.
"Wanita licik itu sudah aku singkirkan dari kak Aragan! Rasanya sudah lega bisa menyingkirkan orang yang berusaha membuat Aragan semakin lama semakin terikat dengan wanita binal itu," gumam Alexa serasa tersenyum dengan sinis.
🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
"Apakah kamu yang melenyapkan gadis itu?" tuduh Mr Aragan saat Alexa tiba-tiba masuk ke dalam rumah itu. Alexa tentu sangat terkejut dengan suara bariton milik Mr Aragan. Saat ini Mr Aragan sedang duduk di ruangan tengah. Sengaja menunggu Alexa pulang.