HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 34


__ADS_3

Arshinta mengeringkan rambutnya dengan hairdryer setelah mandi wajib. Tentu saja rambut itu harus kering sebelum ia tutup dengan hijab nya. Semalam Barram seperti menjadi macan kelaparan memangsa Arshinta sampai Arshinta harus beberapa kali membiarkan Barram mengukung dirinya. Tapi itu sudah menjadi tugas Arshinta yang kini sudah resmi menjadi istri Barram.


"Terimakasih untuk semalam, Arshinta sayang! Maaf, aku telah membuat kamu lelah!" ucap Barram seraya mengambil alih hairdryer yang tadi dipegang oleh Arshinta.


Kini di belakang Arshinta sekarang ada suaminya mengeringkan rambut lurus dan panjang nya. Arshinta menatap bayangan dirinya dan Barram itu melalui pantulan di cermin depannya. Arshinta tersenyum sedikit mendongak melihat wajah Barram yang pagi ini sangat cerah dan tentu saja sangat fresh.


"Kak Barram lebih segar dan bersemangat pagi ini. Wajahnya pun semakin tampan. Apakah kakak merasa bahagia?" sahut Arshinta seraya tersenyum lebar menunjukkan manisnya saat tersenyum.


"Tentu saja sayangkuh! Kamulah yang membuat hidupku semakin berwarna. Kamu menjadikan hidup ku semakin punya arti dan semakin terarah. Terimakasih banyak, istriku sayang!" ucap Barram seraya mencium wangi rambut istrinya karena wangi sampo setelah meletakkan hairdryer itu di atas meja rias depan Arshinta.


Kini beralih memeluk Arshinta dari belakang dan mulai mencium aroma sabun mandi yang cukup menggoda bagi Barram. Bahkan kini Arshinta berdiri hingga keduanya saling berhadapan. Dikecupnya pelan bibir mungil istrinya yang masih terlihat bengkak itu. Barram mengamati bibir itu dan mulai paham. Betapa ganas dan liarnya dirinya saat permainan tadi malam itu.


"Kak Barram! Sepertinya sudah sangat siang! Apakah hari ini kakak akan bolos kerja lagi?" ucap Arshinta.


"Sepertinya jika di dekat kamu, rasanya tidak ingin meninggalkan kamu," kata Barram.


"Kakak! Ayo lekas bekerja dan berangkat ke kantor! Jangan sampai aku kena marah dengan mama papa mertua," ucap Arshinta. Barram terkekeh-kekeh mendengar ucap Arshinta.

__ADS_1


"Justru mereka akan mendukung jika aku tidak berangkat ke kantor. Mereka sudah sangat menginginkan cucu dari kita, sayang!" kata Barram. Arshinta menyipitkan bola matanya mendengar kata Barram. Sejurus kemudian, Barram kembali menggendong Arshinta ala bridal dan merebahkan nya di atas peraduan.


"Masih terlalu pagi untuk pergi bekerja, sayang! Sedikit sarapan dari kamu. Boleh kan, sayang!" bisik Barram yang kini sudah mengukung Arshinta di atas nya.


"T-tapi kak! Bahkan aku sudah mandi keramas loh!" tolak Arshinta dengan halus.


"Nanti aku yang akan memandikan kamu lagi sayaang! Kamu sudah menjadi candu bagiku. Sedikit sarapan pagi supaya aku lebih semangat dan bertenaga lagi untuk pergi ke kantor," ucap Barram.


Dan selanjutnya Arshinta hanya bisa pasrah menerima segala serangan yang dilancarkan oleh suaminya pagi itu. Suara laknat yang ditahan oleh Arshinta membuat Barram gemas. Arshinta menggigit bibir bawahnya pelan supaya tidak mengeluarkan suara nikmat nya. Karena pagi itu mungkin saja semua yang bekerja di rumah itu beraktivitas. Dan Barram masih disibukkan dengan kegiatan paling penting bagi hidupnya sekarang. Usaha menciptakan seorang bayi mungil dari air mani nya yang akan dia titipkan pada rahim sang istri. Semoga selekasnya akan membuahkan hasil. Aamin.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Hem, jadi kamu Jeje? Putri tunggal dari pak Musdiono dan nyonya Marina?" ucap mr Aragan yang ternyata sangat fasih dalam berbahasa Indonesia.


Ini membuat Jeje menyipitkan bola matanya. Jeje tentu saja tidak akan menyangka jika bule tampan itu bisa mahir dalam berbahasa Indonesia.


"Benar! Apakah anda mr Aragan?" sahut Jeje seraya menjabat tangannya. Mr Aragan menyambut uluran tangan Jeje itu dan mencium punggung tangannya.

__ADS_1


"Jeje! Papa mama kamu telah menawarkan bentuk kerja sama dengan ku. Dan di dalamnya juga ada point yang menawarkan kamu untuk dijadikan istriku. Cuma bagian itu aku tidak tertarik. Maaf, bukan aku menolak diri kamu yang sungguh cantik dan seksi. Cuma hanya saja dalam prinsipku, tidak ada keterikatan ku dengan seorang wanita dalam status pernikahan. Oleh karena itu, aku sangat menghargai penawaran itu," ucap Mr Aragan. Jeje paham arah kemana pembicaraan Mr Aragan.


"Baiklah mr Aragan! Jika anda menginginkan saya, kapanpun saya siap," sahut Jeje. Mr Aragan terkekeh mendengar ucapan Jeje yang langsung paham arah pembicaraan Mr Aragan.


"Oke, nanti malam datang lah ke kamar 2045 hotel Xxx. Aku akan datang tepat waktu. Asisten pribadi ku akan menunggu kamu di depan di jam delapan," kata Mr Aragan. Jeje hanya bisa tersenyum saja. Mau tidak mau dirinya harus mengikuti keinginan papa mama nya. Dirinya seperti dijual oleh Mr Aragan supaya kerja sama yang ditawarkan oleh papa mama nya dalam bidang bisnis bisa diterima oleh Mr Aragan.


"Papa mama! Kalian benar-benar membuat putrimu sendiri seperti seorang gundik," gumam Jeje.


"Semua demi ambisi kalian. Padahal jika aku bisa menikah dengan Barram, aku bisa hidup lebih terhormat," pikir Jeje yang kini terlihat bersedih dengan posisi nya yang seperti dijadikan pion oleh orang tua nya.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Aku kurang suka dengan gadis itu, Aragan!" ucap Alexa.


"Kenapa? Apakah kamu cemburu? Kamu selalu saja cemburu setiap ada wanita cantik dan seksi mencoba dekat dengan ku," sahut Mr Aragan.


"Aku pikir, gadis itu hanyalah pion saja yang dijalankan oleh kedua orang tua nya. Ini supaya mendapatkan keuntungan jika Putri nya bisa dekat dengan kamu. Apalagi kamu bisa menjadikan Putri nya sebagai tunangan, kekasih atau bahkan pendamping hidup kamu," ucap Alexa.

__ADS_1


"Hahaha, itu tidak mungkin Alexa! Dalam hidupku, aku tidak akan terikat dalam hubungan rumit seperti itu! Aku lebih memilih bebas tanpa ada ikatan seperti itu. Wanita akan menjadi merepotkan saat ia menjadi kekasih, tunangan bahkan istri," kata mr Aragan.


"Baiklah! Aku harap kamu tidak akan terpengaruh dengan rayuan gadis itu!" ucap Alexa pada mr Aragan.


__ADS_2