HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 24


__ADS_3

"Astaghfirullah, Barram! Baru kemarin kamu membuat jantung mama papa kamu seperti berhenti berdetak gara-gara kamu telah menghamili Jeje, kini datang lagi wanita yang lain lagi bersama dengan seorang anak perempuan yang wajahnya mirip dengan kamu, yang mengaku pernah menjalin hubungan dengan kamu dan mengatakan kalau anak perempuan itu darah daging kamu, astaghfirullah Barram!" ucap mama Elza.


Papa Atta terlihat santai saat menghadapi masalah ini, seolah olah jauh-jauh hari telah bisa memperkirakan akan terjadi kejadian seperti ini. Dimana akan ada wanita-wanita yang datang meminta tanggungjawab dari Barram. Apalagi kabar pernikahan Barram dengan Jeje sudah tersebar di mana-mana.


"Mama papa, seperti kemarin tugas papa harus menggertak lagi mereka. Jika mereka hanya mengaku- aku saja tanpa membawa bukti tes DNA, itu adalah bualan dan omong kosong saja. Jika terbukti hanya memanfaatkan keadaan, tuntut balik orang ini karena telah mencemarkan nama baikku seperti pria yang terhormat dikalangan pebisnis muda," ucap Barram geram. Dia sudah bisa bagaimana caranya menangkis jika banyak wanita-wanita yang datang meminta pertanggungjawaban darinya.


Papa Atta terkekeh melihat sikap dari Barram.

__ADS_1


"Hahaha, bagus bagus! Lalu wanita yang baru saja datang, apakah wanita yang memang belum pernah kamu ajak berkencan? Tapi putri yang dia bawa sangat cantik dan bahkan sangat mirip sekali dengan kamu, Barram. Lagipula, papa mama sangat menyukai nya. Putri nya cantik dan wajahnya imut seperti saat kamu masih kecil loh. Papa mama mau kok jika menganggap nya sebagai cucu. Wanita itu datang hanya untuk menyerahkan putri nya saja pada kamu. Supaya kamu bisa mengakui sebagai anaknya," cerita papa Atta. Barram terlihat cuek dan tidak menghiraukan ucapan papa nya.


"Kamu tidak ingin melihat wajah putri kamu, Barram? Tanpa melakukan tes DNA, papa mama yakin kalau itu adalah putri kamu loh, Barram," tebak mama Elza.


"Astaghfirullah, mama papa! Tolong dong jangan mengasumsi sendiri jika belum terbukti bahwa anak itu anakku, darah daging ku," sahut Barram.


"Tolong ma! Jangan membuat masalah. Aku ingin memastikan dulu, apakah benar dia adalah keturunan ku. Jika tidak? Aku tidak mau mama papa asal comot saja mengadopsi anak orang," protes Barram.

__ADS_1


"Baiklah! Mama papa akan memastikan kalau putri cantik dan imut dari wanita itu benar-benar putri kamu. Soalnya kami sangat yakin loh, Barram. Tanpa melakukan tes DNA pun, kami yakin kalau dia putri kamu," kata papa Atta.


"Ais jangan karena papa mama sudah kebelet ingin punya cucu, lalu semua anak kecil yang imut dianggap cucu papa mama. Astaghfirullah," protes Barram.


Papa mama saling berpandangan. Mereka hanya meringis saja melihat Barram yang beberapa hari ini selalu ketus jika mendapati banyak wanita-wanita yang datang ke rumah orang tua Barram meminta pertanggungjawaban dari Barram. Baik membawa seorang anak kecil baik berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.


"Tenang Barram! Berapa pun anak yang kamu punya dari wanita-wanita yang datang, kami sebenarnya tidak akan menolak jika anak-anak itu diserahkan pada mama papa untuk merawat serta membesarkannya. Walaupun terbukti bukan darah daging kamu dan mereka hanya mengaku-aku saja. Hahaha!" kata papa Barram.

__ADS_1


"Tolong pa! Jangan sampai nama baikku tercemar gara-gara semua ini," protes Barram.


__ADS_2