HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 38


__ADS_3

"Apakah kamu yang melenyapkan gadis itu?" tuduh Mr Aragan saat Alexa tiba-tiba masuk ke dalam rumah itu. Alexa tentu sangat terkejut dengan suara bariton milik Mr Aragan. Saat ini Mr Aragan sedang duduk di ruangan tengah. Sengaja menunggu Alexa pulang.


"A apa maksud kamu kak Aragan? Aku tidak mengerti siapa gadis yang kak Aragan maksudkan?" sahut Alexa.


Aragan mendekati Alexa, mencengkram pipi nya. Kedua mata Alexa membulat saat Aragan bersikap kasar terhadap dirinya. Bagi Alexa, dia lebih memilih mati daripada melihat Aragan mengalami kerugian dan kehancuran. Dan bagi Alexa dia sudah lega bisa menyingkirkan racun yang menggerogoti Aragan. Racun yang dimaksud Alexa di sini adalah Jeje.


"Katakan yang sebenarnya! Apa maksud kamu melenyapkan Jeje? Kamu tahu? Dia telah hamil. Jeje telah hamil anakku. Dan kamu telah membunuh dua nyawa sekaligus," kata Aragan. Sukses membuat Alexa tiba-tiba menjadi gugup dan gemetaran.


"Ha hamil? Anak kak Aragan?" sahut Alexa.


"Benar! Bukan kematian Jeje yang aku sesalkan. Namun janin yang ada di dalam rahim Jeje. Kamu benar-benar mengecewakan aku, Alexa!" kata Aragan.


"A aku bisa menggantikan Jeje untuk memiliki anak darimu, kak. A aku rela," ucap Alexa dengan penuh keberanian.


"Hahaha, jadi ini? Kau pikir aku akan menjadikan kamu ibu bagi anak keturunan ku? Tidak Alexa! Itu tidak mungkin! Aku menganggap kamu sebagai adikku sendiri. Saat aku menyelamatkan kamu. Mulai dari itu aku sudah menganggap kamu sebagai adik. Tidak lebih dari itu," kata Aragan.

__ADS_1


"Tetapi aku tidak! Aku mohon kak. Beri aku kesempatan untuk membalas kebaikan kamu terhadap ku. Karena kakak aku bisa terbebas dari dunia itu," ucap Alexa. Tanpa dia sadari, air matanya luruh.


"Aku paling benci melihat wanita menangis. Pergi saja kamu! Sebelum kesabaran ku habis. Kamu membuatku marah," kata Aragan.


"Jangan menyuruhku pergi kak! Aku mohon! Maafkan aku!" ucap Alexa.


"Pergi Alexa!" kata Aragan.


Alexa memeluk Aragan dari belakang. Dia benar-benar mencintai Aragan.


"Kak Aragan! Aku aku mencintaimu kak! Aku lebih baik mati daripada jauh dari kamu," ucap Alexa. Dia langsung menarik pelatuk pistol itu tepat di pelipis nya.


Duar.


"Alexa! Bangsat! Kenapa kamu lakukan ini?" ucap Aragan yang membalikkan badannya saat suara pistol itu ditarik oleh Alexa. Alexa terjatuh di lantai. Kedua matanya melotot. Alexa tidak lama tak bernyawa. Kini Aragan kembali menyesalinya.

__ADS_1


"Alexa!" teriak Aragan. Dia benar-benar marah. Marah kenapa dia bisa marah dengan Alexa.


"Alexa! Kenapa kau lakukan ini?" Aragan hanya bisa menyesalinya. Alexa dan Jeje telah menyingkir dari kehidupan nya. Keduanya sama-sama penting.


⭐⭐⭐⭐⭐


"Ada apa dengan kamu, Arshinta sayang?" tanya Barram yang terlihat khawatir dengan istrinya itu.


"Tiba-tiba saja, aku merasakan pening kak! Ditambah perutku rasanya mual banget!" ucap Arshinta.


"Jangan-jangan kamu hamil sayang! Bagaimana kalau kita periksa ke dokter?" sahut Barram dengan semangat.


"Hamil? Aku hamil kak?" sahut Arshinta. Barram tersenyum lebar.


Dirinya selama ini sudah berharap bisa memiliki anak dari rahim Arshinta. Apalagi Arshinta sangat cantik.Pasti Barram akan memiliki keturunan yang cantik dan juga tampan. Jika Tuhan memberikan kepercayaan anak laki-laki maupun perempuan.

__ADS_1


__ADS_2