
"Saya dengan kak Barram tidak ada hubungan apapun kok tante," sahut Arshinta.
"Benar! Saat ini memang kalian tidak ada hubungan apapun selain hubungan bos dan asisten pribadinya. Seiring nya waktu, tante harap hubungan di antara kalian berdua lebih dari itu," ucap mama Elza yang sukses membuat rona wajah Arshinta merona memerah.
Tante Elza tersenyum saat melihat perubahan yang terjadi pada wajah Arshinta. Tangan tante Elza meraih pergelangan tangan Arshinta lalu mengusap punggung tangan gadis muda itu.
"Tante yakin, kamu bisa membuat jatuh cinta pada putraku, Barram Elzatta. Karena kamu selain cantik, kamu memliki pesona dan daya tarik yang membuat laki-laki manapun menjadi penasaran untuk menaklukkan kamu," ucap tante Elza.
"Eh??" gumam Arshinta. Saat tante Elza masih mengusap punggung tangan Arshinta sambil berbincang-bincang, Barram Elzatta datang mendekati kedua wanita beda usia atau generasi itu.
"Ada apa, ma? Eh, kok pakai acara pegang-pegangan tangan segala sih?!" ucap Barram Elzatta yang pandangannya tertuju pada kedua tangan mama Elza dengan Arshinta yang bersentuhan.
"Tidak ada apa-apa!? Ini urusan wanita. Laki-laki tidak boleh tahu," sahut tante Elza sambil menarik tangannya yang sejak tadi memegangi tangan Arshinta.
__ADS_1
"Hem, mama sekarang gak asyik! Main rahasia-rahasia an," ucap Barram. Tante Elza dan Arshinta kini saling berpandangan lalu mereka saling melemparkan senyuman nya.
"Ya sudah! Ayo, Arshinta! Aku antar kamu pulang ke rumah. Takutnya bapak ibu kamu jadi mengkhawatirkan kamu karena sudah telat pulangnya," ajak Barram.
"Kok buru-buru sih? Baru juga masih jam setengah delapan. Kita bahkan belum sholat tarawih bersama-sama," protes tante Elza.
"Mama!? Kasihan Arshinta dong ma! Sejak pagi sampai sekarang, bersamaku terus. Lain kali saja yah, ma!? Nanti aku ijin dulu pada bapak ibu Arshinta dulu supaya tidak khawatir," ucap Barram.
"Hem, ya sudah deh! Salam buat bapak ibu kamu yah, Arshinta!? Oh sebentar, tante akan ambilkan jajanan untuk bapak ibu kamu," kata tante Elza seraya bergegas mengambilkan makanan untuk diberikan pada orang tua Arshinta.
"Tidak repot! Kamu bahkan sudah menjadi guru mengaji untuk putra ku," ucap tante Elza.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
"Maaf, yah kamu jadi kemalaman pulang nya," ucap Barram saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan Barram saat ini telah menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dengan tujuan rumah Arshinta.
"Sebenarnya tidak menjadi masalah, kak! Asal bapak ibu atau orang tua ku mengetahuinya. Bukannya kak Barram tadi sudah meminta ijin ibu kalau saya pulang dari kantor langsung ke rumah kak Barram untuk belajar mengaji," ucap Arshinta.
"Iya, sih!? Tapi aku menjadi tidak enak. Apalagi tadi aku mengajakmu ke rumah mama dan kita belajar mengaji di sana. Ditambah buka puasa, sholat maghrib bersama-sama sampai semalam ini. Mama kalau sudah ketemu orang yang bisa enak diajak ngobrol menjadi keterusan dan tidak ingat waktu. Maaf yah?!" kata Barram.
"Tidak apa-apa kak!? Saya juga suka dengan tante Elza, kok!" sahut Arshinta.
"Oh ya? Lalu sebenarnya tadi ngomongin apaan sih? Hayo, Jangan-jangan ngomongin aku yah?" kata Barram.
"Em eh sedikit saja kok!" sahut Arshinta sambil menunjukkan jari nya.
"Tidak mungkin sedikit. Nyatanya mama dengan kamu ngobrol nya sampai berjam-jam setelah sholat maghrib berjamaah tadi," ucap Barram.
__ADS_1
"Eh, em?!" gumam Arshinta sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.