HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA

HIJRAH NYA SANG CEO CASANOVA
BAB 13


__ADS_3

"Sial! Apakah benar, semua yang dikatakan Jeje, kalau saat ini dirinya telah mengandung anakku? Brengsek! Disaat aku ingin berubah lebih baik. Kenapa selalu saja ada gangguan. Sedangkan aku sekarang mulai terpesona dengan Arshinta. Bagaimana ini? Rasanya hatiku selalu sulit untuk berpaling dari Arshinta. Apakah ini yang namanya jatuh cinta itu?" gumam Barram seraya menjatuhkan tubuh nya di atas peraduan setelah dirinya masuk ke dalam kamar utamanya.


Sementara itu Odjie kini berbicara serius dengan Jeje. Odjie berusaha mendengar semua keluhan yang dirasakan oleh Jeje sebelum memberikan kompensasi pada Jeje sesuai perintah Barram, bos nya.


"Apakah benar, kalau non Jeje telah hamil. Dan kehamilan itu lantaran tuan muda Barram?" tanya Odjie yang kini masih bertahan duduk bersama dengan Jeje setelah selesai bersantap saur dengan Barram. Jeje mengernyitkan dahinya menatap tajam pada asisten pribadi Barram itu.

__ADS_1


"Apakah kamu perlu bukti? Kalau aku telah hamil anak Barram, hah?" sahut Jeje.


"Tentu saja, nona! Banyak wanita-wanita yang berusaha mendekati dan merebut hati tuan muda yang notabene adalah pria matang, dewasa serta mapan. Mungkin saja, nona terdesak ingin menjadi istri tuan muda jadi berpikir demikian. Mengaku hamil anak tuan muda Barram supaya tuan Barram menikahi nona," sahut Odjie. Jeje semakin geram menatap asisten pribadi Barram itu.


"Walaupun aku tidak hamil pun, seharusnya Barram bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap ku, kan? Dia selama ini telah menjadikan aku wanita nya. Bahkan aku dengan rela dan senang hati memberikan kehormatan ku padanya. Barram tidak bisa lepas tanggungjawab dari semuanya itu dan berpindah ke lain body. Ini sungguh tidak adil bagiku dong. Seperti kacang lupa akan kulitnya," ucap Jeje. Odjie manggut-manggut mendengar segala keluhan Jeje.

__ADS_1


"Oke, kalau seperti itu yang kalian minta. Aku akan membuktikan kalau bahwasanya aku saat ini telah hamil. Dan asal kamu tahu, Odjie! Aku tidak pernah tidur dengan laki-laki mana pun selain dengan Barram. Bahkan aku sudah menyerahkan kehormatan ku untuk Barram. Namun semalam seolah-olah Barram jijik dengan aku. Dia sudah tidak mau tidur bersama ku. Bahkan aku di dalam kamarnya saja di usir nya," ucap Jeje dengan wajah yang menunjukkan kesedihan nya.


"Kalau soal itu, sebenarnya tuan muda saat ini berusaha menjadi laki-laki yang baik. Mas Barram akan meninggalkan pribadi yang suka mempermainkan perasaan wanita. Pria Casanova yang telah melekat pada diri tuan muda, akan dia tanggalkan. Tuan muda ingin memperbaiki dirinya. Mas Barram, ingin menjadi pribadi yang sholeh dan mulai belajar agama," urai Odjie.


"Kalau ingin menjadi pribadi yang baik, bukan berarti aku dilupakan bukan? Ini yang aku dengar, Barram mulai melirik wanita lain. Ini sangat membuat aku sedih dan kecewa, Odjie!" curhat Jeje.

__ADS_1


"Ya sudah, sabar yah! Nanti siang, silahkan buktikan kalau kamu hamil. Nanti siang silahkan datang ke kantor. Aku akan bantu supaya nona bisa berbicara dengan tuan muda Barram. Oke?" sahut Odjie.


"Baiklah! Nanti siang aku akan datang ke kantor menemui Barram setelah periksa memastikan bahwasanya aku telah hamil," kata Jeje dengan mata berbinar. Dia ada sedikit harapan untuk bisa kembali lagi bersama dengan Barram.


__ADS_2