Horror Disturbing

Horror Disturbing
Berubah Menjadi Serangga


__ADS_3

"Baiklah, saya akan mulai menceritakan kisah tentang sahabat saya kepada anda secara detail. Saya harap anda mengambil beberapa hal yang penting saja!"


Hani menjawabnya dengan anggukan lalu mempersiapkan segala kebutuhan untuk mencatat poin penting dari kisah itu, ia pun mengambil buku catatan dan sebuah pena.


Beberapa tahun yang lalu.


Seorang remaja bernama Devan sedang mencari barang-barang yang sedang dicarinya ia terburu-buru mencari sampai-sampai mengobrak-abrik lemari dan nakas.


Dia adalah orang yang malas sekali dalam membersihkan rumah terkadang pakaian sekolah yang sudah pernah dikenakannya selalu ia taruh begitu saja, asal lempar.


Devan ini termasuk kaum rebahan yang terlampau malas sekali untuk menyelesaikan hal sepele.


Saat itu dia terkejut saat mengambil barang yang dicarinya berada di bawah pakaiannya dalam lemari terlihat seekor kecoa yang merambat pada lengannya.


Sontak Devan mengibaskan tangannya dan mundur kebelakang. Tak lama muncul banyak kecoa dari suatu lubang di lemari, tepat berada di samping pakaian Devan yang sudah di tertata rapi.


Kesal lemarinya dijadikan sarang hewan paling menjijikkan menurut Devan, ia kemudian pergi mengambil semprotan serangga. Kebetulan ia memilikinya.


Dua hari berlalu ia selalu berjumpa dengan hewan kecil itu dengan jumlahnya yang lebih dari satu. Membuatnya merasa tidak nyaman saat melihatnya.


Satu Minggu ia menemui lagi hama kecil itu kali ini berada di langit-langit kamarnya, sebelumnya ia tidur dalam keadaan gelap. Namun dirinya merasa ada sesuatu jatuh pada wajahnya, karena penasaran dan merasa risih ia pun segera bangkit untuk mengecek.


Menyalakan lampu dan melihat dengan seksama.


Devan sangat kesal terlihat dari rahangnya yang menegang dan giginya seperti orang yang mengigil, namun beda maksud. Dia hanya ingin menahan emosinya di malam hari.


Teman akrab Devan bernama Carl seringkali melihat temannya selalu gelisah saat di kelas, bahkan guru mapel selalu menegurnya di saat jam pelajaran.


Penasaran dengan beberapa hari ini yang berbeda dari temannya ia pun bertanya kepadanya langsung tanpa ragu lagi.


"Apa yang terjadi denganmu beberapa hari ini kawan, sepertinya kau sedang memiliki masalah. Jika ada masalah sulit untuk kau selesaikan aku bersedia membantu, mungkin aku bisa mengatasinya. Ceritakan saja! ucapnya sembari mendekati Devan.

__ADS_1


Entah kenapa Devan hanya diam saja tidak seperti biasanya dan wajahnya agak pucat sehingga Carl menyuruh teman perempuannya untuk memanggil anggota PMR.


Saat itu, semua anggota PMR agak tidak nyaman pada bau badan Devan yang menyengat di hidung mereka.


Carl pernah memergoki Devan sedang mengorek tempat sampah lalu dia memakan apa yang dia temukannya, sontak Carl langsung berlari kearahnya untuk menghentikan aksi gila temannya itu.


Serta ia pernah melihat Devan yang berada pada celah sempit loker Sekolah sedang berdiam diri entah apa tujuannya.


Hal itu juga membuat orang yang mengetahuinya geleng-geleng kepala, tak habis pikir dengan kelakuan Devan yang aneh akhir-akhir ini berbeda dari biasanya.


Sampai ada yang mencoba untuk menarik lengan Devan agar dia keluar dari celah itu.


Pada momen dirinya bisa bercakap-cakap lagi dengan sahabatnya itu Carl bertanya beberapa hal pada Devan dan langsung dia jawab olehnya.


"Aku tidak bisa lagi merasakan rasa pada makanan yang aku makan, Carl."


"Apa kamu baik-baik saja Dev, akhir-akhir kau selalu bersikap aneh?"


Jawaban Devan semakin membuat Carl khawatir hingga ada niatan untuk membawa Devan ke rumah sakit.


Sayangnya ia tunda karena Carl sendiri memiliki urusan pribadi yang harus segera diselesaikan hari itu.


Keesokan harinya, seluruh pelajar dibuat geger melihat seseorang tergeletak yang kemungkinan jatuh dari lantai dua kini ia dalam keadaan terlentang.


Saat di cek melalui rekaman CCTV ternyata Devan sengaja loncat dari lantai dua tersebut berulang kali hingga kini dia tidak mampu lagi untuk melakukannya. Seorang pakar menjelaskannya kepada Kepala Sekolah.


Kini Devan berada di rumah sakit dan banyak teman sekelasnya maupun guru yang datang menjenguknya. Kecuali orang tua Devan yang tidak hadir lantaran jadwal sibuk pekerjaannya.


Untungnya seseorang telah di utus untuk menjaga Devan beberapa hari kedepan.


Devan terbaring di kamarnya sepanjang waktu hanya pada saat tertentu ia keluar dari kamarnya. Dan banyak hal aneh dan tak habis pikir yang Devan lakukan.

__ADS_1


Dari bergerak menuju dapur dengan posisi tubuh telentang dan tidur di bawah tempat tidur saat ditemukan keesokan harinya oleh orang utusan yang menjaganya. Serta banyak lagi hal aneh yang Devan lakukan beberapa hari ini setelah ia keluar dari rumah sakit.


Hari itu adalah terakhir kali Devan pergi ke sekolah dan menunjukkan dirinya pada teman sekelasnya.


Lantaran beberapa hari yang lalu pada tanggal merah saat Carl ingin mengajaknya untuk keluar rumah untuk lari pagi, saat ia diijinkan masuk dan membangunkan Devan dari tidurnya.


Carl dibuat terkejut melihat tubuh Devan yang nampak menyeramkan ada beberapa kaki pada tubuhnya dan antena serangga di atas kepalanya yang bergerak-gerak.


Meskipun kaki dan antena serta sayap yang mulai tumbuh pada badan Devan rutin dihilangkan dengan penanganan khusus secara rahasia, tapi tetap saja akan tumbuh subur selalu.


Hingga Devan sudah sepenuhnya menjadi serangga yang kebanyakan orang anggap sebagai hama yaitu kecoa masih dalam keadaan setengah manusia.


Devan tetap hidup namun bukan dirinya yang dulu saat melakukan aktivitas normal. Kini ia dalam keadaan telentang dengan wajah menghadap kebawah Devan minum dan makan setiap harinya dari makanan yang orang tuanya beri.


Dan ia pun dimasukkan kedalam kurungan berukuran besar.


Pada kesempatan yang tak terduga saat Carl bisa bertemu lagi dengan sahabatnya, Carl mengobrol banyak dengannya saat bertemu.


Masih di dalam sebuah fasilitas rahasia dan Devan berada didalam kurungan, ia menceritakan semuanya yang dia alami kepada Carl secara detail. Atas permintaan Devan sendiri yang akhirnya bisa berbicara lagi.


Sebelum dia sepenuhnya kehilangan akal sehat dan tidak bisa berbicara lagi selamanya, hal itu yang Carl ingat saat berada di luar kurungan yang mengurung Devan.


Usai menceritakan kisah rekannya Carl ingin menunjukkan bukti konkret kepada Bodyguard suruhan itu yang menulis poin penting selama Carl bercerita.


Sebelumnya Hani tidak kuat mendengar kisah tersebut hingga menyuruh seorang bodyguard yang sengaja ia lihat diam-diam bersembunyi untuk mencatat poin penting yang diceritakan oleh Carl.


•••


Disebuah tempat luas yang telah terbengkalai dan tak terurus kini Hani maupun Carl memasukinya berserta para bodyguard.


Di sebuah kandang besar berada di bawah tempat mereka terlihat banyak sekali kecoa disana, lalu tak lama kemudian muncul kecoa berukuran besar tanpa kepala mengejutkan Hani hingga dirinya hampir pingsan.

__ADS_1


__ADS_2