
Setengah bulan kemudian, syarat agar Hani dapat keluar dari kota bernama Tragedy yang terbilang misterius di awal dirinya menginjakkan kaki sudah diselesaikan.
Beberapa Minggu sebelumnya Hani juga mendapatkan informasi mengenai dirinya yang secara tidak masuk akal bisa berada di tempat ini.
Saat itu Stefan mengatakan bahwa Hani telah diberikan kesempatan untuk berjuang keras melawan penyakitnya, yang membuatnya terbaring bertahun-tahun di rumah sakit.
Dan dalam halusinasi mimpi seakan nyata ini bisa diibaratkan sebagai seseorang yang tengah berjuang melawan penyakitnya agar kembali sehat seperti sediakala.
"Sebenarnya kamu mengingatnya, hanya saja kamu menolak ingatan itu sebagai sesuatu yang salah!" ucap Stefan pada saat itu.
Sementara untuk identitas Stefan sendiri dia adalah pribadi lain dari diri Hani di dunia nyata yang terpendam.
Dimana pribadi tersebut bisa melakukan apa saja hingga membuatnya populer hanya saja sifatnya datar dan baik jika keinginan hatinya selaras.
Berlanjut pada Alexander yang dibilang oleh Stefan adalah pribadi tergelap Hani memiliki sifat palsu pada sekitaran nya maupun memanipulasi.
Dan selama ini Alexander terus menganggu Hani tujuannya agar tubuh utamanya terus berada dalam situasi yang selama ini Hani hadapi.
Sementara rekan kerja Hani adalah cerminan sifat lain dirinya yang sepintas digunakan dalam waktu tertentu. Sepertinya halnya hilang ketika pribadi lain mulai terbentuk.
•••
Hari dimana syarat menulis berita hanya tinggal satu kali ini, saat itu Hani tengah berbincang dengan Stefan mengenai kejadian yang mengakibatkan Hani koma.
Sebenarnya Hani sendiri masih belum mengingat akal hal itu jadi ia serahkan pembahasan tersebut pada Stefan sepenuhnya.
Pada awalnya Hani memang memiliki satu pribadi yaitu pribadi yang tidak ada dalam mimpinya dan salah satu pribadi lumayan lama dari Hani kecil sampai kelas tiga.
Semuanya berubah ketika orang tua Hani mulai berselisih hingga berujung kekerasan dan derita dalam dua tahun terakhir.
Hani yang pada saat itu masih kecil mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan anak pada umumnya.
Terkadang harus bersikap kuat saat dirinya dijadikan pelampiasan oleh ibunya dikarenakan ayahnya tidak memberi uang sama sekali.
Atau mendapati perlakuan buruk lainnya yang menyebabkan Hani harus mengambil alternatif agar dirinya mau menjalani hidupnya yang keras itu.
Hani kecil sempat disuruh berjualan setelah kedua orang tuanya bercerai dan tinggal bersama Ayahnya.
Ayahnya yang pemabuk membuat Hani tak bisa bertahan lama jika terus menunggu ayahnya mau bekerja demi sesuap nasi.
Maka dari itu ia berjuang keras untuk mencari uang sendiri demi menafkahi keluarganya.
__ADS_1
Hingga perubahan-perubahan kecil tanpa sadar mengubahnya secara perlahan.
"Huh? Bagaimana bisa aku memiliki masa lalu kelam seperti itu? Aku malahan tidak mengingatnya sama sekali, lalu kamu... kenapa bisa tahu dengan mendetail?" tanya Hani pada saat itu kepada Stefan penasaran.
"Bukannya sudah ku bilang kamu melupakan ingatan itu lantaran sangat sakit jika dirimu masih mengingatnya selalu. Kamu cuma tidak menyadarinya, dan kamu itu adalah kepribadian Hani asli dengan kehidupan khayalannya!"
Mendengarnya Hani menjadi terdiam lalu Stefan menceritakan kisah tentang dirinya sendiri lantaran ia satu-satunya pribadi yang bisa mengingat seluruh pengalaman tubuh utama.
Hani memanipulasi orang-orang sehingga dagangnya laris manis dan terjual habis pada kesempatan dirinya menjual produk marketing.
Sampai tahun berlalu dengan kepribadian manipulasi itu membuatnya menjadi kaya raya dalam sekejap, Hani bahkan memiliki rumahnya sendiri hasil dari keringat dan cara dirinya dalam menjual produk bernilai jual tinggi.
Sayangnya setiap manusia tidak selalu lurus untuk kedepannya musibah didapatkan oleh Hani hingga sekali lagi pribadi lain dirinya terbentuk, lagi dan lagi.
Suatu hari, Hani menikah dengan seorang lelaki yang sangat mencintainya dan membantunya kapanpun. Entah ketika Hani dalam keadaan suka maupun duka, ia selalu ada dalam momen-momen itu.
Bila digambarkan kekasihnya seakan malaikat yang hadir dalam kehidupan Hani.
Di tanggal ulang tahunnya, Hani tiba-tiba saja jatuh tersungkur setelah menyantap kue beberapa saat.
Dirinya kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat lantaran kesadaran Hani mulai rapuh.
Sementara penyebabnya adalah kue yang didalamnya terdapat racun mematikan berefek pada alam bawah sadar istrinya.
Satu bulan menunggu namun Bram tidak sama sekali mendapati istrinya membuka mata.
Enam bulan berlalu dirinya merasa bosan menunggu penantian panjang istrinya yang tak kunjung bangun dari koma.
Dan hampir saja Bram menyerah dan memilih untuk meninggalkan istrinya, namun hati nuraninya membuatnya kembali kuat.
Bertahun-tahun lamanya sampai dirinya tua dan istrinya masih dalam keadaan koma Bram terus menanti orang yang dicintainya akan bangun.
"Hei... aku mau tanya, soalnya ada yang janggal. Terus bagaimana bisa kamu tahu mas Bram selalu sabar dalam menanti? Bukannya di posisi itu kamu seharusnya tidak bisa melihat situasi?" tanya Hani menghentikan cerita yang tengah Stefan katakan menurutnya ada yang kontradiksi.
"Aku juga tidak tahu kenapa, tapi setelah kamu bangun dan setelah menyelesaikan tugas dariku mungkin akan mendapati jawabannya!" terang Stefan.
"Kamu memang selalu begitu, pasti dirimu merahasiakannya lagi dariku?"
"Entahlah hehe.."
•••
__ADS_1
Saat tugas maupun syarat Hani keluar dari tempat ini terselesaikan dirinya tiba-tiba saja mulai menghilang secara perlahan-lahan dan disaksikan oleh Stefan.
Dan berita terakhirnya itu menjelaskan mengenai seseorang yang memiliki wujud banyak dalam satu tubuh didalamnya hingga berlapis-lapis.
Orang tua, anak muda, remaja, pria maupun wanita.
Sampai dirinya penasaran dengan tubuhnya yang asli tak disangka adalah ketiadaan.
Berita itu lalu menjadi perbincangan para khalayak lantaran Hani sempat merekam seseorang itu berganti-ganti wujud.
Kembali di saat tubuh Hani menghilang secara perlahan dirinya kini merasa sedih lantaran meninggalkan Stefan di tempat ini.
"Selamat tinggal, kita mungkin tidak akan bertemu lagi. Tapi diriku akan selalu melihat!" ucap Stefan dan omongan itu sebenarnya hanyalah kebohongan.
Karena apabila Hani memilih untuk tetap tinggal dan ada keinginan itu maka dirinya tidak akan bisa pergi dari sini selama-lamanya.
Membuatnya dalam imajinasi mimpi yang tak berujung dan Stefan tidak ingin hal itu terjadi.
•••
Di ranjangnya Hani mulai membuka mata dan perkataan Stefan benar dirinya memang koma selama ini.
Hani melihat seorang pria tua yang tengah menyentuh tangannya sampai tertidur pulas disampingnya dibekali dengan kursi.
Lalu pria itu terbangun dan tak menyangka bahwa istrinya akan bangun dan kembali menatapnya setelah sekian lama.
"Hani... kamu akhirnya bangun..."
"Ah iya..."
Hani masih kebingungan dan tak menyangka bahwa Bram suaminya sudah sampai setua ini dan masih saja setia padanya.
Pelukan hangat Hani dapatkan dari suaminya lalu Flashback masa lalunya berputar dalam kepalanya.
Beberapa saat mereka lalu saling bercerita.
Hani lalu merasa bahwa dirinya mulai berat hanya untuk membuka matanya ia lalu kembali berbaring, sementara Bram memanggil dokter.
"Jadi seperti ini, kehidupan yang aku rasakan dan kebahagiaan itu hanyalah khayalan dari diriku yang asli. Akan tetapi aku senang karena bisa melihat mas Bram lagi, dia sangat mirip dengan mas Bram saat aku masih belum sadar..."
Mimpi-mimpi indah lalu kembali ia rasakan dan berasa lama sekali padahal dirinya beberapa saat sudah tiada.
__ADS_1