
"Hehehe.. aku akan membunuh mereka Bu, aku janji pasti membunuh mereka semua yang kini telah berkurang satu. Heh... mantan militer itu pasti terbunuh dan tak bisa menghindari kematiannya!"
Pria itu lalu terkekeh saat melihat layar monitor di ruangan tempat ledakan tadi berasal lantaran melihat darah berceceran di lantai kayu yang terlihat berasap dan berlubang.
Yang dikiranya adalah darah dari mantan militer itu dan gorila yang di ledakan tadi, kini telah tercampur menjadi satu. Namun...
Melihat dengan seksama tidak ada yang ditemukan dari bagian tubuh mantan militer itu membuat Liam jengkel, bahwa incarannya itu lolos dari kematian.
Jleb!
"K-kau... ke-napa membunuhku...?" saat Liam menoleh dirinya menemukan sosok besar yang tengah berada dibelakangnya. Bahkan menusuk perutnya sampai tembus dengan tangan sosok itu yang berbulu dan berkuku tajam.
Diduga adalah beruang hasil dari eksperimen.
Sementara di ruangan yang digunakan untuk ekperimen Stefan sudah mengamankan dalang dari semua ini.
Kejahatan teramat jahat, kekejian terhadap manusia dan hewan, pembunuhan, dan lainnya.
Professor Valen kini tak sadarkan diri setelah disiksa oleh Stefan beberapa menit hingga membuatnya tak kuat lagi.
Dan hal itu rupanya diketahui oleh Hani hingga membuatnya terkejut lantaran Stefan memiliki sifat lain dalam dirinya.
Satu jam berlalu hingga akhirnya ketegangan dalam bangunan itu kini berganti menjadi lega yang dirasakan oleh Hani maupun yang lainnya.
Bala bantuan datang dengan menggunakan helikopter yang berjumlah dua puluh lebih yang turun di Padang rumput lalu menuju bangunan itu.
Sebelumnya mereka menemukan dua mayat didalam helikopter yang dipastikan di tumpangi oleh Tuan muda, yaitu Stefan. Mayat dalam helikopter itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan dan dalam kondisi berdarah-darah.
Kini setengah dari mereka mulai memasuki kedalam bangunan, yaitu pasukan khusus bersenjatakan senapan, pistol, dan senjata api jenis lainnya guna mengamankan bangunan terbengkalai tersebut.
Serta menyelamatkan seseorang yang ada disana.
Bahkan setengahnya lagi mengepung dari berbagai sisi di luar bangunan serta menangkap hewan-hewan hasil eksperimen yang lari saat mengetahui ada banyak orang yang kemari.
Masih berada didalam ruangan ekperimen kini Stefan menceritakan semuanya kepada Hani tentang ingatannya yang hilang.
Sebuah ingatan mengapa Hani bisa berada di tempat ini dan Stefan yang harus membuat Hani menuliskan berita aneh dan misterius agar keluar dari kota Tragedy.
__ADS_1
Sebelumnya Hani mendatangi Stefan setelah mengetahui jalan menuju ke ruangan tersebut setelah menghapal arahnya melalui layar monitor.
Merasa ingatan penting ini bisa saja hilang kembali Stefan lalu menjelaskan kepada Hani dengan terburu-buru bahwa selama ini Hani sedang koma hingga bertahun-tahun.
Sampai rambutnya memutih dan dalam keadaan hampir kritis jika saja dirinya tak bangun dalam waktu dekat.
"Apa!? Mana mungkin aku koma, bukannya aku aslinya berada di tempat yang normal. Di mana aku sebelumnya melalui hari-hari dengan tenang bersama suamiku!" sahut Hani menepis perkataan Stefan barusan.
"Aku serius tidak sedang bergurau atau berbohong, bahkan kehidupanmu sebelum berada di kota ini, itu juga hanyalah mimpi indah saja. Bukannya setiap mimpi akan ada mimpi menyenangkan maupun mimpi buruk. Dan dirimu melalui semua itu!"
Masih tidak mempercayai Stefan lantaran perkataannya terlalu menyesakkan dada dan nafas serta tidak dapat diterima jika itu kebenaran, Hani lalu pergi dari ruangan itu meninggalkan Stefan yang kini sudah tak mengingat ingatan penting itu.
Berlari dengan raut sedih Hani lalu terjatuh saat kakinya digenggam erat oleh seorang pria setengah baya bertampang kurus kering.
"Lepaskan aku!!!"
Pria itu tidak menjawab malah makin memperkuat cengkraman tangannya. Membuat Hani meringis kesakitan.
Tangan pria itu yang kotor membuat Hani akhirnya memaksa dengan keras untuk lepas darinya. Meronta dengan kuat hingga terlepas dari cengkraman.
Anehnya pria itu menghilang setelah Hani menoleh kearah tadi dirinya terjatuh dimana pria itu dalam keadaan terlentang di depan kamar gelap gulita dan hanya terlihat setengah badannya saja.
"Gyaaa...!"
Tiba-tiba saja keluar sosok besar seperti tumpukan daging yang seluruhnya bagian tubuhnya terdapat bagian-bagian tubuh manusia.
Bermulut tak bergigi namun dapat mengeluarkan suara.
Mengerikannya lagi tangan-tangan yang menempel itu masih bergerak-gerak, bahkan beberapa kepala manusia yang menempel pun dapat berkedip dan menatap tajam kearah Hani.
"Hikkk!!!?"
Tentu Hani berteriak saat melihat sosok menyeramkan dan disturbing itu dengan seksama, membuatnya kemudian lari dari sana.
Dengan langkah seribu Hani mencoba untuk lari dari kejaran sosok itu yang kini mengejarnya.
Seperti halnya monster dalam film-film yang pernah Hani tonton hanya saja ingatan tersebut masih samar-samar, dirinya juga mengingat bahwa berita dari berbagai keanehan yang ia tulis sebelumnya mirip dengan film yang ditontonnya.
__ADS_1
Apa mungkin perkataan Stefan tadi memang sebuah kebenaran atau cuma kebohongan karena suatu alasan, hal inilah yang Hani pertanyakan saat ini.
Dor...
Untungnya Hani berpapasan dengan pasukan elit yang memang sedang menelusuri tempat-tempat di bangunan terbengkalai ini.
Mereka lalu menembaki sosok bak monster itu serentak, sementara Hani digiring untuk menjauh dari sana.
Nyatanya peluru yang melesat tersebut tidak mempan dan malah diserap oleh sosok layaknya daging dan aneh itu.
Wajah orang-orang yang menempel pada sosok itu pun mulai tertawa.
Para pasukan itu lalu mundur dan terus menembaki sementara beberapa dari mereka terpaksa menggunakan granat.
Setelah efek ledakan telah di tentukan dampaknya pada area sekitarannya.
Dhar!
Dhar!
Mereka tidak peduli wajah-wajah manusia yang ikut terkena granat tersebut, menganggap membunuh sosok mirip daging besar itu dengan menggunakan granat adalah pilihan yang tepat.
Tak lama sosok itu akhirnya tumbang dan tak bergerak lagi. Memilukan nya ada wajah manusia yang terdapat dibelakang tubuh sosok itu masih berkedip dengan ekspresi kesakitan.
Sementara Gerry maupun Robin telah keluar dari bangunan itu beserta Hani yang masih dirundung perkataan Stefan sebelumnya.
•••
Dua hari berlalu, berita tentang ekploitasi para kriminal menyebar ke publik setelah dipublikasikan oleh Perusahaan yang dimiliki oleh Stefan itu. Yang kini anehnya Hani ketahui dipimpin oleh orang lain.
Semua orang yang terlibat dalam tindakan kejahatan itu ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, sampai ada yang dihukum mati karenanya.
Sementara hasil eksperimen dari kejahatan itupun diberikan kompensasi seumur hidup yang menjamin korbannya akan diberikan pelayanan terbaik semasa hidupnya.
Sebagian dari para korban pun di operasi guna memperbaiki penampilannya yang masih sempat dikembalikan ke aslinya.
Operasi tersebut juga dibantu oleh Profesor Valen sebagai salah satu ganjarannya, sebelumnya beliau di hukum mati.
__ADS_1