Horror Disturbing

Horror Disturbing
Kepribadian Orang Lain Yang Menjelma 2


__ADS_3

Nafasnya di buat memburu akibat sosok menyeramkan itu terus mengejarnya tanpa henti seakan di bantu oleh aktivitas supranatural.


Benda berjatuhan dari tempat khusus juga menyulitkan Hani dalam berlari sembari membaca mantra.


Untungnya karena rumah ini agak luas dan pintu tersedia di ruangan-ruangan maka Hani bisa leluasa dalam berlari tanpa takut akan menemui jalan buntu.


Hani menengok kebelakang lalu tidak melihat makhluk yang mengejarnya itu ia pun bernafas lega dan beristirahat sejenak.


Dimanfaatkan pula olehnya untuk membaca mantra.


"Humph...!?"


Sayangnya hendak membuka mulut Hani langsung saja dibungkam oleh tangan yang muncul dibelakangnya.


"Eehh... " Hani berusaha memberontak sekuat tenaga hingga dirinya lepas dan lari sekencang-kencangnya.


Sekali lagi dirinya dalam keadaan menegangkan berefek pada jantungnya yang berdegup kencang. Hal tadi juga membuat tertahan untuk keluar dari alam lain yang mengurungnya bersama Lucy, dengan cara melafalkan mantra.


"Tidak ada tempat bersembunyi..."


Bisikan kini menganggu Hani yang malah lebih menyulitkan dirinya untuk fokus.


Bruk.


Hani jatuh karena kakinya terpeleset sesuatu berwarna merah yang ternyata adalah jantung setelah diliriknya, kini berdetak di lantai.

__ADS_1


Berusaha untuk bangkit namun dirinya tertekan kuat kebawah seperti halnya dorongan gravitasi abnormal.


"Aku... harus bangun dan mengambil kertas itu..." ucapnya setelah secarik kertas berisi mantra tidak berada digenggaman lagi.


Wus...


Terangkat secara tiba-tiba lalu hangus terbakar oleh api membuat Hani seketika mematung dalam keadaannya saat ini.


Matanya terlihat dengan tatapan kosong lurus ke depan.


Brak!


Pintu yang sebelumnya tertutup dibelakang Hani kini terbuka bersamaan dengan langkah Reina yang masih dalam kepribadian lain dirinya.


Keringat bercucuran membasahi tubuh Hani karena ia yakin sekali dirinya akan mengalami hal buruk.


Melihat Reina memasang wajah sadis siap hendak melumpuhkan mangsanya.


"Tolong aku, jangan bunuh aku... hu..."


"Ke..ke..ke tangisanmu nampak asli tidak berbohong dan berharap lebih demi keselamatan dirimu, dan tenang saja.. karena aku tidak akan membunuh seseorang!"


Saat ini Lucy tengah terjebak dalam ruangan serba putih dalam sekejap sebelumnya. Dirinya lengah saat berhadapan dengan Reina hingga tergoda rayuan manis, membuatnya terperangkap untuk selama-lamanya.


"Ka-kamu sebenarnya siapa? Aku tahu kamu orang lain, mengapa harus memiliki perjanjian dengan iblis?"

__ADS_1


"Bukan urusanmu, sekarang kita fokus kembali pada syarat dirimu aku lepaskan. Yaitu mengorbankan sepuluh sesuatu pada dirimu, bebas. Kepada..."


"Stefan... kenapa dia bisa tiba-tiba...?"


Kemunculan Stefan adalah harapan besar bagi Hani sekarang ini.


Karena merasa keberadaan orang lain sangat menganggu Reina langsung saja mendekati Stefan hendak membunuhnya.


Bisa dilihat dari belatinya yang sudah terbaca oleh Stefan.


Jleb!


"Eh...!?" sontak Hani terkejut saat Stefan mengelak dan malah mengambil belati itu kemudian menusukkannya ke perut Reina tanpa ragu.


Bruk!


Reina jatuh dalam pelukan Stefan setelah dirinya tidak sadarkan diri, bersamaan dengan itu barang-barang dan properti yang sebelumnya bergerak kini normal kembali.


Tentu saja sekaligus menyelamatkan mereka dari kurungan dunia lain.


Pada bodyguard baru saja menyadari jika di dalam ada yang tidak beres terdengar suara barang pecah dan suara gaduh lainnya.


Berkat Stefan pula Lucy dapat keluar dari ruangan serba putih yang sangat menyiksa dirinya.


Sebenarnya Stefan sengaja melakukan aksi nekat tadi agar memicu pergantian kepribadian Reina.

__ADS_1


__ADS_2