Horror Disturbing

Horror Disturbing
Yang Melekat Dengan Kota Tragedy


__ADS_3

"Mmm... aku sudah ada di kamarku? Barusan aku merasa masih didalam tempat wisata itu."


Hani terbangun dari tidurnya dalam keadaan setengah beranjak sambil mengecek dirinya setelah membuka selimut hangat menutupi badannya sampai leher.


Kepalanya terasa pusing seakan migrain secara tiba-tiba merasa jika ada sesuatu yang harus dia ingat, namun dia tidak mengingatnya sama sekali.


Karena Stefan telah menghilangkan ingatan Hani sedikit saat dirinya berniat memastikan perkataan Stefan tentang meninggalkan kota ini. Serta menghilangkan ingatan tentang hal buruk yang dialaminya yang membuatnya trauma.


Yaitu mengenai kematian supir pribadinya bernama William, yang beberapa jam sebelumnya mengalami kecelakaan tragis.


Merenggut nyawanya di tempat kejadian setelah beberapa menit masih bernafas.


Sekarang yang dia ingat hanyalah kejadian sebelumnya saat dirinya berada di tempat wisata, dikarenakan mencoba memastikan perkataan Stefan.


"Ternyata benar jika diriku akan berpindah tempat secara acak setelah melewati wilayah kota ini, benar-benar deh."

__ADS_1


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu membuat Hani memalingkan pandangan ke arah pintu dan menebak dalam hati siapa yang ingin berbicara dengannya.


"Ini saya Non, mau memberikan non obat dari tuan muda!" ucap Bibi pembantu.


"Masuk aja Bi, aku lagi senggang sekarang!"


Bibi pembantu kedua ini bernama Asri bertugas mengejek keadaan rumah ini dari kebutuhan pokok jangka panjang maupun sehari-hari.


Hani kemudian meminum obat yang menurutnya adalah obat penenang, sebelumnya Hani memahami jika dirinya akhir-akhir ini sering pusing hanya karena memikirkan sesuatu hal kecil saja.


Namun dia sangat tangguh menahan rasa sakit dan nyeri itu pada kepalanya. Terkadang jika seseorang dalam keadaan hidup dan mati dirinya seakan berubah dari sebelumnya.


Sebelum Bi Asri pergi Hani meminta Bi Asri untuk menemaninya mengobrol sebentar yang langsung diterimanya begitu saja.

__ADS_1


"Bi... aku mau tanya, kenapa kota ini bisa dinamakan kota 'tragedy' aku penasaran?" tanya Hani yang sebenarnya dirinya sudah mengetahui akan hal itu, namun ia ingin mendengarnya dari Bi Asri.


Bi Asri kemudian menjelaskannya setelah sesaat dirinya terdiam.


Bahwa di kota ini memang sering terjadi hal-hal supranatural di luar nalar manusia, bahkan hal itu membuat orang-orang ngeri.


Apalagi setelah beberapa hari kemarin Perusahaan milik Stefan mempublikasikan berita mengenai seseorang yang berubah menjadi serangga.


Yang mana masuk kedalam hal yang membuat orang-orang menjadi ngeri, membayangkannya maupun melihatnya sendiri dengan kedua matanya.


"Lalu menurut Bibi selain karena banyaknya hal di luar nalar yang sering terjadi di kota ini, apa ada lagi sebab kejadian-kejadian itu?" tanya Hani lagi.


"Em... Bibi ingat-ingat dulu. Ya, Bibi ingat. Ada sebuah cerita legenda yang diceritakan secara turun temurun berhubungan erat dengan kota ini, namun sekarang jarang ada orang yang menceritakannya setelah orang yang mendengar cerita legenda itu tidak mau menceritakannya lagi!"


"Memangnya kenapa Bi?" tanya Hani penasaran kedua alisnya terangkat.

__ADS_1


"...itu katanya orang yang menceritakannya akan mati seusai dirinya bercerita kepada seseorang!"


Hani mencerna perkataan Bi Asri barusan menurutnya perkataan Bi Asri terlihat serius dari raut wajahnya yang berubah drastis setelah mengatakan barusan. Seperti halnya Bi Asri pernah mendengar kisah legenda itu oleh seseorang, lalu orang yang menceritakannya mati.


__ADS_2