Horror Disturbing

Horror Disturbing
Bayi Dalam Perut Ikan Part 1


__ADS_3

Setelah ijin mempublikasikan pengalaman masa lalu Bradley dalam bentuk berita online di sebuah aplikasi Perusahaan tempat Hani bekerja.


Berita itu kini menjadi topik hangat pembicaraan para khalayak dan hampir menjadi trending topik nomor satu.


Bradley dengan senang hati memang ingin pengalaman masa lalunya diketahui oleh banyak orang, melalui pengalamannya itu diharapkan para khalayak dapat mengambil nilai positif didalamnya.


Di tengah pekerjaan Hani mendapati beberapa gangguan yang ia kira ulah dari seseorang yang jahil kepadanya.


Hani tahu jika tiga karyawan lain saat berpapasan dengannya di Kantin sebelumnya terlihat membencinya.


Hanya saja saat itu mereka sekedar menunjukkan ekspresinya saja. Beda dengan sekarang ini, sepertinya mereka telah berulah. Pikir Hani.


"Apa sih yang ada dalam pikiran mereka, kekanak-kanakan sekali."


Di saat berita tentang pengalaman hidup Bradley seorang pengusaha sukses hangat diperbincangkan, informasi mengejutkan datang dari pesisir pantai.


Mengatakan bahwa ditemukannya ikan-ikan berukuran besar terdampar di bibir pantai dengan keadaan sudah mati.


Namun kondisinya nampak baik-baik saja tidak ada serangan hewan laut atau peralatan menangkap ikan yang dilarang.


"Pasti ikan itu terkena racun, hmm aku mau kesana lah. Buat bahan berita terbaru, aku memprediksi jika berita tentang ikan itu pasti akan laris manis dan banyak yang tertarik untuk membacanya!" gumam Hani dengan raut puas diwajahnya di satu sisi dirinya merasa sangat beruntung.


Kali ini sepulang dari tempatnya bekerja Hani menyempatkan waktunya untuk pergi ke pantai tempat informasi mengenai ikan-ikan berukuran besar terdampar berada.


Saat ini di batas garis tertentu terlihat ramai di padati oleh pasang mata yang melihat jalannya pengecekan ikan-ikan itu.


Bertanya-tanya guna mencari informasi Hani telah mengumpulkan informasi penting sebagai tambahan bahan beritanya.


Tinggal dirinya memotret bukti otentik yaitu kondisi maupun keadaan ikan berukuran besar yang tengah di sayat oleh seseorang.


Diketahui dilakukan oleh seorang ahli kelautan sekaligus bedah hewan.


Mereka terlihat melakukannya dengan hati-hati.


Hani juga mendapatkan informasi terbaru bahwa daging dan air dalam tubuh ikan itu nantinya akan dijadikan sampel penelitian di sebuah Laboratorium.


Mendapati beberapa poto penting untuk berita terbaru serta kabar tambahan yang ia dapat dari seorang bodyguard.


Hani pun memutuskan untuk pergi, namun ada hal yang membuatnya tidak jadi meninggalkan batas pantai ini.

__ADS_1


Yaitu teriakan para penonton yang mengatakan rasa jijik dan ngeri, karena isi perut ikan itu berisi bayi manusia.


"Hik... kenapa bisa ada bayi didalam perut ikan itu?" tanya Hani spontan dengan raut menahan rasa jijik.


"Sepertinya ada penjelasan logis yang mungkin bisa kita dapatkan dari perkataan orang yang membedah ikan itu Nona!"


"Hmm, kalau begitu kita tinggal sebentar lagi disini, guna mendapatkan informasi itu."


Anehnya, semua perut ikan itu berisi bayi bahkan ditemukan dua bayi didalamnya sekaligus.


Membuat mereka yang melihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri merasa takjub.


Antara kasian dan bingung terlampau bingung. Tidak bisa menerka apa yang sebenarnya terjadi pada ikan-ikan itu sampai perutnya berisi bayi manusia.


Apalagi bayi-bayi yang ditemukan dalam keadaan baik-baik saja dan bernafas dengan normal.


"Saya sudah mendapatkan potret beberapa bayi, nona. Semoga saja bisa berguna."


"Iya, terimakasih atas bantuannya. Kerjamu sangat bagus..."


"Sama-sama nona," balas bodyguard itu dengan ramah kepada Hani.


•••


Malamnya, Hani dibuat tidak nafsu makan. Saat ia akan menyuapkan nasi ke mulutnya ia teringat akan ikan dan bayi itu.


Hani menyesal telah melihat poto-poto bagian perut ikan itu yang tersayat serta bayi yang ditemukan didalam perutnya, begitu lama.


"Huh... ada-ada saja. Semakin kesini kejadian aneh mulai bermunculan di kota ini, semakin membuatku terkejut serta tidak menyangka hal itu akan terjadi. Ya... tapi di satu sisi rasa penasaran selalu memburu diriku, ketika kejadian aneh di kota ini menarik perhatian diriku!" gumam Hani sembari mengetik pada keyboard sedang menuliskan ringkasan maupun hal penting dari berbagai informasi yang ia dapatkan.


Usai melakukan aktivitas sebelum dirinya tidur Hani kemudian merebahkan tubuhnya tanpa khawatir ada yang melihatnya.


Dia tengah memakai pakaian minim hendak menelpon suaminya.


Dalam sambungan telepon.


"Halo Han, bagaimana kabarmu? Lama kita tidak saling berbicara lagi?"


"Padahal cuma beberapa hari saja jedanya kita ngga ngobrol, kamu rindu ya... sama aku?"

__ADS_1


"Tentu saja, sebenarnya aku menginginkan hal itu. Kamu mengerti bukan, apa yang diinginkan oleh pria kesepian sepertiku?!"


"Tahu lah, tapi kamu jangan main-main ya sama perempuan lain. Kalau ketahuan aku ngga akan kasih ampun sama kamu maupun dia.."


"Tenang aja, aku ini cuma mencintaimu seorang. Ngomong-ngomong diriku mendapatkan kabar bahwa kota Tragedy memiliki banyak pertanyaan saat masih berdiri, sebelum musnah!"


"Terus gimana tentang diriku? Apa ada cara lain agar bisa mengetahui keberadaan diriku saat ini?"


"Untuk itu para orang pintar pun hanya mengatakan bahwa dirimu terjebak di dunia paralel, kemungkinannya sih begitu. Ada dari mereka yang mengatakan dunia lain, alam gaib. Bahkan anomali apa lah itu, aku tidak terlalu mengerti."


"Hmmm, padahal aku ingin cepat-cepat pulang mau bertemu denganmu lagi, sayang..."


"Sabar, ada waktunya dirimu akan keluar dari kota itu disana. Aku berharap yang terbaik untuk dirimu, Han. Oh ya, biasanya kamu mengatakan seperti tadi karena dirimu sekarang sedang butuh..."


Tanpa sadar mereka sudah mengobrol cukup lama sampai larut malam.


Esoknya, informasi maupun berita lain di TV yang lebih dulu mengabarkan tentang kejadian aneh di pesisir pantai, mengatakan jumlah ikan-ikan yang terdampar bertambah semakin banyak.


Bahkan di konfirmasi berisi bayi didalam perutnya seperti sebelumnya.


Untuk bayi yang ditemukan, beberapa diantaranya akan diserahkan kepada panti asuhan. Dan satu atau dua diantaranya sedang di pantau maupun di teliti lebih lanjut.


Sembari makan sereal yang tidak membuatnya tak nafsu makan Hani menonton siaran berita di televisi besar tak jauh didepannya.


"Apa ikan-ikan itu alien hmmm, bukan. Kalau begitu ekperimen rahasia, kayaknya mungkin saja."


Yam...


"Sungguh, kamu mengatakan bayi dalam perut ikan itu disebabkan karena hasil eksperimen?" ucap Stefan menyela kemudian duduk di samping Hani di sofa.


"Mau bagaimana lagi, itu yang terlintas di kepalaku. Kalau kamu ingin menyampaikan pendapatmu sampaikan saja, aku sebenarnya penasaran sekali. Bahkan semalam aku hampir saja bermimpi tentang kejadian itu, yang untungnya sempat aku tolak!"


"Aku tidak mau menjelaskan, karena bisa membuatmu jijik dari sebelumnya!"


Pumps...


Selesai menyelesaikan kalimatnya Stefan agak terkejut melihat Hani tidak sengaja menyemburkan apa yang tengah ia kunyah.


"Haa... ini gara-gara kamu..."

__ADS_1


"Apa salahku?"


__ADS_2