
Tanpa ragu dan dalam keadaan tenang biasa-biasa saja Stefan menyeka air mata Hani menggunakan jarinya.
Mendapati perlakuan seperti itu Hani merasa tenang entah mengapa, namun di satu sisi ia ingin menanyakan suatu perihal kepada Stefan.
"Mmm udah, aku bisa menyekanya sendiri," ucap Hani sembari menjauhkan tangan Stefan pada wajahnya.
"Terus aku mau tanya sama kamu, kapan kamu menemukan surat ini didalam tas selempang ku?" tanya Hani sembari memandangi wajah Stefan yang datar itu.
"Hari ini, waktu dirimu menitipkan tas milikku kepadaku saat diriku berada perusahaan, aku waktu itu penasaran dengan isi tas orang sepertimu, dan tak ku sangka malah menemukan sepucuk surat!" jelas Stefan.
Hani murung setelah Stefan menjelaskannya.
"Kenapa kamu tidak memberikannya padaku? Hani menatap lekat Stefan tanpa berkedip "Mungkin jika kamu memberikannya tepat kepadaku akan mengubah takdir kehidupan Teren, dia mungkin saja bisa hidup lebih lama lagi..."
"Astaga kamu ini, bukannya isi surat sudah jelas bahwa dia memang akan mati hari ini. Biasanya hukum alam tidak seperti itu, kamu tahu cerita tentang seorang yang akan meninggal dan sudah diberitahu kematiannya oleh malaikat pencabut nyawa, saat dia akan memberitahukannya kepada kerabatnya dia tidak mampu sama sekali, mulutnya seakan tidak bisa mengatakan kabar menyedihkan itu, dan dia tidak memikirkan sama sekali cara menyampaikan kabar itu hingga akhir hayatnya!"
"Sementara Teren, dia memiliki cara untuk dapat menyampaikannya dengan memberi klue kepadamu melalui surat."
Beberapa saat hingga kesedihan Hani mulai berkurang dan air matanya sudah tak bisa mengeluarkan air mata lagi.
Dirinya lalu pulang bersama dengan Stefan. Untuk surat itu Hani serahkan kepada pihak berwajib untuk mempermudah proses penyelidikan.
Keesokan harinya Hani datang menghadiri pemakaman Teren yang begitu sepi.
Hal itu bukan karena hal buruk yang dialaminya hingga warga takut terinfeksi bakteri dalam tubuhnya, melainkan status sosial Teren terlalu tertutup.
Hanya kerabat dan rekan akrab yang menghadiri pemakamannya, terutama Hani dan Stefan.
Di hari yang sama dimana Teren dimakamkan berita terbaru mengenai dirinya tersebar luas pada khalayak umum. Melalui website serta laman dan sebagainya.
Dan dalam dua jam berita itu telah di lihat oleh jutaan orang.
Hingga Hani diajak oleh atasannya untuk makan siang dengan alasan mendapat bonus atas kerja kerasnya itu, hanya saja Hani menolak dan berasalan sedang tidak enak badan.
Hani tahu jika pak Kruyu memanfaatkan kerabatnya demi kepentingan dirinya sendiri.
Sementara alasan Hani tetap mempublikasikan berita itu selain dari ijin Teren sebelum beliau wafat, alasan lainnya guna menjadikan pembelajaran bagi mereka yang sedang dalam keadaan terpuruk dan kehilangan semangat hidupnya.
__ADS_1
Dalam berita itu Hani menyampaikan pesan tersirat agar pembaca mampu mendalami apa yang mereka baca selain mendapatkan informasi.
•••
Di waktu cuti lantaran tanggal merah Stefan mengajak Hani untuk menyikap misteri hilangnya orang-orang yang sempat ramai diperbincangkan.
Melalui penelusuran yang mengarah pada sebuah bangunan tua Stefan mengatakan dirinya mencurigai bangunan yang terlihat terbengkalai itu.
"Dimana kamu melihatnya?" tanya Hani mulai tertarik pada pembicaraan Stefan sambil mengunyah makanan kering berbungkus plastik kecil.
"Area tempat itu terbilang ekstrim, karena dikatakan seseorang menemukannya saat berkeliling di atas hutan menggunakan helikopter pribadi, orang itu adalah rekanku. Dia memiliki hobi traveling melihat berbagai panorama alam dan keindahannya."
Krauk..krauk..krauk..
"Hmm.. terus?"
"Dia mencurigai bangunan itu sama sepertiku, saat melihat dari atas seakan ada yang menempati bangunan terbengkalai itu. Ini adalah tangkapan video yang dia ambil!" Stefan lalu menyodorkan handphonenya kepada Hani.
Hingga video itu selesai Hani tonton sesuatu tertangkap dalam video yaitu rusa di sekitar rumah itu yang tertutupi oleh dahan namun tidak memiliki tanduk, serta kepalanya nampak aneh.
Tidak seperti rusa pada umumnya.
"Bisa saja. Jadi apa kamu mau ikut gadis cengeng?"
"Siapa yang kamu panggil gadis cengeng huh, aku menangis karena dalam kondisi tertentu dan itu wajar-wajar saja. Untuk penelusuran yang akan kamu lakukan aku ngga ikut!" usai berucap Hani langsung saja memalingkan wajahnya.
"Tidak masalah, lagian wanita sepertimu mana mungkin berani memasuki hutan, waktu itu saja ketakutan sampai setengah mati!" cibir Stefan sembari beranjak dari sofa.
"Kamu menantang ku ya, kalau begitu aku ikut dalam penelurusan itu, dengan syarat jangan melibatkan banyak orang yang kesana titik!"
"Akan aku buktikan padamu bahwa aku ini tidak takut lagi seperti yang kamu kira."
"Ya, ya aku menyetujui syarat itu. Kalau begitu kita kesana sekarang!" ujar Stefan membuat Hani tersentak.
"Ke-kenapa sekarang!?"
"Tentu saja karena aku tidak ingin membuang-buang waktu, jika kamu menolak ya sudah, aku pergi kesana tanpamu bye..." jawab Stefan seraya melenggang pergi.
__ADS_1
"Tunggu. Aku ikut."
Perjalanan kesana pun di tempuh dengan menggunakan helikopter pribadi milik Stefan. Mereka berdua Hani dan Stefan berada dalam satu helikopter yang sama.
Selain itu ada satu lagi helikopter yang berisi dua orang terlatih, salah satunya memiliki pengetahuan dan pengalaman ketika berada di alam liar hingga bertahun-tahun.
Satunya lagi diketahui ahli dalam beladiri dan mantan anggota militer.
Skill dan kemampuan mereka berdua Stefan jamin sangat mumpuni.
Yang akan menjaga di setiap penelurusan di dalam bangunan terbengkalai itu.
Untuk berjaga-jaga dua kendaraan mereka itu mendarat di tempat yang strategis di sebuah hamparan rumput luas dekat satu pohon rindang.
Sementara mereka harus berjalan kaki menuju ke arah bangunan terbengkalai itu.
Tentunya dengan sangat hati-hati dan waspada.
Empat orang yang menuju bangunan terbengkalai itu, sementara pilot helikopter hanya berjaga disana dan tidak ikut penelurusan.
Tapi bukan berarti mereka tidak memiliki pertahanan diri didalam helikopter terdapat senjata api yang bisa meraka gunakan jika saja ada sesuatu yang mencurigakan.
Sama halnya dengan dua orang terlatih itu yang bersenjatakan senjata khusus dalam pakaian yang mereka kenakan.
"Ahhh!!!"
Suara mengagetkan terdengar dari arah jam dua membuat salah satu dari orang terlatih itu langsung bergerak ke sumber suara.
Terdengar seperti suara wanita muda yang artinya di dalam bangunan terbengkalai itu memang di huni oleh seseorang, dan bisa lebih.
Yang ternyata adalah seekor anjing kata mantan militer itu sembari membawanya setelah menangkapnya.
Aneh, Hani kebingungan kenapa mantan militer itu malah menangkap seekor anjing, walaupun di tengah hutan begini akan sangat janggal bagi seekor anjing sampai berada disini.
Dia belum memperhatikan anjing itu dan sengaja menutupinya dengan memegangnya di belakang tubuhnya.
"Maaf saya tidak bisa menunjukkan tangkapan saya ini kepada anda nona, karena akan membuat anda sangat shock!" ujar mantan militer itu yang semakin membuat Hani penasaran
__ADS_1
Lalu suara perempuan tadi apa benar didengar olehnya?