
"Jadi bisa kamu ceritakan kronologi sebelum hal buruk terjadi pada matamu?" tanya Hani sembari menyesap kopinya.
"Kejadiannya sepertinya terjadi di malam hari. Seingatku, sebelum aku tidur kedua mataku masih baik-baik saja. Namun keesokan harinya saat aku bercermin satu mataku menghilang dengan sendirinya, bukan hanya itu saja. Sebenarnya aku kehilangan Indra pengecap juga!"
Hani berusaha mencerna kronologi sebelum hal buruk menimpa Keisha barusan baginya terkesan seperti aktivitas biasa.
Tidur di malam hari lalu keesokan harinya bangun dengan temuan mengejutkan.
"Kayaknya di jam Keisha sudah terlelap hal buruk itu terjadi padanya!" ucap Hani dalam hati menduga.
Beberapa informasi Hani dapati mengenai identitas Keisha yaitu seorang penulis Novel.
"Begitu ya, berarti di waktu kamu terlelap hal buruk menimpa dirimu, menurut saya pribadi tanpa kamu sadari. Lalu untuk hantu berwajah menyeramkan yang sering menganggu itu mungkin ada hubungannya."
"Hmm, bisa jadi. Aku sangat takut sampai-sampai pernah mengundang paranormal, namun yang beliau katakan aku ini harus introspeksi diri. Lalu beliau berlagak aneh dan lari, begitulah!"
Hani langsung mencatat poin penting itu sekalian berusaha untuk membantu Keisha, karena merasa kasian padanya.
Untungnya Hani bekerjasama dengan salah satu bodyguardnya yang ahli dalam ilmu spiritual. Dia baru saja sampai dengan sebuah mobil pribadi, lalu menghadap Hani.
Hani kemudian menyuruhnya untuk duduk dimeja yang sama sembari melanjutkan perbincangan.
"Kejadian itu selalu terjadi setiap malam, lalu hantu menyeramkan sering menampakkan dirinya di manapun kamu berada, dan seorang paranormal tidak terlalu membantu saat kamu panggil. Hanya saja mengatakan poin penting. Jadi aku simpulnya bahwa hantu itu adalah dirimu sendiri!" jelas bodyguard itu terakhir mengatakan kesimpulan menurut pendapatnya.
Tentu saja hal itu membuat Hani terkesiap dirinya juga tidak menduga kesimpulan untuk hantu itu sebenarnya adalah Keisha sendiri.
"Apa alasannya kuat aku ini hantu itu!?" tanya Keisha berkeringat dingin.
"Iya benar, apa alasannya...?" timpal Hani menatap lurus kepada bodyguard itu.
"Sebenarnya aku mengenal paranormal yang kamu panggil itu dan beliau adalah ahli memberi suatu petunjuk, mengenai apa yang terjadi pada orang yang mengalami gangguan supranatural. Dia mengatakan kamu harus introspeksi diri, artinya jika dirimu menyadari, kamu sebenarnya memiliki dua kepribadian ganda!"
Keduanya masih mencerna penjelasan bodyguard itu barusan agar mendapati kesimpulan dirinya sendiri.
"Tapi itu belum memperkuat anggapan?" tanya Hani setelah sadar dari lamunannya.
"Memang, bukannya nona Keisha pernah bilang selalu berjumpa dengan hantu berwajah menyeramkan. Hanya saja tidak pernah ingat Mengunjungi tempat itu?"
"Eh... iya, bagaimana bisa anda tahu?"
__ADS_1
"Saya hanya suka membaca komik tentang detektif, jadi mungkin saja inilah efeknya. Tapi bukan berarti saya asal menyimpulkan, dan malam ini saya bisa membuktikannya!"
Pada akhirnya Keisha setuju namun di tengah pembicaraan itu Keisha memiliki kesibukan yang membuatnya harus undur diri.
Dia pergi pulang, sementara Hani dan bodyguard itu masih berada disana.
"Aku masih penasaran kenapa ada yang hilang pada diri Keisha, entah yang terlihat maupun sebaliknya, bisakah kamu jelaskan?" tanya Hani setelah beberapa saat mereka berdua dalam keadaan canggung.
"Kepribadian dirinya yang lain memiliki perjanjian dengan hantu, karena menurutku, kepribadian yang satunya bukan berasal dari dirinya sepenuhnya. Intinya seperti arwah yang masuk dalam dirinya lalu mengakar, kemudian kepribadian itu melakukan suatu perjanjian dengan hantu lain atau bisa saja iblis. Sebagai gantinya dari harapan atau keinginan arwah itu membuat Keisha tanpa sadar kehilangan sesuatu pada dirinya!"
Penjelasan bodyguard itu membuat Hani mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Keisha. Bahkan kenyataan pahit tanpa dia sadari itu sangatlah menyiksa dan merugikan sekali.
Itulah sebabnya bodyguard itu akan membuktikan kesimpulan dan spekulasinya malam ini.
Pukul 15.30 di kediaman Keisha.
Beberapa CCTV terpasang pada sudut kamar Keisha yang sengaja bodyguard itu pasang agar memperkuat bukti.
Selain itu di luar kamar pun sudah dipasangi CCTV tambahan jika saja kepribadian Keisha pergi dari kamar.
Malamnya.
Hani bersama dengan bodyguard itu kini bersembunyi di suatu tempat menunggu kepribadian Keisha mengambil alih tubuhnya.
Tiba-tiba saja lampu di ruangan berbeda rumah ini nyala hidup secara berulang-ulang dilanjutkan dengan hawa dingin menyeruak bagaikan di kutub Utara.
"Grr... dingin banget... harusnya kan hawa bikin merinding, tapi ini beda sekali," gerutu Hani dalam hati.
Keisha lalu bangkit dari tempat tidurnya yang sebelumnya dia sudah terlelap selama beberapa menit.
Diiringi dengan hembusan angin yang semakin terasa dingin saja bersamaan dengan raut wajahnya berubah 180° derajat, bukan kepribadian Keisha yang biasa.
Sosok menyeramkan kemudian muncul di depan Keisha.
"Permintaan selanjutnya dengan ganti satu tangan diriku yang hilang, yaitu..."
Belum usai menyelesaikan perkataannya bodyguard itu langsung keluar dari tempat persembunyiannya.
Sembari mengangkat satu tangannya dengan telapak terbuka mengarah pada Keisha.
__ADS_1
Sosok menyeramkan itu kemudian menghilang dan memicu kemarahan Keisha. Dirinya barusan seperti tertahan, namun entah mengapa kini dirinya diliputi oleh amarah.
Brukk!
"Argh!!"
Membuat bodyguard itu terhempas hingga bagian belakang tubuhnya menabrak dinding dengan sangat keras.
"Lucy, kamu tidak apa-apa?" Hani langsung saja keluar dari tempat persembunyiannya kemudian bergegas menuju ke arah bodyguard itu yang kini mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Yang ikut campur harus mati! Hi..hi..."
Barang-barang perabotan berterbangan kemudian mengarah ke arah mereka berdua. Untungnya Hani terselamatkan oleh pelindung spritual dari Lucy yang langsung digunakan untuk melindungi.
Prang...
Brak!
Buk!
Tidak berlangsung lama pelindung itu akhirnya runtuh Hani hampir saja diserang oleh Keisha dengan kukunya yang menjadi tajam.
Dan kali ini Hani terlindungi kembali lantaran Lucy menghalau serangan itu yang malah mengenai tubuh bagian belakangnya.
"Cepat lari! Dan baca mantra itu. Sebenarnya kita berada di dunia lain!"
Hani mengerti, itulah mengapa para bodyguard di luar tidak menyadari keadaan didalam rumah ini.
Kali ini Hani memilih untuk lari menuruti perkataan Lucy karena percaya padanya, dan tidak khawatir pada keselamatan Lucy. Sebab, Lucy pernah berkata kepada Hani dirinya akan melakukan apapun untuk tetap hidup jika dalam kondisi terdesak dan sangat terdesak sekalipun.
Seraya berlari menuju pintu depan Hani melafalkan mantra pada sebuah kertas.
Rintangannya, ia selalu diganggu oleh suara-suara menggema dalam ruangan yang dilaluinya.
Membuat fokus Hani selalu terganggu dikala dirinya melafalkan mantra.
Sosok menyeramkan lain muncul didepan Hani sontak membuatnya menjerit lantaran tanpa memiliki mata dan mulut.
Jatuh dari langit-langit rumah dan hendak menangkap Hani.
__ADS_1
Tapi berkat ajaran master beladiri dan latihan aerobik tubuh Hani menjadi lentur dan mampu mengelak terkaman sosok itu.
Hani lanjut berlari, sementara sosok itu mengejarnya di langit-langit sembari merayap.