HUJAN DI BULAN APRIL

HUJAN DI BULAN APRIL
HDBA 1 •|April - Ramosdo|•


__ADS_3

....•||•....


...HAPPY READING...


...#APRIL#...


....•||•....


Saat itu tepatnya di bawah teduhnya pohon rindang di samping fakultas ku, aku duduk memegang botol minum, sambil menatap seseorang menatap mataku dengan hangat, senyum lebarnya membuat ku terpikat.


Tak sadar, aku membalas senyumnya yang manis itu, senyum yang memperlihatkan lesung pipinya yang hanya ada sebelah.


Wajah tampannya itu terlihat bersinar, terik matahari seakan membakar semangatnya di sana, memantulkan bola basket ke lantai, dan dengan tatapan masih mengarah kepadaku.


Dia, laki-laki itu adalah senior ku, atau sering di sebut kating di sini. Dia menjabat sebagai ketua organisasi olahraga di fakultas ku, dan jangan lupa dia adalah komting di kelasnya.


Oleh karena itu, ketampanannya semakin bertambah, wajahnya yang putih bersih itu menjadi salah satu magnet kuat.


Tanpa sadar aku menatap setiap gerakannya, yang sedang asik memantul-mantulkan bola basket ke lantai. Dia bermain bola seorang diri, sedangkan aku hanya duduk diam di bawah pohon yang teduh ini.


Aku tak sadar, saat dia perlahan mendekat dan bersimpuh di depan ku. Tangan kananku di genggam tangan kanannya. Tangan kirinya, masih asik memegang bola.


Matanya terlihat menunjukkan binar, entah binar seperti apa itu. Mata coklat madunya menatap lekat mata ku yang masih menatapnya. Rambut perpaduan abu-abu dan coklat itu terlihat bergoyang akibat kencangnya angin, yang menunjukkan waktu sudah semakin sore.


"Mau gak jadi pacar ku?" tanyanya kala itu, dia mengatakannya bukan sambil memegang buket bunga, bukan juga sekotak coklat, tapi sebuah bola, bola basket yang terus dia genggam di tangan kirinya.


Aku gugup, ini terasa asing bagi ku. Aku belum pernah mendapatkan pernyataan cinta sebelumnya. Yah kalian bisa mengatakan aku berbohong, atau bisa juga kalian mengatakan 'mungkin kau jelek' terserah pada kalian saja, intinya ini adalah pengalaman pertama ku.


"April, kamu mau gak jadi pacar ku?" teriaknya lantang, membuat pepohonan seakan ikut bergetar dalam imajinasiku.


Memang, saat ini hanya ada aku, dia dan pepohonan di sekitar, saat ini jam sudah menunjukkan pukul empat sore, dan tentunya para mahasiswa sudah pulang, dikarenakan ini hari Jumat, yang membuat para mahasiswa pulang cepat, karena Sabtu Minggu juga libur.


"April?" Suaranya terdengar bergetar, matanya menatap iris mataku.


"Kamu nol-" Aku menutup mata dan langsung mencium pipinya singkat. Aku mematung, tak mengerti kenapa bisa aku seperti itu.

__ADS_1


Wajah pria di depanku ini juga terlihat memerah, tangannya yang menggenggam tanganku semakin mengerat.


Aku kembali menunduk, laki-laki itu mengangkat dagu ku dengan tangan kirinya. Bola basket itu sudah menggelinding, pergi tak tau kemana.


"Kamu?" Dia menatapku dengan mata berbinar.


"Aku mau... kak!" aku memilin jari-jariku. Gugup, sangat gugup!!!


"Makasih, aku cinta banget sama kamu" dia memelukku, mencium puncak kepalaku sayang. Aku merasa nyaman, dan membalas pelukannya. Keringatnya yang bercampur dengan parfumnya, menjadi seperti candu ku, sangat menenangkan.


"YEY, APRIL UDAH JADI PACAR GLEND, APRIL MILIK KU SELAMANYA" Teriaknya lantang, membuat ku semakin terharu, aku tak menyangka dia se senang itu.


Pria itu tersenyum hangat kepada ku. Kembali menarik tangan ku, membawa ku ke dekat motornya yang terparkir di parkiran dekat dengan lapangan basket.


...><...


Sedikit flashback, tentang aku, dia dan pertemuan kami, hingga sekarang kami pacaran. Aku akan menceritakan secara singkat, supaya kalian lebih paham.


Namaku adalah 'Asyelia April', aku adalah mahasiswa perantau. Sejak lahir hingga SMA, aku tinggal di desa, bersama keluarga besar ku. Hidup kamu sederhana, tak kekurangan, tapi tidak juga hidup mewah. Bisa dikatakan, kami ada pada tingkatan menengah kasta dunia ini.


Aku bisa kuliah di kota ini, karena prestasi ku yang lumayan baik. Aku menjadi salah satu anak yang bisa kuliah dari desa, untungnya orangtuaku tidak terlalu terbebani, mereka hanya membayar uang kost, dan uang bulanan ku. Sedangkan uang kuliah, dan keperluan kuliah sudah tersedia dari kampus.


Tapi, demi membanggakan orangtuaku, aku harus berjuang, pantang menyerah. Aku mengikuti *PKKMB, hari pertama dengan baik, tentunya seorang diri juga, karena aku kurang baik dalam bergaul, jadi aku belum memiliki teman.


Hari kedua, setiap fakultas sudah di pisah. Dan melanjutkan kegiatan masing-masing. Fakultas ku, dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok. Mahasiswanya di campur dari beberapa *prodi, aku menjadi seorang diri di kelompok ini dari prodi ku.


Kami melanjutkan kegiatan yang bernama 'Pencarian nama-nama dosen fakultas'. Kami, harus menemukan minimal 30 dosen, kelompok ku di bimbing oleh seorang senior laki-laki dan seorang perempuan.


Aku yang asik mencari nama dosen di handphone, di kagetkan oleh laki-laki yang tiba-tiba duduk di samping ku. Aku menoleh ke samping, menatap wajah nya yang bersih, putih, mulus tak berjerawat.


Aku tertegun, baru kali ini aku melihat wajah tampan bak dewa Yunani secara langsung seperti ini. Aku sedikit gugup, tak pernah terbayang akan pernah duduk bersama cowok ganteng.


Aku menggeser duduk ku, mengambil jarak mungkin lebih baik untuk jantung. Aku berusaha fokus pada handphone, mengabaikan pria berwajah dewa itu yang asik entah melakukan apa.


"Kenapa menjauh? Gue bau ya?" tanyanya dengan deep voice nya.

__ADS_1


Aku menggeleng, meringis juga, saat dia bertanya seperti itu. Akhirnya, dengan susah payah aku mengangkat kepala dan menatap wajah tampan itu. Seketika aku teringat sebuah lagu, 'Dari depan ku tampan, dari samping aku tampan, dari mana-mana aku tetap tampan' Aku menyanyikannya dalam hati. Tercengang melihat wajahnya yang sangat tampan saat sedang asik menatapku.


Dia menipiskan bibir, membuat garis lurus disana.


"Em hai" Dia menyapaku kikuk. Aku diam, kembali mengingat bahwa dia adalah senior pembimbing kelompok ku bukan?


Aku mengangguk hormat tanpa bicara. Karena aku tak tau harus menjawab apa.


"Kenapa gak di jawab" dia mendekat ke arah ku. Dan menarik handphone yang tadi asik ku sentuh.


"Memang, handphone lo lebih penting daripada gue?" Aku diam, tak tau harus bereaksi bagaimana, sungguh ini di luar kendali ku.


"Ma-af kak" aku gugup, sungguh jantung ku malah asik bergelut, entah karena apa.


"Asyelia April" Dia mengeja nama ku, sambil menatap name tag yang terjahit di depan baju ku.


"Gue Glen, Glendale Ramosdo" Dia menyodorkan tangannya, berniat menjabat tangan ku sebagai perkenalan. Aku mengangguk kikuk, menyambut tangannya dengan gugup.


"Lo cantik" Dia tersenyum, setelah selesai berjabat tangan.


Aku diam, seperti patung. Sungguh, wajah ku kenapa bisa panas begini?


"Makasih kak" aku menganggukkan kepalaku. Kenapa rasanya, seperti suasana aneh begini ya?


"Mungkin, kita akan sering ketemu. Gue senior lo, masih semester tiga sih. Tapi, pasti sering ketemu" Dia tersenyum hangat, dan mulai beranjak setelah menyelipkan gulungan kertas ke tangan kanan ku.


Aku menatap tangan ku bingung. Beralih menatap tubuh tinggi yang semakin menjauh itu. Aku tebak, pasti tingginya 180-an. Maybe??


Aku membuka gulungan itu, yang ternyata adalah nama-nama dosen, lebih dari 50 dosen. Tulisan tangannya sangat bagus, aku diam, entah kenapa seperti ada yang terbang di perut ku.


-PKKMB \= Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru.


-Prodi \= Program Studi.


....•||•....

__ADS_1


...Like, Vote, Komen...


....•||•....


__ADS_2