HUJAN DI BULAN APRIL

HUJAN DI BULAN APRIL
HBDA 32 •|Perkara pisah|•


__ADS_3

...•||•...


...HAPPY READING...


...#Author#...


...•||•...


April menyeka air matanya yang terus menerus keluar. Dia merasakan sesak menghimpit jantungnya.


"Mama, papa mana? Mama kok nangis?" Aldo datang dengan wajah lelahnya. Dia baru saja pulang sekolah, dengan dijemput oleh supir keluarga Glen.


"Papa lagi kerja sayang." April tersenyum sambil membantu Aldo melepaskan tas dan sepatunya.


"Kalau adek mana?" Aldo celingukan mencari keberadaan kedua adik kembarnya.


"Lagi tidur siang, Aldo cepat-cepat mandi sama ganti baju, trus makan." April menuntun Aldo ke kamarnya. Di dalam kamar yang besar ini, hanya ada satu ranjang ukuran king size.


Di sana tertidur dua anak kecil yang semok. Aldo segera berlari ke kamar mandi di dalam kamar itu, tak berselang lama Aldo keluar dan melompat ke atas kasur, menggelitik perut kedua adiknya.


April hanya bisa geleng-geleng kepala saat ketiga putra kecilnya itu malah saling mengusili.


...><...


"April, kita harus bicara." Glen mengekori April dari tadi. Mulai dari April membereskan dapur dan mencuci piring bekas makan malam, hingga sekarang April duduk di sofa sambil melipat pakaian.


Laki-laki itu baru saja pulang entah darimana, disaat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan pastinya dengan wajah lesu dan terlihat lelah.


"Ini kan udah bicara." Jawab April dengan masih fokus melipat pakaian bersih itu.

__ADS_1


"Aku gak mau pisah." Ucap Glen sambil duduk di lantai, menatap April yang sedang duduk di sofa asik melipat pakaian.


"Hm." Sahut April malas.


"Hm? Apa? Jadi kita gak pisah kan?" Glen bertanya dengan mata berbinar.


"Sebelum aku dapat jawaban yang memuaskan, mungkin kata pisah akan melayang kapan aja." Ucapnya dengan senyum menyebalkan.


"Jadi aku harus gimana? Gimana biar kamu tetap sama aku?" Glen bertanya dengan nada sedih. Dia tak mau pisah dengan April.


"Hm, cari cara biar kita gak pisah, masa belum lama kita nikah udah mau pisah aja." April terlihat bercanda, tapi Glen menanggapinya serius.


...><...


Akhirnya, Glen mulai sering berkunjung ke apartemen yang dia berikan kepada Jeny, untuk di tempati perempuan itu dan juga anaknya.


"Semoga saja aku dapat jawaban yang memuaskan." Ucap Glen penuh harap.


"Aku mohon Jen. Bisa gak kamu pulang aja ke asal kamu, jangan ganggu aku dan juga keluarga ku." Glen terlihat bersungguh-sungguh.


"Gak mau Glen, tanpa sadar. aku ini juga keluarga kamu. Aku juga ibu dari anak kamu Glen." Jeny malah semakin keras kepala, saat dia mendapati pengusiran itu.


Jeny menolak, dan malah bersikukuh untuk tetap tinggal di sana.


...><...


"Sering pulang malem, pergi pagi-pagi. Pas aku tanya ke sekretaris kamu, katanya udah dua minggu lebih kamu jarang ke kantor. Apa udah nyaman sama dia?" April bertanya dengan raut marah, tangannya masih asik memukul-mukul baju kotor Glen, sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci.


"Huft, terserahlah." April malas, akhirnya dia mengurungkan niat untuk mencuci dan langsung rebahan di sofa.

__ADS_1


Belum memasuki alam mimpi, Glen sudah berlari ke arahnya dengan raut wajah bahagia.


April mengangkat alisnya, penasaran juga dengan apa yang membuat sang suami terlihat senang.


"Kenapa?" Tanyanya saat Glen sudah ikut duduk di sofa.



Bonus pict Aldo sama Gabrian. Gabriel lagi main sama papanya. 🤫


*Pas mereka udh gede 😎


.......


.......


.......


.......


.......


...Maaf, setelah hiatus dua bulan, karena tugas kuliah yang banyaknya minta ampun. 😭...


...Semoga masih ada yang mau baca, kayaknya cerita ini bakal aku tamatin secepatnya. Biar gak kepikiran lagi. 😩...


.......


.......

__ADS_1


.......


...•||•...


__ADS_2