HUJAN DI BULAN APRIL

HUJAN DI BULAN APRIL
HDBA 6 •|Hujan - Ulang Tahun April|•


__ADS_3

...-o0o-...


...HAPPY READING...


...#AUTHOR#...


...-o0o-...


Glend mendekati gedung belakang fakultas. Belakang fakultas sangat terawat, karena ada taman bunga yang cukup luas disana dan ada kursi di tengah taman belakang gedung itu.


Glend dapat melihat punggung perempuan yang sangat dia cintai dan dia rindukan. Perlahan, dia mendekat dan duduk di samping perempuan itu.


"Maaf lama" Ucapnya pelan. April tersenyum melihat Glendale masih memakai toga, April pun mulai mengeluarkan ponselnya.


"Kita foto-foto dulu ya kak" April mengambil gambar selfie, meski Glend terus mengalihkan pandangan dan tak menatap kamera, wajahnya juga datar sedatar jalan tol.


"Kita foto biasa" April meletakkan hp di atas kursi, dan menarik tangan Glend. Mereka berdiri dan mulai berfoto ria. Hanya April yang terus tersenyum dan menggandeng tangan Glend, sedangkan si empu terus diam, sambil menatap kamera dengan wajah flat.


April mengambil ponsel, dan tersenyum saat matanya melihat foto-foto itu, sangat bagus meski wajah Glendale terlihat aneh.


"Aku-"


"Gue-" Keduanya diam saat dengan bersamaan mereka berbicara.


"Kakak aja yang duluan" April mempersilahkan.


"Gue bakal berangkat Minggu depan" ucapnya tanpa ekspresi.


"Kemana?" April terlihat bingung sambil menggenggam erat ponselnya.


"London"


April terdiam, pelupuk matanya sudah penuh dengan genangan air mata.


"Sayang, aku sebenarnya salah apa sama kamu, kalau aku salah kamu boleh ngomong, kita bicarain baik-baik" April terisak sambil menutup wajahnya.


"Gue mau kejar impian, ini bukan salah lo, lagian gue aja yang terlalu gila, dan buta" Glend segera pergi, dia tak mau berlama-lama disana, dia tak mau nanti tubuhnya dengan refleks memeluk tubuh April.


...*...


...*...


Glend sudah menyiapkan keperluannya dengan lengkap, sedangkan berkas-berkas yang di butuhkan sudah jauh-jauh hari di sediakan Giedo ayah Glend.


"Sayang, mama liat kamu lagi ada masalah, segera selesaikan nak. Jangan nanti kamu malah menyesal" Annie seakan tau dengan apa yang putranya rasakan, dia tak mau Glend menyesal di kemudian hari.


"Iya ma" Glend menyetujui, dia akan menemui April besok, untuk memutuskan hubungan mereka secara baik-baik.


...*...


...*...


April telat datang bulan sudah hampir tiga bulan. Saking stress nya, dia tak sadar akan hal itu. Wajahnya yang pucat terlihat ketakutan dan sedih, dia tak mau jika hal yang sedang dia pikirkan benar-benar terjadi.


Dengan keberanian yang ada, April membeli testpack, dan mencobanya di kost. Dan terlihatlah dua garis itu terpampang jelas di benda itu.


April kembali mengingat, dia berhubungan dengan Glend sehari sebelum mereka tak bertemu lagi. Dia mengingat hari yang panas itu. April menggigit kuku cemas, bagaimana ini, dia harus memberitahukan Glend sebelum terlambat.


...*...


...*...

__ADS_1


MY LUV<3


Kak, bisa ketemu?


^^^Glend^^^


^^^Oke, shareloc aja^^^


Glend membaca dan membalas pesan April dengan wajah datar. Dia pun menyetujui untuk segera bertemu.


Di lain sisi, April teringat bahwa hari ini adalah ulangtahunnya. Dia baru sadar, jika bulan April ini sudah berjalan.


"Pas banget, pasti kak Glend masih inget"


...*...


...*...


"Halo kak" April berniat memeluk Glend, tapi Glend langsung menghindar.


"April-"


"Aku duluan yang ngomong" April langsung memotong ucapan Glend.


"Hari ini aku ulang tahun, temani aku main ke pasar malam, baru kita bicara lagi" April langsung menyeret tangan Glend.


Dia sangat senang saat Glendale menurut.


'Semoga kamu panjang umur April, meski aku kecewa sama kamu, semoga kamu bahagia sama Julio' Glend masih ingat, sangat ingat, tahun lalu mereka merayakan ulang tahun masing-masing dengan penuh senyuman dan kehangatan, berbeda dengan sekarang.


Mereka puas bermain-main di pasar malam,mencoba berbagai wahana. April tak henti-hentinya senyum, meski Glend tetap tak berekspresi.


"Okeh, seorang udah jam tujuh malam" April mengeluarkan payung dari tas selempangnya.


"Mungkin, di usia aku yang ke dua puluh satu nanti, kita gak berdua lagi" Glend mengangguk membenarkan ucapan April, karena besokdia akan pergi ke London.


"Tapi bertiga" Lanjut April dengan wajah yang terhias senyum tipis.


"Aku udah relain kamu buat Julio. Dan aku gak mau jadi orang ketiga" Glend memasukkan tangannya ke dalam kantong celana. Dia menggunakan aku-kamu lagi, Karen aingi menyenangkan hati April di hari ulangtahunnya ini.


"Julio???" April tertawa sambil memegangi perutnya.


"Nih, buka aja" April menyodorkan kotak kecil ke arah Glendale.


"Ini apa?" Glend terlihat bingung.


"Buka aja"


Glend terkejut, saat dia menemukan testpack dengan dua garis.


"Ada anak kita disini!!" April membawa tangan Glend ke dekat perutnya.


"Gak, gak mungkin. Itu bukan anak gue, kita ngelakuinnya udah lebih dari empat bulan" Glend menjauhkan tangannya dan perlahan mundur.


Dia menatap tajam wajah April yang terlihat sedih.


"Lo bohong kan, lo udah sering main sama Julio. Lagian, perut lo masih kecil, gak terlalu besar, kalau empat bulan pasti udah besar" Glend menjambak rambutnya, dan perlahan menangis.


"Lo jahat banget tau gak. Gue benci sama lo" Glend menatap wajah April semakin tajam.


"Kalau Julio gak mau tanggung jawab, jangan buat gue jadi kambing hitam" Glend mengatur nafas.

__ADS_1


"Gugurin aja, lo jangan merusak masa depan orang" setelah itu, Glend berlari menerobos hujan menuju parkiran dimana mobilnya berada.


April terisak, wajahnya sudah basah oleh air mata. Dia tak menyangka, cintanya, cinta pertamanya setega itu, segitu murahannya kah April di mata Glend?


April terduduk, dia menangis kencang, membuat hujan yang turun mengisi kesedihannya.


...*...


April pulang, dengan mata sembab dan bajunya setengah basah. Angin yang kuat menerbangkan tetesan air ke bajunya. Payungnya yang kecil juga sudah oleng, dengan terpaksa April meletakkan payung itu di tempat sampah.


Berjalan tanpa payung dengan memeluk diri menjadi pilihannya. Sampai lima belas menit kemudian, April merasa pusing, dia terduduk di trotoar dan mulai pingsan.


'Oek... oekk...'


Kepala April terjatuh tepat di dekat sebuah keranjang kecil, yang akan membuat sedikit perubahan dengan jalan hidupnya.


...*...


...*...


Glend sudah duduk di dalam pesawat dengan wajah lesu, dan jangan lupakan dengan mata panda'nya.


"Kamu gak papa sayang?" Annie menepuk pundak anaknya dengan pelan.


"Gak papa ma" Glend berusaha tersenyum, meski terlihat terpaksa.


"Udah, kamu tidur aja" Annie menurunkan sedikit kursi, supaya Glend bisa beristirahat dengan tenang.


Annie memang meminta untuk mengantarkan Glend sampai apartemen di London karena merasa cemas dengan keadaan putranya. Tapi, dia tak tau harus bagaimana.


...*...


...*...


"Ibu sudah sadar?" Seorang perawat menatap wajah perempuan yang masih asik mengerjap itu.


"Syukurlah, tunggu sebentar ya bu, sebentar lagi dokter akan datang"


Tak lama kemudian, dokter datang dan langsung memeriksa keadaan perempuan itu.


"Puji Tuhan, ibu sudah stabil, dan anak ibu juga terselamatkan. Oh iya, dan janin ibu masih empat bulan tiga hari, jadi jangan banyak bergerak dulu ya Bu, untung si jabang bayi selamat, dia anak yang kuat. Saya sarankan banyak-banyak beristirahat"


April terdiam, masih mencerna kata-kata yang keluar dari mulut dokter perempuan itu.


"Bayi, janin?" Dia mengelus perutnya, dan bersyukur saat janin itu dinyatakan sehat dan selamat.


"Oh iya, anak ibu belum sadar" Dokter itu terlihat sedih.


"Ibu kenapa membawa anak hujan-hujanan?"


"Anak siapa dok?" April tak mengerti,,, sungguh...


"Loh, anak ibu yang masih satu tahun itu, jangan durhaka sama anak sendiri bu. Jadi itu anak siapa toh?" Dokter itu berkata sinis, tak menyangka pasiennya se jahat itu.


.......


...-o0o-...


...Jadi anak siapa itu??...


...Maaf jika ada typo♡...

__ADS_1


...-o0o-...


.......


__ADS_2