HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 10


__ADS_3

"Soka, Raykudo sudah cukup , latihan kalian cukup untuk hari ini, kemarilah duduk dan istirahatlah dulu"


"Baik Master"


"Aku melihat teknik pedang kalian sudah sangat baik, terutama kau Soka, teknik pedangmu bercampur dengan sihir, sedangkan Raykudo pedangmu layaknya angin yang dapat membelah lautan, aku akan menceritakan kisah 2 legenda yaitu Putra Mahkota dari raja iblis dan cinta pertamanya. Dia bernama Sun Gwo, nama itu diberikan oleh salah satu dewa dari langit saat sang Raja belum berkhianat, Sun adalah matahari, Sun sangatlah pintar dan bercahaya layaknya terik matahari.


Karena demi kekuatan dan tahta sang Raja sangatlah serakah, hingga dia bersekutu dengan iblis untuk menguasai dunia,


karena kekuatannya itu akhirnya Iblis pun takut kepadanya dan dia menjadi Raja dari para Iblis, Sun memiliki 2 saudara laki laki dan perempuan, pangeran Deck dan Putri Karla.


Meski mereka bersaudara Sun dan Deck sering tidak sejalan, sedangkan tuan Putri Karla sangat menyayangi kakaknya Sun, di bandingkan dengan Pengeran Deck, Sun adalah putra Mahkota yang dipilih oleh langit, meski ayahnya telah menjadi sang Raja Iblis, Sun sangat menghormati ayahnya.


Karena hal itulah Sang Raja memanfaatkan kekuatan Sun, Sun sangat di sayangi oleh keluarganya dan juga Rakyat. Banyak orang yang telah mati ditangannya, dan ribuan desa hilang karenanya. Pada dasarnya Sun anak yang sangat aktif dan pintar, dia sangat ceria dan hangat, dia dapat berbicara dengan semua hewan yang ada di muka bumi ini, dia dapat menciptakan api dari tangannya, bumi akan bergetar jika dia menghentakkan kakinya, angin akan bertiup sesuai keinginanya, dan air ? Air akan menjadi pedangnya.


Kekuatan itulah yang ingin dimanfaatkan oleh Sang Raja, kini hati Sun semakin gelap diselimuti kegelapan, diapun menjadi orang yang dingin, dan tidak berperasaan, hingga suatu ketika dia ditugaskan untuk menyerang sebuah Desa dimana disanalah Cintanya dibesarkan.


Desa itu bernama Gasika, desa yang tentram dan nyaman, namun semua itu hancur karena seekor naga yang besar, mengamuk disana, dia menghembuskan api disetiap sudut kota hingga melahap habis tempat itu, namun seorang wanita berparaskan bak bulan purnama, berdiri sambil menangis dan mengepalkan tangannya hingga darah bercucuran karena tergores oleh jarinya, wanita itu bernama Yuan.


Saat itu Yuan baru kembali dari sungai, namun dikejutkan oleh pemandangan yang menyayat hati, Yuan menyaksikan kejadian teragis, api yang menyalak, seekor Naga besar yang terbang kesana kemari menghancurkan desa itu, akibatnya kedua orang tuanya serta semua penduduk mati terbakar.


Yuan berteriak kencang, dia mengambil sebuah bambu dihadapannya, dan membelah nya menjadi dua, Yuan memegang bambu ditangannya bagian ujung bambu itu sangatlah runcing layaknya pedang yang telah di asah.


Dia melemparkan bambu itu kearah sang Naga, dan tepat mengenai salah satu mata sang Naga, nagapun kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah, Yuan berlari secepat mungkin mendekati sang naga, melihat naga sudah tergeletak di tanah dengan bambu yang menancap di matanya Yuanpun menaiki kepala naga dan mencabut bambu itu dia menancapkan ke kepala naga berulang kali sambil berteriak


Matilah ! Matilah ! Matiiiiiii !


Isak tangisnya pecah, naga yang bercucuran darah itupun akhirnya Mati, seorang laki laki tua berjalan mendekat kearah Yuan dengan jubah putihnya yang menyentuh tanah, sebuah tongkat kayu ditangannya, jenggotnya yang putih dan tatapan matanya yang mengerikan.


Yuan yang tersungkur meringkuk menangis di atas kepala naga tersentak karena sebuah tangan tua menyentuh bahunya, dia menoleh kearah laki laki itu.


Siapa anda?


Aku adalah pengelana,


Orang tua itu adalah Dewa pengelana, yang selalu berkelana berjalan mengelilingi bumi, banyak hal yang ia katakan kepada Yuan, salah satunya adalah : Anakku, ikutlah bersamaku untuk menjelajahi bumi, bukalah matamu dan lihatlah dunia ini sungguh besar, rasa sakit serta bahagia akan tetap kau dapatkan, dimanapun kau berada, seseorang akan datang kehidupmu dialah kesakitanmu dan dia pulalah kebahagiaanmu, semua bercampur menjadi satu hingga akhirnya takdirlah yang menentukan. Kau akan menjadi satu satunya muridku, didunia ini.


Ucapan itu tidak Yuan pahami, namun dia mengikuti orang tua dengan sukarela karena dia sudah tidak memiliki tujuan, setelah gurunya melenyapkan bangkai naga dan merubahnya menjadi sebuah pedang, pedang itu diberikan kepada Yuan dan pedang itu diberi nama Blue Dragon.

__ADS_1


Banyak hal yang Yuan pelajari setelah dia berjalan mengikuti Gurunya, hingga akhirnya dia melihat Sun yang sedang bermeditasi di bawah air terjun yang deras, karena melihat ketampanan Sun Yuan pun jatuh hati kepadanya, Sun menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


Entah bagaimana caranya Sun telah berdiri tepat di depan Yuan.


-Apakah kamu sedang mengintipku Nona!-


Yuan pun kaget, bagaimana pria itu kini berada tepat dihadapannya. Tubuhnya bergerak cepat sehingga pertarungan tidak terelakkan dari keduanya.


Sun dan Yuan bertarung sangat sengit hingga menghancurkan area disekitarnya,


- Baiklah aku kalah nona-


Sun menyerah kepada Yuan saat pedang Yuan hampir menebas lehernya, Sun menahan pedang itu dengan kedua jarinya, Yuan yang melihat hal itu menjadi kaget, bagaimana bisa orang ini menahan jurus tebasannya padahal lautan saja bisa terbelah.


Yuan tertawa terbahak bahak, dan menurunkan pedangnya.


-Siapa namamu Nona-


-Yuan, kalau anda?-


Itulah saat pertama kali mereka berjumpa, semakin hari mereka semakin dekat, mereka sering berjumpa disana, hingga Sun yang dingin dan tidak berperasaan telah jatuh cinta kepadanya.


Sun yang telah ditutupi oleh kegelapan akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri , semua berkat kehangatan Yuan.


Cinta mereka begitu besar, sikap lembut dan penyayang Yuan menghapuskan kegelapan di hati Sun, karena itulah Sun lupa akan tugas - tugas yang di berikan oleh sang Raja kepadanya.


Raja yang telah mendengar bahwa anaknya kini telah jatuh hati pada seseorang kini murka, dia mengirim anak keduanya sang Pangeran Deck untuk membunuh Sun, Putri Karla yang menguping pembicaraan sang Ayah segera keluar dari istana, kekuatan Putri Karla tidak kalah hebatnya dari kedua kakaknya.


Putri Karla memiliki kekuatan melacak orang hingga mudah baginya untuk menemui Sun.


Putri karla memanggil hewan peliharaanya yaitu seekor burung rajawali yang begitu besar dia pun terbang melaju begitu cepat menuju lokasi Sun.


Sun yang saat itu sedang berdua bersama Yuan menyadari kehadiran seseorang, Karena kecepatan yang tidak terhingga putri Karla tiba dihadapan sang Putra mahkota.


Putri Karla tertegun akan kecantikan Yuan, namun dia tidak lupa apa yang harusnya ia sampaikan kepada kakaknya, Putri Karla menceritakan semua kejadian saat di istana , mereka bertigapun hendak bergegas pergi dari tempat itu, namun sayangnya belum sempat mereka pergi, Deck dan tentara Iblis telah tiba disana.


Deck yang geram melihat sang kakak yang selalu di agungkan sang Ayah kini berada didepannya sebagai penghianat, dia langsung memerintahkan pasukannya membunuh mereka bertiga, karena pertempuran itu , langit ikut mendukung Sun dan Yuan, Sang Guru pun tiba disana, dengan kekuatan mereka berempat harusnya mereka bisa menjatuhkan Deck dan pasukannya, namun disayangkan Deck mengetahui dendam didalam hati Yuan, dan dia mencoba memprovokasi Yuan dengan menceritakan kejadian Naga yang membunuh kedua orang tua serta seluruh penduduk desa adalah Sun.

__ADS_1


Yuan yang mendengar itu sangatlah murka dia tidak percaya bahwa Sun orang yang sangat dia cintai adalah penyebab kematian Orang tuanya, Yuanpun menyerang Sun secara berutal, Putri Karla yang sedang melawan para tentara menyaksikan kakaknya sedang tersudut tanpa perlawanan sedikitpun, Sang Guru yang menyadari kemarahan muridnya lalu ia membantu Sun, tebasan pedang yang membabi buta di halau oleh sang guru, karena terlalu fokus kepada Yuan sang Gurupun tidak menyadari sebuah serangan kilat yang melaju kencang mengarah kepadanya layaknya sebuah tombak , kilat itu menembus tubuh sang guru, Yuan yang sedang marah akhirnya terhenti melihat Sang guru mati didepannya, Sun berlari meraih Sang Guru, Sun tertuduk menangis saat memeluk tubuh yang sudah mendingin, tanpa nyawa,


Namun sebelum sang guru mati, dia membisikan sebuah kalimat kepada Sun, isi kalimat itu sampai detik ini tidak ada yang tau.


Sun meletakkan jasad sang Guru dengan perlahan di atas tanah, raut mukanya yang begitu marah hingga hembusan angin yang sangat kencang menerpa menghancurkan sekitarnya, Aura tubuhnya berubah menjadi api, gemuruh langit sangat mengerikan bergetar tiada henti, Karla segera berlari kearah Sun sambil berteriak Bawa aku bersamamu Kakak , sebuah Cahaya terang keluar dari tubuhnya hingga menghempaskan semua yang ada disana , cahaya itu kini melahap semua yang ada disana termasuk Deck dan pasukanya , mereka akhirnya hilang tak bersisa kecuali Yuan, namun Yuan yang menyaksikan itu hanya diam dengan tetesan air mata mengalir deras dimatanya, di kilauan cahaya Yuan melihat gerak bibir Sun dan Diapun menghilang bersamaan dengan meredupnya Cahaya Sun.


Yuan yang kini sendirian menangis sejadi jadinya terduduk menyesali semuanya, diapun menyegel dirinya dan bergabung dengan pedang yang dia miliki. Pedang itupun hilang entah kemana" Begitulah kisah lahirnya Jiwa pada pedang, namun tidak semua pedang memiliki jiwa, hanya ada beberapa pedang didunia ini, dimana pedang lainnya, tidak ada yang tau"


Soka yang sangat penasaran selalu bertanya kepada guru,


" Guru Itu artinya, Yuan yang menawan telah menjadi sebuah pedang?"


"Siapa yang tau, namun rasa sakit yang datang secara bersamaan sangat menyiksa dirinya, legenda mengatakan dia memilih untuk menyegel dirinya menjadi sebuah pedang, dan pedang itu kini dikenal sebagai Blue Sword Slayer"


"Guru apakah Sun mati?"


"Tidak ada yang tahu mereka berada dimana, namun para leluhur bilang Deck dan para pasukan Iblis telah mati karena cahaya, sedangkan Sun dan Karla mereka masih tersegel dan menjadi sebuah pedang juga, dan dimana pedang itu tidak ada yang tau"


"Guru apakah Sun menjadi sebuah pedang yang dikenal sebagai God Sword?"


"Betul, Putri Karla dikenal sebagai Red Sword, dia yang selalu mengikuti kakaknya Sun meski dalam kematian"


"Guru apakah yang diucapkan Sun kepada Yuan saat terakhir?"


"Aku akan menjadi pedang untuk selamanya, tebasan demi tebasan yang akan menjadi siksaku, mungkin itu yang dapat menjadi penghapus dosaku padamu dan mereka, maafkan aku, Aku mencintaimu Yuan"


itulah kalimat yang Yuan baca dari gerak bibir Sun, sebelum berubah menjadi pedang, Yuan mengukir kalimat di atas altar dengan ucapan Sun dan jawaban Yuan, meski dia tau Sun tidak akan membacanya namun suatu saat mungkin itu akan tersampaikan kepada Sun, dia menggunakan kekuatannya dan menghilang begitu saja"


"Guru , apa yang Yuan tulis?"


" Aku akan megikuti kemanapun kamu pergi, kita akan bertemu lagi, meski tidak seindah dulu setidaknya kita dapat berjumpa, aku mencintaimu dan aku memaafkanmu, aku menunggumu Sun"


"Guru apakah mereka akan bertemu, mengapa Yuan begitu yakin?"


"Entahlah ! Soka, Raykudo kalian lupa , Bahwa Raja Iblis masih ada dan dia abadi, dia hanya belum bangkit karena kekuatan Sun ikut menyegelnya, namun ketahuilah akan tiba masanya dia bangkit dan apapun yang terjadi bersiaplah. Sampaikan pesan ini kesetiap penerusmu hingga waktu itu tiba"


*****

__ADS_1


__ADS_2