
Sepanjang perjalanan ke Soka Kris hanya terdiam membisu, meski yang lainnya sedang bercerita namun dia hanya diam.
Yuan yang menyadari itu hanya memandanginya,
tiba-tiba Yuan mengingat kenangannya dirinya dulu,
"Yuan, apakah kau mau menghabiskan waktumu bersamaku?"
"Sun, mengapa kau bertanya? Padahal kau tau jawabanku, aku akan mencintaimu selamanya meski maut akan memisahkan kita"
Yuan dan Sun yang sedang duduk di atas rerumputan yang sangat hijau saling bercerita satu sama lain, tawa mereka sangatlah penuh dengan kegembiraan, seketika ingatan itu berubah..
"Yuan, percayalah padaku, aku tidak menggerakkan naga itu untuk membunuh orang tuamu, Naga itu sudah di selimuti kekuatan Iblis, Ayahku.
Aku tau aku salah harusnya aku memberitahumu, namun aku ragu, jika aku memberi tau mu lebih awal , kau pasti akan marah padaku dan aku tidak ingin kehilanganmu, Yuan dengarkan aku sekali ini saja,"
"Aku tidak ingin mendengar apapun darimu ! Kau harus mati di tanganku Sun ! Hiiiiaaaaattttttt"
"Traaannngggg"
"Traaannnggggg"
Yuan menebaskan pedangnya ke arah Sun berulang kali, Sun tidak melawannya sedikitpun, dia hanya menahannya.
"Master, pergilah dari sana ! Kau tidak harus melindunginya ! Dia harus mati ditanganku"
"Yuan cukup, jangan biarkan dirimu dikuasai amarahmu, dia tidak bersalah, aku jamin itu !"
"Master menyingkirlah ! Aku tidak ingin membunuhmu"
"Grrraaaaakkkkkkkkkk...... Huaakkkkkkhhh"
"Deck ! Kenapa Kau membunuhnya?"
"Sun berterimakasihlah padanya karena Orang tua bodoh itu mati karena melindungimu haha"
"Masterrrr !!!!" Yuan berteriak melihat masternya diserang dari arah samping oleh Pangeran Iblis 'Deck'
"Kumohon Master bertahanlah" Sun menangis
"Sun, tolong jagalah dia untukku"
"Masteeeeerrrr!!!!! Tidaaaaaakkkkkkk !!!!"
Kobaran api yang dahsyat mengelilingi mereka, Sebuah Cahaya menyinari Sun, Cahaya itu seakan menelannya,
"Hikksss ... Master, selamat jalan"
Sun memeluknya dan meletakkan Tubuh pria itu di atas tanah
"Yuan, Sudah cukup, jika kau ingin aku mati maka aku tidak ingin mengotori tanganmu dengan darahku, aku tidak ingin dendam kematianku menyelimutimu, karena aku ingin dikehidupan yang lain , aku tetap mencintaimu, jadi tolong bertahanlah.. selamat tinggal Yuan, hiduplah dengan bahagia tanpa aku. Aku akan menjadi pedang untuk selamanya, tebasan demi tebasan yang akan menjadi siksaku, mungkin itu yang dapat menjadi penghapus dosaku padamu dan mereka, maafkan aku, Aku mencintaimu Yuan"
"Sun ... tidak ! Jangan lakukan itu, Jangan Sun ! Suuuuuuuunnnnnnnnnn"
Sun menghilang ditelan cahaya,
"Sun ... Maafkan aku, maafkan aku, kembalilah Sun, Sun..."
Isak tangis Yuan sangat memilukan,
Sebuah bisikan tiba tiba datang kepadanya.
"Yuan, dia tidak mati, aku menyelamatkannya, namun keinginannya sangat kuat, dia ingin menjadi sebuah pedang, maka aku akan menahan jiwanya dengan senang hati kedalam sebuah pedang , kelak saat pertama kali pedang itu digunakan maka dia akan di bangkitkan, maka jika kau mencintainya tunggulah dia, Kau harus menerima hukuman atas kesalahanmu, perpisahan kalian akan sangat menyakitkan, kerinduan kalian akan menggunung, entah apakah nanti kalian akan bersatu kembali atau tidak semua tergantung oleh perasaan kalian masing-masing, aku hanya bisa membantu kalian dengan itu, semua kehendak di putuskan oleh langit"
"Aku siap menanggung semuanya, aku belum siap untuk kehilangannya, rasa sakit ini merobek hatiku, rasanya aku ingin mengutuk diriku sendiri, tolong bantulah aku, tolong .... hikkkssss , Sun maafkan aku kumohon kembalilah"
"Yuan, lakukanlah sekarang, agar rasa sakitmu tidak terlalu besar, jika kau menyegel jiwamu pada pedang itu, mungkin kau akan berjumpa dengannya lagi, namun ketahuilah, Langitlah yang menentukan apakah kau akan bertemu dengannya atau tidak, dikehidupan setelah ini aku tidak bisa menjamin dia akan mengingatmu atau sebaliknya, dia telah melupakanmu"
"Aku akan melakukan apapun itu, namun bolehkah aku memintamu membantuku,"
"Katakanlah, aku akan membantumu"
"Saat aku menyegel jiwaku pada pedang ini, aku tidak ingin seseorang menggunakannya, dan tolong tuliskan sebuah pesan untuk Sun, aku berharap dia dapat membacanya"
"Baiklah, pedang ini dan kau hanya akan digunakan oleh seseorang yang akan ditakdirkan berjalan bersamamu, untuk pesan itu, aku akan mengukir sebuah cerita dari kalian berdua di sebuah batu agar saat orang sesudah kalian dapat membacanya dan mengambil pelajaran dari sana, dan pesanmu , aku akan menuliskannya di sebuah Altar, tepat dimana kau akan di sembunyikan, kelak jika waktu itu tiba akan ada yang membebaskanmu, maka takdirmu sekali lagi berjalan, jalan mana yang kau tempuh dan apa tujuanmu itu menjadi jawaban terbesarmu"
__ADS_1
"Terimakasih"
Yuan menyegel dirinya kedalam pedang, Sesuai dengan perjanjian, semua yang diminta telah di lakukan, termasuk kalimat terakhir Yuan yang ditujukan pada Sun
"Sun Aku akan megikuti kemanapun kamu pergi, kita akan bertemu lagi, meski tidak seindah dulu setidaknya kita dapat berjumpa, aku mencintaimu dan aku memaafkanmu, dan tolong maafkan aku, aku akan menunggumu Sun"
Kesedihan Yuan tersampaikan kepada Kris, Kris melihat semua ingatan Yuan,
Kris menoleh kearah Yuan, dan Yuan hanya membalasnya dengan senyuman,
Kris menghapus Air matanya, dia membalas senyuman Yuan, "Terimakasih" Ucap Kris, Kris menyadari satu hal, alasan kenapa dia melihat kenangan Yuan,
Yuan hanya ingin menyampaikan kepadanya bahwa didunia ini ada banyak yang merasa kehilangan, kesedihan dan duka, namun saat kehilangan cinta karena kesalahan kita maka itulah Kesakitan yang sebenarnya.
Setibanya mereka di Soka,
Mereka kembali menuju rumah prades, mereka mengatur rencana untuk mendirikan sebuah Sekte.
"Kris apakah kau yakin untuk menghidupkan nama sekte itu?"
"Prades, aku hanya ingin melakukan apa yang ingin aku lakukan, dan saat ini aku ingin membangun kembali sekte yang hilang, Sekte Langit harus berada di atas semua sekte, aku akan berjuang untuk itu, agar ayah dan ibuku tetap dikenang dan di hormati oleh semua orang meski mereka telah tiada"
"Kris ..." Cheng menatap Kris dengan sedih
"Baiklah, jika itu yang kau mau, aku akan membantumu sebisaku, untuk membuat sebuah Sekte , kita harus memiliki minimal 7 anggota"
"7 anggota?" Ucap Cheng sembari menghitung jumlah mereka
"Saat ini kita hanya ada 6 orang, Aku, Nona Yuan, Kris , Wolf , Wen dan Kau Prades"
"Itu artinya kita kekurangan 1 orang lagi" Yuan menambahkan ucapan Cheng
"Bagaimana jika satunya orang dari kuil?" Ucap Wolf
"Tidak Sayang...
orang kuil itu belum tentu dia ingin bergabung dengan kita, mengingat apa yang mereka ucapkan di Aula tadi, mereka tidak perduli kepada Kris,"
"Mungkin kakek tua itu mau bergabung dengan kita?"
"Hem ... aku rasa tidak, Wolfku sayang, kakek tua itu tidak akan meninggalkan kuil itu, karena dia adalah kunci dari Kuil, jika dia meninggalkan kuil, maka kuil itu akan hancur dengan sendirinya" ucap Wen
"Bagaimana jika kita tunda pembuatan sekte ini?"
"Jangan , jika kita tunda saat kita melawan para Mafia itu, mereka harus tau bahwa kita dari Sekte Langit, sehingga popularitas Sekte ini naik, dan untuk mengembalikan semua anggota Sekte Langit sebelumnya menjadi sangat mudah"
"Ucapan Nona Yuan sangatlah benar, jika sekte ini tidak di buat sekarang juga, aku takut kita tidak memiliki kesempatan lainnya" Prades mengkerutkan keningnya
Mereka sangat kebingungan, tiba tiba ada lingkaran biru muncul dari sisi kanan mereka.
"Apakah kalian membutuhkan anggota baru?" Ucap seseorang yang keluar dari lingkaran itu
"Roy ! Itu benar kau" Wolf berlari melompat kearah Roy dan memeluknya
"Hai Kris" Ucap Roy
"Roy ... sedang apa kau kemari?"
"Aku diminta seseorang untuk membantumu saat ini, jadi aku dikirim kemari menggunakan portal" Roy tersenyum kepada Kris
"Apa itu Han? Bagaimana kabar nya? Dan bagaimana lukanya? Apa dia baik baik saja? Dimana dia? Apa dia tidak kemari?"
"Hey ...hey .. tenglah, Aku kemari hanya sendiri, dia tidak ikut, untuk saat ini dia sudah sadarkan diri, mengingat tubuhnya yang belum siap akan kekuatannya, butuh waktu untuk dia sembuh dari Tapak Kematianmu, namun kau tidak perlu khawatir dia selalu bersamamu tanpa kau ketahui"
"Haannn ...."
"Kris , lupakan kejadian itu, dia menitipkan pesan untukmu, kau harus berhati hati saat melangkah, mulailah memikirkan langkahmu dengan sangat matang, jangan gegabah saat kau menentukan sesuatu, saat waktunya tiba, dia sendirilah yang akan menemuimu, jadi kumohon fokuslah pada apa yang ingin kau lakukan saat ini, nah Kris itulah isi pesan darinya"
"Sayangku.. kau kemari hanya untuk menyampaikan itu?"
"Wohooooo Wen, benarkah itu kau? Aku hanya mendengar bangkitnya kamu dari Lola,"
"Benar sayangku.. aku bersyukur Master membebaskanku mengingat dosa yang telah aku lakukan dulu"
"Sudah sudah .. reuni nya kita tunda saat ini, aku dengar kalian membutuhkan orang tambahan? Apakah aku bisa menjadi orang itu?" Ucap Roy kearah Kris
__ADS_1
"Benar , kami kekurangan orang untuk membuat sekte serta meminta restu pada Langit, akan dapat menjaga Sekte ini dengan baik nanti"
"Emh.. bukankah kau Prades yang aku dan Han temui dulu saat kami tersesat di Soka dan kau juga yang telah menbantu kami untuk kembali ke ILOS"
"Tebakan mu benar, Yooooo... apa kabarmu Sob?" Prades berjabat tangan dengan Roy
"Nah Prades coba katakan apakah yang akan kita lakukan saat ini karena melihat jumlah kita sudah cukup 7 kandidat"
"Kita harus membuat lingkaran, letakkan semua senjata kalian di atas lantai,"
Mereka kini membuat sebuah lingkaran, yang memiliki senjata di sana hanyalah Kris seorang, Kris meletakkan Pedangnya di tengah tengah mereka, saat itu juga mereka saling berpegang tangan satu sama lain.
"Langit ! Hari ini kami ingin membuat sebuah sekte mengatas namakan Langit, dimana Langit itu sangat luas, kami ingin sekte ini meluas seperti langit, kekuatan Langit juga sangat hebat maka jadikanlah Sekte kami sekte yang berdiri di jalan kebenaran"
Prades mengulang ucapannya sebanyak 7Kali, tiba tiba pedang Kris melayang, itu artinya keinginan mereka telah di kabulkan dengan bagitu Sekte Langit sudah terbentuk.
"Saat ini kita harus memiliki pemimpin Sekte" ucap Prades
"Bagaimana jika Kris yang menjadi ketuanya, mengingat dia adalah putri dari ketua sebelumnya" ucap Prades
"Kami setuju" semua orang di sana mengeluarkan pedapat mereka
"Namun sayangku... jika orang luar tau bahwa pemimpin Sekte ini adalah Wanita, maka Kita akan selalu menjadi sasaran empuk mereka"
"Bagaimana jika Kris menyamar sebagai laki laki, maka itu tidak perlu ditakutkan bukan?" Ucap Roy
"Namun bagaimana itu terjadi?" Tanya Cheng
"Kris keluarkan Kangold mu" ucap Roy
"Kangold?"
"Ya keluarkanlah itu, lalu periksa kantongnya"
Krispun mengikuti arahan Roy, dan menemukan sebuah topeng hitam milik Han di dalam KanGold itu"
"Topeng ini?" Ucap Kris
"Benar kau bisa menggunakan topeng itu, untuk menutupi identitasmu sehingga orang orang diluar sana tidak bisa mengenalimu dengan mudah"
"Itu artinya Kris hanya akan beraksi saat dia menggunakan topeng itu?" Ucap Wolf
"Benar Kris harus membuat nama samaran, dan berpakaian layaknya seorang Pria saat dia menggunakan Topeng itu, maka semuanya akan aman, Kris dapat melakukan apapun dengan keinginannya. Bagaimana? Ide itu cukup menarik bukan?"
"Hem .. benar juga, kita bisa menggunakan itu!" Ucap Prades dan semua orang disana setuju
"Baiklah masalah kalian kini sudah terpecahkan kita juga sudah menjadi anggota Sekte Langit, selamat untuk kalian semua, dan satu lagi ada hal yang harus aku sampaikan"
"Apa itu Roy?" Tanya Kris
"Seharusnya kalian tetap Di Kuil dan tidak pergi meningalkan kuil itu"
"Apa ada yang terjadi disana?" Tanya Cheng
"Paman, Kuil saat ini sedang di bantai oleh Xiosi dan pengikutnya"
"Apa?" Mereka semua kaget
"Kita harus bergegas kesana" ucap Kris
"Saat kalian tiba disana, kalian pasti terlambat"
"Apa yang seharusnya kami lakukan?" Tanya Yuan
"Aku akan membantu kalian agar tiba disana tepat waktu, aku hanya bisa menggunakan Portal menuju kuil, namun aku tidak bisa lama, aku harus pulang, itu yang di perintahkan Han padaku"
"Lagi lagi master membantu kita" Ucap Wolf menatap Kris
"Sudahlah ayo bergegas jika tidak Kakekmu akan mati"
Roy membuka portalnya, lingkaran biru telah terlihat, Mendengar Raykudo akan mati mereka bergegas berjalan memasuki portal tanpa takut, dan benar ! Hanya hitungan detik mereka telah berada di dalam kuil, keadaan disana sangatlah kacau, semua bangunan hancur tak bersisa , banyak mayat yang tergeletak di lantai,
"Maafkan aku, aku tidak bisa membantu kalian, semoga kalian berhasil" ucap Roy
yang berpamitan pergi lalu menghilang kedalam portal
__ADS_1
"Terimakasih Roy, terimakasih Han" ucap Kris dalam hati
*******