HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 28


__ADS_3

Sore itu sangat menyedihkan bagi Han, karena harus bertarung dengan orang yang dia Cintai,


"Mengapa kau membantunya untuk membunuh Orang tuaku !" Teriak Kris sambil menghajar Han tanpa ampun,


"Sudah cukup hentikan Kris ! Kau harus mendengarkanku !" Teriak Han sambil menangkis semua pukulan Kris


Pukulan yang Kris keluarkan dapat menghancurkan tebing tebing batu disekitar mereka, mereka bertarung di tanah terbuka di dekat danau yang luas, suara air terjun yang deras, awan yang pekat dan angin yang berhembus kencang menjadi saksi akan pertarungan mereka.


Kris mengeluarkan pedang Blue sword slayer, dia memegang pedang itu dengan kemarahan, aliran tenaga dalamnya mengalir hingga keujung pedang hingga membuat pedang itu semakin tajam.


Han yang melihat itu bersiap untuk menghalaunya, "aku tidak mungkin membalasmu Kris" ucap Han dalam hati


Kris menangis dan berteriak sekencang kencangnya, dan mengayunkan Blue Sword Slayer kearah Han


"Sial ! Ini jurus tebasan Langit !" Gumam Han


Han segera menahan jurus itu dengan menyialngkan kedua tangannya,


"Kreeettaaaaaaaaaakkkk .... Braaaakkkkkk"


sebuah bukit yang berdiri gagah di belakang Han hancur seketika, air yang tadinya tenang bergoyang hebat,


"Hoooooaaakkkkk"


Han yang tidak kuat menahan kekuatan itu kini terpental jauh,


Kris berlari dengan begitu cepat kearah Han, dan mengayunkan kembali pedangnya .


pedang itu mengeluarkan angin yang berbentuk seperti Ribuan pisau kecil yang sangat tajam !


"Menarilah Blue sword Slayer" teriak Kris


"Oh Sial" guamam Han


Ribuan pisau itu mengarah ke arah Han dengan sangat Cepat, Han yang melihat itu segera menarik nafasnya, dia menarik kaki kanannya ke arah belakang dan mengepalkan kedua tangannya, batu batu kecil yang berterbangan disampingnya kini mengeluarkan kilat yang menyambar, kilatan itu kini saling terikat satu sama lain dan membentuk sebuah jaring yang padat


"Jaring halilintar" teriak Han


Jurus yang Han keluarkan kini menghalau ribuan pisau Kris, pisau itu menghantam batu batu kecil dan terbias karena kilatan petir yang menyambar..


"Tapak Kematian"


Ucap Kris yang tiba tiba muncul di hadapan Han. Tangan Kris telah mengenai dada Han,


Hanpun terpental kembali kali ini dia terlempar cukup jauh hinga tubuhnya membentur tanah berulang kali.


Han kini terbaring dengan luka yang sangat parah, "Kau berniat membunuhku Kris" ucap Han dalam Hati


Kris berjalan mendekati Han, Han yang melihat Kris mendekat tersenyum


"Tapak Kematian ! tidak aku sangka kau akan menggunakan jurus itu kepadaku, selama ini aku hanya melihat kau menggunakannya kepada orang lain, dan kini aku merasakannya sendiri" ucap Han pelan


"Hoooooeeeekkkk"


darah yang kental keluar dari mulut Han, dia mencoba untuk duduk,


Kris yang mendekat ke arahnya kini mengangkat pedangnya kembali.


"Kris ! "


"kau bergerak tanpa rasa ragu, kau ingin membunuhku hanya karena ucapan seseorang yang belum tentu benar !" Teriak Han


"Han, kau tak mengerti rasa sakit yang aku rasakan ! Aku kehilangan orang yang mencintaiku, mereka dibunuh di hadapanku, dan yang lebih menyakitkannya lagi, kau yang aku cintai ikut andil dalam pembunuhan itu !"


Saat Han mencoba untuk berdiri, darah yang cukup banyak keluar kembali dari mulutnya


"Hooooeeeekkkkkk.... uhuukkk uhukkk"


Han terlihat kacau, dia tidak mampu untuk berdiri dan dia hanya bisa menahan tubuhnya dengan satu kaki yang dia tekuk kebelakang dan kaki yang lainnya menopang tubuhnya, dia duduk diatas kakinya, dengkulnya yang menyentuh tanah terasa perih akibat luka sayatan ribuan pisau kris.


"Kris kau tidak pernah salah dalam mengambil tindakan, tapi kini kau telah salah dalam melangkah." Ucap Han sambil menahan sakitnya


"Kau menghianatiku Han !" Kris berteriak kencang dan terduduk didepan Han yang terluka parah

__ADS_1


"Penghianatan ? hatimu telah dikuasai dendam, hingga apapun yang orang lain ucapkan padamu tentang mereka yang membunuh orang tuamu , kau akan mempercayai mereka dengan sepenuh hati, hingga kau lupa untuk menyaring setiap kata yang keluar dari orang lain"


"Sudah cukup ! Aku tidak ingin mendengar ocehanmu !" Kris berteriak, air matanya menetes membasahi pipinya


"Kris, aku mencintaimu lebih dari siapapun, orang yang kau kenal tadi , dia adalah putra satu satunya Kai,"


Mendengar itu Krispun kaget, kedua matanya melotot, dan jantungnya kembali berdetak kencang


"Omong kosong!"


"Kris, Aku mengenal Ayahnya, belasan tahun yang lalu saat aku berumur 5tahun, Kai datang dengan semua anak buahnya kerumahku, dia juga membawa anak laki lakinya Xiosi, dia mengatakan hal yang saat itu belum aku pahami, dia ingin mengambil alih Kota Soka yang saat itu sedang dipimpin oleh Ayahmu Halemos, aku kenal baik Ayahmu.


Ayahmu adalah sahabat karib Ayahku, Kai meminta bantuan ayahku namun dia menolak permintaan itu, Kai bilang bahwa dia memiliki pedang Shadow, dia juga mengatakan bahwa pedang itu di temukan di kuburan pedang, saat itu dia menyusup masuk ke kuil Dubalo, dan menghancurkan sebagian kuil disana, sedangkan Rantai emas itu , dia mencurinya dari Ayahku, Kai dan anggotanya membuat kekacauan yang sangat hebat di rumahku, namun mereka berhasil kabur, melihat itu Ayahku murka, ayahku segera menelpon Ayahmu, tepat dimana hari Ayahmu mati.


Ayahmu masih ingin mempertahankan kota Soka, dia tidak percaya bahwa Kai menghianatinya, sehingga dia mengabaikan ucapan Ayahku,


saat mendengar Ayah dan Ibumu dibunuh ayahku mengirimkan anak buahnya ke Soka, untuk melihat keadaan disana, sayangnya mereka tidak bertemu denganmu, mereka hanya bertemu dengan anak laki laki bernama Renjo, Renjopun menceritakan semua kejadian disana. Aku mendengarnya sendiri dengan telingaku,


Kris ! aku tidak akan pernah menghianatimu,"


Kris yang mendengar itu menangis sekuatnya, "Han" ucap Kris Lirih


"Kau boleh tidak mempercayai aku, aku tidak akan memaksamu, namun Xiosi telah menghianatimu dan menghianati Dubalo, Mungkin dia ingin membalas dendamnya, karena Ayahnya telah mati"


"Maksudmu? Siapa yang telah mati? Apakah itu Kai?"


"Ya.. saat aku melihatmu terluka di gang sempit malam itu, aku tidak bisa menahan amarahku, aku berhadapan langsung dengan Kai, aku tau saat itu kekuatanmu belum kembali sepenuhnya , karena rasa sakitku melihat kau yang tidak berdaya aku lalu membunuhnya, aku memisahkan kepala Kai dari tubuhnya, aku mendengar suara seseorang mencarimu, dan aku melihat Cheng, aku meletakkan kepala Kai tepat di sampingmu lalu aku segera bersembunyi"


"Kau yang menolongku malam itu?" Ucap Kris


"Huaaaakkkkk"


Darah kembali keluar dari mulut Han, wajahnya pucat, bibirnya membiru, tubuhnya bergetar hebat,


Meski begitu, Han mencoba untuk bangun. Dia berjalan tertatih ke arah Kris, dan duduk di hadapannya


Han memegang pedang Kris,


"Saatnya aku melepaskanmu"


"Apa kabarmu Yuan?" Ucap Han


Kris yang melihat itu segera berdiri, "Yuan?" Ucap Kris


"Oh kau pemilik pedang itu kan?" Ucap Yuan ke arah Kris


"Dan siapa laki laki ini , sepertinya dia sekarat" Yuan tersenyum kearah Han


Han yang menahan sakitnya hanya terduduk menundukkan mukanya.


"Yuan aku ingin bicara denganmu sebentar" Ucap Han


Tiba tiba mereka berdua berada di sebuah taman yang indah dengan pemandangan bunga bunga yang bermekaran, air terjun yang tinggi , suara rintikan air yang jatuh terdengar sangat jelas.


"Dimana ini?" Ucap Yuan


"Kau kini di dalam lautan jiwa kesadaranku, aku juga telah memanggil yang lainnya kemari"


tiba tiba Cheng , Nano, Wolf , dan Wen sang Naga ada disana.


"Master" ucap mereka saat melihat Han yang sekarat


"Master apa yang terjadi," Wolf mendekati Han dan menyentuh tubuh Han yang lemah,


"Ah ini ! Kau terkena jurus Tapak kematian" ucap Wolf


Nano dan Cheng kaget "bukankah ini jurus Kris? Apa dia yang melakukannya" ucap Cheng


Han tersenyum, "Cheng, Wolf , Nano, tolong mendekatlah, letakkan tangan kalian di atas kepalaku"


Merekapun segera melakukan apa yang diminta oleh Han, tanpa banyak bicara


"yuan letakkan juga Naga itu kepadaku," Han melirik Wen yang berada disamping kaki Yuan

__ADS_1


Yuanpun mengambilnya dan meletakkan Wen seperti yang Han minta


Sebuah Cahaya terang jatuh ke atas mereka, tubuh Han mengeluarkan Asap hitam pekat, dia mengerang kesakitan,


"Bagaimana ini terjadi padamu Master?"


"Nano, kekuatanku belum kembali seutuhnya, sedangkan Kris memiliki kekuatan surgawinya, aku tidak mungkin membalas apa yang dia layangkan ke arahku"


"Kau sungguh mencintainya" ucap Cheng


"Aku tau dia hanya di belenggu kemarahan, kekalutan dan kesakitan, jiwanya terombang ambing akan dendam, penghianatan yang tidak bisa dia terima, jadi jangan membencinya"


Han menatap Yuan yang hanya diam berdiri mendengarkan


"Yuan, kini kau bisa sesukamu keluar dan kembali kepedang itu, namun tolong jagalah dia, kau juga Wolf, dan paman Cheng jangan memarahinya terlalu keras,"


"Master ku mohon jangan Mati !" Ucap Wolf , Nano dan Cheng mendengar itu langsung menangis


"Hahahaha aku tidak akan mati, Yuan aku akan menemukanmu dengan seseorang, jika kau menjaga dia dengan baik"


"Apa? Dari mana kau tau aku menunggu seseorang?"


"Aku tau, aku tidak bisa menceritakannya sekarang, kau lihat sendirikan keadaanku ! Aku berjanji akan menceritakan semua yang ingin kau ketahui saat kita bertemu lagi"


"Master , kau akan pergi?" Ucap Wolf


"Ya ! Roy sudah sembuh dari lukanya , mereka sedang menuju kemari"


"Cheng tolong temui Kris , kami berada di hutan dalam , tepat di sebelah kiri Akademi, jagalah dia untukku"


"Master, aku akan menjaganya, sudahlah Wolf ayo kita jemput Kris" ucap Cheng dan Wolf


Nano tiba tiba menatap Wen dengan tatapan kejam


"Nano, naga itu adalah Wen, kekuatannya sedang di tahan , sehingga dia kembali seperti bayi, kau tidak perlu takut !sebentar lagi dia akan kembali ke wujudnya"


"Apakah ini Naga yang aku bunuh?" Ucap Yuan


"Benar, Namanya Wen dia salah satu beast suci ku, saat dia turun ke bumi dia dimanfaatkan oleh para Iblis, sehingga dia hilang arah, maafkanlah dia"


"Aku sudah memaafkannya dulu saat aku melihat tangis air matanya, aku juga menyesal"


"Uruslah dia, kini dia menjadi penjaga Kris, apapun yang akan terjadi nanti kau harus membantunya, aku akan kembalikan kekuatanmu, mendekatlah"


Yuan berjalan kearah Han, Han mencoba untuk berdiri , dia memegang pundak Yuan dan mengucapkan mantra, tangannya dihentakkan ke arah kening Yuan, Sebuah bayang hitam yang melekat padanya tertarik keluar, dan menghilang karena cahaya.


"Kau bisa menggunakan kekuatanmu, jadilah lebih baik dari sebelumnya, jangan biarkan kau terhasut oleh Iblis" ucap Han


"Hoeeeekkkkk" Han kembali mengeluarkan darah, kini darahnya semakin banyak,


Han kembali pada kesadaran awal, begitupun Yuan dan Nano, Yuan yang mengendong Wen di tangannya menatap Han dengan matanya yang berkaca kaca,


"Hhaaaaannnnnnnnn" Lola dan Roy berlari kearah Han yang terduduk lemas di hadapan Kris


"Apa yang terjadi ! Apa yang kau lakukan pada Han !" Lola begitu murka terhadap Kris


"Lola cukup ! Ayo kita bawa Han pergi dari sini" Ucap Roy sambil menggendong Han yang terluka parah


"Han...." Lola bersedih, dia ingin membalaskan rasa sakit itu kepada Kris, namun dia tau bahwa Han tidak akan menyetujuinya,


"Han, kau bisa menggunakan Sihirmu?" Ucap Roy


"Ah, sepertinya aku bisa menggunakannya sedikit"


"Tak apa , aku dan Lola akan membantumu, jangan lupa bawa Nano bersama Kita" Roy yang mengendong Han mengeluarkan tenaga dalamnya, Lola pun segera memegang pundak Roy sambil menangis tertunduk pilu


Roy melihat Kris yang hanya meneteskan air matanya,


"Kris , jaga dirimu baik baik, aku tau ini bukan salahmu ataupun Han, berjuanglah, semoga takdir menyatukan kalian" Ucap Roy pada Kris


"Kris jangan kau lupakan , bahwa aku mencintaimu, hiduplah dengan baik, Aku selalu mencintaimu"


Kris yang mendengar itu berteriak kencang , "HAAAAAANNNNNNNNN" tangisnya pecah, dadanya terasa sesak, namun sayang, penyesalan tiada guna, Mereka telah pergi dari hadapan Kris.

__ADS_1


*******


__ADS_2