HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 25


__ADS_3

"Woooww ... disini sangat ramai ! Dengar cantik, kau tidak boleh melepaskan genggamanku sekalipun !" Ucap Han sambil memegang tangan Kris


Krispun mengangguk dan menguatkan pegangannya.


Mereka menikmati suasana taman hiburan, dan mencoba beberapa wahana seru yang ada disana..


"Lihat ! Boneka itu terlihat lucu," teriak Lola


"Ah harimau putih itu?" Tanya Roy


"Mirip seperti Pom, tapi aku suka yang disebelah sana, sikuda poni" tambah Kris


"Apa kau ingin mencoba mendapatkannya Roy?" Ucap Han


"Ayo kita kesana"


Mereka mendekati wahana itu,


"Silahkan tuan tuan jika mau mencoba permainan ini"


"Bagaimana caranya?" Ucap Han bertanya pada penjaga wahana


"Nah, ini sebuah senjata api yang pelurunya terbuat dari kayu, tuan silahkan menembakkannya tepat di angka itu, jika berhasil hadiahnya akan jatuh dan tuan dapat memilikinya"


"Emh... bukankah Kuda dan Harimau itu jarak tembak dari sini cukup jauh?" Ucap Roy


"Benar tuan, itu adalah boneka terbaik di ILOS, jika tuan beruntung tuan bisa mendapatkannya"


"Itu hal yang mudah, aku akan mencobanya,"


Han memberikan beberapa potongan perak ke penjaga wahana dan mengambil satu senjata api yang siap di tembakkan, Roy pun ikut mencobanya.


"Kau siap Roy?"


"Perihal ini aku ahlinya Han"


Keduanya sedang membidik sasaran mereka. Mereka menarik platuk dan menembakkan pelurunya.


"Klontaaannnggggg" mereka mengenai sasaran dan hadiahpun jatuh.


"Wah tuan tuan sangat hebat, sebentar aku akan mengambilkan hadiah itu untuk kalian"


"Kalian bisa menggunakan senjata api?" Tanya Kris pada Han dan Roy


"Tentu, aku dan Roy sering berlatih saat di barak bersama Ayah"


"Ya kalo hal begini kami bisa.." ucap Roy


"Apa kau juga bisa Lola?"


"Aku? Aku tidak bisa menggunakannya Kris, aku hanya bisa mengayunkan pedang he..he.."


"Sama seperti ku.." tambah Kris


"Tenang , nanti aku akan ajarkan kalian !" Ucap Roy


"Nah tuan ini hadiah kalian, apa kalian mau mencoba lagi?" Tanya penjaga Wahan


"Tidak terimakasih" ucap Roy


Mereka berjalan kembali mengitari Taman Huliburan dan membeli beberapa makanan ringan.


Mereka sangat bahagia terlihat dari senyuman satu sama lain, tawa yang lepas tanpa beban, kebahagiaan yang menyelimuti kedua pasangan itu.


"Han.. ini pertamanya bagiku pergi ke taman hiburan seperti ini" ucap Kris


"Kau suka?"


Kris mengangguk "Saat aku kecil aku hanya bermain di Kota Soka, dan setelah itu aku besar dan tumbuh di Kuil, yang aku tau hanya mengayunkan pedang, dan berlatih" ucap Kris


"Mulai sekarang aku akan mengajakmu kemanapun kau mau, ah iya.. aku membelikanmu ini" Han memberikan sebuah kotak kepada Kris


"Apa ini?" Ucap Kris

__ADS_1


"Bagaimana kau tau jika tidak membukannya, coba bukalah"


Kris membuka Kotak itu, dan isinya sebuah Handphone berwarna hitam pekat, yang saat ini sedang trend pada masanya.


"Ini Handphone?"


"Ya itu untukmu, coba aku pinjam." han mengambil handphone itu dari tangan Kris dan memasukkan Nomor nya disana


"Nah aku sudah menambahkan nomor telponku, juga nomor Lola dan Roy, kau bisa menghubungi kami jika menekan aplikasi ini, ini aplikasi chating, kau juga bisa mengirimkan suaramu kepadaku, caranya kau cukup tekan gambar mikrophone ini, lalu kirim, mau kau coba?" Han tersenyum


Kris segera mempraktekkan apa yang Han ucapkan diapun mengirimkan sebuat pesan suara dan chat..


Han membuka handphonenya dan mendengar pesan suara Kris


"Aku menyayangimu"


"Hahahha.. ini sangat menyenangkan" ucap Kris


"Nah simpanlah itu, jika batrai nya habis kau bisa mengisinya"


"Baiklah.. Emh, Han kemana Lola dan Roy"


"Ah mereka pasti jalan berdua, biarkan saja mereka"


"Coba lihat.. itu ! Bukankah itu ice cream?"


"Kau mau? Akan aku belikan"


"Aku mau , ayo kesana"


"Kau tunggu disini aku akan membawanya untukmu"


Han berlari membelikan Kris Ice cream yang dia inginkan.


"Kau suka rasa Vanila?"


"Kau masih mengingatnya..." ucap Kris


"Tentu , aku tau apa yang kau suka.."


"Mau mencobanya?" Han menyodorkan kepada Kris, Krispun mencicipinya hingga ice cream menempel di ujung bibir Kris,


Melihat itu Han tersenyum, dia mendekati Kris lalu mencium bibir Kris, di bawah terik matahari keduanya saling tersenyum.


"Apa kau ingin jalan lagi?"


"Han.. bisakah aku memelukmu?"


"Kenapa kau harus bertanya? Jika kau terus bertanya begini, aku akan meminta izinmu terlebih dahulu untuk menciummu lain kali"


"Bukan begitu, aku takut kau sedang tak ingin memelukku"


"Kemarilah, aku akan memelukmu sampai kau puas.. aku milikmu ! Kau tak perlu meminta izinku lagi, kau dengar?"


Kris mengangguk, Han yang memeluk Kris dengan penuh kasih sayang, kini menenangkan Kris


Mereka berdua kembali berjalan mengitari Taman Hiburan


"Ah Han, bukankah itu rumah peramal?"


"Kau percaya akan ramalan?"


"Tentu.. kau ingat kita pernah di ramal oleh Kakek Zuko saat di langit?"


"Ya .. karena ramalan itulah akhirnya kita menikah"


"Kau mau mencoba kesana?"


"Baiklah jika kau ingin mencobanya Kris, ayo kita kesana"


Han dan Kris berjalan kerumah sang peramal, tanpa rasa ragu keduanya duduk didepan peramal wanita yang mengenakan jubah hitam, dengan kedua matanya yang buta, bola sihir berwarna putih tepat dihadapan mereka


"Duduklah Nak"

__ADS_1


Han dan Krispun duduk, ada banyak pernak pernik sihir didalam ruangan itu


"Kalian?"


Sang penyihir langsung memegang kedua tangan mereka, badannya gemetar hebat, keringat membasahi tubuhnya, bola sihir yang tadinya putih bersih kini menjadi hitam pekat. tiba tiba angin bertiup kencang mengoyangkan seisi ruangan, Han dan Kris hanya terdiam duduk di hadapan peramal tanpa berkata apapun, bahkan mereka tidak peduli dengan badai angin yang datang di ruangan itu.


"Kalian pasangan yang abadi, ribuan tahun terpisah, merindukan satu sama lain, takdir ilahi tidak mengizinkan kalian bertemu namun sang lelaki tetap mencari sang wanita hingga mengitari semua penjuru bumi, membuat seisi langit menyanjung perjuangannya dan akhirnya kalian memilih untuk bersatu kembali didunia ini, sang Wanita akan melukai sang lelaki kalian akan terpisah, dendam yang begitu kuat akan merusak cinta kalian, sang lelaki akan mati di tangan sang wanita, langit bersedih hingga iblispun bangkit dari kegelapan. Ini malapetaka ! Malapetaka besar ! Malapetakaaaaaaaaa....."


"Whuuuuuusshhhh" badai angin tiba tiba menghilang.


Mendengar itu Han dan Krispun terkejut, Han melihat kearah Kris, dan menyadari bahwa Kris memeliki dendam dengan seseorang, dan yang paling dia takutkan adalah kehilangan Kris.


"Kalian berdua berhati hatilah saat mengambil tindakan" ucap Peramal


"Aku tidak akan meninggalkan Han, bagaimana aku bisa membunuhnya?" Ucap Kris marah


"Aku tau rasa cintamu, namun langkahmu yang menentukan semuanya, Nak berhati hatilah keputusanmu menentukan akhir cinta kalian"


sang Peramal memegang tangan Kris dengan erat.


Kris menoleh kearah Han, dia memeluk Han sangat erat. Tangisnya tumpah dalam pelukan "aku tidak ingin kehilanganmu , bahkan jauh darimu, bagaimana aku bisa membunuhmu" Kris menangis tiada henti


"Tenanglah, itu hanya ramalan, ayo kita keluar dari sini" Han membawa Kris berjalan Keluar, sebuah pesan telepati terdengar di telinganya


"Nak..menjauhlah darinya, jika tidak kematianmu akan sangat menyakitkan, jika sang iblis bangkit dunia akan hancur,"


Han langsung menjawabnya "Cintaku lebih besar dari dendamnya"


"Nak...


cintamu tidak berarti apapun, saat hati manusia menjadi gelap, kasih sayang dan cinta akan terabaikan, bahkan tak peduli berapa besar kenangan kalian saat berdua, semua akan musnah, dan waktunya hanya sebentar"


"Terimakasih Nek, aku akan baik baik saja"


Han dan Kris berjalan menjauh dari rumah sang peramal.


"Han ...." Kris masih menangis tersedu sedu


"Sayang.. kita akan baik baik saja, aku tau kau sangat mencintaiku, akupun demikian, namun jika membunuhku membuatmu tenang, aku akan rela mati untukmu"


"Apa yang kau katakan ! Aku tidak akan melakukan itu, aku tidak akan melakukannya!"


Mendengar hal itu Han tersenyum dan memeluk Kris "aku percaya kepadamu"


"Dari mana saja kalian?" Sebuah suara tiba di antara mereka.


"Ah Lola, Roy"


"Han kenapa Kris menangis?" Tanya Roy


"Tidak, dia hanya ketakutan saat menaiki wahana role coster"


"Kalian menaiki itu? Bukan kah itu sangat tinggi !" Ucap Lola


"Harusnya kau tak mengajaknya kesana Han"


"Ya .. aku salah"


"Kris, kau tak apa?" Ucap Lola


Kris segera menghapus air matanya dan kembali tersenyum, "aku tidak apa-apa Lola, aku hanya takut"


"Huh ! Maafkan dia Kris, dia pasti memaksamu ? Han dasar kau ini !" Lola memukul Han habis habisan


"Sudah Lola, dia tidak bersalah.. aku tidak apa-apa"


"Baiklah, hari mulai gelap, ayo kita kembali" ucap Lola


Mereka berjalan kembali kerumah,


"Han, Apa kau akan tidur denganku malam ini?" Tanya Kris


"Tentu, aku akan bersamamu selalu dan selamanya"

__ADS_1


Kris tersenyum dan tidak melepaskan genggamannya.


*********


__ADS_2