
Kini langit mulai menghitam, ribuan bintang bersinar menemani rembulan yang enggan sendirian..
Sayup terdengar deraian angin, suara keheningan menyelimuti bumi dengan irama jangkrik yang begitu nyaring seperti melantunkan nada irama nostalgia.
Semua orang tertidur pulas, dan bermimpi ..
entah mereka bermimpi satu sama lain atau memimpikan sesuatu yang berbeda..
Han yang tidak bisa terlelap berjalan keluar kamarnya, dia mengendap endap berjalan pelan takut membangunkan seisi rumah.
Langkah kakinya yang tiada suara meniti lantai menghindari Wolf dan Nano yang tertidur dihalaman rumah sambil memeluk satu sama lain.
"Kriiiissss...." Bisik Han didepan pintu kamar Kris
"Ini aku , tolong buka pintunya.."
Han tidak mendengar apapun hanya ada Keheningan dari kamar Kris,
Waktu menunjukkan tengah malam. Han terus berusaha membangunkan Kris dari luar kamarnya.
Han mendengar suara langkah, benar saja ! Kris membuka pintu kamarnya..
"Sedang apa kau malam-malam begini?" Tanya Kris
"Ah.. anu ... aku tidak bisa tertidur" jawab Han
Kris berjalan masuk kembali dengan keadaan pintunya yang terbuka, Kris menoleh ke arah Han..
"Kau ingin berdiri saja disana? Masuklah, aku tau kebiasaanmu yang susah terlelap.." Ucap Kris
Han tersenyum, dan berjalan masuk. Dia menutup pintunya dengan sangat pelan, bahkan tidak lupa untuk menguncinya, dia melihat Kris dengan piyamanya sudah naik keatas tempat tidurnya sambil berlindung dibawah selimutnya yang tebal.
"Emmmhh Kris ..." ucap Han
Kris yang memejamkan matanya kini melirik ke arah Han, dia membentangkan tangannya "kemarilah" ucapnya pelan.
Han segera berlari dan naik ke atas tempat tidur Kris , diapun ikut bersembunyi di bawah selimutnya yang tebal.
Kris memeluk Han dengan lembut sambil mengelus rambut Han,
Han yang sudah berada dalam pelukan Kris kini terlihat begitu tenang..
"Kau ini ! bagaimana kau bisa tidur selama ini tanpa ada aku?" Ucap Kris dengan matanya yang masih terpejam
"Emh.. aku tidak pernah telelap lama, meski aku berusaha mataku hanya bisa terpejam satu atau dua jam saja"
Kris mencium kening Han "sekarang tidurlah dengan nyenyak, aku bersamamu" ucap Kris
Kris melantunkan lagu yang sangat merdu sambil memeluk dan mengelus kepala Han. Meski matanya terpejam dia tetap melakukannya..
"Jika malam dan keheningan datang
dan itu membuatmu resah,
aku akan memelukmu..
aku akan menenangkanmu..
Biarkan matamu terpejam,
hingga penatmu berlalu.....
Cobalah untuk bermimpi,
Mendengar itu Han menyambung syair lagu yang di lantunkan Kris,
"Jangangan lepas pelukanku..
ku tak ingin kau jauh..
Bersama kita ke alam mimpi..
terlelap hingga terik pagi.."
Kris pun tersenyum dia membuka matanya lalu menatap Han.
"Kau masih mengingatnya?"
"Bagaimana aku lupa, sedangkan irama lagu itu selalu menemani malamku"
__ADS_1
"Kau ini...."
Han menatap Kris dengan sangat dalam.. "Kris , di kehidupan ini apakah kau masih ingin menjadi milikku?"
"Hanku sayang, meski dulu kita pernah berpisah, namun aku tau kau masih mencintaiku sama seperti sebelumnya, akupun demikian, aku hanya akan menjadi milikmu, seutuhnya dan selamanya."
Keduanya terbalut dengan kehangatan dan kasih sayang, Han mencium bibir Kris dengan lembut, Krispun terhanyut akan sentuhan bibir Han, jemari Han yang bermain di sekujur tubuhnya tak bisa terelakkan, kenangan mereka ribuan tahun yang lalu terulang kembali malam itu, kerinduan satu sama lain kini membuat mereka tenggelam bersama, deguban jantung Han dan Kris saling beradu, hingga malam yang sunyi sepi dan dingin membuat mereka sangat bergairah, hingga keduanya tertidur lelap tanpa busana , hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
Suara burung yang bernyanyi menyambut pagi telah tiba..
sinar cahaya matahari yang masuk dari lubang kecil jendela kamar Kris telah membangunkan Kris dari tidurnya, dia menatap Han yang sedang tertidur di atas tangannya sambil memeluk tubuh Kris dengan penuh kasih sayang, Kris tersenyum dan mencium kening Han.
Dengan sangat pelan Kris melepaskan tangan Han dari tubuhnya, dia mencoba sebaik mungkin untuk tidak mengeluarkan suara agar Han tidak terbangun olehnya, dia segera mengambil piyamanya dan menggunkannya kembali.
Kris berjalan kearah kamar mandi, dia membasuh tubuhnya dan ketika sudah selesai mandi dia berjalan keluar kamar sambil mengeringkan rambutnya yang terurai panjang dengan balutan handuk yang tebal,
Kris mendengar kegaduhan dari luar kamarnya, dia berjalan keluar dan melihat Roy yang sedang mencari sesuatu.
Roy segera menghampiri Kris yang baru saja keluar dari kamarnya "Apa Kau melihat Han?"
Kris mengangguk "Dia dikamarku" Ucap Kris
"Huuuuhhhh ! Anak itu , aku kira dia menghilang, Lola sedang mencarinya kesana kemari dan sengaja tidak berteriak karena takut membangunkanmu" ucap Roy
"Kris ..... kau melihat Han?" Lola yang tiba segera bertanya kepada Kris dengan raut wajah yang pucat.
"Dia ada dikamarku, sekarang dia masih tertidur sangan pulas, ada apa Lola? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Kris
"Aku pikir dia menghilang, aku takut sekali.. apakah kalian telah melakukan itu????" Tanya Lola
"Aku harus membangunkan dia" ucap Roy
"Tunggu !! Sepertinya kau tidak perlu masuk Roy" tahan Kris
"Apakah dia tidur dengan telanjang?" Ucap Roy kesal
"Iya" Kris menjawabnya dengan pelan
"Kalian ini, yasudah sebaiknya kau membangunkan dia sekarang," Roy berdiri sambil menunggu Kris membangunkan Han
Kris yang kembali kekamarnya duduk menatap Han yang masih tidur sangat lelap, Kris menyentuh pipi Han dengan hangat, karena sentuhan itu Hanpun terbangun..
"Apakah aku membangunkanmu?" Tanya Kris
Han meraih tangan Kris lalu menciumnya "Apa kau ingin aku tetap tertidur?" Han memeluk Kris
Mereka kembali berciuman, Han mengulang kejadian semalam, jemarinya mulai kembali menari kembali ditubuh Kris, "ah ....! Han, berhenti ! " Kris menghentikan Han
"Maafkan aku sayang, kita tidak bisa melakukannya sekarang,... kau sedang ditunggu Roy dan Lola di depan kamar" Kris tersenyum dengan manis
"Apaaaaa??? Lola? Apa mereka tau aku disini?" Ucap Han
Kris mengangguk "bahkan mereka tau kau tidak menggunakan Baju saat ini" ucap Kris sambil tertawa kecil
"Huh..!" Han segera mengenakan pakaiannya, dia mencium kening Kris dan berkata "Kau milikku satu satunya dan selamanya akan menjadi milikku"
"Aku tau , aku memang milikmu selamanya, aku mencintaimu karena kau suamiku" Ucap Kris
"Bagaimana kau bisa semanis ini?" Han tertawa dengan muka nya yang memerah
"Hahhaah.. ayo kita keluar, mereka menunggumu"
Han menggandeng tangan Kris, mereka berdua berjalan keluar.
"Kau? Bagaimana bisa kau tidur dikamar Kris?" Tanya Roy
"Aku menggunakan kakiku lah...dan dia istriku ! ada apa kenapa kalian mencariku?"
"Kapan kalian menikah ! Aduhaaaiki .. Han.. kau dan Kris saat ini bukanlah suami istri, kalian belum boleh melakukan hal itu" ucap Lola
"Maafkan aku Lola" ucap Kris
"Sudahlah, lagipula kalian sudah dewasa, aku ingin mengajak kalian keluar hari ini, katanya di pusat kota ILOS ada banyak makanan dan taman hiburan disana"
"Apa kau ingin kesana?" Tanya Han
"Ya .. ! Ayo Kris , ganti bajumu kita hari ini harus bersenang senang" Lola menarik tangan Kris kekamarnya
"Han... apa malammu menyenangkan?" Ejek Roy
__ADS_1
"Sangat menyenangkan, aku mengingat semua yang pernah aku lakukan bersama Kris, rasanya aku tidak ingin semuanya berlalu" ucap Han dengan tersenyum
"Andaikan aku bisa melepaskan semua kerinduanku pada Lola... ah sudahlah ! Kau segeralah mandi , kita akan bermain"
"Roy maukah kau membantuku?" Tanya Han
"Apa itu, aku pasti membantumu" ucap Roy
"Rambutku sudah panjang, aku ingin memotongnya hingga pendek sekali, bukankah kau bisa menggunting rambutku?"
"Itu perihal mudah, ayo ikut aku kita akan potong rambutmu,"
Han berjalan bersama Roy menuju kamarnya, Roy pun kini disibukkan dengan memotong rambut Han, sedangkan Kris dan Lola disibukkan dengan berdandan di kamar Kris
"Nah sekarang rambutmu sudah pendek, segeralah mandi , aku akan membangunkan Paman Cheng dulu" Roy berjalan meninggalkan Han, dan Hanpun kembali kekamarnya untuk mandi.
"Kris, aku tau kau sangat mencintai Han, tolong , cintailah dia selamanya, karena aku tau dihatinya hanya ada namamu" ucap Lola pada Kris
"Lola .. aku tau, aku juga tidak ingin jauh darinya, bagiku saat ini dialah segalanya, aku akan mencintainya lebih dari rasa cintanya padaku, aku juga tidak ingin kehilangan dia seperti ribuan tahun yang lalu, aku juga tidak ingin kehilangan kalian"
Lola dan Kris kini saling memeluk satu sama lain ...
Roy yang sudah selesai lebih dulu menunggu mereka di ruang tamu, tak lama kemudian Lola dan Kris keluar dari kamarnya "Wooooowwww.... !! kalian berdua sangat cantik... sepertinya aku dan Han akan sangat sibuk menjaga kalian" ucap Roy sambil tersenyum
"Dimana Han?" Tanya Kris
"Dia sedang mandi, Han pasti sangat terkejut melihat tampilanmu hari ini Kris !"
"Tentu, aku mendandani dia dengan ekstra hati-hati... dan jangan kan Han semua orang akan terpana olehnya" ucap Lola
Tak lama kemudian Hanpun keluar dari kamarnya...
"Han....???? Kau memotong rambutmu?" Teriak Kris
"Wohoooooo.... siapa ini? Kau sangat cantik Kris, aku tau ini pasti ulahnya Lola?" Han menatap Lola
"Ah tentu..."
"Jangan memalingkan pembicaraan, aku sedang bertanya kenapa kau potong rambutmu?" Ucap Kris
"Eh.... apa kau tidak menyukainya Kris?" Tanya Han
"Aku hanya bertanya, Aku suka.. bahkan lebih suka yang saat ini, kau telihat lebih rapi dan tampan" Kris merangkul tangan Han
"Kau juga sangat cantik.."
"Bagaimana kalau kita langsung berangkat?"
"Apakah paman Cheng akan ikut?" Tanya Kris
"Oh paman tidak ingin ikut katanya dia ingin menjaga rumah" ucap Roy
"Oh ya aku lupa, Ayah mengirimi kita sebuah Mobil, jadi kalian tidak perlu khawatir mau kemanapun saat ini" Lola melemparkan kunci mobil kepada Roy
"Kapan Ayah memberimu itu?" Tanya Han
"Semalam Ayah menelpon, aku lupa memberi tahumu,"
"Ya sudah, ayo saatnya kita pergi nona nona.." ucap Han
Kris yang menggandeng tangan Han berjalan keluar rumah, begitupun dengan Lola dan Roy
"Ingat jangan jauh-jauh dariku nona cantik.. kau harus di sampingku terus seperti ini" ucap Han
"Baiklah.. aku tidak akan melepaskannya" ucap Kris sambil tersenyum.
******
Han Lee 19th
Kris Han 19th
San Lola 19th
__ADS_1
Roy 22th