HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 5


__ADS_3

Seorang kakek tua dengan keadaan mabuk masuk ke kamar kris, dia mendobrak pintu kamar dengan sangat keras,


"Helenaku yang malang ! Kenapa kau kini menjadi lemah, dan kau Halemos ! kenapa kau tidak bisa menjaga Helenaku dengan baik, kau tidak bisa di andalkan, kenapa kau tidak melawannya, kemana kekuatanmu itu Halemoooosss !!!"


Kakek tua itu menunjuk dan memaki ke arah foto Halemos dan Helena yang terpajang di dinding.


Kris yang sedang tertidur terbangun karena teriakannya.


"Hey kakek tua yang bodoh, kenapa kau berteriak ke arah foto ayah dan ibuku" ucap kris kesal


Kakek tua kaget dan segera membalikkan badannya.


"Kau gadis kecil nakal kenapa kau ada di kamar ini, kemari ! Kau berani meneriaki aku !" Kakek tua itu berjalan mendekati Kris dan menarik telinganya


Kris yang merasakan sakit, turun dari tempat tidurnya.


"Kakek tua bodoh ! Lepaskan , ini sakit,"


Kris memegang tangan Kakek itu dan mencoba melepaskan tangan sang kakek dari telinganya.


Cheng dan Li yang mendengar keributan dari kamar Kris bergegas sambil berlari kearah sumber suara,


"Master, tolong lepaskan dia, itu Kris putri Helena" Li berteriak


Cheng dan Li berdiri tepat didepan pintu, tangan sang kakek masih menjewer telinga kris


"Apa kau bilang? Putri?"


Kakek itu melepaskan tangannya, dan menatap Kris cukup lama.


"Aduhhhh , sakit ! Hey kakek tua bodoh, telingaku sangat sakit," Kris mengusap telinganya, dan terlihat daun telinga Kris yang memerah


"Hem, ambilkan aku kursi" ucap sang kakek


Cheng berlari mengambil kursi yang ada di kamar itu dan menaruhnya di dekat Masternya, diapun mempersilahkan masternya untuk duduk,


"Kemarilah cucuku, maafkan kakek tua yang bodoh ini" Ucapnya sambil memanggil Kris


"Aku tidak mau, kakek tua ! bau mu tak enak dicium" Ucap Kris ,


Cheng dan Li menahan tawanya,


"Bocah nakal, berani nya kau berbicara begitu kepada kakekmu ini" Ucap sang kakek


"Tapi Kakek siapa?" Tanya Kris


"Aku? Namaku Raykudo , aku juga kakekkmu, Halemos dan Helena sudah seperti anakku sendiri, aku lah yang membesarkan Ibumu, dan Kakekmu Soka dia sahabat karib ku"


"Kakek Raykudo? Aku pernah mendengar nama itu dari kakekku dan juga dari ayah ibuku"


Kris duduk di tempat tidurnya, dan menatap mata sang kakek


"Ternyata Kakek tak seperti yang dibicarakan mereka kepadaku,"


" Apa yang kamu tau tentang aku nak?" Tanya sang kakek


"Kakekku bilang Kakek Raykudo orangnya sangat kuat, dan pintar , ibuku juga bilang bahwa kakek sangat menyayanginya, tapi aku hanya melihat kakek tua yang bodoh yang sedang memegang botol minuman yang mengeluarkan aroma bau tak sedap, serta orang hebat mana yang memaki maki foto di dinding" ucap Kris sambil tertawa


Cheng dan Li mulai khawatir akan ucapan Kris, karena dia melihat raut wajah Masternya yang memerah menahan amarah.


"Master, jangan diambil hati itu hanya ucapan anak kecil" ucap Li yang mencoba menenangkan gurunya


"Paman, ucapan anak kecil lah yang sangat jujur" tambah Kris sambil tersenyum

__ADS_1


Kakek Ray yang hanya sedari tadi menundukkan kepalanya semakin memanas, dia mengepalkan tangannya karena menahan emosi


"Master, Kris hanya berbicara jujur, aku harap Master tidak mengambil hati dari setiap ucapannya" Ucap Cheng yang mencoba menenangkan emosi sang Master.


"Bocah nakal, kau tau ini arak ribuan tahun ! tak banyak orang yang bisa meminumnya, dan kau bocah ! Kau tau apa hah" Kakek Raykudo berdiri hendak memukulnya namun dia dipeluk oleh kedua muridnya


"Master tenanglah, ku mohon" ucap Li dan Cheng


Raykudo menghentikan geraknya, dia terpaku menatap kris yang terdiam menundukkan kepalanya, Cheng dan Li yang melihat raut wajah masternya langsung menoleh kearah Kris


"Kakek, terimakasih karena telah membesarkan Ibuku, dan terimakasih telah menyayanginya" ucap Kris sambil menundukkan kepalanya


Kesedihan Kris kembali, dia mengepalkan kedua tangannya.


"Aura ini, apakah anak ini sudah tumbuh, apakah karena dendam dihatinya yang memicu aura yang sangat mengerikan ini" gumam Raykudo


Cheng dan Li ikut merasakan aura yang terpancar dari tubuh Kris


"Cheng, Li, tutup pintu kamar ini, aku tak ingin ada yang mendengar dan melihat apa yang terjadi disini" ucap Raykudo


"Baik Master"


"Kris anakku, mulai saat ini aku yang akan melatihmu, hingga kelak kau bisa menjadi orang yang lebih kuat, dan kau bisa menentukan jalanmu sendiri" Ucap Raykudo


Kris mengangkat kepalanya, dan menatap Mata Raykudo dengan tatapan yang sangat tajam.


"Kakek, saat ini hatiku terasa panas, tubuhku terasa terbakar, rasanya semua perasaan ini akan meledak, entah apa yang aku pikirkan, semuanya membuat aku lelah" ucap Kris


"Cheng, duduk disini" Ucap Raykudo sambil berdiri, dia meletakkan botol araknya di atas meja dan dia berjalan ke arah kris,


Cheng segera duduk, diam tak banyak bertanya,


"Cheng pastikan kursi itu menempel pada dinding di belakangmu, Li kau menjauhlah, dan Anakku turun dari tempat tidurmu dan ikuti aku" Ucap Raykudo


Mereka mengikuti perintah Raykudo, tanpa bertanya sepatah katapun, termasuk Kris


Sebuah angin kencang melaju bersamaan dengan tinju yang dilayangkan oleh Raykudo ke arah target, Cheng yang menjadi target percobaan tertekan oleh angin dari tinjuan Raykudo, terlihat dari tiap helai rambut panjang serta jenggot putihnya yang melayang.


Kris tertegun dan tercengang melihat pukulan dahsyat dari Raykudo,


Cheng menghela nafas panjang, kini giliran Kris yang mencobanya.


"Cheng, apa kau takut?" Ucap Raykudo


"Master, tinjuanmu menghasilkan angin yang begitu dahsyat, beruntung muridmu ini tidak terluka"


"Pukulan anginku tak dapat melukai siapapun Cheng, tapi pedangku bisa menghasilkan angin yang mencabik apapun yang terkena anginnya, apa jarak ini sudah cukup jauh untuk Kris?"


"Jarak itu cukup untuknya, aku ragu pukulannya takkan menghasilkan angin sedikitpun" Ucap Cheng


"Kris kau bisa mundur sedikit kebelakang nak, Kakek takut pukulanmu akan melukai Pamanmu" ucap Raykudo


"Master jarak ini sudah cukup jauh, kenapa Kris harus mundur lagi" ucap Li


"Diamlah Li , dan perhatikan baik - baik" Jawab Raykudo sambil menentukan jarak Kris dan Cheng,


Untungnya Kamar yang di tempati Kris cukup luas , sehingga pas untuk mereka melakukan percobaan.


Jarak Kris dengan target (Cheng) berada di beberapa meter jauhnya, Krispun ragu bahwa dia tidak akan bisa melakukan apa yang sudah dilakukan Raykudo sebelumnya.


"Ada apa nak?" tanya Raykudo


"Kakek, tidakkah ini terlalu jauh" jawabnya

__ADS_1


"Kakek rasa, jarak ini pas untukmu" ucap Raykudo


"Master, apakah lebih baik Kris maju beberapa langkah lagi, jika jaraknya sejauh ini, angin yang dihasilkan tidak akan membuat sehelai rambut Cheng melayang?" Ucap Li


Raykudo hanya diam, dia meminta Kris melakukan apa yang di praktekannya tadi. Kris mengambil posisi dan mengikuti setiap arahan yang di intruksikan Raykudo kepadanya.


"Tegakkan badanmu, tarik nafas yang dalam Kris ! Tahan nafasmu , daannnn Lepaskan !!! "


" Whussssssssss"


Kris melepaskan pukulannya.


Terlihat sehelai rambut Cheng yang berada di depan wajahnya melayang terkena angin !


"Master, anginya tidak terlalu kencang namun mampu membuat sehelai rambutku melayang" Teriak Cheng


Raykudo berjalan mendekati Cheng yang masih duduk di atas kursinya, Raykudo menatap wajah Cheng sambil membungkukkan badan, dia diam sambil memperhatikan wajah Cheng


"Master ada apa?" Tanya Cheng


Raykudo mengusap kening Cheng dan menunjukkan sedikit darah segar yang ada di jari telunjuknya.


"Keningmu terluka, meski tidak teralulu panjang, namun itu cukup dalam, tidakkah kau bayangkan jika tadi jarak Kris dan kau cukup dekat, mungkin akan mengakibatkan luka robek yang panjang di dahimu" Ucap Raykudo


"Master apakah itu benar?" Tanya Cheng


Raykudo memberikan sedikit ludah ke jari telunjuknya dan mengoleskannya ke dahi cheng.


"Master ini terasa pedih"


"Itu artinya kau benar terluka, panjang lukanya hanya beberapa inci namun itu cukup dalam," ucap Raykudo


Kris dan Li hanya diam. melihat Raykudo dan Cheng yang sedang berbincang.


"Kris , kemari !" Teriak Raykudo


"Iya Kakek" Kris berjalan mendekat


"Kakek, maaf mengecewakanmu, sepertinya aku tidak mahir dalam pukulan" ucap Kris


"Kris, sebentar lagi sore hari, apakah kau tidak mau mengunjungi taman apel yang ada di sebelah kanan kuil ini?" Ucap Raykudo sambil tersenyum


"Hah? Apakah disini pohon apel sudah berbuah?"


"Kau tidak akan tau, jika tidak melihatnya, cobalah keluar dan berjalan - jalanlah"


"Kakek apakah aku boleh memetik buah apel itu?"


"Ambillah sesukamu, namun jika hari mulai gelap, kembalilah"


"Baik Kakek"


Kris berjalan keluar dari kamarnya dan berlari menuju taman yang penuh dengan tanaman buah apel.


"Master apa yang terjadi?" Tanya Li


"Lihatlah Li, keningku terluka" jawab Cheng menunjukkan keningnya


"Apakah lukamu ini karena pukulan angin dari Kris?"


Cheng mengangguk


"Cheng, Li . Anak itu memiliki bakat, dia terlahir dengan kepintaran yang luar biasa, dan Aura dari tubuhnya menyimpan sesuatu, namun aku belum mengetahui apa yang ada di dirinya, takdirnya mengirim dia kemari, kalian berdua cukup mengawasinya, Aku sendirilah yang akan mengajarinya"

__ADS_1


"Baik Master"


******


__ADS_2