HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 14


__ADS_3

Aungan monster itu membuat Kris yang berada didalam tambang gemetar, meski begitu dia mencoba untuk kembali berani dan mendekati suara itu.


Kris berjalan perlahan dengan perasaan was-was, dia menyeret kakinya dan berjalan sambil memegangi dinding tambang.


"Hei bocah, berani beraninya kau memasuki tambang hingga dasarnya, apakah kau tidak takut? Jika kau melangkah lebih jauh aku pastikan tubuhmu akan aku cabik-cabik, dan kau akan menjadi santapan luar biasaku Hahahaha" Monster itu tertawa, suara tawanya menggelegar semakin menyeramkan


Aungan kuat kembali terjadi , Kris terus memantapkan dirinya menghampiri suara dan bayangan menyeramkan itu, saat Kris tiba tepat dihadapan bayangan sang monster dia melihat seekor hewan dengan taring yang sangat tajam, tubuhnya sangat besar bahkan kepalanya menyentuh langit-langit tambang, monster itu berbulu lebat warnanya putih bersih, matanya yang merah serta taringnya yang keluar membuat dia semakin menakutkan, mata merah monster itu kini sedang menatap mata Kris yang juga menatapnya.


Saat kedua mata mereka bertemu tiba tiba tubuh hewan itu menyusut hingga seukuran seperti anak anjing yang berumur 5bulan.


Kris yang tadinya ketakutan kini kembali tanang. Dia menghela nafas yang panjang.


"Apakah kau ingin menakutiku!" Ucap Kris


"Apa? Sejak kapan kau disini!" Jawabnya


"Aku kira kau binatang buas, namun nyatanya hanya anak anjing yang sedang bermimpi untuk menjadi Monster." Ejek Kris


"Aku ini adalah binatang suci dan aku sangat mengerikan ! Grrrrrrrr !" Anjing itu menunjukkan taringnya


"Anjing yang malang, bahkan kau bisa berbicara, lihatlah dirimu, kau hanya bersembunyi di balik bayangan" Kris tersenyum mengejeknya


"Bocah sombong , kau akan mati olehku !" Teriaknya


"Hem... bukankah tadi kau bilang kau sedang lapar? Apakah kau ingin makanan? Aku membawanya di tasku , sebentar !" Kris membuka ranselnya dan mengeluarkan bekal makanan yang dia curi didapur Kuil, aroma dari tas itu pun tercium oleh sang anjing.


"Aroma apa ini, sepertinya sungguh nikmat !" Anjing itu menjulurkan lidahnya


"Ah ini? Aku membawakanmu ayam bakar"


"Ayam bakar? Apa itu? Apakah itu sungguh enak?" sang anjing berlari mendekati Kris.


Ayam bakar yang telah Kris keluarkan menarik perhatiannya, air ludahnya kini bercucuran keluar, Dia memohon dan memelas kepada Kris agar makanan itu dapat dia santap.


"Baiklah aku akan berikan kamu ayam bakar ini, tapi ada syaratnya"


"Apa itu?ayo cepat katakan"


"Kau sungguh tak sabaran ya, syaratnya kau harus menjawab semua pertanyaanku dengan jujur"


"Baiklah, cepat berikan kepadaku" teriaknya


Kris memberikan ayam bakar itu kepadanya, dan mereka mulai berbincang.


"Kenapa kau ada disini?" Tanya Kris


"Aku? Aku dikirim seseorang"


"Seseorang? Siapa dia? Apakah kakekku? Atau ayah?"


"Aku tidak bisa menjawabnya, namun bukan dari mereka berdua"


"Lalu siapa? Dan untuk apa kamu ada disini?" Desak Kris


"Ceritanya sangat panjang, namun yang pasti aku dikirim kesini dengan satu alasan, sebenarnya tubuhku tidak sekecil ini, aku sangat besar, kau lihat kan? kau lihatkan?"


"Hem" Kris mengangguk


"Hahaha tubuhku sangat besar karena aku salah satu binatang suci, namun kata Master tubuhku akan mengecil jika aku bertemu orang yang aku cari, aku selalu menunggunya disini, hingga waktunya nanti dia menemui aku, namun aku tidak menyangka akan selama ini, dan aku bertemu denganmu, itulah mengapa tubuhku mengecil"


"Aku melihat tubuhmu yang begitu besar, namun aku kaget kenapa tiba-tiba menyusut, ternyata itu alasannya" ucap Kris


"Benar, karena kau lah tubuhku sekecil ini ! Dan kini aku kehilangan kekuatannku, Ah !! Kau sungguh membawa sial " teriak sang anjing


"Wow , bicaramu sungguh kasar ! Apakah kau tidak ingin ayam bakar lagi?" Kris mengancamnya


"Maafkan aku, Masterku bilang meski aku kehilangan kekuatanku nanti, percayalah bahwa kekuatan itu akan kembali, tapi saat tubuhku menyusut aku kehilangan sebagian ingatanku, bahkan rasanya ada hal yangsangat penting yang telah aku lupakan" jawabnya


"Kamu dari tadi menyebutkan Master? Siapa Mastermu itu? Siapa tau aku pernah mendengar namanya" tanya Kris


"Aku lupa namanya, namun kau pasti tidak mengenalnya, mungkin dia saat ini sudah mati, dia sama denganmu Ras Manusia, aku hanya mengingat satu hal darinya, dia sangat menyayangi kami, dan dia selalu ceria"


"Kami?"

__ADS_1


"Iya, aku tidak sendiri. Dulu disamping master ada banyak binatang suci di sampingnya, kami berkelana keseluruh penjuru dunia, namun setelah itu aku menerima misi darinya untuk mencari seseorang, setelah itu aku lupa misi utamanya, Ah ! Sial ! Bisa-bisanya aku melupakan hal yang sangat penting" ucapnya kesal


"Apakah kau sungguh tidak ingin memberitahuku? Dan sudah berapa lama kau disini?"


"Maafkan aku, aku tidak bisa menyebutkan nama masterku, aku disini sudah ribuan tahun"


"Selama itukah?"


"he'eh "dia mengangguk


"Itu artinya umurmu sudah tua? Berarti aku harus memanggilmu apa? Kakek anjing? Leluhur anjing? Atau apa? tapi bagaimana aku memanggilmu kakek anjing mengingat tubuhmu mungil dan menggemaskan" Kris mencubit pipi sang anjing


"Aku bukan anjiiinggggg !!!!! Aku ini Srigala ! Dan akulah sang Alpha, aku sudah katakan kepadamu bocah ingusan , aku mengecil itu karena bertemu denganmu" ucapnya kesal


"Baiklah baiklah, jangan marah, apakah ayam bakarnya enak?" Bujuk Kris


"Ayam bakal ini enak sekali, tapi ini mau habis"


"Hahaha lihat mulutmu sangat penuh, makanlah yang benar baru berbicara," ucap Kris


"Kau mau memberikan aku ayam bakar lagi? Oh iya kau cukup memanggiku Wolf itu namaku yang di berikan Master"


"Wolf? Baiklah, aku Kris"


"Meski aku kecil kau harus menghormatiku, karena umurku ribuan tahun, kau mengerti" Ucap Wolf


"Baiklah , tapi sebenarnya kau ini anjing atau srigala?"


"Aku ini seigala !" Teriak wolf


"Tapi mukamu imut seperti anak anjing" Kris tertawa


"Tertawalah sesukamu, jika kekuatanku kembali aku akan melahapmu satu kali gigitan !" Teriak Wolf


"Baiklah baiklah tuan wolf , kau disini menungguku kan, itu artinya kau akan mengikutiku,eh ! kau didalam sini sudah ribuan tahun? lalu bagaimana kau makan? apa kau memakan manusia?"


"Hahahah, bocah tengil , aku sudah katakan aku adalah binatang Suci, aku tidak perlu makan makanan manusia, selagi aku memiliki kekuatan, itu sudah cukup untuk membuatku kenyang, dan aku tidak akan memakan manusia, jika aku memakan manusia mungkin semua orang yang masuk ke tambang ini akan mati karenaku"


"Tapi kenapa kau sepetinya sangat kelaparan sekarang?"


"Aku mengerti, aku minta maaf, meski masih banyak pertanyaan untukmu, aku tidak bisa menjadi egois dan memaksamu untuk menjawabnya, aku kesini untuk mengambil beberapa emas, aku akan menggunakannya untuk pendidikan, meski aku tidak suka sekolah namun itu kewajiban"


"Ah, kau mencari emas? Ayo ikut aku, aku sudah lama menggali emasnya untukmu" ucap Wolf dia berlari dan menuntun Kris ke sebuah ruangan,


Saat Wolf dan Kris berada di depan pintu yang sangat besar, Suara aungan Wolf membuka pintu itu.


"Wow, disini ada banyak sekali emas" teriak Kris


"Hem...! Kau boleh membawanya semua, agar saat kau berkelana dan kehabisan dana, kau tak perlu kembali lagi untuk mengambilnya" Ucap Wolf


"Sebanyak ini? Bagaimana caranya aku bisa membawa semuanya?" Tanya Kris


"Itu perihal mudah, Master memberiku sesuatu yang bisa kau gunakan, kau lihat kalung hitamku ini, bukalah batu ditengah ini, aku tidak bisa membukanya, dan kau akan dapati sesuatu yang bermanfaat" ucap Wolf sambil membusungkan dadanya


"Aku baru sadar kau memakai kalung, bagaimana aku mebukanya bukankah ini sebuah batu?" Ucap Kris


Kris yang penasaran dengan batu itu langsung menyentuhnya, saat jarinya mengenai batu itu tiba-tiba batu itu terbuka, didalamnya ada sebuah kantong kecil berwarna keemasan.


Kris mengambil kantung itu, saat kantung itu diangkat keluar dari batu diapun membesar sebesar kepalan tangan Kris.


"Ini sebuah kantung?" Ucap Kris


"Benar itu kantung Golden, kantung itu dapat menyimpan semuanya, bahkan gunung sekalipun, jadi kau bisa menyimpan emas yang ada di sini"


"Wah sungguh ajaib" Kris kagum akan kegunaan kantung Golden,


"Namun bagaimana cara untuk memindahkan semuanya kekantung ini? Sepertinya akan memakan banyak waktu" gumam Kris dalam hati


"Hahahahaha, kenapa kau harus bingung? Kau tinggal ulurkan kantung itu kearah benda yang mau disimpan, cara lainnya kau bisa memasukkan benda ke Kangold" Ucap Wolf


"Kenapa dia tau padahal aku berbicara dalam hati, apakah Wolf bisa membaca apa yang aku pikirkan?" Gumam Kris dalam hati


"Betul sekali, aku bisa membaca hatimu, bahkan fikiranmu, kau tau kenapa? Itu karena kau dan aku terikat, aku selalu bisa membaca semua pikiran orang lain hahahah"

__ADS_1


"Wolf kau benar benar hebat!"


"Tentu, tapi aku tidak pernah bisa membaca fikiran dan hati masterku"


"Benarkah? Itu artinya kau tidak begitu hebat"


"Bukan aku yang tidak hebat, pada kenyataanya Masterku lebih hebat, kau harus memberi kangold itu dengan setetes darahmu, agar orang lain tidak bisa mengambilnya darimu"


"Kangold?"


"Oh astaga ! kau memang harus sekolah, kau sangat bodoh ! Kangold itu artinya Kantung-Golden"


"Hem .. kau melukai hatiku !"


"Jangan terlalu drama dasar bocah !" Wolf kesal


Kris mengambil sebuah batu runcing dan menggoreskan ke jari tangannya sehingga darah dari jarinya keluar, dia meneteskan darahnya ke kantung itu, dan kantung itu mengeluarkan warna keemasan sesaat, dan kembali ke bentuk semula.


"Nah kini dia sudah menjadi milikmu selamanya, sekarang kau tinggal memerintahkannya untuk menyimpan apa yang kau inginkan" Ucap wolf


"Baiklah aku akan coba"


Kris mencobanya dengan setumpuh emas yang ada didekatnya.


"Kungold simpan semua emas yang ada disini tanpa tersisa sedikitpun"


Kungold segera menghisap semua emas yang ada disana kedalamnya, cukup dengan hitungan menit semua emas yang ada disana sudah tersimpan.


"Wow ! semuanya bersih tak bersisa"


"Bukankah Kungold hebat? hahaha itulah salah satu bukti kehebatan Masterku"


"Aku jadi penasaran akan Mastermu"


"Aku jadi merindukan Master, mungkin kini dia telah mati , atau dia berkelana kepenjuru dunia" ucap Wolf sedih


"Apa kau baik-baik saja wolf?" tanya Kris


" Yah , aku baik-baik saja, nah bocah sekarang coba kau ambil emas di Kungold"


"Baiklah"


Kris memasukkan tangannya kedalam Kungold dan mengambil setumpuk emas.


"Wohooo.. ini seperti kantung pada umumnya, aku akan berterimakasih kepada Mastermu jika aku diberi kesempatan bertemu dengannya" Ucap Kris kegirangan


"Yah semoga saja kita bisa bertemu dengannya" ucap Wolf sambil tersenyum (eh Wolf jangan nyengir taringnya keluar tau)


"Oh astaga aku lupa, bukankah Paman Cheng dan Prades harusnya mengikutiku masuk ke dalam tambang" Ucap Kris


"Mereka tidak bisa masuk,aku sudah memasang barrier di sana, hingga takkan ada satu orangpun yang masuk kecuali kau, dan ini yang terakhir kau bisa memasuki tambang ini"


"Terakhir? kenapa?"


"Itu karena kekuatanku telah menghilang, hingga tambang ini tidak akan menghasilkan emas lagi"


"Kalau begitu, kau harus ikut aku, akan aku ajak kau makan ayam bakar sepuasmu" Ucap Kris sambil tersenyum


"Dunia luar, aku sudah lama tidak melihatnya"


"Ayo Wolf, kita keluar sekarang, Paman dan sahabat ku pasti sedang khawatir menungguku diluar tambang ini"


"Apa kau yakin mengajakku?"


"Kau menungguku disini hingga ribuan tahun, dan kau kehilangan kekuatanmu karenaku, jadi aku harus bertanggung jawab atas dirimu" Ucap Kris


"Baiklah aku akan ikut"


"Ayo kita keluar Wolf" Kris segera mengangkat Wolf dalam pekukannya


"Hey apa yang kau lakukan? turunkan aku bocah sialan" teriak Wolf saat tubuhnya yang kecil dan menggemaskan digendong Kris


"Biasakan dirimu Wolf aku akan sering mengendongmu hahah" Kris berlari keluar tambang

__ADS_1


" Bocah sialan ! turunkan aku, aku punya harga diri, aku ini Binatang Suci"


Meski Wolf berteriak kearah Kris, Kris tetap mengendongnya sambil tertawa mendengarkan ocehan Wolf.


__ADS_2