HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 12


__ADS_3

Negara Sky Up


Negara Sky Up terkenal akan kemegahannya, negara yang kekayaannya mendominasi dari keempat negara yang ada.


Disebuah Kota ternama .....


"Ha ... ha ... haa ..."


"Ada apa? Kenapa tawamu sepertinya mengerikan !"


"Aku harus bertemu dengannya! Meski dia berada di ujung dunia aku pasti akan menemukannya !"


"Anak ini ternyata sudah tidak waras!"


"Roy, siapkan pesawat terbaik yang pernah ada, kita akan pergi sesuatu tempat !"


"Kemana?"


"Apa hakmu untuk bertanya Roy?"


"Jika kau tidak mau menjawabnya maka siapkanlah sendiri pesawatmu, bahkan sekaligus kuburanmu !"


" Apa katamu? Semakin hari mulutmu semakin kotor ! Roy jala*g"


"Aku sering menggosok gigi, bahkan lebih rajin darimu, sebaiknya kau gosok hatimu dengan batu abu, agar hatimu itu bersih !"


"Ah , persetan dengan itu ! Cepatlah Roy, aku ingin menemuinya !"


"Siapa?"


"Mau tau banget atau mau tau aja?"


"Anak setan !!"


"Jika aku anak setan, itu artinya kau menyebut ayahku bapak setan !"


"Sejak kapan aku menyebut tuan besar dengan sebutan Bapak setan ! Aku menghormatinya lebih dari apapun !"


"Sudahlah apa kau benar - benar tidak akan membantuku? Baiklah kalau begitu , aku akan mencari Lola.


"Tunggu ! Han, ah kapten !! Aku akan menemanimu !"


"Lola dimana kau? Ayo temani aku berkelana !"


"Kau gila Han, dimana kau letakkan otakmu itu, ini rumah bukan kebun binatang !"


"Nyatanya kalian seperti binatang ! Apa lagi si Roy itu , dia lebih binatang dari binatang yang ada !"


"Kau lebih binatang darinya Han"


"Sudahlah, Lola sekarang juga ayo temani aku, aku ingin pergi ke negara tetangga !"


"Untuk apa?"


"Lola ! Jangan dengarkan dia !" Roy yang berlari terengah engah menghampiri Han dan Lola,


"Dia akan mencarinya !" Ucap Roy


"Kau ingin mencari orang itu? Kau gila Han !"


"Aku akan menemukannya, dan akan aku kuliti dia, dan kujadikan dia makanan anjingku !"


"Hahahahaha , jangan konyol, kau tidak akan mampu menemukannya!" Ejek Roy


"Ayolah, aku bisa merasakannya !"


"Dimana?" Tanya Lola


"Aku tidak tau, aku akan bilang ke ayah aku akan pergi ! Meski aku tidak tau kemana kakiku akan melangkah, aku harus menemukan dia!"


"Wanita ****** ! Kau semakin hari semakin gila" Teriak Roy


"Kau dengar kan Lola ! Dia menyebutku wanita ****** ! Roy memang baj*ngan "


"Roy jaga bicaramu, atau kau akan aku tendang keluar"


"Iyah ! Itu baru kakakku, Lola aku menyayangimu" teriak Han


"Kemari kau, sebelum kau menguliti dia , aku akan mencincangmu terlebih dahulu ! Dan kujadikan kau perkedel kukus" Teriak Roy


"Lola, anak ini sudah gila, tolong aku !" Teriak Han yang sedang di hajar habis habisan oleh Roy.


"Cukup ! Ayo kita menghadap Ayah," ucap Lola

__ADS_1


"Apa?" Roy dan Han kaget


"Apa anda serius nona ?" Tanya Roy


"Apakah aku terlihat sedang bercanda Roy? Aku akan menemani Han kemanapun dia mau, jika kau tak ingin ikut tak masalah, silahkan kerjakan tugas yang ada !"


"Mampos ! Kau akan memandikan Zon (kuda), membasuh pantatnya Poni (Monyet) saat dia poop dan kau harus tidur memeluk Doma (Singa)"


Mendengar kalimat itu Roy terbayang saat dia memandikan Zon kedua telur yang dia jaga dengan hidup matinya tiba-tiba di seruduk oleh Zon.


Saat dia mencuci pantatnya Poni, poop cair keluar dan mengenai kakinya dan membuat Roy muntah-muntah karena baunya, Saat dia tertidur dengan Doma, Doma yang sedang birahi menyodoknya tanpa henti.


"Tidak, tidak ! Aku akan ikut kemanapun Nona Lola pergi !" Jawab Roy setelah membayangkan bagaimana keadaannya saat tinggal dirumah tanpa mereka.


"Sebenarnya kau ini menjagaku atau menjaga kakakku?" Teriak Han


"Aku? Menjaga Nona !" Jawab Roy sambil tersipu


"Kau aku pecaaaatttt !!!" Teriak Han kesal


"Sudah cukup, ayo ke ruangan ayah"


Mereka bertiga berjalan menghadap Ayahnya.


Lola adalah gadis cantik dan seksi, tubuhnya bak gitar spanyol, dia kakak satu satunya Han, berbeda dengan Han , Han adalah wanita tomboi , rambutnya seperti laki laki, dia sangat ceroboh dan nakal, Han selalu dijaga oleh Roy ajudannya. Meski Han paling kecil diantara mereka namun Han-lah sang Kaptennya.


Umur Lola dan Han hanya berbeda 3menit saat mereka lahir, dan Roy yang saat ini berumur 19 tahun lebih tua 3 tahun dari mereka.


Diruang sang Ayah :')


"Permisi Ayah ini Lola, izinkan kami masuk" teriak Lola dari depan pintu ruang kerja Ayahnya.


"Masuklah" jawab Ayahnya


Ayahnya adalah pemimpin Negara Sky Up, dia terkenal ramah dan tenang, berbeda dengan Istrinya yang sangat mengerikan ketika marah.


"Ada apa kalian bertiga datang keruangan Ayah?"


"Ayah aku ingin pergi ke suatu tempat !" Ucap Han


"Ayah, aku akan menemani Han," tambah Lola


"Kemana?" Tanya sang Ayah


"Negara?"


"Iya Ayah,"


"Bagaimana sekolahmu?" Tanya sang Ayah.


"Ayah tak perlu khawatir, Aku akan sekolah di negara itu,"


"Apa? Kau akan pindah sekolah? Lagi?" Teriak seseorang dari belakang mereka


"Ah Ibu, ibu mengagetkan kami !" Ucap Lola


"Tunggu dulu ! Apa kalian sakit? Atau kalin benar - benar sudah gila ! Dan kau Roy ! Kau juga ikut andil dalam ide ini?"


"Ayolah Ibu, Roy tidak ada sangkut pautnya dengan ini, aku yang memintanya, aku juga yang meminta Lola menemani aku" jawab Han


"Anak ini benar - benar sudah tidak Waras !! Apakah kau sadar Han, sudah berapa kali kau pindah sekolah dalam satu tahun ini?"


"156 kali Nyonya" jawab Roy


"Aku tidak memintamu yang menjawabnya ! " teriak Sang Ibu kepada Roy. Han tertawa geli.


"Apa yang kau tertawakan? Memangnya ini sebuah lelucon? Memangnya ini sebuah drama?" Teriak ibunya kesal


"Sudahlah sayang, biarkan saja mereka" Bela sang Ayah


" Apa? Kau juga setuju dengan ide gila mereka?" Ibunya berteriak kencang


(Ayah akhirnya ikut diomelin deh)


"Ibu aku ingin mencari seseorang, ibukan tau, aku pasti akan menemukannya, itu baru 150 sekolah yang aku tempati !"


"Apa katamu? Baru ? Baru 150? Roy bilang 156 kali, jangan kau kurangi !" Ibunya semakin kesal


Ibunya menarik nafas yang panjang, dan duduk di sofa kerja Suaminya.


"Baiklah ini yang terakhir ! Ibu akan mengizinkannya"


"Yey"

__ADS_1


Han berteriak kegirangan, Lola dan Roy tersenyum.


"Jangan senang dulu, kemana kamu akan pergi biar Ibu yang menentukan !"


"Apa?? Kemana Ibu akan mengirim kami?" Jawab Han kaget


"Markopolo"


"Apa??? Markopolo? Bukankah itu Negara terbawah?" Teriak Han


"Ya ! Ibu hanya mengizinkan kalian pergi kesana !"


"Tapi Ibu !"


"Sudah cukup, tidak ada negosiasi lagi, jika ingin pergi tujuan kalian hanya kesana, jika tidak maka jangan harap kalian akan pergi sejengkalpun dari sini !"


"Ayah?" Han melihat ke arah Ayahnya, Ayahnya hanya menggelengkan kepala dia tidak bisa apa - apa.


"Baik Ibu, kami akan pergi kesana" jawab Lola


"Apa?? Kau menyetujuinya?" Teriak Han


"Mau bagaimana lagi, keputusan di tangan Ibu, apa kau tidak akan pergi?" Tanya Lola


"Huh ! Baiklah .." jawab Han lemas


"Lola memang bisa diandalkan, ha ha ha" ibunya tertawa


"Dia bahkan tertawa" gumam Han


"Waktu kalian hanya 1 tahun, setelah itu kalian kembali ke sini, jika tidak maka semua pasukan akan menjemput kalian !" Ucap sang Ibu


"Apa? Sampai segitunya , baiklah bu , kami akan bersiap - siap, kami akan berangkat malam ini"


"Oh ya satu lagi, sekolah kalian sudah Ibu tentukan, kalian akan belajar di sebuah akademi , disana kemampuan kalian akan di akui, dan itu tidak sama dengan sekolah biasa, Roy juga bisa belajar di akademi itu, Ibu akan menghubungi salah satu teman Ayah kalian disana!"


"Bahkan sekolahpun dia yang menentukan, ini tidak adil ! Ayah juga tidak bisa diandalkan, dia tidak ada apa-apanya di hadapan Ibu" ucap Han


"Apa kamu bilang?" Ibunya berteriak kencang


"Baiklah - baiklah , ayo semuanya kita segera menuju Neraka !" Teriak Han sambil berjalan meninggalkan ruangan,


"Roy kamu tinggal disini!" Ucap Sang Ayah


"Mampus lah aku Kapten !" Bisik Roy kepada Han,


"Bukan hanya kau yang mati, kita bertiga akan mati di Markopolo, Bye !" Han meninggalkan Roy dan berjalan bersama Lola kekamarnya.


"Ada apa Tuan Besar?"


"Roy ! Kau harus menjaga mereka, dengan segenap jiwa dan ragamu, dan pastikan Han baik - baik saja , hindari sebuah pertarungan, ingat misi awalmu, dan ingatlah janjimu ! Mungkin disana dia akan bertemu dengan orang-orang hebat, berusahalah menjaganya dan anakku Lola" Ucap sang Ayah


"Baik Tuan, saya mengerti, saya pamit undur diri Tuan dan Nyonya besar" Roy meninggalkan tempat itu..


"Sayang, apakah mereka akan baik-baik saja?" Tanya Ibu


"Tenanglah, mereka tidak lemah, percayakan saja pada mereka, semoga ini yang terakhir"


Meski mengizinkan anaknya pergi


namun Ayah dan Ibunya tetaplah khawatir. Ada sebuah rahasia yang mereka sembunyikan bahkan dari dunia, hanya dewalah yang mengetahui rahasia mereka.


******



Nama : Han


Umur : 16th


Jenis kelamin : Wanita (tapi kayak cowok haha)



Nama : San Lola


Umur : 16th


Kakak Han, lebih tua dari Han 3 menit



Nama : Roy Pedro

__ADS_1


Umur : 19th


__ADS_2