HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 22


__ADS_3

Beberapa tahun telah berlalu, mereka menjalani hidup tanpa Han. Mereka memutuskan untuk pindah kerumah baru yang tidak memiliki Lift. Kini cheng dan Kris berada di bawah satu atap dengan Roy dan Lola.


Di bawah langit yang cerah, Roy dan Lola berdiri di balkon rumah mereka..


"Sejak saat itu dia selalu sendirian" Ucap Roy pada Lola


"Padahal aku sudah katakan padanya Han akan kembali"


"Dia selalu memaksakan dirinya, dia tersenyum dan tertawa ditengah-tengah kita, padahal dia sedang bersedih"


"Kau merasakannya?"


"Ya .. apa kau tidak merasakannya Lola?"


"Aku tidak bisa mengetahui isi hati Kris, tapi aku tau rasa sakitnya, bahkan ketika ingatannya kembali sebulan yang lalu, dia semakin mengurung dirinya"


"Iya.. tapi apakah yang akan dia lakukan jika han kembali?"


"Entahlah.."


"Akademi kini masih libur panjang, apa kita harus kembali ke Sky - Up, mengingat waktu kita hanya 1tahun kini telah usai"


"Aku ragu, aku tidak tau Han akan datang dari mana, dan juga ! jika kita kembali bagaimana dengan Kris?"


"Apa yang akan kita lakukan?"


"Aku akan meminta Ayah untuk membiarkan kita disini sampai Han kembali"


"Semoga Ayahmu mengizinkannya"


"Roy, Apa yang sedang Han lakukan saat ini?"


Lola menatap langit yang begitu cerah, pemandangan pagi itu membuat Lola bersedih, air matanya menetes dan semakin menjadi deras..


"Sudahlah," Roy merangkul Lola


"Selamat pagi Roy dan Lola" teriak Cheng yang berada cukup jauh dari mereka.


Karena mereka membeli rumah yang cukup luas dengan lahan tanah yang kosong kini telah di isi oleh Cheng dengan berbagai macam sayuran, dia mengelolanya dengan baik, sehingga tanaman itu tumbuh dengan lebat.


Wolf dan Nano berlarian di tengah ladang, mereka bermain saling mengejar satu sama lain.


"Lihat mereka" ucap Roy


"Mereka menikmati hari - harinya, aku beruntung masih bersamamu meski kita melalui hari yang menyakitkan dulu. Aku tidak pernah menyesal sama sekali meski rasa sakit itu akan datang lain waktu, asal tetap bisa bersamamu itu lebih dari cukup"


"Hhhhaahhaa"


"Kenapa kau tertawa?"


"Bicaramu seperti kakek - kakek"


"Ah mungkin ini karena ingatanku !sehingga aku lupa kalau aku masih berumur puluhan tahun"


"Emh ... kau tau? Aku dulu sudah curiga kepadamu, ingatanmu pasti sudah kembali saat kau dan Han tersesat, benarkan?" Tatap Lola


"Kau tau karena aku salah bicara"


"Hhhhaa.. kau tak akan pernah bisa membohongiku, aku lebih memahamimu lebih dari siapapun"


"Han selalu membantuku saat itu, ah iya aku lupa menceritakan sesuatu kepadamu"


"Apa? Kau tau Kris memiliki Blue Sword Slayer?"

__ADS_1


"Malam itu pedangku dan pedangnya saling bersentuhan, hanya saja pedang itu kini diselimuti oleh bayangan hitam"


"Benarkah? Hm ... itu artinya Pedang itu punya sisi gelap?"


"Iya .. tapi aku tidak tau bayangan apa itu"


"Han pasti tau,"


"Apa kau tak ingin mengunjungi Kris di kamarnya?" Tanya Roy


"Dia mungkin ingin sendiri saat ini,"


"Sudah satu minggu dia mengurung diri, hanya keluar ketika makan, bahkan Wolf tidak diizinkan untuk mendekatinya, aku khawatir pada jiwanya"


"Apa boleh buat, Kita hanya bisa menunggu dia keluar saja"


Tiba-tiba langit menjadi gelap, hujan pun turun dengan sangat deras..


Cheng yang berada di ladang berlari bersama Nano dan Wolf...


"Hujannya sangat lebat, padahal cuaca sangat terang tadi," ucap Cheng pada Lola dan Roy


Kilat menyambar di langit, gemuruh seperti mengguncang bumi, hujan semakin deras membuat lahan Cheng terendam air,


"Ini sangat aneh" ucap Roy


Tiba -tiba Lola berlari ke arah kamar Kris, dan mengetuk pintu kamarnya dengan sangat kuat,


"Kris ayo ikut aku, Kris ! Keluarlah cepat ! Kris"


Kris tidak merespon sama sekali . "Apa boleh buat" gumam Lola dalam hati..


"Kris ! Han akan tiba" teriak Lola lagi,


Kris mendengar Han yang akan tiba langsung membuka pintunya "Ayo Lola"


Lola tersenyum dan menarik tangan Kris, mereka berlari keluar menatap langit yang bergemuruh hebat ..


Wolf dan Nano juga mengikuti mereka, Cheng yang heran menunggu di rumah sambil melihat dari kejauhan.


Mereka berdiri ditengah ladang, tubuh mereka kini di basahi oleh air hujan yang turun bercampur derasnya angin.


"Kreeeeetttaaaaaakkkk"


sebuah kilat luar bisa menyambar ketanah tepat didepan mereka, angin kencang membuat pandangan mereka kabur karena tertutup rintikan hujan yang begitu deras..


Hujan kini berhenti dan cahaya terang menyinari langit kembali, biasan cahaya memantul kearah mereka..


Seseorang berdiri di hadapan mereka dengan menggunakan baju yang serba putih, rambutnya yang panjang ! tatapan matanya yang tenang menyapa mereka..



"Apa kalian sedang mandi hujan dan teganya kalian tidak mengajakku?"


Kris yang melihatnya segera berlari dan memeluknya,


"Dasar bodoh !" ucapnya ..


Isak tangis Kris tumpah, Han yang kembali membuat Kris menangis tak henti


"Aku mengingat semuanya , kehidupan sebelum dan sesudah nya, maaf karena aku tidak mengenalimu , kau bersusah payah mencariku didunia ini, meski kau belum menemukanku kau selalu menjagaku, aku bodoh tidak mengenalimu saat kau pertama kali menyapaku, aku ingat bahwa yang menyalakan kembang api itu adalah kau, terimakasih telah meminjamkan topengmu, bahkan mengirim pedangku, " Kris semakin menangis..


"Meski semuanya seperti puzzel yang harus aku susun, selama setahun ini aku mencobanya untuk menggabungkan semua hal yang kau lakukan, ribuan tahun kau mencariku, saat kau menemukanku aku tidak mengenalimu, maaf" Kris menangis dalam pelukan Han

__ADS_1


Han yang mendengarkan hanya tersenyum "Kau menangis seperti orang bodoh"


"Iya aku benar - benar bodoh"


Han langsung mencium bibir Kris, kerinduan yang sangat besar mereka tumpahkan dalam hangatnya ciuman itu, "Apa kau tidak akan berhenti menciumku seperti ini?" Ejek Han


Kris memukul bahu Han dan memeluknya kembali "Jangan pergi, jika kau ingin pergi ajaklah aku"


"Bagaimana kalau aku mati?"


"Aku akan mati bersamamu !"


"Kalau aku pergi lagi?"


"Aku akan mencarimu"


"Bagus" Han memeluknya erat..


Han melihat Lola yang di rangkul oleh Roy, dia melepaskan pelukan Kris dan berjalan mendekati Lola


"Kau tidak ingin memeluk saudaramu?" Tanya Han


"Aku merindukanmu" Lola mendekat dan memeluk Han


"Bajuku basah karena kalian !" Ucap Han


"Hei Roy ada pesan untukmu, Hades bilang kau semakin bodoh"


"Aku bodoh? Kau yang lebih bodoh dariku !" Teriak Roy


"Hahahahhahha" Han tertawa


"Ah lihat siapa ini? Apa kalian tidak bertengkar?" Ucap Han menyapa Wolf dan Nano sambil duduk menatap mereka


Nano dan Wolf tersenyum , meski derai air matanya masih jatuh "kau membuatku takut Master" Ucap Wolf


"Bagaimana kau takut, padahal kau menikmati waktumu tanpa aku"


"Tidak begitu ! Dalam hatiku aku menunggumu benarkan Nano!" Wolf menatap Nano


"Tidak ! Kau sama sekali tidak menunggu Master, bahkan kau mengambil kesempatan saat dia tak ada, kau selalu meminta Kris memelukmu !"


"Apa ? Kau memberi tahu Master begitu saja tanpa bertanya padaku !"


"Kau lupa ! Sejak kapan kau dan aku bisa bersahabat !" Ucap Nano


"Kau masih saja membuatku jengkel kucing sialan !" Wolf mengejar Nano yang berlari kencang kearah rumah


"Sepertinya mereka baik baik saja tanpa aku.." han tersenyum


"Apa kalian tidak akan masuk?" Teriak Cheng dari jauh


"Kalian membeli rumah itu?" Tanya Han


"Itu karena kau tidak suka naik lift yang tinggi" Ucap Lola


"Kalian hanya akan diam disini? Membiarkan tubuh kalian sakit karena memakai baju yang basah?" Ucap han tersenyum


Merekapun kembali berjalan masuk kedalam rumah..


Kris yang tadinya murung kini kembali tersenyum.


********

__ADS_1


__ADS_2