
Suara teriakan ada dimana -mana, semua orang berlari membawa pedang mereka turun dari kuil.
Seseorang berlari masuk kedalam aula sambil berteriak
"Master !
Guru !
Kuil kita sedang di serang !"
Setelah menyampaikan pesan itu dia pun berlari membawa pedangnya menuruni kuil,
Raykudo yang mendengar itu segera mendekat ke dinding pagar sambil melihat kebawah, merekapun mengikutinya.
"Siapa mereka !" Ucap Raykudo
"Master , mereka membawa senjata api" ucap Li
Dari ketinggian beberapa kaki, mereka melihat orang yang berjas hitam dengan membawa pistol dan senjata api lainnya menyerang murid di kuil, jumlah mereka cukup banyak sehingga ada banyak murid yang telah mati karena peluru mereka.
Melihat itu Raykudo segera melompat dari pagar pembatas, meski dinding itu cukup tinggi , namun dia tidak takut. Kini Raykudo sedang melawan penyusup itu Cheng dan Li juga ikut melompat kebawah,
Saat Kris ingin turun bersama Yuan, dia ingat bahwa Prades tidak akan bisa melompati dinding itu , dia meminta Prades dan Wolf turun keluar kuil dengan melewati anak tangga.
Prades dan wolf menerima perintah, mereka pun turun menggunakan anak tangga, meski tangga yang mereka turuni sangat panjang, namun mereka semakin cepat berlari.
"Yuan, apa kau akan ikut?" Tanya Kris
"Tentu, aku akan membantumu.."
Yuan dan Kris melompat kebawah, sambil mengeluarkan pedang Blue Sword Slayer,
Kris menebaskan Pedangnya dari udara, pedang itu mengeluarkan jurus seribu pisau yang sangat tajam,
"Menarilah Blue Sword Slayer"
Ribuan pisau itupun terbang menebas puluhan penyusup yang ada.
Kini giliran Yuan , Yuan mengayunkan tangan kanannya,
"Jurus jarum beracun" ratusan jarum pun terbang ke arah penyusup.
Mereka mendarat di atas tanah dengan baik, berkat jurus mereka berdua para penyusup itupun mati tidak bersisa, dan sebagian murid kuil telah selamat.
Saat Prades dan Wolf sampai, mereka kaget melihat para penyusup yang menyerbu Kuil kini telah mati tak bersisa.
Prades berjalan mendekati salah satu mayat para penyusup, Prades melepaskan kancing yang berada di tanggan dan melihat di pergelangan tangan sang penyusup memiliki tatto seekor ular ,
"mereka Mafia , sepertinya mereka dari sekte ular" ucap Prades melihat ke arah Raykudo dan yang lainnya,
"Li perintahkan semua murid untuk mengumpulkan mayat penyusup ini lalu buang mereka ke laut, dan untuk mayat murid kita kumpulkan di aula kita akan mendoakan mereka.
Kris berjalan mendekati jasad geng mafia itu, dia melihat tubuh mereka yang membiru
"mayat ini menjadi seperti terbakar karena jarum yuan" gumam Kris menoleh ke arah Yuan
Yuan tersenyum kepada Kris, Wolf yang berada disana mengerang kesakitan..
begitu juga Wen yang selalu di bawa oleh Yuan di tangannya berteriak kesakitan
"Ada apa dengan Naga ini," teriak Yuan
"Apa yang terjadi, Wolf kau kenapa?"
Mata Wolf memerah, taringnya muncul badannya membesar sebesar tubuh harimau dewasa, Wen yang tadinya hanya sebesar genggaman kini tubuhnya sebesar burung Elang,
"Grrrrrrrrrrrr" Wolf menggerang, tubuhnya dikelilingi oleh asap putih tipis, otot pada tubuhnya kini terlihat, geraman Wolf sangat kuat
"Wolf apa yang terjadi ?" Teriak Kris
__ADS_1
Wolf berlari ke arah hutan di luar kuil, Wen juga terbang secepat kilat kearah hutan, mereka yang melihat itu segera mengikuti.
Wolf yang berlari sangat kencang kini sedang mengamuk , para mafia yang bersembunyi di semak semak habis di cakar dan di cabiknya, Wen yang terbang mengeluarkan api yang begitu panas, ratusan Mafia yang bersembunyi habis di bantai mereka, tanpa perlawanan sedikitpun.
"Ternyata mereka bersembunyi di hutan, mungkin berniat untuk menyerang kita secara diam diam saat kita lengah" Ucap Raykudo
"Wolf" ucap Kris pelan
Kris kaget melihat Wolf yang membunuh Mafia itu dengan membabi buta,
Kris berlari mendekati Wolf , "Wolf sudah cukup!"
Wolf yang mendengar suara Kris menoleh kearahnya, Matanya sangat merah, taringnya yang tajam terlihat, nafasnya yang terengah engah mengeluarkan asap, Cahaya dari kristal kecil yang ada di dahinya menyala.
Pandangan Wolf beralih pada satu tempat yang cukup jauh dari tempat dia berdiri,
"Aaauuuuuuuuuuuuu" Wolf mengaung, Wen pun bereaksi, dia juga berteriak kencang, teriakan Wen membuat semua orang disana menutup telinganya,
"Wen , Wolf tenanglah"
Wen yang mendengar suara Kris kini turun ketanah, Matanya yang biru sangat bersinar , dia menatap mata Kris dengan tenang, tiba tiba pupil mata Wen berubah normal, dia membuka mulutnya, api biru muncul dan wen menutup mulutnya kembali sehingga asap api biru itu mengepul keluar dari mulutnya.
"Apa kabar Kris?" Ucap Wen
"Wen kau telah tumbuh?"
"Ya sayang, aku kini kembali" ucap Wen
Wen melihat ke arah Wolf
"Wolf tenangkan dirimu" Ucap Wen
Mata Wolf yang memerah kini kembali normal, taringnya yang besar dan tajam kini mengecil, Namun tubuhnya masih tetap sama bahkan lebih besar dari Harimau biasa.
"Kris, penghianat itu berada disebrang sana" Wolf melihat ke arah hutan di kota Soka
Mendengar itu Cheng dan Li sangat marah, "Master ayo kita kejar dia" ucap Li
"Jangan Paman, melihat dia membawa ratusan Mafia, itu artinya Ada geng atau sekte besar yang membantunya" Ucap Kris
"Kita belum tau apa yang akan dia lakukan , sedangkan kekuatan kita belum sebanyak mereka"
"Bukankah kita memiliki Wen dan Wolf?" Ucap Cheng
"Meski mereka di pihak kita, namun kita tidak tau pasti kekuatan musuh" ucap Kris
"Benar, Cheng Li kita tidak boleh tergesah gesah, ayo kita kembali, kita harus mendoakan murid kita yang meninggal akibat penyerangan ini" Ucap Raykudo
"Wen , bakar mayat para penyusup itu tanpa terkecuali" ucap Yuan
Wenpun mengeluarkan Api panas dari mulutnya , hutan itu pun terbakar api yang berkobar kini membesar dan membakar habis mayat mayat disana.
Mereka berjalan kembali kekuil,
Raykudo memimpin untuk mendoakan murid muridnya yang gugur saat penyerangan, isak tangis terdengar di ruangan itu , tangisan kesedihan karena kehilangan, Kris dan yang lainnya menunduk bersedih.
Tiba tiba Wolf dan Wen ditarik masuk ke dalam lautan jiwa
"Kita berada dimana?" Ucap Wolf pada Wen
"Ini lautan jiwa"
"Lautan jiwa? Tapi suasana disini berbeda dengan milik Master" ucap Wolf
"Wolf , Wen kalian bukan berada di lautan jiwa Han" ucap seseorang yang muncul dari belakang mereka
"Lolaaaa"
Lola tersenyum kepada Wolf dan Wen.
__ADS_1
"Wen selamat datang kembali" ucap Lola memeluk Wen
"Sayangku.." Wen memeluk erat Lola
"Lola kau bisa memanggil kami?" Tanya Wolf
"Ya , aku bisa memasuki lautan jiwa karena di bantu oleh Nano"
"Dimana Kucing kecil itu" ucap Wen
"Emh... kesampingkan yang lainnya, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian, untuk saat ini Han tidak bisa membantu Kalian dan Kris,"
"Master? Apa master baik baik saja?"
Lola menggeleng..
"Master ....." Wolf dan Wen menunduk
"Dia kini sedang tidak sadarkan diri, namun jiwa nya masih berkerja keras, jika kesadaran jiwanya ikut melemah entah apa yang terjadi, semoga tubuhnya cepat pulih" ucap Lola
"Master.. meski demikian jiwanya tetap bekerja?"
"Ya tubuhnya tidak merespon panggilan kami, namun dia mendengarkan apa yang kami ucapkan, lihatlah kalian, tubuh kalian berubah secepat ini , Nano memberitahuku bahwa Kekuatan Han mengalir ke kalian, hingga berdampak pada perubahan tubuh serta kekuatan kalian"
"Saat tubuh Han mengeluarkan Asap Nano dapat melihat melalui mata Wolf, sehingga kejadian yang kau lalui aku rasa Han juga melihatnya melalui Nano,"
"Dalam keadaan seperti itu , Master masih bisa membantu kita dan mengawasi pergerakan Kita" ucap Wen
"Wolf , Wen.. Aku ingin kalian tetap menjaga Kris, tubuh Han masih terluka, ingat kalian jangan sampai salah arah, jangan mudah terhasut oleh Iblis"
"Lola , apakah kami akan bertemu dengan Master lagi?" Taya Wolf
"Tentu , kalian adalah miliknya, sejauh apapun kalian darinya dia pasti bisa menemukan kalian" Lola tersenyum
"Nah Wolf Wen, cukup sampai disini dulu kita berjumpa, jaga diri kalian baik baik" Lola menghilang dari hadapannya, dan Wolf serta Wen kini kembali di keadaan awal, Kris yang berada disamping merekapun heran
"Apa yang terjadi pada kalian berdua? Kalian sama sekali tidak merespon panggilanku" Ucap Kris
"Wen, Wolf apa kalian di panggil oleh Master kalian?" Ucap Yuan
"Master? Apakah itu Han?" Ucap Kris mengarah ke mereka berdua
"Bukan .. " jawab Wen
"Mereka pasti di panggil menggunakan Lautan jiwa, aku juga pernah berada disana, tapi jika itu bukan Han , siapa yang memanggil kalian?" Tanya Yuan
"Yang memanggil kami bukan Master, tapi Lola"
"Lola? Apa yang dia katakan? Dan Apa luka Han sudah membaik?"
"Master belum sadarkan diri, namun kesadaran jiwanya masih berfungsi dengan baik, dia juga membantu kami sehingga kami mendapatkan kekuatan dan tumbuh, Lola bilang maaf karena tidak bisa membantumu Kris," Wolf menangis
"Haann.....maafkan aku" ucap Kris
"Kris, dia pasti memaafkanmu, buktinya dia membantumu melalui Wen dan Wolf, untuk saat ini jangan fikirkan itu, fokuslah pada masalah yang kita hadapi saat ini"
"Yuan benar," Wolf menghapus air matanya
"Aku dan Wolf akan membantumu, sayang Aku yakin setelah Master pulih dia akan segera bergabung dengan kita" ucap Wen
"Apa mereka memberitahu kalian tentang keberadaan mereka saat ini?"
"Tidak .. Lola tidak mengatakan apapun tentang dimana mereka,"
"Kris .. Master menunggumu di aula" Ucap Cheng yang tiba tiba muncul
Merekapun bergegas menemui Raykudo
******
__ADS_1