
Seorang Wanita dengan rambut yang lurus tanpa bergelombang sangat mahir saat mengayunkan pedangnya. Rambut yang hitam pekat itu di ikat dengan sebuah tali merah, jubah hitam tanpa warna menutupi kulit tubuh yang begitu putih dan bersih. Kris telah tumbuh dewasa, kini umurnya sudah 16tahun, kecantikan wajahnya bagaikan rembulan malam yang menawan, bibirnya yang merah tanpa hiasan. Kris berlatih tanpa lelah, setiap pagi hingga petang dia berlatih di bawah pohon rindang di atas bukit Sora, Raykudo sebagai gurunya hanya melihat gadis itu mengayunkan pedang.
Hari demi hari dia lalui, semua jurus yang diketahui oleh Raykudo telah diturunkan.
".... whoooosss ... whoooossss...."
(suara tebasan angin dari ayunan pedang Kris)
"Cukup Kris. Anakku semua jurus yang aku punya sudah turun kepadamu, hari ini latihan kita telah berakhir. aku berharap kamu bisa menggunakan kemampuan mu di jalan yang benar" ucap Raykudo
"Baik kakek, apakah aku sudah bisa memiliki pedang sendiri?" Tanya Kris
"Pedang adalah bagian dari jiwa kita, jika pedang sudah menyatu pada dirimu, maka keahlian itu akan sangat berguna, di bukit itu ada sebuah kuburan pedang, semua pedang tak bertuan ada disana. Mungkin akan lebih baik jika kamu mencarinya disana" Tunjuk Raykudo kearah perbukitan yang tak jauh dari kuil
"Kakek, apakah aku boleh pergi kesana?"
"Tentu, tapi tidak hari ini. Kau lihat kini senja telah tiba, besok pagi barulah kau boleh kesana ! aku akan meminta seseorang untuk menemanimu"
"Terimakasih kakek" Ucap Kris yang duduk beristirahat di samping Raykudo
"Kakek, butuh 11 tahun lamanya kakek melatihku hanya untuk berpedang, apakah aku bisa membalaskan dendamku kepada orang itu hanya dengan ini?" Tanya Kris sambil menunduk
"Anakku, sebuah dendam bisa membawamu kedalam kesesatan, meski dendam juga bisa menguatkanmu. Namun jalan yang harus kamu tempuh haruslah benar, jika kamu salah langkah maka semua yang aku ajarkan sia - sia"
"Kakek, aku hanya ingin membunuh orang yang membunuh Ayah dan Ibuku, tidak ada alasan lain. Karena itulah aku menghabiskan waktuku berlatih bersamamu, aku melewatkan kebahagiaan masa kecilku, hari - hari indahku, bahkan aku tidak tau lagi bagaimana kehidupan diluar kuil ini"
"... Hem..... aku rasa kamu sekarang bisa menjaga dirimu, dengarkan aku anakku, selama aku masih hidup aku selalu mendukung apapun keputusanmu" Ucap Raykudo sambil merangkul pundak Kris
"... Kakek, terimakasih ..." Ucap kris memeluk Raykudo
"Tak perlu berterima kasih, kau sudah seperti cucuku sendiri, anakku lihatlah dirimu, kini kau tumbuh dewasa, aku seperti sedang menatap Helena jika melihat matamu, kau mirip sekali dengannya"
" Tentu saja, akukan anaknya "
"..... Ha , ha ,ha .... " Raykudo tertawa lepas
" Nah, malam telah datang, pulanglah dan beristirahatlah, besok pagi seseorang akan menemuimu disini, dia yang akan menemanimu ke kuburan pedang"
" Baik Kakek, kalau begitu aku akan beristirahat, kakek juga harus beristirahat"
Raykudo tersenyum, dia menatap punggung Kris yang telah berjalan menjauh darinya.
"Helena, anakmu telah tumbuh dengan baik, aku telah melatihnya, aku sudah melakukan yang terbaik untuknya, aku harap dia menemukan jalan terbaiknya" Ucap Raykudo sambil menatap rembulan malam yang telah tiba.
******
"Akhirnya aku turun juga dari bukit Sora, ah aku sangat rindu kamar ibuku, ... Hem.... Tapi Sebelum aku ke kamarku, aku harus pergi ke dapur, rasanya perutku sangat lapar, setiap hari kakek tua bodoh itu hanya memberikanku jagung bakar, dan minum dari mata air, mungkin didapur aku bisa menemukan makanan yang lezat . Hanya memikirkannya saja perutku sudah bergemuruh" ucap Kris Sambil berjalan menuju dapur..
"..... waaahhhhhh...., coba lihat makanan ini sangat mewah, hanya dengan aromanya saja sudah sangat menggiurkan, bagaimana kalo aku ambil ini.." ucap Kris
Kris yang berdiri di depan hidangan langsung menyantap hidangan dengan lahapnya,
".... hahah ini ayam bakar yang terenak yang pernah aku makan.. emmhhh... nikmatnya...
waahh disini ada puding , mari kita coba ....
__ADS_1
eemmmhhh...
rasanya sangat manis ...
hidangan ini sangat lezat...
dan ini juga...
apakah ini yang dinamakan surga dunia .. ha.. ha .. ha..."
Kris menyantap satu demi satu makanan yang ada di meja itu..
Seketika setengah dari hidangan itu habis olehnya.
"... errghhh .. Perutku kenyang sekali"
Kris mengusap perutnya yang membesar karena makanan, dia berjalan kembali ke arah kamarnya.
" Oohh kamarku, aku merindukan kalian, aahh .. aku juga merindukanmu wahai kasur yang empuk.." Kris merebahkan badannya di atas kasur.
" .. aku harus mandi dulu, setelah itu aku harus tidur, semenjak di Sora aku tidur hanya beralaskan anyaman bambu, itu rasanya membuat tulang punggungku retak..."
Kris bergegas untuk mandi, dan tak lama dari itu dia kembali kekasurnya, dan terlelap.
******
" Guru ......"
teriak seseorang berlari ke aula utama
Terlihat beberapa orang disana yang sedang duduk sambil menikmati secangkir teh hangat.
"Guru.. maafkan aku, tapi ini sangat mendesak.."
"Bicaralah Nepa," Ucap Cheng yang duduk bersama Dulo, Li dan sebagian guru lainnya
"Guru Cheng, hidangan untuk para guru sudah selesai dihidangkan di dapur, namun sebagian makanannya telah di habiskan oleh seseorang," ucap Nepa sambil memelas
"Siapa yang berani memakan hidangan para guru, apakah semua murid yang ada disini sudah kembali dari latihan?" Tanya Wen
" Aku tidak melihat siapapun di sana guru"
"Dulo, Cheng, Wen ! Lebih baik kita bergegas ke dapur, untuk melihat langsung apa yang dikatakan Nepa" Ucap Li sambil berjalan kearah dapur.
Saat mereka tiba di dapur, para siswa pun tiba.
"Oh Astaga, kenapa semuanya habis, coba lihat ayam ini, kedua pahanya telah hilang, dan ini !!!
Siapa yang berani memakan semua hidangan ini ! " Teriak Cheng marah
"Guru, kami semua baru tiba, guru boleh menanyakan langsung ke guru Mugon, Guru bersama kami saat kami berjalan kemari" Ucap salah satu dari murid yang berdiri disana
Semua yang hadir begitu resah, semuanya bertanya siapa yang sudah menghabiskan setengah hidangan yang ada.
Beberapa guru terlihat marah, mukanya memerah menahan amarah.
__ADS_1
Raykudo yang tiba di sanapun tak dihiraukan oleh mereka.
"Ada apa ini, kenapa kalian berisik sekali" Ucap Raykudo
".....Master..... "
Semua yang ada disana memberikan hormat kepada Raykudo
"... Master , kapan anda tiba , kenapa tidak memberi tahu murid ini , aku akan menjemput master jika tau master akan pulang hari ini..." Ucap Wen
"... Ah , tidak perlu. Ada apa ini kenapa semuanya resah, apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Raykudo
"Guru seseorang telah mencuri makanan ! Aku dan para murid baru tiba, semuanya sudah tampak berantakan, seperti yang master lihat saat ini" Ucap Mugon
"... Hem ..." Raykudo diam sambil mengusap Jenggotnya
"Tidak perlu dirisaukan, silahkan makan yang ada, bukankah ini masih cukup untuk kita" tambahnya
"Tapi Master, jika dibiarkan maka maling itu akan melakukan hal yang sama.." Ucap Cheng
"... Jika kalian masih mempermasalahkan ini, maka malam ini kalian akan kelaparan !"
"Sepertinya Roti dan daging ayam ini enak, aku akan mengambilnya !
Dan kalian silahkan nikmati hidangan yang ada" Raykudo berjalan keluar dapur sambil membawa roti dan daging ayam bersamanya.
Li bergegas mengikuti Raykudo dan berjalan disampingnya
"Master, apakah Kris juga ikut turun" tanya Li
"... hem...
Li , menurutmu siapa yang menghabiskan setengah hidangan itu?" Tanya Raykudo sambil tersenyum
" ...aaapakah itu ulah dia?" Tanya Li
Raykudo hanya tersenyum
"Anak itu ! Bagaimana bisa perutnya menjadi sangat besar ! Sehingga bisa menelan semuanya? Master apakah tubuhnya kini gemuk ?" Ucap Li
"Dia tumbuh dewasa, dan yah ! Tubuhnya kini membesar" jawab Raykudo
"Dimana dia saat ini Master, aku akan membuatnya kurus ! Agar makanan didapur tidak bisa lagi dia makan !" Ucap Li yang kesal
" ... Ha .. Ha... Ha... Mungkin sekarang dia telah tidur, katakan pada Xiosi, temanilah anak itu ke kuburan pedang, disana ada sesuatu yang menarik" Ucap Raykudo
"Apakah tidak masalah master mengizinkan Kris kesana, bukankah akan berbahaya?" Tanya Li
".. Li ! ...Kris bukan anak kecil lagi,
11 tahun berlalu, dia selalu bersamaku pagi siang petang hingga malam dia berlatih, bahkan dia menghancurkan ratusan pedang saat latihan, anak itu tumbuh lebih dari siapapun" Raykudo menepuk pundak Li
Tak terasa mereka telah berada di depan kamar Raykudo
"Jangan lupa untuk katakan pada Xiosi, anak itu perlu belajar banyak."
__ADS_1
Raykudo berjalan masuk kekamarnya dan menutup pintunya, Li berbalik meninggalkan tempat itu menuju dapur.
******