HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 16


__ADS_3

"Kita serius akan ke Markopolo, spertinya aku sedikit khawatir Han!"


"Lolaku sayang, kita akan bersenang-senang disana, meski disana negara terendah, bukan berarti kita berada disebuah hutan lebat tanpa manusia, tenanglah"


"Bagaimana anak ini seyakin itu!" Gumam Roy yang baru saja tiba di kamar Lola dan Han


"Hey cecunguk, kenapa kau ada di kamarku?" Ucap Han kepada Roy


"Apa katamu? Cecunguk? Meski begini aku lebih tua darimu !"


"Aku tau .. aku tau... namun meski kau tua dariku, aku tetaplah tuanmu !" Teriak Han


"Han sudah cukup, biarkan saja dia" ucap Lola


"Nona Lolaku yang cantik, kau membelaku?"


"Dasar sampah ! Kenapa kau harus berekspresi seperti orang mesum?" Lola yang kesal melempar bantal ke arah Roy


"Lola kalo marah mukanya serem juga" gumam Han


"Jangan banyak bicara Roy, aku tak akan ikut campur kalau tubuhmu di cincang olehnya" ucap Han


"Miris sekali, kenapa ada kejenjangan Sosial disiniiiii ...aagghhhhttt !! ..." teriak Roy kesal


"Diamlah ! Mulut bebek !" Lola semakin kesal


"Hahahah .. dasar mulut bebek !" Tambah Han


"Kau juga menghardikku? Dasar wanita jadi jadian !!" Teriak Roy kepada Han


Han berpura - pura menangis "Lola .... hatiku sakit sekali dia bilang begitu ! Huuuu ... huuu ..."


"Jangan drama ! Kau kira Lola akan termakan tipuanmu?" Ucap Roy yang menendang pantatnya Han


"Lola dia menyiksaku !"


"Apa kalian berdua tidak bisa diam ! Atau mau ku hancurkan kalian berdua berkeping - keping !" Mode setan Lola keluar


Han dan Roy segera diam tak banyak bicara , Roy segera membantu Han menyiapkan bajunya, begitu juga Lola.


"Ayo.... Mobil sudah menunggu, kita harus bergegas malam ini agar besok pagi kita sudah tiba di Markopolo" ucap Lola


"Baiklah bos .... kita pamitan kepada ayah dan ibu dulu" jawab Han


Mereka bertiga berjalan menuju kamar orang tuanya..


"Apa kalian sudah ingin pergi? Ucap sang Ibu.."


"Iya , kami akan berangkat sekarang agar besok pagi kami sudah berada di Markopolo" ucap Han


"Oh anakku" Ibunya memeluk Han


"Jaga dirimu, semoga kau baik-baik saja, kalian bertiga jangan selalu bertengkar, ingat ! Jika terjadi sesuatu hal yang membahayakan kalian akan dijemput paksa ! Teman ayahmu akan menunggu kalian di bandara, ingat ! Kalian harus punya sopan santun, dan jangan bikin ulah di Negara orang ! Terutama kau Han !"


"Ibu banyak sekali bicara, Ibu sepertinya lupa aku ini seperti apa," Ucap Han


"Karena Ibu tau, makanya ibu semakin khawatir"


"Sayang, sudahlah mereka bisa menjaga dirinya.." tambah sang Ayah


"Iya Ibu, kami akan baik-baik saja" ucap Lola


"Lola sayang, jaga dirimu.. jangan lupa untuk menelpon ibu jika terjadi apa-apa, jangan lupa awasi adikmu" Ibunya memeluk Lola dengan erat dan mencium keningnya


"Baik Ibu"


"Oh ya , setidaknya bawalah Nano bersama kalian" ucap Ayah


"Lebih baik kami tidak membawanya Tuan Besar, karena kucing itu sangat merepotkan nanti" jawab Roy sambil membawa koper mereka


Merekapun bergegas berjalan kearah mobil yang sudah menunggu mereka untuk menuju bandara dan pergi ke Negara Markopolo..


"Baiklah guys ! Markopolo kami dataaannngggg! " Teriak Han


Roy dan Lola ikut gembira, meski mereka menolak membawa sang Kucing bersama mereka namun tidak ada yang bisa membantah ucapan Ibunya, Nanopun akhirnya ikut mereka berkelana.


"Kira-kira kita tiba di sana pukul berapa?" Tanya Han

__ADS_1


"Entahlah, ini pertama kalinya aku kesana" jawab Roy


Lola yang ada diantara mereka bersikap tenang tak banyak bicara, dia hanya membaca sebuah novel yang cukup terkenal dinegaranya.


"Kau membawa buku itu?" Tanya Han kepada Lola


"He'eh" jawabnya singkat


"My Name is Ebram ? itu cerita yang sangat rumit Nona,"


"Kau tau isinya Roy?" Tanya Han


"Jelas ....! Meski begini aku juga menyukai buku bacaan" jawab Roy dengan tampangnya yang membanggakan diri.


"Ah coba aku test, kapan Ebram itu mati?"


"Pertanyaan yang sangat mudah, Ebram akan mati ketika ajal menjemputnya ! Mudahkan"


"Sialan ! Jawaban macam apa itu !" Ucap Han kesal


"Kalian tolong diamlah, pesawat ini akan segera berangkat, dan aku ingin membaca dengan tenang, jika tidak kalian akan aku lempar dari pesawat ini !" Ucap Lola sambil menatap Han dan Roy


"Baiklah... oh ya, aku lihat di internet meski Markopolo negara yang biasa saja, namun banyak tempat yang sakral dan mempesona, aku dengar mereka memiliki pantai yang sangat cantik, apa kita akan kesana?"


"Fokus sama tujuanmu disana Han, jangan membuang waktumu sia-sia"


"Benar ! Nona Lola sangat benar , kau harus fokus dengan tujuanmu disana kita hanya mendapatkan waktu 1tahun saja" tambah Roy


"Ayolah, kita harus menikmati perjalanan ini, jangan kalian buat semuanya menjadi rumit dan kacau !" Ucap Han


"Yang suka membuat kacau adalah kau sendiri setan !" Teriak Roy


"Umurmu masih 19tahun, tapi kau selalu mengomel seperti kakek-kakek ratusan tahun, aku hanya menikmati hidup yang ada, jadi kalian jangan terlalu kaku. sudahlah aku mengantuk, aku ingin tidur.."


Han segera tidur dengan pulas hingga mereka tiba di Markopolo.


********


"Kau sudah bangun Nak?"


"Paman Cheng, apakah kita sudah sampai?"


"Apakah ini rumah teman paman?" Tanya Kris


"Oh kita akan tinggal disini, mereka menyebutnya apartement , coba lihat, disini susananya damai dan aprtement ini terkenal cukup elit, paman sudah berjumpa dengan teman, barusan saja dia pamit untuk pergi. Dan dia menitipkan salam untukmu"


"Sayang sekali, aku ingin berjumpa dengan temanmu paman, tapi dari mana paman punya uang? Bukankah jika tinggal di tempat mewah seperti ini biayanya cukup mahal?"


"Ah paman masih punya emas, jadi tidak masalah. Oh ya disini kehidupan tidak sama dengan Kuil, semuanya serba canggih. Jika nanti kau tidak mengerti apapun silahkan tanyakan pada paman, dan juga nanti akan ada orang yang akan membantu kita membersihkan rumah ini"


"Paman, bagaimana kalau paman menyimpan dan mengelola emasku, aku takut jika berada di tanganku aku akan menghabiskannya sekejap, dan ambillah beberapa batang emas ini untukmu, gunakan untuk semua keperluanmu, apapun itu" Ucap Kris yang menyodorkan beberapa batang emas kepada sang Paman.


"Baiklah Kris, Ayo nak kita masuk, dan kita periksa tempat ini, paman harap kau menyukainya" Ucap Cheng


Merekapun turun dari mobil dan berterimakasih kepada sang sopir karena sudah mengantar mereka dengan baik dan selamat.


Cheng dan Kris berjalan memasuki tempat tinggal mereka,


"Apakah ini pintu rumahnya?"


"Bukan, teman paman bilang ini namanya lift, kita akan naik ke atas menggunakan lift , jika kita ke atas menggunakan tangga, kakimu akan kesakitan karena ini apartement yang tinggi, ah kalau tidak salah kita berada di lantai 20, ayo Kris cepat masuk"


"Lantai 20? Itu terlalu tinggi paman, seharusnya paman mencari rumah biasa saja"


"Ini untuk sementara, biar nanti paman cari lagi jika kamu tidak nyaman dengan tempatnya"


Kris mengangguk sambil tersenyum, Setibanya mereka di sana....


"Wow , tempat ini sangat luas" teriak Kris kagum,


"dan coba lihat pemandangan kota dari sini sangat menawan, Ayo Wolf kau harus bangun dan lihatlah ini" Kris mengganggu Wolf yang masih tertidur


"paman apakah disebelah ada orang?" Tanya Kris sambil menunjuk balkon di samping tempat tinggalnya


"Sepertinya belum ada orang, teman paman bilang di lantai 20 hanya ada 2 ruangan , yang satunya belum terisi"


"Itu artinya di lantai ini hanya ada kita?"

__ADS_1


"Benar, oh ya paman akan keluar sebentar , apakah kau bisa menyalakan TV atau semacamnya disini?"


"Tenang saja paman, ingatanku masih sangat baik, kalo hanya TV aku tau, paman sebaiknya berhati-hati jangan sampai tersesat saat keluar"


"Oh tentunya paman tak akan tersesat, paman dulu cukup lama tinggal di ILOS sebelum berada di kuil"


"Oh ya paman, bisakah paman membelikan makanan Wolf?"


"Tentu, nanti paman belikan beserta ayam bakar kesukaanmu, oh ya Kris, kau bisa menggunakan kamar yang di sebalah kanan, biar paman di kamar depan" Cheng tersenyum dan berjalan keluar.


Kris mengganggu Wolf yang sedang tidur mendengkur "Wolf, tidurmu sangat nyenyak ya? aku jadi kesepian"


Meski di ganggu, Wolf tetap tidak bangun.


"baiklah aku akan coba check kamarku" Ucap Kris


"Kamar Ini cukup bagus dan rapih, sepertinya orang itu merawat tempat ini dengan baik, hem..... kasurnya cukup empuk, Wolf kau tidur disini ya," Kris meletakkan Wolf di atas Kasur, bergegas menyusun pakaiannya kedalam lemari.


"Hem sepertinya sudah beres, ah aku harus mandi, rasanya tubuhku bau kecut"


Saat Kris berada dikamar mandi dia mendengar teriakan dari kamarnya.


"Kris, kau dimana? Kris kau meninggalkan aku?" Ucap Wolf sambil menggaruk pintu Kamar yang sedang tertutup


Kris segera bergegas keluar menggunakan handuk dengan rambut panjangnya yang terurai panjang dan basah


"Wolf , apa yang terjadi?" Teriaknya


Wolf yang mendengar suara Kris segera menoleh ke belakang dan melompat kedalam pelukan Kris


"Hey ada apa? Kenapa kau melompat secara tiba-tiba begini, bagaimana kalau handukku lepas !" Ucap Kris Marah


"Ah maaf, aku takut ! Aku kira aku sendirian disini.."


Kris menurunkan Wolf "Sudahlah, coba kau lihat keluar kaca, pemandangannya sangat indah, aku belum selesai mandi" Kris kembali kekamar mandi


"Kris coba lihat, pemandangan disini luar biasaaa... wooooooowwww menakjubkan, aku tidak pernah melihat ini sebelumnya" Wolf melompat ke arah kasur


"Ah Kris , Kasurnya sangat empuk ! Wohoooooo .. aku senang sekali disini, ingat Kris kau tidak boleh menyuruhku tidur di bawah nanti malam, jika itu terjadi akan aku pukul pantatmu"


Kris yang mendengar jeritan Wolf tertawa terbahak bahak di kamar mandi


Kris berjalan keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap di tubuhnya


"Kau sangat berisik Wolf"


"Ah apa kau lihat disana? Sangat indah," Wolf memancarkan tatapan yang bahagia kearah Kris


"Dari tadi aku membangunkanmu, namun sepertinya tidurmu terlalu pulas, itu indah bukan?" Wolf mengangguk "Ini namanya kota ILOS , ibu kota dari Negara Markopolo, bagaimana kalau nanti sore kita berjalan jalan keluar?" Tanya Kris


Wolf mengangguk kegirangan..


"Baikalah, kita akan jalan-jalan sore ini, tapi kau tidak boleh nakal ! Jangan lari sembarangan, aku takut kau akan tersesat" ucap Kris


"Baik ! Aku janji !"


"Kris keluarlah dari kamar, paman sudah menyiapkan makanan untukmu" ucap Cheng dari luar yang sedari tadi sudah kembali


"Ah, paman Cheng sudah kembali, ayo wolf kita keluar katanya paman membeli ayam bakar, apa kau lapar Wolf?"


Wolf segera berlari turun dari kasur dan menggoyang-goyangkan ekor nya menunggu Kris membukakan pintu


"Ayo cepat keluar Kris, aku sangat lapar ! Nanti Si jenggot akan memakan habis semuanya"


"Jika tingkah lakumu begini, Kau sama persis seperti anjing" Kris tertawa pelan


"Wow aroma ayam bakar ini sangat menggiurkan, paman beli dimana?" Kris menyambar ayam bakar yang ada dimeja


"Ah di bawah ada sebuah kantin, dan sepertinya makanannya enak, nah ayo makan," Kris dan Cheng duduk di meja makan, tak lupa Kris juga memotong sebagian ayam bakarnya untuk Wolf


"Ah paman, nanti sore aku dan Wolf ingin jalan-jalan disekitar sini"


Cheng yang sedang makan langsung menjawabnya " Ah didekat sini katanya ada taman bermain, paman juga melihat ada banyak penjual makanan disana, apa kau ingin kesana?"


Kris mengangguk "Ayo kita kesana paman, aku ingin melihat - lihat"


"Selesaikan makanmu, setelah itu kita kesana, itupun jika kau tak lelah"

__ADS_1


"Baik"


******


__ADS_2