
"Dari mana saja kalian? Hingga bolos belajar !" Lola yang berdiri di balik pintu dengan raut muka yang sangat marah, Han dan Roy yang baru saja tiba di Hotel diam seperti anak kecil yang sedang dimarahi karena melakukan kesalahan, mereka menundukkan pandangannya dan diam tak bersuara.
"Lola apa ini juga akan kau bawa?" Ucap Kris yang sedang memegang sebuah benda berwarna hitam emas keluar dari kamar Lola
"Kris?" Ucap Han kaget
"Han ?"
"Aaaaaaaa... aku merindukanmu" Han berlari nemeluk Kris dengan erat
"Kau ini" Kris mendorong Han
"Bagaimana bisa kau bolos sekolah ! Bahkan kau menggunakan seragam sekolah ! Dan kau dari mana saja? Satu masalah belum kau selesaikan dan kini kau telah membuat kesalahan lain !" Teriak Kris
Lola yang melihat Kris sedang memarahi adiknya tersenyum,
"Apa Nona tidak merindukan aku juga?" Bisik Roy pada Lola
"Diam kau ! Kau juga sama ! Sana masuk !"
Roy berjalan sambil tersenyum kecil.
"Ah maafkan aku ! Kami tersesat "
jawab Han
"Apa tersesat?" Lola kaget
"Bagaimana itu terjadi?" Tanya Kris
"Itu karena kami salah menaiki Bus, kami berdua asik bercerita sehingga tidak satupun dari kami yang memperhatikan jalan, dan ternyata bus itu mengarah ke luar kota ILOS" ucap Roy yang duduk di sofa melihat ke arah Kris
"Ya , kami turun di sebuah kota"
"Dimana itu?" Tanya Lola
"S o k a" Han melihat ke arah Kris
Kris tersentak, " Itu tempat tinggalku" Kris menundukkan pandangannya , terlihat raut wajahnya yang sedih.
Lola yang mendengar itu kaget..
Saat mengatakan bahwa Soka adalah rumahnya. Han yang menyadari itu memeluk Kris dengan sangat erat.
"Aaaaaaa aku sangat merindukanmu Kris, izinkan aku memelukmu lebih lama , tolong jangan lepaskan!"
"Kau ini !" Tanpa sadar Krispun memeluk Han dengan hangat
Roy yang melihat itu tersenyum, Lola segera duduk mendekati Roy "apa yang terjadi disana" tanyanya pelan
"Ah Nona ...." Roy kaget
Lola tersenyum sadis..
Kris yang tersadar memeluk Han segera melepaskannya, "Bukankah kalian harus berkemas?" Ucap Kris
"Apa?"
"Ya kita akan pindah, jika kita masih di Hotel ini, kita akan menghabiskan banyak biaya" ucap Lola
"Kemana kita akan pindah?" Roy berdiri
"Meeeeooooooowwwwe"
Nano yang baru keluar dari kamar Han berlari saat melihat Kris dan memeluknya
"Aaaastaaagaaaa ! Apa ini kucing kalian?" Tanya Kris
"Ya itu kucing kesayangan Han" jawab Lola
"Kau lucu sekali, lihat matanya yang begitu bulat, tubuhnya yang mungil.. ah menggemaskan ! Aku juga ada hewan peliharaan " ucap Kris menatap Lola
"Kau juga punya?" Tanyanya
"He'em ... namanya Wolf"
Lola tersentak dan menoleh kearah Han.
"Aku juga ingin melihat Wolf mu, kucingku bernama Nano, mungkin Wolf dan Nano bisa berteman dengan baik" ucap Han tersenyum
"Haaah ! Yang ada mereka akan bertengkar " jawab Roy
"Kau tau?" Tanya Lola
Roy tersentak kaget, "bukankah Anjing dan Kucing sejatinya tidak pernah akur? Seperti kata pepatah kau bertengkar seperti kucing dan anjing?" Ucap Roy
Lola diam,
"Bodoh" ucap Han pelan
"Semoga Nona Lola tidak sadar" gumam Roy dalam hati
"Kris , apakah kau mau membantu membereskan semua barang - barangku?"
"Aku akan membantumu , setelah kau berjanji tidak akan melarikan diri dari kesalahanmu ! Kau harus meminta maaf pada Wendra, bagaimana?"
"Baiklah jika itu membuatmu senang, aku akan melakukannya untukmu"
Kris tersenyum dan menurunkan Nano, dia berjalan mengikuti Kris mengemasi barang - barangnya.
"Akhirnya sudah selesai" ucap Kris
"Kau Lelah? Apa kau ingin minum sesuatu?" Tanya Han
"Nanti saja, coba kau check kembali barang-barangmu apa masih ada yang tertinggal?"
"Kris , bolehkah aku memelukmu?"
"Kenapa?"
"Kumohon" Han memelas
"Sepertinya tak masalah, dia kan wanita"
Kris begumam dalam hati
"Kemarilah" Kris merentangkan tangannya
Han berjalan mendekati Kris dan memeluknya sangat erat.
"Kris" ucap Han pelan
"Ya"
"Maafkan aku !"
"Kenapa?"
"Karena aku datang terlambat"
"Apa maksudmu"
"Lupakan, ingat jangan dilepaskan ! Peluk aku beberapa menit lagi"
"Baiklah"
"Ini sangat nyaman, rasa kerinduanku padamu rasanya masih terasa besar" ucap Han
"Kenapa kau suka sekali dipeluk?" Tanya Kris
"Karena aku lelah"
"Memangnya apa yang kau lakukan?" Kris melepas pelukannya
"Ah kau melepaskannya" ucap Han
"Saat kau melepaskan pelukanmu, rasanya sangat sakit sekali" Han berpura-pura sedih
"Dasar bodoh !" Kris menjitak kepala Han
"Cepatlah kalian akan pindah, Lola dan Roy mungkin sudah selesai" ucap Kris
Mereka berjalan keluar, benar saja Lola dan Roy sudah selesai mengemasi barang-barang mereka.
Merekapun pergi meninggalkan hotel...
"Sejak kapan mereka menjadi akrab?" Tanya Roy pada Lola
"Saat disekolah, Wendra datang dan meminta maaf pada Kris bahkan bersujud, dia memohon agar melindunginya dari Han, Kris hanya diam tak banyak bicara, namun saat Han tak kunjung datang dia sangat gelisah , dia selalu bertanya kemana kalian, apakah terjadi sesuatu dan sebagainya"
"Apa kau juga tidak khawatir?"
"Tentu aku khawatir !" Teriak Lola
"Terimakasih, sekarang aku baik baik saja" ucap Roy tersenyum kepadanya
"Hah? Ada apa denganmu? Aku khawatir kepada adikku"
"Kau sungguh jahat sekali , apa aku tak penting bagimu" ucap Roy
Lola berjalan didepan Roy sambil tersenyum "Bodoh !" Ucapnya dalam hati
"Mulai sekarang kalian akan tinggal disini" Ucap Kris
"Kenapa kita selalu tinggal di lantai ataaassss !" Jawab Han
"Jangan mengeluh ! Kris sudah susah payah mendapatkan tempat ini !"
"Apa? Kenapa Kris?" Tanya Han
"Karena mulai sekarang aku akan mengawasimu !"
"Aku?"
"Ya kau ! Karena diantara kalian bertiga hanya Kau yang bisa membuat kekacauan luar biasa !"
"Kau kagum?"
"Kagum ? Aku marah ! Dasar bodoh !"
Kris menjewer telinga Han
Han menahan telinganya "Sakit .... lama lama kau sama seperti Lola ! Kalian seperti Ibu tiri yang menyiksa anaknya" teriak Han
Kris melepaskan jewerannya "Huh"
"Mulai sekarang kalian adalah tetanggaku !" Teriak Kris
"Apa ? Tetangga?" Ucap mereka bertiga dengan serentak
"yep .... taraaaaaaaa ! Didepan ini adalah tempat tinggalku"
"Matilah aku !" Ucap Han
"Hahahah sangat menarik," ucap Roy
__ADS_1
"Benarkah ini rumahmu?" Tanya Lola
"Benar , nah sekarang bawa masuk barang - barang kalian lalu mampirlah kerumahku, kita akan makan besar malam ini"
"Bagaimana kalau aku menginap dirumahmu saja ?" Tanya Han
"Gedebukk"
Kepala Han di toyor Lola.
"Kau mau cari mati denganku?" Mode Lola marah
"Kau selalu saja menghalangi aku"
"Jangan pernah berfikir kau mengambil kesempatan yang lain semudah yang kau lakukan tadi kepadanya"
"Yang mana?" Teriak Han
"Kau meminta pelukan pada Kris ! Kau kira aku tidak melihatnya hah ! Jangan memanfaatkan tubuh kecilmu itu dengan hal hal yang diluar logika !" Teriak Lola
"Kau memeluk Kris?" Teriak Roy
"Aku hanya memintanya memelukku.."
"Kalau begitu apakah Nona mau memelukku juga?" Tanya Roy pada LoLa
"Dasar kalian berdua sama saja ! Otak Mesum ! Ayo Kris kita masuk saja "
Han dan Roy diam membisu ..
"Padahal aku juga ingin dipeluk olehnya"
"Sudahlah Roy, ayo kita masuk kawan" ucap Han sambil berjalan merangkul Roy
Mereka mengemasi barang - barangnya kedalam rumah, "nah semua sudah ada didalam, ayo kerumahku, kita akan makan malam bersama," ucap Kris
"Kau bisa memasak?" Tanya Roy
"Hahhahahha .... aku..... emmmhhh "
"Biar aku saja yang memasak, Kris cukup memperhatikan aku saja"
"Kau bisa memasak Han?" Tanya Kris
"Emh masakannya sangat lezat ! Sudah lama aku tidak mencicipinya" Ucap Roy
"Kau pernah memakan masakan Han?" Tanya Lola kaget
"Mampus ! Aku salah bicara lagi" ucap Roy dalam hati "tolong aku kawan" gumamnya
"Ah dia pernah mencoba masakanku, hanya sekali !" Han melihat kearah Roy
"Kapan itu?" Desak Lola
"Emh ... aku lupa, tapi sepertinya saat itu kau tidak ada"
"Aku tidak pernah jauh darimu Han !" Tegas Lola
"Ah sudahlah, kenapa kalian ini, aku hanya menyanjung Han, dan meyakinkan Kris bahwa masakannya enak, itu saja"
teriak Roy
"Bagaimana kalau kita buktikan saja?" Kris berjalan ke rumahnya
"Mari masuk, dirumahku hanya ada pamanku saja"
"Hei Han, bukankah kita tadi juga berjumpa dengan pamannya?" Bisik Roy pelan
"Mungkin paman yang berbeda, kau harus berhati-hati dalam berbicara, kau hampir ketahuan oleh kakakku"
"Aku paham, sepertinya dia mulai curiga pada kita"
"Feelingnya kuat, dia kembaranku. Kau masih beruntung dia tidak bisa membaca pikiranmu"
"Aku akan berhati-hati"
"Apa yang kalian bisikkan?" Ucap Lola yang tiba-tiba berada di belakang mereka
"Ah bukan apa-apa" jawab mereka
"Kris kau sudah pulang nak?" Cheng keluar kamarnya dan menyapa mereka
"Emh, Paman mereka temanku, dan kenalkan ini paman Cheng"
"Selamat malam paman, saya Roy"
"Saya Lola"
Han melihat Cheng tanpa berkedip sedikitpun, "Luar biasa ...." ucapnya
Semua orang yang ada disanapun heran.
"Han?" Kris memanggilnya
"Oh, salam paman aku Han" Han menyodorkan tangannya
Saat Cheng berjabat tangan dengannya Cheng merasakan aura yang begitu besar dari Han "Kau?"
Han tersenyum pada Cheng..
Cheng segera melepas tangannya.
"Terimakasih Paman" ucap Han
"Karena sudah menjagamu" ucap Han sambil tersenyum
"Anak ini benar benar sudah gila" Roy menepuk jidatnya
"Terimakasih" ucap Cheng
"Paman?" Kris kaget
Han membalas senyuman Cheng "oh ya aku akan kembali, aku lupa membawa Nano kesini, tunggu!"
Han berlari keluar dan kembali kerumahnya "Nano, Nano kemarilah"
"Ah Master , kau membangunkan aku"
"Dengar ! Aku akan mempertemukanmu pada Wolf"
"Benarkah? Sungguh?" Mata Nano berkaca-kaca
"Ya"
"Dimana dia Master?"
"Tepat di sebrang rumah ini" Han tersenyum
"Ayo master , aku ingin bertemu dengannya"
"Tapi Nano, kau harus menjaga sikapmu, mungkin saat ini dia tidak mengenali kita, jadi buatlah dia menjadi temanmu"
"Master ! Meskipun aku selalu bertengkar dengannya , dia satu satunya keturunan Anubis yang aku sayangi"
"Bagus, ayo kita kesana"
Han menggendong Nano dalam pelukannya dan berjalan kembali kerumah Kris
"Han ! Bukankah kau ingin memasak?" Ucap Roy
"Kalian tak perlu repot-repot paman sudah memasak beberapa makanan malam ini, kebetulan hidangan sudah paman siapkan, mari kita makan" Cheng tersenyum
Mereka berjalan kemeja makan dan meninggalkan Nano di atas Sofa sendirian "kau ! Cukup diam disana, jangan sampai kau mencakar sofa itu ! Atau kau akan aku cakar juga" ucap Roy pada Nano
"Wah hidangan ini sepertinya lezat" ucap Han
"Duduklah, makanlah sesukamu, jangan malu-malu"
"Kalau dia , aku yakin tidak akan merasa malu paman" ejek Roy pada Han
"Ayam bakar?" Han menoleh kearah Kris
"Kenapa? Kau tidak suka?" Tanya Kris
"Aku tau , kau menyukainya"
"Darimana kau tau?"
"Dari wajahmu , wajahmu seperti ayam bakar hahahhahah"
Kris kembali menjitak kepala Han.
"Aduh... sakit !"
"Sepertinya mulai sekarang aku akan menyerahkanmu kepada Kris , Han," Ucap Lola
"Ehhhhh" Kris melihat kearah Lola
"Aku sudah lelah memarahinya terus menerus, bebanku sedikit berkurang" Lola tersenyum sambil menuangkan makanan di piringnya
"Maafkan aku Lola" uca Kris
"Kenapa kau meminta maaf, aku sangat senang , sungguh !" Ucap Lola meyakinkan Kris
"Ternyata aku beban" Han bersedih
"Kau memang beban pembuat onar dan tak tau malu" tambah Roy
"Jangan ikut campur,"
"Sudah sudah ... kalian makanlah sebelum semuanya dingin"
Mereka menyantap hidangan dengan sangat lahap.
"Errggghhhttt ! Aku kenyang sekali ..."
"Hei wanita mana yang bersendawa begitu kuat !" Teriak Roy
"Aku" ucap Han
"Memang kau wanita ! Kau bukan wanita ! Kau wanita jadi jadian ! Kau harusnya bersikap anggun seperti Nona dan Kris !"
"Ah itukan mereka, jangan samakan aku dengan mereka ! Aku ya aku"
Kris dan Lola tesenyum melihat tingkah Han dan Roy
"Emh maaf memotong pembicaraan kalian, paman harus keluar sebentar , paman lupa harus bertemu dengan pemilik toko, temanilah Kris disini, hingga paman pulang ya?" Ucap Cheng
"Hati hati paman" jawab Roy
"Lola"
"Ada apa Kris"
"Maafkan aku jika aku berlebihan pada adikmu"
__ADS_1
"Eehh.. kau kenapa?" Lola menatap Kris
" Aku merasakan bahwa kami telah mengenal cukup lama, saat aku disampingnya ada sesuatu yang tidak aku pahami"
Lola yang mendengarkan itu kini tersenyum..
"Padahal aku baru mengenalnya, rasanya seperti ada ikatan yang kuat diantara aku dan Han .. aaahhhh bukan maksudku mengarah ke arah yang tidak senonoh"
"Aku mengerti, kau boleh mengenal dia lebih jauh" Lola tersenyum
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tiba tiba Han berada di antara mereka
Kris kaget hingga muka nya memerah..
"Kris bukankah kau ingin mengenalkan Wolf padaku?" Ucap Han
"Ah iya .. aku akan membawanya kemari" Kris berjalan ke arah kamarnya
Lola tersenyum melihat Han, dia mengelus kepala sang adik dengan lembut "Berjuanglah, aku mendukungmu"
Han pun tersenyum kepada Lola "Aku menyayangimu Kakak" jawab nya
"Han .... " Kris memanggil Han sambil mengendong Wolf
"Waaahhhhh , cantiknya" Han berjalan mendekati Kris dan Wolf
"Andai kau bisa mengingat semuanya Roy" gumam Lola pelan
"Apa aku mengganggu pikiranmu Nona?" Roy tiba tiba duduk di samping Lola
"Kenapa kau tiba-tiba berada disini?"
"Aku selalu berada didekatmu.. apa kau lupa?"
Ucap Roy
"Eehhhh..."
"Bukankah begitu? dari kecil hingga sekarang kita selalu bertiga bukan?"
"Kau benar"
"Lola kemarilah, coba tebak siapa serigala kecil ini"
Lolapun berjalan mendekat
"Kau tau dia serigala?" Tanya Kris
"Aku tau, dari taring dan telinganya"
"Hai Wolf " Sapa Lola
Roy yang gusar karena tiba tiba badannya merasakan kesakitan, Tubuhnya menggigil hebat, mata Roy menjadi putih keseluruhan, hingga dia hanya terbaring di sofa
"Apa Wolf sakit?"ucap Lola
"Ah mungkin karena dia baru bangun tidur? Tapi aku belum mendengar suaranya" Kris membalikkan badan Wolf kearah nya
"Wolf apakah kau baik-baik saja?" Kris bertanya pada Wolf dengan telepatinya
"Kris aku tak enak badan, badanku rasanya gemetar, sendiku rasanya sangat ngilu, dadaku sesak, seakan ingin mati" jawab Wolf
"Kau sakit?" Teriak Kris
"Dia sakit?" Ucap Han
"Kemari , biarkan dia bersamaku ! Berapa lama dia telah bersamamu Kris?" Tanya Han
"Hampir sebulan lebih" ucap Kris
Lola dan Han terdiam, "Lola bisakah kau merebus air panas sekarang?"
Lola mengangguk "Kris aku pinjam dapurmu"
Han melihat Roy yang terdiam dengan tubuhnya yang bergetar hebat, keringatnya bercucuran, "Sial ! Mata Roy telah memutih ! Aku harus bergerak cepat ! ini sudah waktunya" ucap Han
"Ada apa?" Tanya Kris khawatir
"Maafkan aku Kris" Han yang sedang mengendong Wolf ditangan kirinya langsung menarik Kris lalu mencium bibirnya, bibir mereka kini bersentuhan,
Kris yang kaget segera mendorong Han menjauh "Apa yang kau lakukan ! " teriak Kris
Han berlari kearah Roy,
"Lola kau lama sekali ! Cepatlah"
Kris semakin bingung "Apa yang terjadi disini !"
"Api nya sangat kecil , sepertinya gasnya akan habis Han !"
"Sial !" Han langsung mengarahkan kedua jarinya kearah tungku api
"busssshhhh" api yang ada di tungku kini tiba tiba membesar
"Nano !" Han berteriak kearah Nano, Nano yang mendengar teriakan Han lalu mendekat kearah Roy dan menggigit tangan Roy dengan keras hingga berdarah
Melihat itu Kris berlari untuk menghalau Han,
"Ada apa ini ! Apa yang sedang terjadi !" Teriak Kris
Kedua jari Han mengarah ketubuh Kris, "Maafkan aku" ucap Han kepadanya
Kris tertahan oleh sihir Han, tubuhnya kini tidak dapat bergerak, dia berteriak memanggil Han dan Lola , namun mereka mengabaikannya, Roy yang terbaring semakin melemah.
"Lolaaaaa cepatlaaahhhhh !!!!
" Airnya sudah mendidih.."
"Nano persiapkan dirimu !" Nano mengangguk
Darah yang keluar dari tubuh Roy di hisap oleh Han, dia berlari kearah tungku api, dan memasukkan Wolf kedalamnya,
"WOLF !!!!!!!!!! Han kau sudah gilaaaaa ! Kenapa kau merebusnyaaaa !!!!!!" Teriak Kris
Han memasukkan Darah yang ada didalam mulutnya ketungku air , Lola yang sadar berlari kearah Roy, dia menyembuhkan tangan Roy,
"Nano !"
Nano yang mendengar teriakan Han segera berlari masuk kedalam tungku air.
Kris yang menyaksikan itu kini menangis histeris, sebuah bayangan hitam menyelimutinya.
Krispun kini terlepas dari ikatan sihir Han, di tanganya keluar sebuah pedang bersinar bagai rembulan, Kris yang murka segera berlari kearah Han untuk menusuknya...
Lola yang melihat itu menghentikan Kris dengan pedangnya..
pedang Kris kita berbenturan dengan Pedang Lola.
"Traaannnggggg"
"Kris lihatlah sekelilingmu !" Ucap Lola
Sebuah suara kini terdengar dari belakang Kris
"Krissssssssss"
Krispun menoleh kearah suara.. Wolf yang tersadar berlari mendekatinya.
"Wolf?" Kris berhenti dan memeluk Wolf dengan erat
"Kau baik baik saja Wolf?" Ucapnya
" Lola Fokus ! Teriak Han sambil mengangkat Nano dari tungku, dia berjalan kearah Roy, tubuh Nano yang terkulai lemah, diletakkan di atas tubuh Roy.
"Apa dia akan baik baik saja?dan apakah kau akan melakukannya? Tidak Han ! Aku tidak ingin kau melakukannya" Ucap Lola gemetar
"Tenanglah, dan bantu aku ! Aku harap kita tidak terlambat .. "
Han berlari masuk kedalam kamar Kris, dan keluar membawa sebuah topeng yang Kris simpan dengan baik di lemarinya
"Bukankah itu topengmu?" Ucap Wolf pada Kris
"Lola apa yang terjadi !" Teriak Kris
Lola melihat kearah Kris , air matanya yang jatuh berderai tak berhenti.
Kris kaget melihat Lola yang sangat menyedihkan itu, dia segera berjalan memeluknya
"Lola apa yang terjadi," ucap Kris sambil memeluk Lola dengan erat
"Kris jangan melihat kearah Han"
"Han?"
Kris melihat Han yang menggunakan topeng miliknya berada didepan tubuh Roy dan Nano yang telah melemah,
"Wolf ingatlah siapa dirimu !"
Han menatap Wolf dengan topeng dan sebuah pedang yang telah keluar dari tangan kanannya
"Aaaaa ! Master" ucap Wolf
"Jangan menangis Lola , ini tidak akan lama. Jaga dirimu baik baik dan Kris aku harap saat kita bertemu lagi kau telah mengingatku"
Han memegang erat pedangnya.
"Break the soul" ucap Han pelan
Han menusukkan pedangnya tepat di hatinya,
Kini sebuah kilat menyambar di setiap ruangan
"HAAANNNNNNN !" Teriak Lola
"Angin bertiup kencang, gemuruh kilat kini terdengar di langit, udara dingin menusuk hingga ketulang,
"Whoooooooozzzzzzzz!"
Han menghilang bersamaan dengan Roy dan Nano yang telah sadar
"Haaaaannnnnnnn !!!!!!" Lola berteriak sekencang kencangnya
Kris menangis, dadanya sesak , hatinya kacau, isak tangisnya pun pecah..
Roy yang bangun lalu mendekat kearah Lola, dia memeluk Lola dan Kris yang menangis tiada henti.
"Maafkan aku" ucap Roy
"Master !" Wolf berteriak dan mengaung sangat kuat, Nano berjalan kearahnya dan mengeluskan badannya ke tubuh Wolf
"Wolf , Nano kemarilah," ucap Roy,Roy memeluk mereka..
"Jangan bersedih, kita akan menunggunya kembali" Roy pun ikut larut dalam kesedihan
*********
__ADS_1