
"Kris ini aku, buka pintunya"
Kris membuka pintu kamarnya dan melihat Han yang berdiri di hadapannya.
Kris memeluk Han, Han menyambutnya dengan kehangatan.
"Kau masih memikirkan ucapan peramal tua itu?" Tanya Han
"Iya"
"Ayo tenangkan dirimu didalam" Han mengajak Kris masuk, lalu mengunci pintu kamarnya, mereka duduk di atas ranjang Kris yang terbalut oleh selimut putih yang cukup tebal,
"Apa kau ingin terus menangis seperti ini?" Ucapnya
"Bagaimana hal itu tidak membuatmu gundah? Apakah ucapan peramal itu tidak membuatmu gentar?" Tanya Kris
"Sayang.. kau lupa, aku belum pernah merasakan kematian, jika digabungkan umurku lebih dari ribuan tahun, aku berkelana di langit dan bumi, aku sudah melihat terlalu banyak kehidupan sebelum kau dan aku berada di bumi, ada banyak rasa sakit hati manusia yang aku lihat, kehilangan, duka, kesengsaraan, kesakitan, cinta, bahagia, kasih sayang dan yang lainnya. Apa kau lupa, sebelum kau lahir ke dunia ini saat kau dan aku masih di langit kita pernah turun kebumi, hanya untuk membuat sebuah rumah yang tidak terlihat oleh manusia, dan sekarang rumah itu menjadi kuil tempatmu berlatih, aku pernah kehilanganmu, aku pernah merasakan hampa saat tidak ada dirimu dalam keseharianku. Aku turun kedunia melalui kelahiran, aku di uji dengan menjadi perempuan dan saat ini aku sudah kembali, bagian mana yang tidak aku rasakan, dan ucapan peramal itu tidak akan membuatku goyah hanya karena aku mati karenamu, aku bahagia jika memang harus mengalami sakit kematian untukmu"
"Jangan katakan itu Han.. kumohon ! Aku tidak ingin jauh darimu,"
"Hey ... hey ... tenanglah, sekalipun kau mencoba membunuhku, cintaku padamu tidak akan pernah berubah"
"Tapi Han .... aku takut"
Han menghapus air mata Kris yang membasahi pipinya,
"Kau tau, kini matamu membengkak, apa kau ingin matamu menjadi besar seperti para orc yang matanya terkena sengat lebah?"
Kris membayangkan apa yang diucapkan Han, dan menahan tawanya.
"Nah jika kau tersenyum begini kau sangat cantik"
"Kau ini !"
"Jangan di pikirkan lagi, oke? Ah ya mana ponselmu, bagaimana kalau kita berdua berfoto bersama?"
"Apakah bisa?"
"Tentu, ponsel itu sangat canggih"
"Sebentar, aku akan mengambilnya"ucap Kris
Kris berjalan mengambil ponselnya yang berada didalam lemari meja, Han berjalan dan memeluk Kris dari belakang, "Han... ada apa?" Tanya Kris
"Aku hanya tidak ingin kau menangis lagi" dia meletakkan dagunya di atas bahu Kris, saat Kris membuka sebuah laci han melihat sesuatu..
"Sayang, apa itu kangold?"
"Kau tau?"
"Ya , aku yang membuatnya, aku mengirimnya bersama Wolf"
"Itu juga milikmu? Aku menemukannya berkat Wolf"
"Bukan ! itu kini menjadi milikmu, bukankah kalian telah melakukan kontrak?"
"Han .. kau serba tau , benar ! Aku sudah membuat kontrak pada kangold milikmu"
"Itu artinya orang lain tidak akan bisa menyentuhnya," ucap Han
"Apa akibatnya jika kantung itu di pegang orang lain?" Tanya Kris
"Maka tangannya akan terbakar, karena kantung itu terbuat dari lahar neraka, aku mencampurnya dengan emas, dan es abadi, sehingga panas apinya tidak akan terasa saat tersentuh"
"Kau sangat hebat sayang" ucap Kris membalikkan tubuhnya
"Oh ya.. boleh aku melihat pedangmu?"
__ADS_1
"Blue sword?"
"Iya, aku ingin melihatnya"
Kris melepaskan pelukannya, dia membentangkan tangannya, bayangan hitam keluar dari pergelangan tangannya, begitupun dengan Blue Sword Slayer yang kini berada di tangan Kris
"Apa kau lihat bayangan hitam ini?" Ucap Kris
"Ya .. aku melihatnya, boleh aku menetralkannya untukmu?"
"Kau bisa?"
"Tentu, aku suamimu semua hal bisa aku lakukan"
"Maka lakukanlah" ucap Kris sambil memberikan pedangnya pada Han
Han memegang pedang Kris, namun bayangan hitam tetap melekat pada pergelangan tangan Kris, Han melihat pedang itu dangan sangat teliti,
"Hem .. ternyata kau disini" ucapnya
Han melempar pedang itu keudara, dan kini pedang itu melayang dengan posisi mata pedang berada di atas, Han menyentuh gagang pedang dengan satu jarinya, "Whoooozzzzzz" bayangan itu keluar dari pedang, membentuk sebuah bola hitam yang sebesar genggaman,
" Apa itu?" Tanya Kris
"Sebentar"
Han menutup bola hitam itu dengan kedua tangannya, di membolak balikkan bola itu hingga tujuh kali, dia merapalkan sebuah mantra dan benar bola yang tadinya berwarna hitam kini telah membiru,
"Hey .. bangunlah," Han menggoyangkan Bola biru itu dengan sangat pelan, sebuah sayap kecil kini terbentang, kepalanya yang bertanduk kini terlihat,
"Owaaakk" bola biru itu mengeluarkan suara,
"Itu naga?" Ucap Kris
"Benar, hai Wen apa kabarmu?"
"Wen? Apa itu wen si naga yang perkasa?" Ucap Kris
"Apakah butuh waktu lama untuknya kembali,?"
"Tidak, dia akan tumbuh dengan pesat hanya hitungan beberapa minggu, sama seperti wolf, kau lihat pertumbuhannya kan?"
"Ah ya , itu karena dia memakan segalanya,"
"Untuk smentara dia akan aku simpan, aku akan mengeluarkannya saat itu tiba, dan satu lagi dalam pedangmu yang belum aku keluarkan,"
"Apakah itu Yuan?" Tanya Kris
"Emh.. ternyata kau tau akan Yuan?"
"Ya aku tau dia" ucap Han
Han mengambil pedang Kris dan menyimpan Wen pada kangold.
"Apa kau tidak ingin tidur? Besok kita akan kembali kenakademi,?" Tanya Han
"Ayo .. aku sangat lelah, tapi bukankah kau tadi ingin berfoto denganku?"
"Kau lelah karena kau hanya menangis dari tadi, sini duduk didekatku, nah kau boleh bergaya apapun, kau siap satu .. dua .. tigaaa .. "Checreekk" Han mengambil foto mereka "sekali lagi" ucap Han .. "Cheekreekk" Han tersenyum melihat foto yang kedua, Kris yang mencium pipinya dan Han yang tertawa lepas.. "Nah sekarang ayo tidur ! Aku akan memelukmu,"
Han dan Kris kembali ke ranjangnya dan telelap, mereka tidur dengan memeluk satu sama lain.
Kris mencium bibir Han dengan hangat, Han yang tadinya hampir terlelap terbangun dan menyambut ciuman mesra Kris, malam ini mereka melakukannya lagi, perasaan keduanya saling tertuang dengan sentuhan sentuhan yang membuat mereka terbuai malam itu, jemari Han yang menyentuh tubuh Kris dengan lembut, setiap ******* nafas yang penuh dengan asmara keluar begitu saja tanpa beban, sejenak Kris melupakan sedih nya hari ini, Han mencium semua area sensitif Kris, Kris yang tak tahan terus saja mengeluarkan suara yang penuh dengan gairah. Begitulah mereka melalui malam itu.
Waktu terus berlalu, malam berganti pagi keheningan berganti dengan suara suara burung yang bernyanyi.
"Apa kalian siap berangkat?" Ucap Lola,
__ADS_1
"Dimana Roy?" Tanya Han
"Ah dia sudah menunggu kita di mobil, ayo ! Sebaiknya kita bergegas jika tidak dia akan berkicau seperti suara burung burung itu"
Mereka berjalan menghampiri Roy, dan pergi menuju akademi.
Akademi sama seperti sekolah bagi mereka hanya saja disana yang dipelajari adalah ilmu bela diri, ilmu dunia, ilmu tentang sihir dan ilmu hitam. Ada banyak orang orang hebat disana.
Han, Lola dan Kris berada dikelas Ilmu bela diri, sedangkan Roy berada di kelas ilmu dunia.
Setibanya mereka di Akademi .....
"Han, aku harap kau tidak membuat ulah hari ini" ucap Lola
"Selagi tidak ada yang memicunya, aku tidak akan membuat onar"
"Jika kau membuat onar maka jangan harap kau bisa tidur denganku !" Ucap Kris
"Kalian ini !" Roy yang tiba diantara mereka setelah memarkirkan mobilnya
Mereka memasuki akademi dangan sangat tenang.
Han Lola dan Kris kembali kekelasnya, masih banyak anak kelas masih membicarakn tentang mereka,
"Coba lihat ! Bukankan itu Han? Sebenarnya dia laki laki atau perempuan?"
"Diamlah, jangan terlalu banyak bicara, kau ingin bernasib sama seperti Wendra"
Ucap salah satu murid di kelasnya.
"Abaikan saja mereka, jangan di ambil hati," Ucap Han pada Kris yang sudah geram
Mereka bertiga duduk tanpa ekspresi, Gea masuk kedalam kelas dengan angkuhnya, "oh para monster sudah berada disini" ucapnya sambil menatap mereka
Lola yang kesal berdiri lalu mendekati Gea, "Buukkk" Lola meninju muka Gea, Geapun jatuh.
"Wanita ****** ! Dengar mulutmu bisa membawa kehancuran bagi dirimu sendiri ! Dari pada kau mencaci maki orang lain lebih baik kau berkaca untuk mukamu, kau seperti pelacur rendahan"
"Apa katamu? Berani beraninya kau ! Kau harus tau aku adik Reso ! Kau pasti akan dibunuh kakakku !"
"Kau membawa nama kakakmu disini ! Kau pikir aku akan takut hah?"
Gea yang kesal melemparkan kursi ke arah Lola, Lola segera menghindarinya, merekapun bertarung dengan sengit,
"Ternyata dia punya ilmu beladiri yang cukup baik" ucap Han
Gea segera di bantu oleh empat teman temannya, kini Lola dikepung mereka, dan menghajar Lola secara bersamaan , kekuatan mereka cukup lumayan hingga membuat Lola kewalahan, Kris yang melihat itu segera membantunya,
Han diam sambil mengamati pergerakan mereka.
Kris memukul telak mereka dengan pukulan tenaga dalamnya, Lola yang marah akhirnya menjadi sangat brutal "Haha Sepetinya Lola sudah tidak bisa menahan amarahnya" Ucap Han pelan sambil tertawa
Lola menarik gera dan "Buukkkkk ... buuukkk ... bukkkkk ...." pukulan demi pukulan ke arah muka hingga perutnya, Gea membalasnya dengan ilmu yang dia punya, tangan Gea dipenuhi oleh lapisan Es yang cukup tebal, dia mengarahkan langsung pukulan itu ke arah perut Lola "Pukulan Laut merah" , Lola yang terkenal lincah segera menangkis pukulan ke sebelah kanannya , benar saja pukulan itu membuat lantai rusak dan menjadi Es.
"Lola .." teriak Kris,
"Lola mengeluarkan kekuatannya, aura mematikan muncul dari tubuhnya, sebuah angin dengan api berkobar di tubuhnya , dia menjadikan tangannya seperti sebuah pedang dan berlari ke arah Gea, Geapun mengeluarkan kekuatannya penuh, dan berlari kearah Lola, Han yang menyadari itu segera berdiri untuk mencegahnya.
Namun dia terhenti melihat Kris diantara mereka menghentikan kedua kekuatan yang mematikan itu hanya dengan kedua tangannya. "Kris" ucap Han pelan
Gea dan Lola kaget, karena kekuatan mereka dihentikan oleh Kris dengan tangan kosongnya.
"Sudah cukup, lihatlah kelas ini ! Bagaimana kita bisa belajar , sebentar lagi guru akan tiba, sebaiknya kalian berhenti sampai disini"
"Hah? Berhenti? Aku tidak akan berhenti, hingga kakakku Boree tau ! Lihat saja kalian para gembel akan mati di tangannya" Ucap Gea kesal
"Ayo Lola" Kris meminta Lola kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
"Kris .. kekuatanmu kembali sepenuhnya, apa itu karena Wolf, dan Wen yang telah kembali ke sisinya, Aku harus berhati hati.. jika tidak aku salah sedikit saja ! Aku bisa mati di tangannya" Ucap Han dalam hati
********