HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 35


__ADS_3

"Paman Cheng, kemarilah" Kris meminta cheng duduk di hadapannya


"Ada apa Kris?"


"Paman, aku akan mengubah nama sekte kita, apakah paman keberatan?"


"Kau akan mengubahnya dengan nama apa? Apakah ada masalah dengan nama sekte Langit?"


"Paman, Sekte langit sudah ada dari dulu, meski ayahku sudah meninggal, sekte itu masih berdiri, bukankah akan aneh, jika ada sekte langit lain yang sedang bergerak?"


"Hem , benar ! Akan jadi masalah jika nama sekte langit kita bergerak dan dikenal orang, maka sekte langit sebenarnya akan mulai bertanya-tanya"


"Itulah yang aku pikirkan paman, aku akan membalas dendam kepada orang-orang yang menghancurkan keluargaku, namun aku tidak ingin kita menjadi musuh sekte langit"


"Baiklah, aku setuju , tapi apa nama sekte yang akan kau gunakan?"


"Aku belum bisa memutuskan, aku harus meminta pemdapat semuanya, bagaimana kalau aku mengumpulkan mereka sekarang?"


"Ya aku akan memanggil mereka kemari"


Cheng berdiri keluar meninggalkan Kris.


"Yuan .. kau bisa keluar sekarang," ucap Kris


Yuanpun kelar dari menghadap Kris,


"Kau yakin akan mengganti nama sektemu Kris?"


"Ya.. aku tidak ingin berdiri dengan bayang-bayang sekte ayahku dulu, meski ayahku sudah tiada, namun sekte itu masih ada, masih banyak orang hebat yang akan menjaga nama itu, aku ingin membentuk sekteku dengan kekuatanku sendiri, bagaimana menurutmu?"


"Tentu aku akan setuju, apapun yang kau lakukan baik dan buruk, aku akan bersamamu"


"Yuan, terimakasih"


"Kau tidak perlu sungkan Kris, berkatmu aku melihat dunia lagi, meski aku tak tau apa yang di janjikan kekasihmu kepadaku, aku akan menjalankan tugas darinya"


"Apakah dia akan baik-baik saja disana?"


"Aku rasa dia baik-baik saja, namun mungkin ini yang terbaik untuk kalian, kau harus percaya padanya, dia akan datang kepadamu"


"Sekali lagi terimakasih Yuan"


Cheng dan yang lainnya kini tiba di hadapan Kris, Krispun mengatakan apa keinginannya,


"Kris, apakah kita harus meminta persetujuan Roy juga? Karena dia salah satu dari sekte ini?"


"Aku rasa tidak perlu Prades, dia pasti akan setuju apapun keputusan yang di ambil Kris" ucap Cheng


"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Kris


"Tentu kami setuju, namun nama apa yang akan kau gunakan?"


"Aku akan menggunakan nama Hunter"


"Hunter?" Tanya Wolf


"Ya .. Hunter artinya pemburu, kita akan memburu kejahatan di Negara ini bahkan di seluruh dunia, kalian harus menjadi lebih kuat mulai saat ini"


"Sepertinya itu hal yang bagus sayangku" jawab Wen


"Baiklah sekarang kita adalah Hunter, aku akan memburu semua Iblis di dunia ini, Ha ha ha .. rasanya aku akan bernostalgia seperti aku bertarung dengan Master dulu" Teriak Wolf


Kris dan yang lainnya tersenyum, Wolf yang menyadari hal itu tersipu malu,


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Cheng


"Hem.. Kuil saat ini sedang diperbaiki, aku ingin kita membangun soka kembali,"


"Apakah aku harus ikut Kris?" Prades berdiri


"Tidak, Prades aku akan meminta paman Li untuk mengajarimu tentang seni bela diri, kau harus bisa melindungi dirimu dan sekte Hunter"


"Itu artinya Prades akan tinggal sementara waktu di kuil ini?" Ucap Cheng


"Benar paman, Prades harus berlatih, aku harap paman Cheng dapat memperbaiki kota Soka, aku akan meminta beberapa pertolongan dari murid di kuil untuk membantumu, dan sepertinya Wen juga akan membantumu di soka, mengingat dia seorang Naga, mungkin dia bisa membantumu mengangkat beberapa reruntuhan di rumahku"


"Baiklah kami akan lakukan, bagaimana denganmu?"


"Paman, aku akan mengajak Yuan dan Wolf kembali ke ILOS, aku akan mencari beberapa petunjuk tentang Ponca dan mengakhiri dendamku"


"Kapan kau akan pergi?"


"Aku akan berangkat hari ini juga paman,"


"Kau harus berhati-hati Kris" Ucap Cheng memeluk Kris


"Baik paman, tolong sampaikan salamku pada kakek Raykudo, jagalah dia dan semoga dia segera pulih, Paman kami berangkat"


Mereka segera pergi menggunakan ruang dan waktu yang di buka oleh Yuan.


"Kapan wanita itu memiliki kekuatan ruang dan waktu?" Tanya Cheng pada Prades

__ADS_1


"Entahlah Paman, sebaiknya kita menyelesaikan tugas kita segera sebelum mereka kembali" jawab Prades


Prades kini diterima menjadi murid Li, dan dia berlatih dengan penuh percaya diri, sedangkan Cheng kini membangun kembali rumah Kris dan kota Soka bersama beberapa murid yang ada.


"Kris, kita sudah ada di ILOS, apa yang akan kita lakukan"


"Yuan, kita akan mencari jejak Ponca, namun aku tidak tau kita akan memulainya dari mana,"


"Bukankah ILOS sangat luas, menurutmu Jika orang yang kejam seperti dia apakah akan berada di tempat yang penuh dengan ketenangan?" Ucap Wolf


"Hem .. pastinya tidak, dia pasti berada di tempat yang berbahaya, tapi dimana?"


"Kris lihat wanita itu, dia seperti wanita nakal,"


Yuan menunjuk kearah wanita yang menggunakan rok mini, serta bajunya yang sangat seksi sambil memegang sebuah rokok, wanita itu berdiri di bawah kegelapan.


"Bagaimana kalau kita mulai dari wanita itu?" Ucap Kris


"Kris, kau harus menggunakan topengmu, dan berlaga seperti laki laki, mungkin dia akan menjawab apa yang akan kita tanyakan" cetus Wolf


"Benar, aku akan menampakkan diriku," ucap Yuan


Yuanpun menjadi wanita yang cantik, Kris segera menggunakan Black Mask, seketika baju yang dia gunakan berubah menjadi sebuah jubah keemasan.


"Kris, aku akan memainkan peran dengan sangat baik" Ucap Wolf dengan tubuhnya yang menyusut menyerupai seekor anjing dewasa, Wolfpun segera berlari ke arah wanita itu


"Wolf tunggu, kau tidak boleh berlari sembarangan" Yuan segera mengejar Wolf, Wolf berhenti tepat di depan wanita itu


"Maafkan aku nona, anjingku mungkin mengagetkanmu" Yuan menunduk,


Kris berjalan mendekati mereka.


"Ah tuan, kenapa tuan kemari, aku sudah katakan akan mengejar Wolf" ucap Yuan kepada Kris


Wanita yang menjadi target mereka melihat ke arah Kris, dia tertegun dengan pakaian yang Kris gunakan.


"Sepertinya laki laki ini orang kaya" ucapnya dalam hati.


"Maaf tuan, apakah anda ingin aku temani malam ini?" Ucap Wanita itu


Yuan dan Wolf tersenyum "Kena kau" ucap mereka dalam hati


"Ah Nona, tuanku ini ingin mencari tempat untuk minum, apakah nona bisa mengantarkan kami?" Tanya Yuan


"Tentu saja, aku Sasha, aku akan menemani kalian dan tuan kalian, mari ikuti aku"


Mereka kemudian mengikuti Sasha hingga di depan sebuah Bar.


Didalam Bar sangatlah ramai, penuh dengan aroma rokok yang sangat menyengat, Mereka melihat beberapa wanita telanjang yang sedang menari, memancing semua nafsu pria hidung belang.


"Apakah tempat ini seperti rumah bordil?" Ucap Yuan


"Bukan, ini sebuah bar, tempat mereka untuk mabuk minuman dan wanita" ucap Kris sambil berbisik


"Yah sama sajalah, di jamanku namanya rumah bordil" ucap Yuan


"Sebaiknya kalian jangan bertengkar, dan cobalah untuk berbicara menggunakan telepati kalian, agar mereka tidak mendengar apa yang kalian bicarakan"


"Maaf, aku lupa" jawab Kris,


Kini mereka berbincang menggunakan telepati mereka.


"Kris, coba lihat disebelah kananmu, ada beberapa pria yang menggunakan tatto ular di tangannya, bukankah tatto itu sama seperti pasukan Xiosi?" Ucap Yuan


"Sepertinya begitu, bagaimana cara mendapatkan informasi dari mereka"


Seorang Pria yang berbasan kekar kini menghampiri mereka.


"Maaf tuan dan Nona, Anjing kalian tidak diizinkan masuk" ucapnya sambil menatap Kris


"Tuan, maafkan kami, kami tidak tau, namun jika anjing ini di tinggalkan diluar itu sangat menyedihkan, tolong izinkan dia disini, aku jamin dia tidak akan mengamuk" ucap Yuan sambil merayu pria itu


"Tomas, mereka adalah tamuku, sebaiknya kau jangan mengganggu mereka" ucap Sasha yang tiba di depan mereka


"Maafkan aku tuan, aku sudah mendapatkan meja mari ikut aku" Sasha menuntun Kris dan Yuan


Dimeja itu sudah tersedia beberapa minuman yang sangat mahal, namun mereka duduk dengan tenang, Sasha menanggil beberapa wanita telanjang mendekati Kris, wanita itu menari tanpa rasa malu dihadapan mereka.


"Rasanya aku ingin menghajar semua orang yang ada disini" ucap Yuan


"Hahaha Kau jangan nengacau Yuan, biarkan aku menikmati ini, kapan lagi waktunya aku melihat manusia menari dihadapanku tanpa busana" ucap Wolf


"Dasar anjing sialan"


"Sudah cukup ! Wolf Yuan , kalian harus fokus ! Kita kemari untuk mencari informasi" ucap Kris


Kris dan yang lainnya duduk sambil menatap wanita yang tidak berbusana menari didepan mereka, terkadang Kris dipaksa mereka untuk minum, sebagian juga duduk di pangkuan Kris,


"Sial, ini pertama kalinya aku minum, aku harus menekan kadar alkohol ini dengan kesadaran ilahi, jika tidak aku akan terlena" ucapnya dalam hati


Yuan yang mendengar itu menghabiskan alkohol yang tersisa di meja, laki laki yang mereka targetkan kini mendekati Yuan, dia duduk disampingnya tanpa menghiraukan Kris, Wolf yang menyadari itu segera berdiri.

__ADS_1


"Wolf tenanglah, aku tidak apa-apa, jangan mengacau, biarkan aku menggali informasi dari pria ini" ucap Yuan


Wolf segera duduk kembali, Kris hanya mengawasi gerak gerik Pria itu.


Yuan melakukan aktingnya dengan sangat baik dengan berpura-pura mabuk.


"Ah .. tuan, apakah kau duduk disini untuk mendekatiku?" Yuan menarik tangan Pria itu ke arah pinggangnya


"Ah.. tuan ototmu sangat besar, apakah milikmu juga besar?"


"Nona, apakah kau ingin memegangnya?" Pria itu menarik tangan Yuan dan meletakkannya di miliknya


"Ah.. ini sepertinya sangat besar, aku ingin melihatnya lebih baik"


"Tentu saja , aku akan membukanya disini"


"Jangan tuan , disini sangat gelap aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, bagaimana jika kita ke tempat yang sedikit sepi"


"Baiklah, aku akan membawamu ke suatu tempat"


"Tuan, bolehkah aku membawa temanku, sepertinya dia juga mabuk, bukankah lebih baik jika ada 2 wanita yang melayanimu"


"Mana temanmu?"


"Itu, yang menggunakan topeng"


"Bukankah dia Pria?"


"Bukan, dia perempuan hanya saja dia malu jika mukanya dikenali banyak orang, sayang sekali jika milikmu ini hanya di urus oleh satu wanita" Yuan mengelus dan meremas milik pria itu


Pria itu mengerang hingga tak tahan dan membolehkan Kris ikut dengan mereka.


"Kalian tunggu disini, aku akan bersenang senang dengan mereka" Ucap Pria itu pada anak buahnya


"Ah tunggu, aku akan membawa temanku" Yuan menarik Kris,


Mereka berjalan menuju sebuah kamar,


"Wolf kau tunggu disini, jika kami tidak keluar dalam sepuluh menit kau boleh mengamuk disini" ucap Kris


Wolf menunggu mereka didepan pintu kamar, "Jaga diri kalian" ucapnya


"Tuan, sebaiknya kau membuka bajumu" ucap Yuan,


Mendengar itu pria itu segera membuka bajunya,


"Wah tuan tatto ularmu sangat indah, apakah kau seorang pereman?"


"Aku? Aku seorang mafia, tapi tenang sayang, kau jangan takut, malam ini aku akan memuaskanmu


Pria itu memeluk yuan, Kris membuka topengnya..


"Wah temanmu sangatlah cantik" ucap pria itu, dia ingin segera menghampiri Kris namun dihentikan oleh Yuan


"Tuan, bukankah aku ingin melihat milikmu, kenapa kau hanya membuka bajumu"


Pria itu bergegas membuka celana yang dia gunakan, bahkan kini dia membuka celan dalamnya.


"Tuan, aku akan bermain dengan milikmu" Yuan menarik kelamin pria itu dan meremasnya hingga pria itu mengerang keenakan.


"Tuan, jika kau memang mafia, dimana markasmu" ucap yuan sambil meremas


"Ah .. ah.. markasku ada di sebelah utara kota ILOS, ah .. ah .. jika kita selesai aku akn membawa kalian kesana,"


"Benarkah, apakah tempatnya sangat besar seperti milikmu ini?" Yuan semakin kuat meremas dan menggenggam milik pria itu


"Benar, jika kau keluar dari tempat ini lihatlah dari sebelah kiri, ada gedung tinggi berwarna hitam, disanalah markas ku, emh .. sayang bisakah kau ******* milikku dengan tubuhmu"


Kris berjalan mendekati pria itu,


"Craaaaakkkkkkkkkkk"


kepala pria itu kini telah terpisah dari raganya, darahnya menyucur keluar


"Sungguh kejam kau Kris, padahal dia sedang menikmatinya Hahaha" ucap Yuan


"Kita sudah mendapatkan informasi, tidak ada gunanya bermain main, Wolf masuklah"


Wolf yang mendengar itu segera masuk kedalam kamar,


"Wohoooo, siapa yang membunuhnya"


"Siapa lagi jika bukan tuanmu, padahal aku sedang bermain main dengannya"


"Sadarlah wanita tua, bukan umurmu lagi untuk melakukan hal demikian" ucap Wolf


"Kau mau mati? Beraninya mengejekku"


"Sudahlah, ayo kita pergi dari sini"


Yuan segera membuka lingkaran ruang dan waktu, dan mereka kini telah berada di depan markas sekte Ular.

__ADS_1


*****


__ADS_2