
Keramaian kota ILOS sangat mengesankan, meski tak sehebat negara tetangga namun semua warga menikmati kehidupannya......
"Wah, disini sangat ramai"
"Kau boleh melihat - lihat Kris, namun jangan terlalu jauh, paman ingin melihat - lihat ke arah sana" ucap Cheng sambil menunjuk kesebuah kedai yang sangat ramai
"Iya , aku tidak akan berjalan jauh Paman"
Cheng dan Kris berpisah, Kris berjalan kearah berlawanan dengan Cheng, dia berjalan sambil memegang tali pengikat Wolf"
"Wolf, sebaiknya kau ku gendong, disini terlalu ramai, aku takut kau akan terinjak"
"Hah? Siapa yang berani menginjak Beast suci sepertiku, lihat saja meski kini aku tidak memiliki kekuatan, aku yakin kekuatan itu akan kembali" ucap Wolf
"Aku percaya padamu, aku juga ingin melihat kehebatanmu"
"Oh tenang saja kau akan merasa kagum kepadaku hahahaha" Kris tersenyum mendengar ocehan Wolf.
Disamping itu Han dan yang lainnya sudah tiba beberapa waktu yang lalu di Markopolo.
"Ayah bilang, temannya akan menunggu disini, dimana dia?" Ucap Han kesal
"Apa ada petunjuk untuknya agar mengenali kita?" Ucap Roy sambil mengemasi Koper mereka
Seseorang lelaki paruh baya menghampiri mereka...
"Permisi, apakah kalian berasal dari Sky Up?"
"Benar, ada apa?" Jawab Lola tenang
Sambil menyodorkan tangannya lelaki itu memperkenalkan diri "Saya Fimse teman ayah kalian, sekaligus pemandu kalian saat disini.
"Oh apakah benar? Sebentar, aku akan telpon Ayahku terlebih dahulu"
Han segera menelpon Ayahnya, beberapa saat kemudian mereka pergi bersama Fimse, dan berjalan meninggalkan bandara menuju tempat tujuan mereka.
"Ah maaf Pak Fimse, apakah tempat tinggal kami sudah ada?" Tanya Lola
"Untuk tempat tinggal, kalian akan tinggal di hotel untuk sementara, karena rumah yang akan kalian tinggali sedang dibersihkan. Jadi aku sudah memesan 2 kamar hotel di salah satu hotel ternama di kota ini" ucapnya sambil menyetir
"Apakah disini tidak ada Fly Car? Dari sepanjang perjalanan aku tidak melihat apapun di langit" ucap Roy sambil menatap langit yang sangat cerah
"Belum ada tuan, untuk kendaraan seperti itu kebanyakan orang disini tak mampu untuk membelinya, bahkan pemerintah juga melarang adanya kendaraan yang melintas diudara, sejak Dokisan memimpin ada banyak peraturan yang tidak boleh di langgar oleh warga disini termasuk seperti kalian, warga negara yang hanya mampir di Markopolo"
"Peraturan? Hem ... sepertinya kami juga harus tau apa saja peraturan yang ada"
"Aku akan menjelaskannya setibanya kita di Hotel nona"
Han yang duduk di kursi belakang bersama Lola segera memajukan kepalanya sambil menatap jalan yang ada.
"Jangan terlalu formal pak Fimse, cukup panggil aku Han, dan yang disebelahku, dia kakakku Lola, dan yang satu ini Roy si jomblo sejati" Han mengejek Roy sambil mengusap kepala Roy yang duduk di kursi depan menemani pak Fimse
Fimse tersenyum.."Aku sudah mengenali kalian, Ayah kalian sudah menceritakannya"
"Pak Fimse Stop !!!!!!!"
Tiba-tiba Han mengagetkannya, hingga dia menginjak rem mobil cukup dalam.
"Ada apa?" Ucap Lola Panik
__ADS_1
"Ah, lihat itu ! Ada taman bermain, ayo kita kesana !" Teriak Han
"Dasar ******* aku kira ada bahaya didepan, kau membuat Pak Fimse berhenti mendadak hanya untuk tempat seperti itu?" Roy menarik kerah baju Han
"Ha ha ha ha ha" Fimse tertawa lantang
"Ayo kita mampir kesana, kalian juga harus melihat keindahan ILOS nya Markopolo" Fimse segera memutarkan mobilnya..
"Hhhhhuuuuuuhhhhh"
Lola menarik nafasnya yang panjang, Han menyeringai sambil menatap Lola.
Saat mobil berhenti, Han segera berlari keluar sambil kegirangan, sementara Lola , Roy dan Fimse mengikutinya dari belakang.
"Ah Lola, kau ingat ! Sudah berapa lama kita tidak ketempat seperti ini!" Teriak Han sambil berlari lari.
"Jangan berlari terlalu jauh ! Nanti kau bisa hilang" teriak Roy khawatir
"Tenanglah ! Ingatanku kuat, ah kalian tunggu disini aku ingin ke kamar kecil" Han berlari terbirit birit mencari toilet
"Anak itu, selalu saja sama" ucap Lola
Roy yang mendengarnya tersenyum.
*****
"Kris aku ingin mencicipi semua makanan yang ada disini" teriak Wolf
"Kau ingin makan apa?"
"Bagaimana kalau Hot dog?"
"Sebenarnya aku hanya mendengar dari orang-orang yang lalu lalang disini"
"Kau ini ! Baiklah, aku akan membelikanmu Hot Dog yang besar"
Kris dan Wolf segera mencari kedai Hot Dog,
"Pak, saya pesan 2 Hot dog"
"Sebentar nak, ini Pak kembalianmu" ucap pelayan Hot dog kepada seseorang lelaki paruh baya yang berdiri disebelah Kris
"Orang ini? Sepertinya aku mengenalnya" gumam Kris
"Siapa dia?" Tanya Wolf yang mendengar isi hati Kris
"Aku ingat dia orang itu !" Kris segera berlari mengejar lelaki itu,
Kris mengikuti langkah kaki pria itu dengan tenang, pria itu merasakan bahwa dia sedang diikuti akhinya mempercepat langkahnya, begitupun Kris, hingga mereka tiba disebuah lorong sempit yang sangat sepi.
Tiba-tiba Pria yang berada tepat di depannya telah menghilang.
"Kemana dia?" Ucap Kris sambil membawa Wolf dalam dekapannya
"Kau mencari aku?" Pria yang diikuti Kris kini berada tepat dibelakannya,
Kris melepaskan tendangannya kearah Pria itu
"Hey bocah, apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Kau ! Harus mati hari ini" tatapan kebencian dari mata Kris menyalak penuh dendam
"Tunggu ! Sepertinya aku mengenalimu, sorot mata itu, sama seperti sorot mata belasan tahun yang lalu, Hahahahah kini kau sudah tumbuh sangat cantik, persis seperti ibumu"
"Jangan sebut ibuku dengan mulut kotormu itu !" Kris meletakkan Wolf dan segera berlari menghajar Pria itu
Pukulan demi pukulan dia lepaska, namun Pria itu menghalaunya dengan tenang.
"Apa kau kemari untuk mencariku?" Tanyanya
Amarah Kris memuncak, dia mengerahkan semua tenaganya untuk menjatuhkan Pria itu,
"Buk ... Buk..."
Pukulan Kris semakin mendesak Pria itu, Kris menarik nafasnya sangat dalam, hingga gumpalan angin berkumpul diarahnya,
"Kau harus mati" Kecepatan Kris meningkat dan dia sangat lincah
"Pukulan Angin Neraka !"
Pukulan angin bercampur api melayang kearah pria itu, namun jurus yang dikeluarkan oleh Kris langsung di tangkisnya.
"Dengan kemampuanmu yang saat ini !kau tidak akan bisa menggores sedikitpun kulit di tubuhku" Pria itu mengeluarkan sebuah pedang dan berlari kencang kearah Kris
"Demond of die !!!!!!! "
sebuah tebasan dari pedang melayang kearah Kris, dan menghantam tepat didadanya, membuat tubuhnya terlempar jauh mengenai dinding pembatas di lorong itu, Wolf segera berlari menggigit kaki Pria itu, namun dia pun ditendang dan terpental ke arah Kris,
Tubuh Kris penuh dengan darah, dia kelelahan dan kehabisan tenaga,
"Hahahah, sebaiknya kau menyusul Ayah dan Ibumu !" Teriak lelaki itu
"Jangan sebut Ayah dan Ibuku dengan mulut kotormu Kaaaaaaiiiiiii !!!!" Kris berteriak kencang
"Hoeeeekkkk" sebuah darah keluar dari mulut Kris
"Aku akan membunuhmu Kau dan juga Pria itu !" Ucap Kris yang saat ini tidak sanggup lagi berdiri
"Apa membunuhku? Dan Apa yang kau maksud itu Ponca?? Hahahhah, membunuhku saja kau tidak akan mampu, apalagi membunuh dia ! Jangan bermimpi, sudahlah sampaikan saja salam ku untuknya, sebagai kawan lama aku akan membunuhmu dengan cepat"
Kai berjalan mendekati Kris yang hampir tak sadarkan diri, matanya yang sebentar lagi tertutup melihat langkah Kai yang semakin mendekatinya, dia melirik kearah kirinya "Wolf" Kris memanggil Wolf dengan sisa suaranya, Wolf yang sudah terbaring juga tak bergerak sedikitpun,
Saat pedang Kai melayang kearah Kris...
"Stak !" Sebuah tangkisan dari seseorang, telah menjatuhkan pedang Kai , dia segera memukul Kai dengan sekali pukulan tepat di bawah rahangnya, dan Kaipun terpental jauh menghantam tembok .
Kris yang hampir tak sadarkan diri dengan pandangannya yang kabur melihat wajah orang yang menolongnya.
"Hei, aku merindukanmu" ucapnya pada Kris
Tenanglah, kau akan baik-baik saja. Pejamkan matamu dan tidurlah, aku akan menjagamu dan anjingmu, maaf karena aku datang terlambat, dan Happy Valetine Day"
pandangan Kris yang kabur hanya bisa melihat senyuman manis dari orang itu, "Siapa pria ini"! ucap Kris dalam hati.
Matanya terpejam saat tangan dari orang itu menyentuh kepalanya dengan sangat lembut.
*******
__ADS_1
Selamat Hari Kasih Sayang, meski kau merasa sendiri, ketahuilah ada seseorang di luar sana yang menyayangimu dan memperhatikanmu meski kau tak mengetahuinya , jadi tolong jangan Bersedih ๐งก๐