HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 20


__ADS_3

"Roy bangunlah !


Kita sudah terlambat ke akademi !" Teriak Han


"Ya ..


Sebentar Han !


Aku belum mandi !"


"Kau Tak perlu mandi !


Cepatlah Ini sudah jam berapa Roy!"


"Tunggu, !


Aku sedang memakai baju dulu ! " Roy berlari keluar sambil mengancingkan bajunya


"Aaaagggrrhhht" Roy teriak kaget


"Kenapa kau berteriak?"


"Kau ? Kau ? Kau menjadi wanita lagi ?" Tanyanya


"Aku pikir ada apa !


Cepat lah kita sudah terlambat !"


"Dimana Nona?"


"Kakakku ? Dia sudah pergi lebih dulu,"


"Bagaimana bisa dia meninggalkan kita?"


"Dia tidak ingin terlambat !"


Mereka berlari keluar dari Hotel


"Lalu bagaimana ini? Kita naik apa?"


"Kita Naik Bus !" Teriak Han sambil memberhentikan salah satu Bus yang melintas


"Ayo cepat naik !"


Mereka berdua duduk di kursi paling belakang "Syukur lah kita tidak ketinggalan bus!"


"Ini semua karena salah mu!" Teriak Roy


"Kenapa aku?"


"Kau membuat aku berpikir hingga pagi !"


"Eh? Apa yang kau pikirkan dasar mesum !"


"Kau kira aku berpikir kotor ? Dan lihat dirimu bagaimana bisa kau menjadi wanita lagi !"


"Ah soal itu, aku akan kembali seperti semula setelah 3jam berlalu, jika aku ingin kembali lagi ke wujud asliku, aku juga harus menunggu !"


"Itu artinya , kau harus menunggu satu tahun lagi?"


"Benar"


"Lalu bagaimana itu bisa terjadi?"


"Hem akan aku ceritakan, aku akan menyambung ceritaku tadi malam, saat kecil aku menyukai seni bela diri, aku berlatih sendiri di lapangan luas, terkadang aku memaksa Lola untuk ikut, meski Lola tak suka namun akhirnya dia tetap mengikutiku.


Saat latihan belasan tahun yang lalu, kami berdua mencoba bertarung, Lola memintaku untuk berhenti, dia sudah Lelah dan pergi mengambil air minum, saat itulah aku tiba-tiba mendengar jeritan seorang laki laki menggerang kesakitan, teriakannya sangat melukai perasaanku.


Karena rasa sakit itu aku jadi tak sadarkan diri, Lola yang panik segera menggoyang tubuhku dengan hebat, akupun terbangun, tiba - tiba langit menjadi ganas, awan mulai pekat angin mulai dingin, kilat semakin menyambar, aku dan Lola ingin berlari berlindung namun badai angin terlalu kuat sehingga kami hanya saling memeluk satu sama lain, sebuah petir besar menyambar kearahku dan Lola, kami berdua pun pingsan !


Saat aku bangun aku melihat Lola juga terbangun, dia memelukku dan menangis, ada apa? Aku bertanya padanya, apakah kita mati? Dia hanya menggeleng, kami melihat wajah yang tak asing bagi kami, pertumbuhan mereka ketika kecil hingga dewasa, sampai pada masa dimana mereka menemukan cintanya masing-masing, karena cintalah mereka di hukum, dan dilemparkan kesuatu tempat, dan yah begitulah kira-kira !"


"Lalu apa hubungan nya denganmu?"


"Hem"


"Ah jangan bilang yang kau lihat itu kalian berdua?"


"Ya"


"Apakah kau jatuh cinta, dan Nona Lola juga jatuh cinta?"


"Benar"


"Tidaaaaaaakkkkkk !!!!" Roy berteriak keras


"Nona jatuh cinta pada siapa?" Tanya Roy


"Eh, apa kau tau jalan yang di lalui bus ini?"


"Nona Lola mencintai siapa?" Tanya Roy lagi


Han yang sedang kebingungan menepuk pipi Roy dengan kedua telapak tangannya "Roy !" Teriak Han "Lihatlah kejalan itu, ini bukan jalan menuju sekolah kita!"


"Apaaaaaaa? Bagaimana bisa !!! Emh ... pak sopir !, mau tanya, saat ini kita sedang ada dimana? Apakah ini masih di kawasan ILOS?"


teriak Roy sambil berdiri


"ILOS? Bukan nak kita sekarang ada di Kota Soka, 2 jam dari ILOS" ucap nenek tua yang duduk di bagian depan


"Apaaaaaaaa????" Mereka berteriak serentak


"Tolong berhenti pak, kami salah menaiki Bus"


Mobilpun berhenti, mereka turun dan berdiri dipinggir jalan.


"Bagaimana ini ! Ini semua salahmu !" Teriak Roy


"Kenapa salahku !"


"Karena kau , kita jadi salah naik Bus !"


"Ini juga salahmu ! Kau meminta aku bercerita sehingga kita tidak fokus pada jalan !"


"Lalu bagaimana ini?" Ucap Roy yang jongkok di pinggir jalan


"Entahlah, sebaiknya kita menunggu Bus yang berlawanan datang, semoga Bus yang menuju ILOS masih ada"


"Jam berapa sekarang?"


Han melihat jam tangannya "jam 12 siang"


"Bukankah sudah waktunya pulang?"


"Aku harap Lola tak khawatir dengan kita"


"Han !"

__ADS_1


"Apa?"


"Coba kau lihat kota ini ! Sepi sekali, tak ada tanda kehidupan disini"


"Kau mau kesana Roy?"


"Ayo Han, aku penasaran !"


"Bagaimana dengan Bus nya"


"Ini masih siang, masih banyak Bus yang akan lewat nanti" ucap Roy sambil berjalan duluan


"Anak itu, tiba-tiba menjadi berani" ucap Han dalam hati


Dia mengikuti Roy masuk kedalam kota Soka


"Sepi sekali disini, Halooooooooo apakah ada orang disini?" Teriak Roy


"Tak ada jawaban sama sekali Roy"


"Benar, ayo kita masuk lebih dalam, siapa tau masih ada orang"


Mereka berdua berjalan menyusuri jalan di Kota Soka, hingga mereka menemukan rumah Kris yang runtuh


"Lihat ada orang, sebaiknya kita menghampiri dia" ucap Roy


Han dan Roy mendekati laki laki yang berdiri di tengah rumah Kris yang tinggal puing-puing bangunan,


"Permisi ...." Ucap Roy


Laki laki itu menoleh kearah mereka, rambutnya yang putih terurai panjang, matanya yang sayu seperti habis menangis, dan sebuah pedang yang dia bawa di tangannya.


"Emh .. maaf bolehkah aku bertanya?" Ucap Roy


Laki laki itu menarik pedangnya dan mengayunkannya kearah leher Han.


Ujung Mata pedang itu kini telah berada di leher Han, Han yang berdiri tepat dihadapannya diam tak bicara,


"Hati hati dengan pedangmu kawan !" Ucap Roy


Roy yang berada disamping menyentuh pedang itu dengan kedua jari tangannya..


"Cliiiiinnnngggggg ....."


Pedang itu berdenting saat tersentuh jari Roy.


Roy diam menatap pedang itu, dia memejamkan matanya. Aura disekitar mereka berubah menjadi mencekam, Han yang tenang, dan Roy yang menunduk sambil menyentuh pedang itu tak berkutik dari posisinya.


"Xiosi sedang apa kau?" seorang laki laki paruh baya menghampiri mereka


"Paman Li" jawabnya dia segera menarik kembali pedangnya namun tertahan oleh kedua jari tangan Roy


Roy yang dari tadi hanya diam kini memegang ujung pedang itu dengan kedua jarinya, dan menekannya kebawah.


"Cleetaaaaaakkkkkk"


Pedang itu pun patah.


Semua yang ada disana kaget, namun tidak untuk Han yang hanya menatap tajam Xiosi


"Aku mengingat semuanya kawan !" Ucap Roy pada Han


"Maaf , apa yang terjadi disini?" Ucap Li


Namun tak ada yang menjawabnya..


Han menyeringai sambil menatap Xiosi,


"Anu .. maaf anak muda, apakah keponakan ku ini melakukan kesalahan?" Li mencoba mencairkan suasana


"Roy" ucap Han


Roy melepaskan potongan pedang Xiosi "traaaannnnnggggg" pedang itu jatuh di atas tanah.


"Ah maaf paman, keponakanmu ini mengayunkan pedangnya sembarangan, beruntung temanku tak terluka" ucap han sambil tertawa


"Maafkan dia anak muda, saya Li pamannya, dan dia Xiosi , keponakan saya"


"Saya Roy paman"


"Kalau Nona?" Tanya Li


Han menoleh kearah Li, sambil tersenyum, "saya Han paman"


"Sedang apa kalian disini?" Tanya Li


"Kami salah menaiki Bus, jadi kami meminta sopir untuk berhenti disini, namun kami penasaran bukankah ini sebuah Kota, namun tidak ada penghuninya sama sekali"


"Apa tujuan kalian kerumah ini?" Ucap Xiosi pada Roy


Han yang dari tadi menatap Xiosi , segera menjawabnya "bukan urusanmu !"


"Sudahlah.. sudahlah .. Nona, kalian berdiri di bekas rumah sahabatku, namun aku tak tau kenapa Kota ini kosong tak berpenghuni, aku sedang mencari jawabannya"


"Kalau begitu kami izin pamit terlebih dahulu ," tambah Li


"Baiklah paman, sampai jumpa lagi" Roy menjawab Li


"Ada apa dengan pria itu?" Tanya Roy


"Lupakan .... berkat pedangnya ingatanmu kembali !" Ucap Han melihat kearah Roy


"Ya kini aku ingat semua, bahkan kutukanmu"


"Baguslah, sehingga aku tak lelah untuk menjelaskan apapun lagi padamu!"


"Namun, tolong rahasiakan ini pada Lola, aku tak ingin dia tau, aku takut suasana akan menjadi canggung kedepannya"


"Baiklah, apa kekuatanmu semuanya sudah kembali Roy?"


"Tidak , aku hanya mendapatkan sebagian"


"Ah ! Andai saja kekuatanku pulih, kita tak perlu bingung untuk kembali ke ILOS" ucap Han


"Bukankah sihirmu bekerja, Han?"


"Kekuatan sihirku masih lemah, apalagi yang menggunakannya tubuh ini, jika aku memaksa , energi ku pasti akan terkuras habis"


"Kalau begitu kita cari jalan lain"


"Roy, apa kau ingat siapa pria tadi?"


"Aku tau, dia yang mencoba mengambil Kris darimu,"


"Yah ! Bahkan namanya juga tidak berubah dari kehidupan sebelumnya, sama seperti kita"


"Apakah ingatannya tentang kita juga ikut kembali?"

__ADS_1


"Entahlah, sepertinya dia belum menemukan pedangnya, dan Pamannya itu memiliki kekuatan yang cukup hebat, aku merasakannya"


"Apa dia berada di kelas Master?"


"Sepertinya begitu,"


"Tunggu ! Apa ingatan Kris tentang kita juga sudah kembali?"


"Sepertinya dia tidak ingat apapun, meski aku berada di tubuh ini, jika memang dia mengingatnya setidaknya dia bereaksi pada Lola"


Tatapan mata Han teralihkan saat dia melihat sebuah kilauan dari bawah reruntuhan.


Dia mengayunkan tangannya, seketika tumpukan kayu bergeser sesuai keinginannya


Han berjalan mendekati kilauan itu, "lihat !ini rantai emas, ah ada bekas bercak darah yang mengering disini" Han menyentuhnya dan rentetan kejadian saat itu terlihat olehnya, air mata Han jatuh begitu saja


"Han ada apa?" Tanya Roy


"Aku melihatnya, kematian orang tuanya yang sangat menyedihkan, perasaan yang sangat kehilangan, isak tangisnya membuat hatiku sakit" Han mengusap air mata nya "dia telah berlatih sangat keras disebuah kuil, sialnya Xiosi bertemu dengannya lebih dulu"


"Apa hubungan mereka?"


"Dia yang membawa Kris ke kuil itu, kuil dimana tempat kita pertama kali turun kedunia ini"


"Benarkah? Apakah kuil itu masih berdiri?"


"Ya .. mereka menjaganya sangat baik, dan Roy , Kris telah menemukan pedangnya"


"Blue Sword Slayer? Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun terhadap pedang itu?"


"Itu karena kekuatanmu tidak ada, kau hanya ahli dalam ilmu beladiri, namun tenaga dalammu nihil"


"Begitukah? Aku memang payah hahhaha"


"Pedang itu kini memiliki jiwa, aku harus menariknya keluar, agar kekuatannya kembali stabil"


"Bagaimana caranya?"


"Entahlah, aku harus mendekati dia terlebih dahulu"


"Han, apakah kau menemukan pedangmu?"


"Ya, dia datang dengan sendirinya ketika aku dilahirkan"


"Sword of God , apakah dia masih sekuat dulu?"


"Pedang itu kini memiliki jiwa,"


"Kenapa pedang kalian memiliki jiwa? Apa yang terjadi?"


"Itu akibat perjanjian dengan Dewa"


"Bagaimana dengan Lola?"


"Dia juga mendapatkannya"


"Apa pedangnya juga memiliki jiwa?"


"Ya , bahkan pedangmu"


"Dimana pedangku saat ini?"


"Jiwa yang ada pada pedangmu telah merusak kemurnian pedang itu, akan sangat sulit untuk menetralkannya"


"Apakah dia berada di tangan yang salah?"


"Ya"


"Sial, kenapa hanya pedangku yang begitu !"


"Ini ada campur tangannya Alastor"


"Aduhai orang tua itu selalu saja bikin ruwet"


"Emh sepertinya Wolf juga sudah keluar dari sarangnya"


"Wolf? Apa dia masih hidup?" Tanya Roy


"Ya, aku mengirimnya jauh dari langit, hingga dia lolos dari hukuman beratnya,"


"Dimana dia?"


"Dia menjalankan tugasnya dengan baik" Han tersenyum


"Permisi, kalian siapa?" Ucap seseorang yang berdiri dihadapan mereka


"Akhirnyaaaaaaa ! " teriak Han


"Apakah anda tinggal dikota ini?" Tanya Han


"Ya, aku satu satunya orang yang ada di kota ini !"


"Apa kau mengenal Kris?"


"Kris ? Putrinya Halemos?"


"Benar sekali"


"Kenapa kau mencarinya?"


"Ah kami temannya, namun kami salah menaiki Bus, dan berhenti disini, aku ingat bahwa Kris berasal dari kota Soka"


"Kris temanku juga, aku Prades"


"Aku Han , dan ini Roy temanku" ucap Han


"Apa ada yang bisa aku bantu?" Tanya Prades


"Kami ingin kembali ke ILOS , namun dari tadi kami tidak melihat satu Bus pun yang lewat,"


"Tidak akan ada Bus yang lewat lagi, setiap hari hanya ada satu bus yang akan lewat dan kembali, itu berarti Bus yang kalian naiki adalah bus yang terakhir"


"Bagaimana kita pulaaannngggg?????" teriak Han


"Lola akan menghajarku ! Karena aku bolos sekolah hari ini ! Aaarrhhhhgggg!" Han semakin gusar


"Tenanglah, karena kau temannya temanku , aku akan membantumu"


"Benarkah? Terimakasih Prades"


"Aku akan menelpon kenalanku dan mengantar kalian pulang ke ILOS , kalian tunggu disini, aku akan menelponnya dulu"


"Baiklah , terimakasih" ucap Han


Taklama kemudian , mereka di jemput oleh kenalan Prades , merekapun pulang menuju ILOS


******

__ADS_1


__ADS_2