
"Begitulah cerita sang legenda Sun dan Yuan yang kini tersegel menjadi pedang, itulah kenapa para leluhur mengatakan bahwa pedang memiliki Jiwa"
Ucap Raykudo, Kris yang mendengarkan segera melihat pedangnya dengan teliti,
" Kakek, Sarung pedang ini sepertinya terbuat dari sisik naga, saat aku memegang pedang ini ada bayangan hitam yang melilit di tanganku, dan itu juga berbentuk naga"
"Aku tidak melihat apapun di tanganmu" Ucap Xiosi
"Aku pun begitu" Ucap Li
"Tidak ada yang bisa melihatnya termasuk aku, tapi mungkin itu benar, mengingat pedang ini memiliki jiwa, dan kini kau telah terikat dengannya" Ucap Raykudo
" Aku terikat dengannya? "
" Pedang ini tidak pernah dimiliki siapapun kecuali Yuan, namun kini jiwa Yuan ada didalamnya"
" Itu Artinya Kris adalah pemilik pertama pedang ini? " tambah Cheng
" Benar, aku tidak tau bagaimana kekuatan asli pedang ini, apakah kau ingin mencobanya Kris? " tanya Raykudo
"Apakah tidak masalah Kakek? "
" Hem, Mari kita coba itu diluar"
Raykudo berdiri dari kursinya dan berjalan keluar.
"Kakek, satu hal yang ingin aku tanyakan,"
Raykudo menghentikan langkahnya.
"Apakah Topeng ini milik seseorang? "
Raykudo berbalik dan melihat topeng yang ada di tangan Kris dengan teliti,
"Aku tidak mengenal topeng ini, namun didalam topeng ini ada sedikit aura yang mencekam, namun akupun tidak paham apakah ada pengaruhnya untukmu atau tidak"
Ucap Raykudo, dia segera berjalan keluar, dan diiringi oleh semua muridnya begitu pula dengan Kris , dia turun dari kasurnya dan berjalan keluar sambil membawa pedangnya dan topeng itu.
"Kris kau lihat pohon diseberang sana? Lakukan hanya satu kali tebasan, apakah tebasanmu sampai hingga kepohon itu ! " Raykudo menunjuk kearah sebuah pohon yang jaraknya hingga ratusan kilo meter dari tempat mereka berdiri.
"Bukankah itu mustahil Master? " Ucap Dulo
Tanpa pikir panjang Kris berjalan kedepan mereka, dan menghela nafas yang dalam, dia mencabut pedang dari sangkarnya, dan...
" W h u u u s s s s s s "
Tebasanpun di layangkan ke arah pohon itu.
Seper-sekian detik pohon yang menjadi targetnya Roboh begitu saja.
"Pohon itu tumbang ! " Ucap Li
Kris menargetkan pohon yang berada di sebelah pohon targetnya , dan ada juga beberapa pohon lain di belakangnya.
Kris mencoba untuk mengayunkan pedangnya lagi, namun yang berbeda kali ini, Kris menggunakan topeng yang telah dia temukan.
"Kris ingin mencobanya lagi, namun kenapa dia menggunakan topeng itu? " Ucap Dulo
"Kalian cukup diam, dan lihatlah apa yang akan terjadi ! "
" W h u u u s s s s s s "
tebasan kedua telah dilayangkan.
Benar saja !
kali ini tebasan pedang Kris memotong semua pohon yang ada disana.
"Luar biasa, kekuatannya jauh lebih besar dari yang sebelumnya" gumam Kris dalam hati.
"Kekuatan apa itu, semua pohon itu tumbang seketika ! Hanya dengan satu kali ayunan pedang? " Ucap Cheng
Raykudo mengkerutkan keningnya, dia diam tanpa bicara dan berjalan kembali kearah kamarnya.
Semua yang ada disana terdiam, Xiosi menepuk pundak Kris, dan mengajaknya kembali ke kamar Raykudo.
"Kris, kekuatan itu memang sungguh hebat, kau bisa merobohkan beberapa pohon dengan sekali tebasan, namun ada yang membuatku khawatir"
Raykudo duduk dengan raut mukanya yang penuh kebingungan.
"Apa itu Kakek? " tanya Kris
__ADS_1
"Anak ini sudah tumbuh besar" ucap Cheng dalam hati sambil menatap Kris
"Aku harus berhati hati dengannya, jika tidak aku bisa mati konyol" gumam Xiosi dalam hatinya
"Aura lain menyelimutimu, saat kau menggunakan topeng itu, tapi aura itu begitu kuat sehingga aku tidak tau apakah itu berbahaya atau tidak, namun anehnya lagi kenapa topeng dan pedangmu saling terikat satu sama lain, ada aliran biru tipis yang keluar dari topeng itu , aliran itu seperti sebuah tali biru yang mengikat ke pedangmu" Ucap Raykudo
" Jika benar begitu, itu sangat membingungkan ! Bukan begitu Master? " Ucap Li
"Kris , apa yang kau rasakan saat menggunakan pedang sekaligus topeng itu? "
"Kakek, aku merasakan adanya gejolak dalam diriku, rasanya jantungku berdegub kencang, itu seperti sebuah emosi, namun emosi ini bukanlah sebuah amarah, hanya saja rasanya saat aku ingin membuktikan kepada kalian, diriku juga ingin memberi tahu seseorang, tapi aku tidak tau siapa itu"
ucap Kris sambil menatap topeng dan pedang yang dia letakkan di atas meja.
Raykudo dan yang lainnya memikirkan itu dengan sangat teliti, sedangkan Kris,
Dia hanya menatap topeng itu.
"Perasaan apa ini, kenapa rasanya aku sangat gelisah" gumam Kris
Raykudo menatap Kris yang sedang termenung menatap pedang dan topengnya.
"Anakku, hari sudah mulai senja, kembalilah kekamarmu, dan beristirahatlah" Ucap Raykudo
Semua orang yang berada diasana heran, kenapa disaat genting seperti ini Masternya masih tetap tenang bahkan meminta Kris untuk beristirahat padahal mereka belum menemukan jawabannya.
"Baiklah , aku ingin segera mandi" ucap Kris
"Ah, jangan lupa untuk makan malam sepertinya pelayan sudah memasak ayam bakar yang begitu lezat, he he he" Ucap Cheng mencoba mengalihkan pikiran Kris
"Ah Ayam bakar? Mendengarnya perutku sudah terasa lapar paman, " Kris tertawa
"Aku kembali kekamar dan mandi, rasanya aku sangat lelah hari ini" ucap Kris
"Aku akan mengantarmu Kris" jawab Xiosi
Kris mengiyakan Xiosi, mereka berjalan berdua.
"Kris bukankah aneh kau bisa pergi begitu saja kekuburan pedang? Harusnya kau menungguku di sana, jika terjadi apa - apa aku pasti akan menyesal, dan kejadian hari ini pasti membuatmu sedikit tertekan, bagaimana jika malam nanti kau ikut denganku, akan aku bawa kau kesebuah tempat yang sangat indah disini, bagaimana? "
Kris hanya diam tidak menjawab sepatah katapun.
"Kris... Kriiisss !!! "
"Kau tidak mendengarkan aku? "
"Kau bertanya tentang apa? "
"Ah, sudahlah lupakan ! itu kamarmu, masuklah dan istirahatlah"
"Baik terimakasih Kakak"
"Kakak? "
"Bukankah kau lebih tua dariku? Sudah sepantasnya aku memanggilmu kakak, karena kau sudah seperti kakakku sendiri" Kris tersenyum kepada Xiosi
(patah hati deh Xiosi)
"Hanya sekedar kakak, yasudah masuklah kedalam, aku akan kembali kekamarku"
Xiosi berjalan meninggalkan Kris,
"Sepertinya aku mendengar sesuatu yang patah hehehe" Ucap Kris dalam hati
Dia segera masuk kekamarnya, pedang dan topeng itu diletakkan di atas meja, Kris duduk sambil memandangi kedua benda itu.
"Kenapa kalian berada disini, kenapa harus aku yang menemukan kalian? " ucapnya
"Tapi, perasaan apa yang aku rasakan tadi, sensasi itu sangat aneh ! Ah memikirkannya saja rasanya aku seperti gila, sudahlah sebaiknya aku segera mandi, hari ini sangat melelahkan, lebih melelahkan saat aku latihan dengan Kakek tua bodoh itu"
Malampun kini tiba, keadaan kuil sama seperti malam biasanya, begitu tenang dan sejuk.
"Kris anakku, kini jalanmu akan semakin terjal, dan menyakitkan namun percayalah semua akan baik baik saja, akan tetap ada yang menyayangimu, yang akan memperhatikanmu, dan melindungimu, meskipun bagimu itu tidak mungkin namun ikutilah naluri hatimu, lawanlah logikamu, semua akan terasa mungkin jika kamu menerima kenyataan"
"K r i i i s "
"dooorrr dooor dooooor "
"K r i i i s"
"dooorrr dooor dooooor "
__ADS_1
"Apakamu tidur, ini paman Cheng, aku membawa ayam bakar untukmu ! "
"Ah ayam bakar !"
Kris berlari membuka pintu kamarnya.
"Paman Cheng, maaf sepertinya aku ketiduran, hm wangi ini sepertinya rasanya enak !"
"Sudah paman duga, kau pasti tertidur, aku membawakannya untukmu, makanlah selagi hangat, jika kau ingin makanan lain pergilah ke dapur disana ada banyak hidangan yang nikmat, oke? "
"Baiklah, nanti aku akan menyusul kesana paman, emh paman terimakasih"
"Sama-sama, yasudah paman kembali kesana, habiskan makanmu dan segeralah habiskan yang ada disana"
"Baiklah paman Cheng ! "
Cheng berlalu pergi meninggalkan Kris.
"Ah ayam bakar, ini sangat nikmat, dulu Ibu sering membuatkannya untukku"
Kris terdiam dan menghentikan makannya, air matanya menetes, dan Kris menangis sejadi jadinya..
"Ayah, Ibu aku pasti akan membalaskan semuanya, akan aku cari orang itu, akan aku cincang setiap bagian tubuhnya"
Kris menangis sejadi jadinya hingga beberapa jam berlalu.
"Tok tok tok"
Pintu kamar Kris digedor oleh seseorang, Kris mengusap air matanya dan menarik nafas yang dalam, dan berjalan membukakan pintu.
" Kakek, ada apa? "
Raykudo berdiri tepat di depan kamarnya, sambil menatap mata Kris, dan dia segera memalingkan mukanya,
"Kris datanglah ke aula utama , Kakek akan menunggumu disana, ada yang akan Kakek sampaikan"
Raykudo berjalan meninggalkan Kris.
"Kenapa dengan raut wajahnya? Apa aku melakukan hal yang salah? "
Kris menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju aula, sesampainya di aula para guru telah menunggunya disana,
"Ada apa ini? kenapa semuanya nampak sedih, raut muka paman Cheng dan paman Li juga demikian, hah? Xiosi juga? " gumam Kris
"Duduklah Kris"
"Baik Kakek, Kakek boleh aku bertanya? Apa yang telah terjadi? "
" Kris, saat kau kembali kekamarmu, aku terlelap dan bertemu dengan kakekmu, Soka ingin kau pergi keluar kuil, dan menikmati hidupmu seperti gadis pada umumnya, paman Li sudah menelpon kenalannya, kau akan masuk Akademi, Setiap negara memiliki akademi khusus untuk orang yang masih percaya akan kekuatan pedang dan sihir, meski ini pertama bagimu, anggap saja akademi itu seperti kuil disini, kakek yakin kamu pasti bisa menyelesaikan tingkatanmj disana, kau harus bersosialisasi dengan masyarakat luar, kau tidak boleh terkurung disini lebih lama, kelak jika ada waktu Kakek dan pamanmu akan mengunjungimu"
"Apakah aku harus keluar kuil? Aku tidak mau, aku bisa belajar disini, bagiku kalian adalah keluargaku, aku tidak akan pergi dari sini meski kalian mengusirku"
"Master, aku sudah menduganya, Kris tidak akan pernah meninggalkan Kuil ini" Cheng Menangis
"Cheng ! Kuatkan hatimu" ucap Li
"Paman Li, apa paman juga ingin aku pergi dari sini? " teriak Kris
"Kris , jaga bicaramu ! Ini demi kebaikanmu ! " bentak Xiosi
"Kebaikanku? Bahkan kau juga mendukung ini? Atau itu karena kau membenciku karena aku telah menolak cintamu secara langsung?" teriak Kris
"Apa? Cinta? Jika kau tetap disini , bagaimana kau bisa membalaskan dendam orang tuamu !! Pikirkan itu Kris !" teriak Xiosi
Kris terdiam tersentak karena ucapan Xiosi,
"Kris anakku, kami semua menyayangimu, namun kau harus mengikuti permintaan Kakekmu Soka"
Kris semakin terdiam membisu tanpa suara, air matanya yang tadinya membasahi pipinya , kini telah kering tak bersisa.
"Baiklah jika itu ingin kalian, aku akan pergi"
jawab Kris
"Aku akan ikut dengannya, aku akan menemaninya kemanapun dia pergi ! " Ucap Cheng
Kris tersenyum, dan kembali kekamarnya.
"Terimakasih paman Cheng"
Kris berlalu pergi kembali kekamarnya tanpa kata.
__ADS_1
******