HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 29


__ADS_3

Kini gemuruh langit terdengar, awan hitam menyelimuti langit senja kala itu, hujanpun turun menyapu bersih darah Han di atas tanah, tangis Kris bercampur dengan air hujan,


"Maafkan aku Han... Maafkan aku" Kris terduduk lemah tak berdaya melihat sang kekasih pergi begitu saja dengan luka disekujur tubuhnya.


Kris menjerit tiada henti Yuan yang berdiri disana menatap Kris, seakan akan dia melihat dirinya dulu,


"Kesalahanmu sama sepertiku dulu, aku melakukan kesalahan yang tidak seharusnya aku lakukan, aku kehilangan orang yang aku cintai, ratusan tahun telah berlalu namun dia juga tidak kembali, Kris laki laki itu sangat mencintaimu, lihatlah dirimu , tubuhmu tidak terluka sama sekali, namun kau menyerangnya habis habisan, hingga dia tak berdaya"


Kris yang mendengarkan itu hanya bisa menangis tersedu sedu..


"Kris, aku tau perasaanmu, namun kau tidak sendiri, tegarkan dirimu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan, kelak dia pasti akan kembali, satu hal yang harus kau tau, terkadang cinta juga tidak abadi"


"Yuan..." ucap Han pelan


"Bagaimana jika dia mati, aku ... aku takut ... untuk menemukanku, dia menjelajahi bumi ini, untuk bersamaku dia meninggalkan keindahan langit, sedangkan aku, aku membalasnya dengan cara seperti ini, aku .... hikkkksssss" Kris menangis kembali


Cheng dan Wolf yang baru saja tiba menghampiri Kris yang tertunduk rapuh, tangisnya tiada henti,


"Kris.. ayo kita pulang" Ucap Cheng


"Pamaaannn.... Han ...." Kris menangis dan berteriak sekuat tenaganya


Cheng yang menyaksikan itu memeluk Kris, dia membiarkan Kris menangis dipelukannya, isak tangis itu terdengar sangat menyedihkan, Wolf dan Yuan hanya bisa diam.


"Paman, apakah benar yang dikatakan oleh Han, bahwa Kai telah mati?" Tanya Kris menatap Cheng


"Ya .. Aku melihat dengan kedua mataku sendiri, kepalanya yang tergeletak di sampingmu, aku yang menguburkan kepala Kai, namun untuk tubuhnya , aku tidak tau tubuh itu berada dimana,"


"Itu artinya ucapan Han benar ..."


"Master tidak akan menghianatimu, dia sangat mencintaimu, bahkan dia meminta kami untuk menjaga mu, tenanglah Kris, semua akan baik baik saja"


"Bagaimana semua akan baik baik saja, aku melukainya bahkan ingin membunuhnya, semua terjadi begitu cepat, aku takut dia akan mati olehku"


"Kris , Master akan baik baik saja, percayalah"


"Benar Kris, dia pasti akan baik baik saja, saat kekuatannya kembali seutuhnya, dia pasti akan menemuimu" ucap Wolf


"Kekuatannya kembali? Bukankah dia sudah memiliki kekuatannya?" Tanya Kris


"Kekuatan Master hanya setengah dari kekuatanmu, itulah kenapa dia dapat terluka"


"Paman Itu artinya, dia bisa saja mati?" Kris semakin memeluk Cheng dengan begitu erat


"Kris, Sebenarnya Han ingin kau menyelesaikan urusanmu, jika adanya dia disisimu mungkin dia akan menjadi hambatan terbesarmu, percayalah padanya, dia juga berjanji kepadaku akan menemuiku kembali, jika kau dan aku selalu bersama, mungkin saja kau akan bertemu dengannya lagi" Yuan meyakinkan Kris


"Ayo kita pulang" Cheng membantu Kris untuk berdiri, Yuan mencabut pedang Kris dan berjalan mengikuti mereka.


"Master tetaplah hidup" ucap Cheng dalam hati,


Begitu juga harapan Yuan dan Wolf, termasuk Kris.


Keesokan harinya Cheng mengetuk pintu Kris, namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamarnya, dia membuka pintu kamar Kris dan melihat Kris yang duduk di atas kasurnya sambil menangis


"Semalaman ini , apakah kau tidak tidur Kris?" Tanya Cheng


Yuan yang mendengar suara Cheng keluar dari pedang,


"Dia hanya menangis seperti ini, dan juga dia juga tidak mau makan" ucap Yuan


Cheng yang mendengar itu segera menemui Wolf yang masih terlelap diatas sofa.


"Wolf bangunlah, jika begini terus Kris akan sakit dan jika dia sakit bisa saja dia mati, jika dia mati apa yang akan kita katakan pada Master?" Ucap Cheng sambil menggoyangkan tubuh Wolf


Wolf terbangun mendengar ucapan Cheng,


"Aku punya ide" ucapnya pada Cheng


Wolf berlari ke arah Kris,


"Kris dari pada kau mengurung dirimu dan menangis seharian seperti ini, bagaimana jika kita pergi ke Dubalo? rasanya aku sangat kesal , aku ingin mencabik cabik tubuh laki laki itu, dan menelannya mentah mentah, karena dirinyalah kau sampai melukai Master !"


"Ah benar, bagaimana jika kita menemui guru, kita harus menemukan Xiosi ! Aku akan katakan pada si jala*ng itu , aku menyesal telah menjadi Gurunya !"


Mendengar itu Kris menatap mereka, dan tersenyum.


"Terimakasih , tolong bantu aku untuk menyelesaikan semua ini" Ucap Kris


"Tentu ! Kita akan menghancurkan mereka ! Dan kita akan membalas dendam orang tuamu !" Teriak Wolf


Yuan yang melihat Kris yang tersenyum merasa legah,


Merekapun berangkat menuju Dubalo.


"Paman, aku ingin mampir ke Soka,"


"Tentu, kita akan mampir kesana, untunglah Master tidak membawa mobil ini, hahahha Master maafkan kami yang mencuri mobilmu" Teriak Cheng


Wolf tertawa bersama Cheng , Kris akhirnya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


"Han aku harap kau baik baik saja, maafkan aku" ucap Kris dalam hati


Yuan yang mendengar isi hati kris tersenyum "Dia akan baik baik saja"


Kris melihat kearah Yuan, dan membalas senyumannya.


Akhirnya mereka tiba di Soka, mereka berjalan menemui Prades yang hanya tinggal sendiri di kota itu,


Mereka mengetuk pintu rumah Prades yang tertutup rapat,


"Prades , ini aku Kris" ucap Kris dari luar


Pintu pun terbuka, melihat Kris yang berdiri di hadapannya Pradespun tertawa


"Hahahah Kris , aku merindukanmu, apa yang membawamu kemari?" Ucap Prades


"Prades aku hanya ingin mengunjungimu"

__ADS_1


"Emh ,, aku menantikanmu setiap saat aku selalu berharap kau kemari, dan hari ini langit mengabulkan doaku" ucapnya


"Ada apa Prades?"


"Ah Kris , nenekku telah meninggal sebulan yang lalu, aku ingin pergi mencarimu ke kota ILOS , namun aku sadar kota itu cukup luas, sehingga aku memutuskan untuk menunggumu disini"


"Apa kau ingin ikut dengan kami?"


"Ah paman Cheng kau juga ada disini?" Cheng mengangguk


"Ah paman , Kris , aku ingin mengikuti kalian kemanapun kalian pergi, karena kini aku tidak punya tujuan, tenang saja aku tidak akan merepotkan kalian"


"Prades apa kau tantang Sekte atau Geng Mafia di ILOS?" Tanya Kris


"Sejak kejadian belasan tahun yang lalu, aku mulai memperbanyak teman di luar Soka, Aku kesana kemari mengumpulkan informasi, tentu saja aku juga punya banyak teman yang dapat membantu, apa ada orang yang ingin kau cari?"


"Prades, kami ingin pergi kesuatu tempat disebrang laut , apa kau ingin kesana?"


"Kris , bukankah itu tempat yang pernah di ceritakan oleh Renjo, jika ada yang pergi kesana , orang itu tidak akan kembali, dan hanya tinggal nama"


"Wah apakah Kuil kita sangat menakutkan seperti itu?" Ucap Cheng


"Apa? Disana ada kuil? Aku tidak pernah mendengarnya"


"Bersiaplah Prades, aku akan ceritakan nanti" ucap Kris


"Tunggu aku akan bersiap siap, tunggulah 5 menit lagi"


Mereka menunggu Prades diluar rumahnya, setelah prades selesai mereka bergegas menuju Kuil Dubalo


Kris terhenti saat melalui rumahnya, puing puing bagunan masi pada posisi saat tragedi belasan tahun yang lalu menimpa keluarganya, dia menatap rumahnya dengan tenang dan memilih kembali berjalan, Cheng yang melihat itupun tersenyum.


"Cheng, sepertinya dia tidak lagi menangis saat melihat rumahnya" ucap Wolf dengan telepatinya kepada Cheng


"Ya , dia semakin kuat" jawab Cheng


Mereka kini tiba di pesisir pantai, "bukankah seharusnya disini ada perahu kayu?" Tanya Kris kepada Prades


"Ah , ternyata benar ! Kemarin seseorang yang menggunkan baju seperti baju kalian dulu berada disini, rambutnya putih dan orangnya tinggi, aku melihat dia membakar sesuatu, saat aku mendekatinya dia hanya diam membisu, ternyata yang dia bakar adalah perahu kayu"


"Itu pasti Xiosi" ucap Wolf pada Kris


"Lalu bagaimana kita menyebrangi laut," Kris kini bingung dan berfikir


"Paman Cheng ayo bantu aku, aku tau dimana kita bisa menemukan perahu


"Dimana itu?" Tanya Cheng


"Di perumahan para nelayan, ayo kita kesana" Prades dan Cheng pun pergi


Kris dan yang lainnya menunggu mereka kembali..


Benar saja mereka membawa perahu kayu ke pantai, meski perahu itu terbilang kecil namun cukup untuk mereka menyebrangi lautan,


Beberapa jam kemudian tibalah mereka di pulau Dubalo, mereka berjalan menyusuri hutan hingga tiba di tumpukan batu besar yang berbentuk seperti pintu, Kris mengingat kembali saat pertama kali dia memasuki kuil dubalo bersama Xiosi, perasaan itu akhirnya dia tepis, dan melangkah melalui portal, mereka menaiki ribuan anak tangga hingga tiba di pintu Kuil, saat mereka akan masuk kedalam kuil mereka di sambut oleh seseorang


"Oh Li , apa kabarmu?" Cheng memeluk Li yang menyambut mereka di depan Kuil


"Masuklah , ah Kris anakku !" Teriak Li dan memluk Kris


"Paman Li apa kabar?"


"Aku baik baik saja, kau tumbuh dewasa," Ucap Li


"Dan siapa mereka?" Li menunjuk ke arah Yuan , Prades dan Wolf


"Ah mereka teman Kris dan Li , jika kusebutkan nama perempuan ini, kau pasti akan berteriak, hahahaha"


"Kenapa? Apa aku mengenalnya?" Tanya Li


"Paman, apakah sebaiknya kita bercerita didalam" Ucap Kris


Li mempersilahkan mereka masuk dan membawa mereka ke aula guru.


"Tunggu disini aku akan memanggil Master" ucapnya dan berlari keluar menemui Masternya,


"Akhirnya aku berada disini, aku seperti merasakan sedang pulang kerumah" teriak Wolf kegirangan, dia menggoyangkan Ekornya kesana dan kemari,


Li tiba di aula guru bersama Raykudo, Raykudo sangat senang melihat Kris dan Cheng kembali ke kuil, dia memeluk mereka,


"Apakah Kakek sedang meminum alkohol?" Tanya Kris


"Tentu tidak nak, oh siapa dia apakah dia temanmu?


Raykudo menatap Yuan, dan Prades "dan Ini?" Raykudo membungkukkan badannya menatap Wolf


"Ah dia Beast suci kecil" teriak Raykudo


"Kakek tua ini lumayan juga" ucap Wolf pada Cheng dan Kris ,


"Seumur hidupku aku tidak pernah berjumpa dengan Beast suci, aku kira mereka hanya legenda, dan kini dia ada didepan mataku" teriak Raykudo


"Hem bagaimana jika dia tau, wanita ini adalah Yuan, bisa bisa dia jantungan" bisik Cheng pada Kris


"Apa yang kau bisikkan pada Kris?" Ucap Raykudo yang menyadari gerak gerik Cheng


"Bukan apa - apa Master" Cheng mengelak


"Kakek , aku kemari mencari Xiosi !" Ucap Kris


"Wah dia masuk kepada intinya, ucap Prades


"Xiosi? Anak itu dia pamit untuk pergi dari kuil"


"Kakek, bagaimana caranya dia bisa berada dikuil ini,"


"Ada apa Kris? Apa yang terjadi?" Tanya Li

__ADS_1


Raykudo melihat pancaran mata Kris, yang menatapnya


"Li ... ambilkan mereka minum, dan anakku duduklah, aku akan mengatakannya.


namun sebelum itu aku ingin tau apa yang terjadi" ucap Raykudo


"Kakek, Xiosi adalah anak kandung Kai" ucap Kris


"Hem ... Firasatku benar"


"Bagaimana Master bisa tau?" Ucap Cheng


Semua orang yang ada disana menjadi sangat serius,


"Setelah Cheng memberi tau kami bahwa Kai telah mati, dan kepalanya berada di samping Kris yang terluka, Anak itu menangis, dan menghancurkan kamarnya, dia juga membuat onar di kuil ini, kami mengira dia seperti itu karena mendengar Kris yang terluka, ternyata aku salah, saat aku ingin kekamarnya dia sedang mengutuk Kris dan Halemos, dia mengatakan sesuatu , emh .. kalimatnya seperti ini : Kris aku akan mengirimmu untuk bergabung bersama Ayah dan Ibumu, aku akan membalaskan kematian Ayahku padamu. dari sanalah aku mencurigainya, namun aku tidak punya cukup bukti,"


"Anak itu telah mengadu domba Kris dan suaminya" ucap Cheng


"Apa? Kau sudah menikah Kris?"


"Eh maaaf Master aku salah bicara" jawab Cheng


"Kau ini ! Bagaimana bisa Kris menikah tanpa memberi tahu aku hah !" Raykudo marah pada Cheng


"Kakek, aku dan dia belum menikah, namun bagiku dia suamiku satu satunya" Ucap Kris


"Siapa nama anak itu?"


"Han" Jawab Kris


"Apakah namanya Han Lee?" Ucap Raykudo


Semua orang yang berada disana kaget mendengar tebakan Raykudo


"Jika dilihat dari raut muka kalian, maka tebakanku benar"


"Bagaimana kakek tau?"


"Kau sudah ditakdirkan dengannya, namun kau harus menempuh jalanmu dulu untuk menggapainya, itu lah alasannya kenapa aku memintamu untuk keluar dari kuil ini dulu, karena kakekmu memberi tau ku bahwa seseorang telah mencarimu keseluruh penjuru dunia dan kini dia tiba di ILOS, mendengar itu aku segera memintamu untuk keluar"


"Yah .. saat aku berada di ILOS aku telah bertemu dengannya"


"Hahahah Langit ternyata memberkati kalian, nah aku akan ceritakan bagaimana Xiosi bisa tinggal disini, puluhan tahun yang lalu anak itu masuk ke kuil dengan sendirinya, namun aku penasaran bagaimana dia bisa sampai kekuil ini mengingat dia harus menyebrangi lautan sendirian,


Dia memohon untuk memintaku mengajarinya ilmu pedang, namun aku menolaknya , sehingga Cheng dan Li lah yang mengambil alih,


Li yang tiba membawa beberapa gelas air, diapun ikut bergabung diantara mereka.


"Xiosi anak yang pandai, dia tidak akan melakukan sebuah tindakan tanpa memikirkanya lebih dulu, jika aku tau dia anak penghianat itu, aku akan menendangnya keluar saat itu juga"


"Jadi kakek tidak tau sekarang dia ada dimana?"


"Ah aku pernah mendengar sesuatu saat aku dan Xiosi mengunjungi Soka, emh .. bukankah kau juga bertemu kami?" Ucap Li sambil menunjuk kearah Prades


"Ya aku ingat saat itu, bukankah ada dua orang lagi bersama kalian"


"Aku tidak mengenal mereka, namun mereka menggunakan seragam sekolah"


"Itu pasti Han dan Roy" ucap Kris dalam hati


"Nah saat itu Xiosi menyebut laki laki yang berambut landak itu dari sebuah sekte, karena berhasil mematahkan pedangnya dengan kedua jarinya" ucap Li


"Ah pak tua sepertinya aku tau tentang beberapa sekte" teriak Prades


"Apa yang kau ketahui nak?" Tanya Raykudo


"Meski kita sudah menjadi negara yang modern, senjata terhebat menurut mereka adalah senjata api, namun ada juga yang masih menggunakan pedang serta senjata lainnya,


ayahku pernah bilang bahwa di Markopolo ada beberapa Sekte hebat , yang aku tau mereka itu dari Sekte Ular, Sekte Racun, Sekte Darah dan terkhir Sekte Langit.


Setiap Sekte memiliki pemimpin, dua dari sekte itu yaitu sekte Ular dan Darah merubah namanya menjadi Geng Ular dan Geng Darah atau Blood, mereka merubah namanya karena bergabung menjadi aliansi Mafia di Markopolo, Sekte Racun bersembunyi di salah satu kota Markopolo dan Sekte Langit berada di Soka"


"Kota Soka juga memiliki Sekte?" Tanya Kris


"Ya .. Sekte Langit tidak terlihat karena mereka tidak suka dengan kekerasan hanya mencintai perdamaian, sehingga bagi mereka, Sekte Langit hanyalah sekumpulan orang yang tidak berguna"


"Dimana Sekte Langit saat ini? Apakah mereka bersembunyi?" Ucap Cheng


"Paman , Sekte langit sudah kehilangan pemimpinnya, dia meninggal belasan tahun yang lalu, dan yang membunuhnya adalah para Geng Ular" Ucap Prades


"Hem ... pemimpinnya meninggal , kenapa dia tidak mencari penerusnya?" Tanya Li


"Itu karena semua orang mengira Kris ikut meninggal.."


"Aku???" Kris kaget


"Pemimpin Sekte Langit adalah paman Halemos, semua warga yang ada di Soka adalah Anggotanya termasuk Nenekku"


"Ayahku?"


"Benar, aku tau hal itu saat kami berada di rumah Renjo, Ayah Renjo sedang ada pertemuan bersama ayahmu, kami mendengar semuanya dari kamar Renjo, Saat Soka terancam oleh Geng Ular , ayah Renjo bilang kepada Ayahmu kenapa dia tidak meminta bantuan pemimpin tertinggi yang ada di luar Negara Markopolo, dia bilang sekte Langit adalah Sekte yang disiapkan untuk Langit, dia ingin mengatasi hal itu sendiri, namun sayangnya Paman Halemos meninggal dunia"


"Itu artinya masih ada bagian dari Sekte Langit di luar Negara ini," Cheng berpikir keras


"Aku pernah mendengar bahwa Sekte diluar sana sangtlah hebat, kita masih tidak sebanding dengan mereka, mereka juga memiliki sebuah akademi ditiap negara dan katanya muridnya memiliki kemampuan Gold Core"


"Geng Ular dan Blood bergabung dengan Mafia, itu artinya orang yang membunuh orang tuaku mungkin salah satu dari mereka, oh ya ! aku ingat ! Prades Orang yang melawan temanku Lola saat di akademi dia dari sebuah Sekte Glow" ucap Kris


"Hem ... Sekte Glow adalah Sekte kecil yang tersembunyi di kota ILOS" jawab Prades


"Bagaimana aku menemukan mereka?" Tanya Kris


"Aku akan membantumu mencari informasi itu di ILOS" jawab Prades


"Itu artinya kita kembali Ke ILOS?"


Mereka yang ada disana tiba tiba dikagetkan oleh suara yang sangat ramai dari luar Kuil.

__ADS_1


*******


__ADS_2