
"Angin disini memang sangat sejuk, rasanya aku ingin tidur"
Kris merebahkan tubuhnya di bawah pohon yang rindang, dia melentangkan kakinya, sedangkan kedua tangannya di jadikan bantal.
"Crusshak .. crusshaak.."
Sebuah benda yang berada di dalam tanah terasa oleh kakinya.
"Sepertinya ada sesuatu di dalam tanah ini, mari kita lihat !"
Kris menggali tanah yang berada di kakinya, tak lama kemudian dia menemukan sesuatu yang terkubur disana.
"Apa ini?"
Kris mengangkat sebuah benda di tangannya,
"Ini sebuah topeng"
Kris membersihkan topeng yang dia temukan dengan kedua tangannya.
Topeng yang ia temukan berwarna hitam pekat, namun bagian mata kiri topeng tersebut telah retak.
"Hem ... topeng ini hanya bisa menutupi sebagian dari muka, baiklah karena aku menemukanmu kau akan jadi milikku"
ucap Kris dalam hati.
Kris menggunakan topeng yang dia temukan, saat dia selesai menggunakan topeng itu, seketika cahaya terang menyelimuti tubuhnya.
"Cahaya apa ini? Aku tidak bisa melihat apa - apa, cahaya ini dapat membutakan mataku"
"Aggghhhtttt !!!!"
Perlahan cahaya itu meredup, dan semua disekelilingnya terlihat gelap gulita.
"Dimana aku? Disini sangat gelap, dan dingin! Bagaimana bisa aku berada disini !
Kris yang saat itu menyadari sesuatu hal yang aneh telah terjadi, berdiri diam membisu. Raut mukanya yang masih diselimuti ribuan tanda tanya , bagaimana caranya dia berada di kegelapan.
Saat dia masih membisu, matanya tiba tiba menoleh ke arah setitik cahaya terang.
"Cahaya itu? Dan apakah saat ini aku berada disebuah goa, disini begitu gelap !sunyi dan dingin"
Kris berjalan perlahan kearah cahaya, langkah demi langkah dia lalui.
"Ini sebuah pintu"
"Apakah ini yang disebut dengan kuburan pedang? Bukankah tadi aku berada di bukit sora, dan ah iya topeng !"
Kris tersadar bahwa sebelum dia berada di kuburan pedang dia menemukan sebuah topeng yang masih ia gunakan.
Kris melepaskan topeng yang saat ini ia gunakan, dan berjalan memasuki kuburan pedang.
Meski pemandangan yang berada di hadapannya sangat mengerikan, dengan ribuan pedang yang tertancap hingga berkarat, tengkorak kepala bertaburan di atas tanah, dan bau bangkai yang menyengat akibat ada beberapa binatang yang mati mengenaskan disana , keadaan itu tidak sama sekali membuat Kris gemetar.
"K r r r i i i i s s ! Kemarilah"
Sebuah suara memanggilnya dengan lembut, kris menatap sekitarnya , namun tidak menemukan siapapun disana.
"Suara siapa itu?" Ucap Kris didalam hati
"Whhhuuuuuuuuuussssssss"
Sebuah angin kencang melaluinya hingga merubah pandangannya ke sebuah tempat, matanya menatap tempat itu, begitu gelap dan aura mengerikan terasa olehnya.
" K r r r i i i i s s ! Kemarilah"
Suara itu terdengar lagi, namun kini dia tau suara itu berasal dari tempat gelap itu.
__ADS_1
"Suara itu berasal dari ruang itu, bagaimana bisa ada sebuah ruangan di tempat mengerikan ini"
Kris berjalan kearah sumber suara hingga dia melihat sebuah pedang yang tertancap di atas sebuah altar.
"Pedang itu sepertinya cukup bagus"
Kris berjalan mendekat kearah pedang itu, pedang yang berwarnakan biru keemasan begitu menawan dimatanya. Tanpa pikir panjang Kris mencabut pedang itu dan mengangkatnya keatas.
Tiba tiba sebuah cahaya terang menyinarinya, hingga deruan angin yang sangat kencang menghampirinya, sebuah bayangan hitam keluar dari pedang itu dan melilit di pergelangan tangannya membentuk sebuah simbol naga kecil yang melingkar.
Tubuh Kris bergetar hebat, kekuatan telah mengalir ketubuhnya, hingga saat dia mengayunkan pedangnya semua pedang lain yang tertancap dihadapannya telah patah karena tebasan pedang Kris, cahaya putih yag menyilaukan kini kembali menyelimuti di sekitar Kris.
Disisi lain,
Xiosi yang berjalan ke bukit sora kini sedang berlari kencang. Dia kembali turun dan mencari gurunya.
"G u u u u u u r r r r u u u u u" teriaknya dari kejauhan.
Cheng yang sedang melatih muridnya tersentak kearah suara.
"Ada apa Xiosi, kenapa kau berteriak dari kejauhan?"
"Haahh haaahh haaahhh" nafas Xiosi yang terdengar sangat jelas , dengan raut muka yang begitu khawatir membuat Cheng yang berada dihadapannya terdiam heran.
"Xiosi, bukankah kamu seharusnya menemani Kris ke kuburan pedang?" Tanya Cheng
"Guru , maafkan aku tapi Kris tidak ada dibukit Sora"
"Apa katamu !? Kamu sudah memeriksa tempat itu?"
"Sudah Guru, namun aku tidak menemukan Kris disana"
"Semuanyaaaaa !!!! Latihan kita hentikan, dan saat ini kalian cari Kris disetiap penjuru tempat ini !!!!!" Teriak Cheng
"Baik Guru"
Setiba mereka di depan kamar sang Master, Cheng segera mengetuk pintu dengan kerasnya.
"Master ! Master ! Ini darurat"
Cheng berteriak kencang, pintupun terbuka lebar, disana sedang ada Li dan Dulo.
"Ada apa Cheng, kamu mengetuk pintu kamarku begitu keras !" Ucap Raykudo
"Master maafkan aku, tapi ini darurat ! Kris tidak ada di bukit Sora" teriak Cheng
Li dan Dulo tersentak mendengar ucapan Cheng,
"Masuklah Cheng, Xiosi ceritakan semuanya apa yang sedang terjadi di dalam" Raykudo meminta Cheng dan Xiosi masuk.
"Xiosi coba jelaskan, ada apa ini?" Ucap Raykudo
"Master, saat aku telah tiba di bukit Sora, aku tidak menemukan adanya Kris, akupun mencarinya disekitar bukit namun tidak ada tanda darinya"
"Master, apakah Kris kabur?" Sahut Li
"Li , anak itu tidak mungkin meninggalkan Kuil ini, namun ada hal yang membuat aku khawatir,"
"Apa itu guru?" Tanya Dulo
"Aku takut anak itu berada di kuburan pedang sendirian, sedangkan aura iblis disana sangatlah kuat" ucap Raykudo
Tiba tiba sebuah cahaya menyilaukan berada di depan pintu kamar Raykudo, cahaya itu sangatlah terang hingga semuanya tidak dapat melihat satu sama lain.
Pintu kamarpun terbuka lebar. Cahaya terang itupun menyusut. Dan sebuah bayangan hitam berdiri tepat di depan pintu.
"Siapa itu?" Ucap Cheng
__ADS_1
Semua melihat kearah bayangan itu, mereka melihat Kris berdiri tepat di depan mereka dengan tatapan nya yang kosong, rambutnya terurai panjang, dan dia membawa sebuah pedang berwarna biru di tangan kanannya dan sebuah topeng di tangan kirinya.
"Anakku Kris" teriak Raykudo sambil berlari kearah Kris
Kris pun terjatuh dan pingsan dipelukan Raykudo.
Raykudo meminta Dulo untuk mengangkat Kris ke kamarnya.
"Guru pedang ini?" Ucap Dulo
"Jangan Sentuh , jangan sentuh apapun yang dia bawa!" Teriak Raykudo
Pedang dan topeng yang telah dia dapatkan dipegang sangat erat oleh Kris, Dulopun mengangkat Kris ke kamarnya, mereka berjalan menuju kamar Kris dan menunggu Kris terbangun dari lelapnya.
Cukup lama Kris tertidur, Raykudo dan yang lainnya sudah lelah menunggu, namun taklama Krispun akhirnya terbangun.
"Guru Cheng, Kris sudah sadar" teriak Xiosi
"Aku berada dimana?" Tanya Kris
"Kamu ada dikamarmu nak" jawab Raykudo
"Kakek, kenapa kalian ada disini? Dan kenapa aku sudah berada dikamar? Bukankah aku berada dikuburan pedang?
Ah Pedangnya ?"
Kris melihat pedangnya berada disampingnya dan sebuah topeng juga masih ada didekatnya.
"Bagaimana bisa aku sudah sampai disini? Apakah kalian menjemputku?"
Semua orang yang ada disana heran, kecuali Raykudo yang terlihat tenang.
"Anakku Kris, kamu tiba sendiri didapan kamarku, dengan sebuah cahaya yang menyilaukan menyelimutimu, apakah kamu tidak mengingatnya?" Tanya Raykudo
"Cahaya?"
Kris kembali mengingat kejadian saat dia berada di kuburan pedang.
"Aku ingat kakek, saat aku sedang menunggu Xiosi di bukit sora, aku menemukan sebuah topeng di bawah pohon dan saat aku menggunakan topeng ini cahaya terang yang sangat menyilaukan tiba tiba mengelilingiku sehingga aku tidak bisa melihat apapun, saat cahaya itu telah redup aku sudah berada di kuburan pedang. Disana sangat mengerikan, banyak sekali pedang yang tak bertuan, auranya mencekam, hingga sebuah suara memanggilku dengan jelas, dan suara itu membuat jiwa ku ingin menghampirinya. Aku melihat pedang biru ini tertancap di sebuah altar dan masih di selimuti sarungnya. Saat aku mencabutnya dari altar dan menarik pedang keluar tiba tiba, sebuah angin kencang menghampiriku, bayangan hitam telah keluar dan kemudian bergerak melilit ke pergelangan tanganku , cahaya terang itu kembali, aku menutup mataku karena cahaya itu sangat menyilaukan dan saat cahaya itu mulai meredup, aku membuka mataku dan sudah berada disini" Kris menatap Raykudo
Raykudo terdiam sejenak melihat pedang yang berada di tangannya.
"Ini adalah Blue sword Slayer, aku sudah mengenali pedang legenda ini dari luarnya , warna biru seperti lautan, di hiasi dengan warna orange seperti keindahan senja, serta bayangan hitam seperti kegelapan, bayangan yang telah keluar dari pedang itu adalah kesakitan."
"Blue Sword slayer? Bukankah pedang itu yang selalu di cari oleh para leluhur kia terdahulu, Master?" Ucap Cheng
"Benar ! Pedang ini tidak pernah ditemukan sejak beberapa masehi yang lalu, bahkan leluhur Masterku pun tidak bisa menemukan pedang ini, jejaknya tidak ada sedikitpun"
"Kenapa pedang ini sekarang muncul kakek" tanya Kris
Semua orang yang ada disana diam membisu ingin mendengar jawaban dari sang Master.
"Entahlah aku juga tidak mengerti kenapa Blue slayer kini muncul dimuka bumi, apa yang memicunya segingga dia menampakkan diri, dan yang lebih mengejutkan dia telah memilihmu" ucap Raykudo
"Master apakah pedang ini sungguh hebat?" Tanya Xiosi
"Pedang ini adalah pedang sang ahli, karenanyalah para leluhur mengatakan bahwa pedang memiliki jiwa, sejarahnya cukup panjang, saat aku sedang berlatih pedang bersama Soka, guru kami menceritakan asal usul jiwa sang pedang"
"Apakah kami bisa mendengarkan kisah legenda itu Master?" Ucap Li
"Kami juga ingin mendengarkannya Master" Ucap Xiosi
"Baiklah, kalian duduklah dan dengarkan kisah ini"
Raykudo duduk dan menarik nafasnya, begitu juga Cheng, Li, Dulo, Xiosi dan Kris.
Mereka siap untuk mendengarkan Raykudo bercerita.
__ADS_1
*****