
"Hooosshh .... hoooosssss....!!! Cepatlah Roy !"
"Nona Lola tunggu ! Kenapa kau berlari terburu-buru begini, aku belum membayar makananku !" Roy berlari mengejar Lola
Setibanya mereka di Hotel...
"Aku lupa ini malam ulang tahunku dan Han, aku tidak ingat sama sekali, dan alasan kenapa Han tidak ingin ikut kita keluar itu karena malam ini akan terjadi sesuatu, dan kemarahannya tadi pagi itu juga efek dari perubahan itu"
"Perubahan apa? Hah? Jangan - jangan?"
"Ya, setiap setahun sekali dia akan mengalami sakit yang sangat pedih, mungkin dia masih merasakan sakit itu, karena aku merasakan sekujur tubuhku lemah"
"Semoga kita belum terlambat, kenapa kita harus menginap di hotel yang kamarnya tinggi sih" teriak Roy
Pintu lift terbuka mereka bergegas kekamar hotelnya
"Han .... Han Leee dimana kau?" Teriak Lola sembari khawatir mencari Han
"Kau mencariku San Lola"
"Haaannn ..."
"Kau lupa akan malam ini, ini sudah lewat jam 12 malam, selamat ulang tahun saudariku"
Ucap Han memeluk Lola
"Kau juga, maaf aku tidak disampingmu saat kau merasakannya" Lola menangis dalam pelukan Han
"Ssstttt , kau tidak boleh menangis , ini hari bahagia kita" Han mencubit pipi Lola
"Hey ! Siapa kau? Kenapa memeluk Nona seenaknya !" Ucap Roy
"Kau tetap saja berisik ! Kau lupa akan tuanmu !" Jawab Han
"A ... a .. apakah? Ka .. ka.. kau Han?"
"Apakah matamu ingin aku hancurkan Roy?" Ucap Han berjalan duduk di sofa
"Dimana Nano? Apakah dia baik baik saja?"
"Dia tertidur setelah proses itu"
"Tu tu tu tunggu? Ini kah Han yang asli?"
"Tutup mulutmu ! Aku sudah lelah karena perubahan tubuhku, jika kau tak bisa diam aku tidak akan bersabar !" Ucap Han
"Han, ini pertama kalinya dia melihatmu"
"Maafkan aku, selama ini aku hanya mendengar ceritanya dari Ayahku, ternyata kau benar seorang pria !"
"Hahahaha .. oh ya apa yang kalian beli?"
"Anuuuuu , kami tidak membeli apapun," jawab Roy sambil menunduk
"Apaaaaaaaa? Lolaaaaa? Ini serius? Aku lapar..!"
"Apa boleh buat ! Kami tidak membeli apapun, itu karena saat diluar aku baru ingat malam ini, jadi aku bergegas berlari kesini"
"Yasudahlah, ah iya ! Roy !"
"A .. a ... apa?"
"Eehhh ? Kenapa kau bicara terbata bata seperti itu? Sejak kapan kau menjadi gagap?"
"A ... a .. anuuu "
"Hah ! Aku tau , kau sekarang sedang malu kan, kau jelek sedangkan aku tampan?"
"Hah? Siapa yang bilang kau tampan ! Wajahku tidak buruk, harus kau pahami itu"
Han menyeringai, "hem hem .... itu lebih baik"
Lola tersenyum melihat mereka berdua..
"Bagaimana kalau kita keluar bertiga, perutku terasa lapar," ucap Han
"Aku akan membangunkan Nano!"
"Jangan ! Biarkan dia tidur, jika dia ikut keluar semua orang akan lari ketakutan"
"Ada apa dengan kucing itu?" Roy bertanya pada Han
"Nanti juga kau tau, ayo kita keluar ! Aku sangatlah lapar."
Mereka keluar hotel dan pergi ke kedai makanan yang tidak jauh dari sana.
"Wah sepertinya sosis itu enak," ucap Han
__ADS_1
Lola melihat Han "Kau mau?"
"Ya .. aku ingin yang besar,"
"Baiklah, kau juga Roy?"
" Iya Nona"
"Kalian tunggu dan duduk saja di gazebo itu" Lola menunjuk kearah gazebo tua yang kosong
"Baiklah !" Han dan Roy berjalan kearah gazebo dan mereka duduk sambil menikmati angin malam.
"Emh .. Han, bagaimana tubuh mu bisa berubah menjadi Pria atau Wanita?"
Tanya Roy sambil menatap wajah Han..
"Emh, aku akan menceritakannya nanti, sekarang aku sedang lapaaaarrr Roy !" Teriak Han
"Bisakah kau tak perlu berteriak kearahku?"
"Huh" Han menghela nafasnya
"Proses perubahan itu memakan energiku, aku merasakan seluruh tubuhku terputus dari satu tulang ketulang lainnya, kulitku terasa terbakar habis, kepalaku rasanya ingin meledak, semua sendiku perih, aku terlahir sebagai seorang pria, hanya saja ketika umurku 5 tahun, saat aku sedang berlatih beladiri aku merasakan aura kesedihan seseorang, bahkan aku mendengar sebuah tangisan yang sangat pedih. Karena itu gendang telingaku akan pecah, hatiku ikut terasa sesak, jantungku seakan akan ingin meledak karena berdegup dengan sangat kencang, aku pingsan, teriakan itu menyiksaku dan saat itulah aku mengingat semuanya"
"Mengingat tentang apa?" Tanya Roy
"Kau sedang menceritakan itu dengannya Han?" Tanya Lola yang menghampiri mereka
"Ah sosisku ! Nah Roy, cukup sampai disana saja ceritanya.. aku ingin makan ! Ahhahaha"
"Kau ini? Bagaimana kau bisa menceritakan sesuatu yang setengah - setengah !" Teriak Roy
"Kau penasaran?"
"Sangat penasaran !"
"Kalau begitu aku membiarkanmu, hingga mati penasaran ! Hahahahha" Han mengejek Roy sambil memakan Sosisnya
"Tidak adil !"
"Apa kau tidak ingin memakan sosis itu?" Tanya Han
"Jangan sentuh sosisku, nona Lola membelikannya untukku !" Ucap Roy yang langsung menyambar sosisnya
"Kalian ini ! Tidak bisakah diam, kalian berdua selalu saja bertengkar !" Ucap Lola
"Lola ...."
"Ya?"
Lola tersenyum .."Han yang sekarang dan Han yang lainnya bagiku kalian sama, kau satu satunya adikku yang paling aku sayang" Ucap Lola menatap Han
"Lihatlah ke langit Lola" ucap Han
Han menggunakan kedua jarinya, dan sebuah percikan api keluar dari tangannya , Han menunjuk ke arah langit dan...
" Swiiiiiiinnnngggggggg taaaaarrrrrr "
Sebuah kembang api yang sangat indah menyinari gelap malam itu. Semua orang yang ada disana menyaksikan keindahan itu..
Lola sangat senang, matanya berkaca kaca..
Melihat itu han menggerakkan jarinya lagi , menuliskan Happy Birthday Lola.
Han tersenyum, Lola yang terharu meneteskan air matanya, "Terimakasih Han"
Roy yang berada ditengah mereka diam tak berkutik menyaksikan keindahan yang ada.
"Lola"
Sebuah suara datang dari belakang mereka..
"Kris?" Ucap Lola
Mendengar itu Han menoleh kearah Kris.
"Kau?" Ucap Kris yang kaget melihat Han
"Kau mengenalinya?" Tanya Roy yang heran
Kris diam dan menatap Lola "dimana Han?" Tanyanya
"Hah?" Lola kaget, Han yang berada di antara mereka segera membalikkan badannya, dan berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Kenapa dia tidak ada?" Tanya Kris lagi
"Oh Han dia sedang tak enak badan"
"Anak itu ! Setelah apa yang sudah dia lakukan disekolah, aku harus bicara padanya !"
__ADS_1
"Kenapa kau keluar di tengah malam begini Kris?"
"Ah, aku tinggal di sekitar sini, saat aku melihat cahaya kembang api aku keluar dan ingin melihatnya lebih dekat, saat aku berjalan kemari aku melihat kalian, ah siapa pria itu tadi?" Tanya Kris
"Entahlah kami tak mengenalnya" ucap Roy sambil mengedipkan matanya
"Kau pernah bertemu dengannya?" tanya Lola
"Sepertinya aku pernah melihatnya beberapa bulan yang lalu !"
Lola menghela nafasnya "tidak mungkin itu Han, karena dia hanya bisa berubah satu tahun sekali, itupun saat hari ulang tahun kami" ucap Lola dalam hati
"Mungkin hanya mirip" tambah Kris
"Aaahhh kenapa Kembang apinya habis! Padahal aku ingin sekali melihatnya lebih dekat" ucap Kris sambil menatap langit
Lola yang mendengar itu berteriak kencang "Apa kau ingin melihat kembang api lagi Kris?"
Roy melihat kearah Lola "kenapa dia berteriak" ucapnya dalam hati, dia melihat lirikan mata Lola ke arah Han
"Apa kau ingin melihat kembang api lagi Kris?" Lola berteriak kedua kalinya
"Ah Sepertinya Kris ingin melihat kembang api" Roy juga ikut berteriak
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Kris
Han yang mendengar teriakan mereka membuat lingkaran kearah langit dan
" duaaaaaaaaaarrrrrrrr !" Kembang api terbesar dan terindah sedang bergemuruh di langit.
Han tersenyum, melihat Kris yang bahagia malam itu.
"Sebaiknya kau pulang Kris, kami akan mengantarmu" ucap Lola
Mereka berjalan bersama , begitu juga Han yang mengikuti mereka dari belakang,
"Selamat malam Kris" ucap Lola
"Selamat malam Lola, katakan pada Han ! Aku akan menemuinya besok di sekolah" kris melambaikan tangannya.
"Apa kau sangat menyukainya Han?" Tanya Lola
"Kau tau , bagaimana aku mencintainya ! Kau juga mengingat itu dengan baik.." jawabnya
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Ucap Roy yang bingung
"Kalian darimana saja? Aku bangun kalian tidak ada di hotel ini. Rasanya aku ingin mengamuk !"
"Siapa dia?" Tanya Roy menunjuk kearahnya
"Kau sudah bangun Nano.."
"San Lola apa kau merindukanku?" Ucapnya sambil berlari ingin memeluk Lola
"Kau selalu aku peluk, bagaimana aku merindukanmu"
"Nano? Kau?"
"Ah Roy ! Ini juga pertamanya bagimu melihat wujud Nano" ucap Lola
"Apakah dia Kucing jadi jadian?"
"Nano akan berubah wujud jika Han berubah"
"Apa? Kenapa bisa?"
"Kau tetap saja berisik Roy" ucap Nano
"Lihat ! Dia bahkan bicara seperti Han"
"Hahahahah .. Roy kau sangat lucu malam ini, baru kali ini aku merasakan tenang" ucap Han sambil merebahkan badannya di atas sofa
"Apa itu karena kau bertemu dengannya?" Tanya Lola
"Kris ! Aku tidak akan melepaskanmu !"
"Waah kau sangat terobsesi padanya" Roy yang masih dalam keadaan syok menjawab ucapan Han
"Lola .. Roy .. terimakasih" ucap Han "aku ingin tidur, ayo Nano !" Ajak Han, dia berjalan masuk ke kamarnya
"Aah , padahal aku ingin lebih lama bicara dengan Lola" ucap Nano sambil melepas pelukannya
"Tenanglah, aku akan memelukmu setiap saat" Lola tersenyum
"Ada apa? Kenapa kalian seprti igin berpisah,?" Tanya Roy
"Roy besok kita sekolah, sebaiknya kau tidur, aku juga ingin kembali kekamarku!"
__ADS_1
Lola berjalan meninggalkan Roy yang sedang kebingungan sendirian.
********