HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 18


__ADS_3

Sebulan kemudian ...


"Ah coba lihat bukankah itu anak baru?" Segerombolan murid wanita berbincang sambil menatap wanita cantik yang sedang duduk di sebelah kaca sambil melamun menatap pemandangan diluar akademi.


"Anak itu sangat pendiam, dan menakutkan, aku dengar, pada saat pertama masuk sekolah, dia mematahkan tangan salah satu kakak senior kita"


"Bukankah yang kau maksud itu si Yoga? Salah satu anggota tim basket terbaik kita?"


"Betul , akibat itu dia tidak bisa mengikuti turnamen yang sebentar lagi akan di laksanakan?"


"Oh karena itu dia selalu didatangi oleh gang Blood?"


"Dia membuat masalah dengan orang yang salah, karena mendengar soal itu , Wendra wakil gang Blood marah ! makanya dia selalu di bully setiap saat di jam istirahat"


"Coba lihat ! itu gang Blood ! Dia berjalan kemari, pasti wanita itu akan di bully lagi"


"Kasihan dia"


"Kenapa kau kasihan Ane? Salah dia sendiri sok hebat disini"


"Bukankah Kris juga teman sekelas kita?" Jawab Ane


"Halah, kau saja yang berteman dengannya, selama ini juga dia selalu sendiri dan mengerikan, membicarakannya saja bulu kuduk ku berdiri"


Para murid wanita itu membicarakan Kris dengan terang-terangan, Kris yang mendengar mereka hanya diam tanpa komentar sedikitpun.


Setelah kejadian sebulan yang lalu, Kepribadian Kris berubah sangat pesat, dia menjadi anak yang pendiam tak banyak bicara, dingin dan tak berekspresi.


"Hei kau binatang ! Ayo keluar, akan aku beri kau pelajaran karena mematahkan salah satu tangan dari anak buahku" Wendra masuk kekelas dan menunjuk ke arah Kris


Kris tetap tenang dan diam tak menghiraukannya.


"Wanita sialan !" Wendra menjambak rambutnya


Kris menahan rambutnya, dia menatap Wendra itu dengan tatapan tajam.


"Kenapa kau melototiku hah? Jangan kira selama seminggu ini aku tidak ada disini kau bisa berbuat sesukamu"


"Braaaaaaaakkkkkkk" Kris menendang mejanya dan memelintir tangan Wendra yang sedang menjambaknya, lalu mendorongnya sekuat tenaga.


wendra tersungkur lalu ia segera berdiri sambil mengepalkan tangannya untuk meninju Kris, Kris mengelak dengan cepat "Buuukk !" Pukulan Kris tepat diulu hatinya, Kris mengangkat kursinya dan akan menghantamkan kursi itu kearah tubuh laki laki itu.


Seorang guru tiba dikelas sambil berteriak dengan penuh amarah "Apa yang terjadi disini !!"


"Dan kau Wendra ! ngapain kalian masuk kekelas ini ! Cepat keluar, kau tidak dengar bunyi bel masuk hah?" Teriaknya lagi


"Kau ! Kita belum selesai, akan aku habisi kau !" Ucap Wendra sambil berlari keluar beserta teman-temannya.


"Dan kalian semua kembali kemeja kalian masing - masing, jam pelajaran akan segera dimulai ! Kau, Kris ! Kembali ke mejamu ambil kursimu dan duduk !"


Kris mengikuti perintah tanpa bicara sepatah katapun.


Kelas kembali tenang, dan pelajaran keduapun sedang berlangsung.


"Tok tok tok, Permisi Bu Sonia"


"Ah Bapak Ketua, ada apa?"


"Maaf mengganggu jam pelajaran anda, saya kesini mengantar murid pindahan, kemarilah nak"


"Ah murid baru?"


"Iya, mereka berdua anak pindahan dari sekolah biasa"


"Baiklah pak Ketua, kalian berdua kemarilah"


"Kalau begitu saya permisi Bu Sonia"


"Terimakasih Pak"


"Baiklah, semuanya harap tenang, kita kedatangan anak murid pindahan, nah kalian berdua silahkan memperkenalkan diri"


"Perkenalkan saya San Lola"


"Hai semua saya Han Lee"


"Lola kau sangat cantik, dan Han apa kau Perempuan atau Laki laki?" ucap salah satu pria dikelas itu menertawainya


Han yang mendengarnya segera menatap sadis pria itu.


"Dia Perempuan" Jawab Lola sambil menepuk pundak Han


"Tapi gayanya seperti laki-laki dia tidak menggunakan Rok seperti Lola" tambahnya lagi


Han semakin tersulut emosi, Lola menyenggol bahu Han.


"Apakah kalian kembar?" Tanya Ane


"Apakah kami terlihat mirip?" Jawab Han


"Sekilas kalian terlihat mirip" Ucap Ane sambil tersenyum


"Sudah cukup ! Perkenalan kita lanjutkan nanti, Lola silahkan duduk disamping Kris , dan Han kau duduk didepannya.


"Kenapa bangku itu kosong Bu?" Tanya Han


"Itu karena tidak ada yang mau duduk disamping dan di depan Iblis " jawab salah satu wanita berambut ikal berdandan nyentrik , dia duduk kursi paling belakang


"Gea cukup" ucap sang guru


"Iblis?" Ucap Han sambil melihat Kris


Kris yang awalnya hanya menatap keluar jendela menoleh kearah mereka berdua, dan tersenyum tipis.



Han dan Lola kaget saat mata mereka berdua saling bertatapan dengan mata Kris..




Lola menoleh kearah Han, Han yang tadinya kaget kini mengubah raut wajahnya dengan senyuman mengerikan.


"Dialah yang aku cari" bisiknya pada Lola


Lola menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Dengan senang hati aku akan duduk disana Bu, ah Lola sebaiknya kau duduk di depan biarkan aku yang duduk di sebelahnya" Ucap Han sambil menatap Lola dengan senyuman terbaiknya.

__ADS_1


"Tidak ! Aku akan duduk disebelahnya , kau cukup duduk didepan !" Ucap Lola tenang


"Kau ini !"


Mereka berdua berjalan mendekati Kris, Kris hanya diam saat mereka duduk di bangkunya masing masing.


"Ah anak baru itu harus di beri tau, lebih baik mereka tidak berteman dengannya"


Han yang mendengar bisikan dari beberapa siswa di dekatnya menyeringai sadis.



Han kini duduk tepat di depan Kris, "Hai, Kau sangat Cantik, aku menyukaimu" sapa Han sambil membalikkan badannya ke arah Kris.


Kris yang mendengarnya kaget..


"Deebbbuuuukkkkk !"


Lola yang ada disebelah Kris memukul kepala Han dengan Buku pelajaran yang sangat tebal.


"Jaga bicaramu ! Han Lee ! Maaf kan dia" Lola menyodorkan tangannya "aku Lola, dan kau?"


Kris Pun meraih tangan Lola


"Ah, aku Kris"


"Aku Han Lee, aku harap kau dan aku bisa akrab, agar kita bisa menjalani hidup berdua" ucap Han


"Dasar bodoh, jangan konyol ! sana kembali menghadap kedepan atau aku akan menghajarmu saat ini juga !" Ucap Lola


"Kris kau jangan terlalu dekat dengannya, jika tidak kau akan menjadi nenek lampir sama sepertinya"


Kris yang menyaksikan itu tertawa pelan



"Kau terlalu banyak bicara Han !"


"Huh, seharusnya kau tidak sekelas denganku" gumam Han


"Aku mendengarmu" jawab Lola


Kris yang dari tadi tersenyum tak henti melihat tingkah mereka berdua..


Jam pelajaran pun usai, bel istirahat berikutnya telah berbunyi ..


Han bergegas membalikkan badannya ke arah Kris.


"Namamu Kris kan?"


"Iya, ada apa?"


"Selanjutnya kau dan aku harus lebih dekat yah"


"Hah?"


"Jangan hiraukan dia Kris" tambah Lola


"Hey kaliaaaaaannnnnn, apakah kalian merindukan aku???" Teriak seseorang berlari didepan kelas dan menghampiri mereka.


"Kau ! Mau ngapain kemari ! Apakah kau tidak punya teman di kelasmu?" Tanya Han pada Roy yang terabaikan saat tiba di depan mereka


"Jangan lebay ! Kita hanya berpisah beberapa jam saja !" Ucap Lola sambil membereskan bukunya


"Heheh, waaawwww ......kau ? Siapa namamu kau sangat cantik sekali, ah iya aku Roy," Roy menyodorkan tangannya.


"Aku Kris"


"Kau sungguh menawan, ucap Roy. Eh kenapa aura disini sangat menyeramkan,"


Kris bingung dengan apa yang Roy katakan..


Roy menoleh kearah Han, dia melihat raut muka Han yang seakan akan ingin membunuhnya. Roy segera melepaskan tangannya dari Kris.


"Jaga sikapmu padanya mulai hari ini saat ini dan detik ini Roy" Ucap Lola dengan nada datar


"Ah maaf, apakah kau targetnya?" Ucap Roy pada Kris


"Aku? Apa maksudnya?"


"Kemarilah" Roy berbisik ke telinga Kris, "Aku membicarakan wanita jadi jadian ini, apakah dia mengatakan bahwa dia menyukaimu? " tanya Roy


"Ah, iya" Kris menoleh ke arah Han


"Oiogoooo !!! Maafkan aku, aku akan menjaga sikap ku mulai hari ini, hehehe maafkan aku Han" jawab Roy, Han yang masih tesulut emosinya karena Roy kini makin meradang.


"Wanita murahan !" Teriak Wendra yang masuk kedalam kelas bersama teman-temannya, dia menerobos masuk dan langsung menarik kerah baju Kris,


"Wooowww wooooww wooow .... ada apa ini !" Ucap Roy


Lola yang berada disebelah Kris kaget.


"Menjauhlah ! Ini bukan urusanmu,"ucap Wendra yang menarik kerah baju Kris


"Tapi maaf kawan, kau sebaiknya melepaskan baju nya, atau kau bisa mati" Ucap Roy sambil tersenyum


"Omong kosong !" Teriak Wendra yang akan memukul Kris


Sebuah siku melayang kekepala Wendra, hingga dia tersungkur jatuh, Han yang dari tadi menahan marahnya kini bergerak mendekati Wendra, kerah baju Wendra di tariknya sama seperti Wendra menarik baju Kris, Han langsung memukul muka Wendra "krak" hingga terdengar suara rahangnya yang bergerak, lehernya di cekik hingga kakinya tak menyentuh tanah


"Han ! Woi Han Lee lepaskan dia !" Teriak Roy


"Nona , hentikan dia !" Ucap Roy


"Biarkan saja, itu karena kau mengganggunya" ucap Lola mengabaikan Roy


Han melemparkan Wendra hingga terpental ke sudut ruangan, dia berjalan mendekati Wendra yang berteriak kesakitan.


Seisi ruangan penuh dengan teriakan, karena melihat Han menyiksa Wendra habis habisan.


Han mendekati Wendra yang terbaring, dia mengangkat kakinya dan menginjak tulang rusuk Wendra "kreetaaakkkk" bunyi rusuk nya yang patah, di tambah teriakan Wendra yang semakin parah, teman teman wendra berlari membantu ingin mengeroyok Han, namun merekapun habis di hajar olehnya,


"Nona , ini akan semakin parah !"


Kris yang dari tadi melihat kejadian itu berlari mendekati Han.


"Sudah Cukup !" Teriaknya


Han pun berhenti. Dia diam tak bicara..

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan !"


"Kau milikku ! Dan tak ada yang boleh menyentumu sedikit pun kecuali aku ! Ucap Han sambil menatap mata Kris


"Kau konyol !" ucap Kris


"Terserah kau mau menerima atau tidak !"


Han pergi meninggalkan Kris.


Roy segera membantu Wendra yang sedang terbaring kesakitan.


Roy yang melihat Wendra terbaring kesakitan membantunya untuk berdiri, namun semua tulang Wendra patah.


Roy berlari keluar, dia segera memanggil guru.


"Lola bagaimana ini?" Tanya Kris


"Hhhhhhhhuuuuuuuuhhhhhhh" Lola menarik nafas yang dalam dan berjalan mendekati Kris


"Susulah dia, biar aku yang menangani ini,"


"Untuk apa aku menyusulnya?"


"Setidaknya kau bisa bertanya padanya bukan aku" ucap Lola.


Lola duduk disamping Wendra, "Kau ! Ingatlah rasa sakit ini, ketika kau kembali kemari dan menyentuh Kris dengan tangan kotormu, maka bukan hanya rusukmu yang kembali patah, kau pasti akan mati dengan mengenaskan, jadi jika kau masih berulah maka aku yang akan membereskanmu !" Lola tersenyum sadis


"Ada apa dengan kalian?" Teriak Kris


"Lebih baik kau tanya langsung pada Han ," ucap Lola


Lola menyentuh kening Wendra dengan kedua jari tangannya, Wendra menyeringai kesakitan tanpa suara,


"Nona Lola" Teriak Roy sambil berlari mendekat kearahnya


"Aku sudah memanggil guru, bagaimana dia? Semua tulangnya patah sehingga aku tak bisa mengangkatnya, jadi aku hanya memanggil dokter dari ruang perawatan, dokter itu sedang menuju kesini"


Mendengar itu Kris kesal dan berlari keluar mencari Han.


Saat ini dokter uks menghapiri mereka, dan memeriksa kondisi Wendra.


"Ah tulang anak ini baik-baik saja, dia hanya luka ringan" Ucap Dokter pada Roy


Roy menoleh kearah Lola, dan melihat Lola yang pergi meninggalkan mereka berjalan keluar. Roy menghela nafasnya.


"Baiklah pak Dokter tolong obati lukanya" Ucap Roy kemudian meninggalkan ruangan


Akibat hal itu kelas menjadi ramai, bahkan akademi menjadi ricuh,


"Anak baru itu sangat kacau !" Teriak sebagian siswa disana.


Roy dan Lola yang mencari Han bertemu dengan Kris yang sedang berjalan di koridor sambil mencari Han.


"Apakah dia tidak menemukannya?"


ucap Roy


"Sepertinya tidak !"


"Kemana Han pergi?"


"Entahlah aku juga tak tau"


"Nona, apa benar anak itu yang dia cari?"


"Ya.. dia sempat bilang kepadaku, namun dengan tindakannya tadi sepertinya benar. Aku juga kaget saat melihat Kris"


"Nona juga merasakannya?"


Lola mengangguk "sudahlah ! Ayo kita pulang saja, saat ini di akademi menjadi tidak kondusif"


"Lalu bagaimana dengan Kris?"


"Biarkan saja dia"


Baiklah aku akan mengambil tas kalian dulu,


"Roy ! Temui kami di atap di lantai 3"


"Hah? Bukankah itu lantai terakhir? Apa dia ada disana juga?"


"Sepertinya begitu"


"Baiklah Nona"


Roy bergegas ke kelasnya lalu kekelas Han dan Lola. Dia berlari membawa tas mereka.


Kris yang melihat Roy berlari kearah gedung, mengikutinya dari belakang dengan diam-diam.


Roy yang merasakan keberadaan Kris mempercepat langkahnya.


"Kau ternyata benar berada disini !" Ucap Roy


"Kau diikuti olehnya?" Ucap Han


"Ya.. aku segera mempercepat langkahku, dan melompat kegedung ini"


"Apa ada yang melihatmu?" Tanya Lola


"Tidak, oh ya Nona, apakah kau menyembuhkan Wendra, karena saat aku mau mengendongnya aku merasakan beberapa tulangnya patah"


"Ya, dia akan baik-baik saja. Aku harap informasi ini tidak sampai pada Ibu"


"Apaaaaaa????? Aaaaaa ..... aku lupa kalau ibu tau aku bisa dihukumnya !" Teriak Han


"Kau baru sadar sekarang ? Setelah apa yang kau lakukan?" Ucap Roy kesal


"Itu karena ulah mu ! Kau mengacaunya !" Han mengoceh pada Roy sambil menunjuknya


"Sudahlah, sebaiknya kita pulang ! Dan kau ! Berhenti membuat onar ! Jika tidak aku akan meberitahu Ibu"


Han menunduk "emh baiklah"


"Sepertinya Kris sudah pergi menjauh dari sini, sebaiknya kita bergegas pulang saja"


Han mengangguk, dan mereka segera turun dari tempat itu


*********

__ADS_1


__ADS_2