HUNTER "Pembalasan Kris"

HUNTER "Pembalasan Kris"
Eps. 33


__ADS_3

Kuil Dubalo kini menjadi porak poranda, Kris yang kesal menuju tempat dimana semua orang sedang bertarung,


Saat dia melihat orang yang menggunakan Jas hitam berada di hadapannya akan dia tebas lehernya tanpa belas kasih, begitu juga dengan yang lainnya, dengan sangat mudah mereka membantai semua anggota Mafia itu, Kris melihat Raykudo yang sedang melawan Xiosi sedang terluka parah, Xiosi menancapkan pedangnya ke perut Raykudo, Kris berteriak kencang dan berlari kearah Raykudo


"Kaaakkkeeekkkkk" Kris segera mengangkat tubuh Raykudo dan menekan darah yang keluar dari perutnya,


Yuan segera membantu mereka demi melindungi Kris dia segera melawan Xiosi,


Para penyusup yang berdandan seperti Mafia telah menyiapkan strategi penyerangan, sebuah meriam di luncurkan kesetiap bangunan Kuil, ledakan demi ledakan terjadi,


Kris menangis menatap Raykudo, tangan Raykudo yang sudah terasa dingin mengusap air mata Kris,


"Kakek, jangan tinggalkan aku.. aku hanya punya kau didunia ini" ucap Kris Lirih


"Kris, berhati hatilah, entah bagaimana caranya kekuatan Anak itu semakin hebat, bahkan akupun kewalahan menghadapinya, Kris.. jangan menangis nak, aku akan katakan pada Halemos dan Helena bahwa putrinya kini telah tumbuh dengan sangat menawan, akan aku katakan semua tentangmu kepada mereka.


Darah Raykudo bercucuran, meski Kris menekan luka itu dengan kedua tangannya, namun darah yang keluar dari perutnya tetap saja mengalir deras,


"Raykudo"


"Raykudo"


"Coba buka matamu"


"Dimana ini? Apakah ini surga" Raykudo menatap keindahan yang ada di sekitarnya


"Raykudo kau kini berada di dalam lautan jiwa"


"Lautan Jiwa? Siapa kau?"


Seseorang tiba di hadapan Raykudo sambil di topang oleh seseorang


"Apa aku sudah mati? Apa kalian dewa kematian?"


"Hah? Dewa? Bukan,"


"Tuan apakah ini surga disini sangat indah?" Raykudo masih tidak percaya sambil memegang perutnya yang kini baik baik saja


"Raykudo kau berada di Lautan jiwa, kau belum mati, namun tak dapat di pungkiri bahwa kau sedang sekarat"


"Benar, aku terluka karena anak itu Xiosi ! Bagaiamana dia bisa menjadi lebih kuat dari sebelumnya, bahkan kekuatanku di bawah kekutannya"


"Raykudo aku lebih muda darimu, namun maafkan aku telah berlaku tidak sopan dihadapanmu, emh .. bagaimana aku memanggilmu? Eghhr , aku akan panggil nama saja.


kau penjaga Kuil Dubalo bukan?, kau mengemban tugas itu dari Mastermu terdahulu, Mastermu juga demikian, aku menahan jiwamu agar jiwamu tidak hilang,


Raykudo, belum saatnya kau pergi, kau harus menjaga kuil itu dengan sangat lebih baik lagi, karena runtuhnya kuil akan menjadi malapetaka bagi dunia ini, sekarang kembalilah pada tubuhmu, aku akan menghentikan pendarahanmu"


"Tapi tuan sebelum itu, bolehkah saya tau kalian siapa?"


"Kau Tidak perlu tau, sebab nanti kita akan bertemu,"


Raykudopun terbangun dan membuka matanya, dia melihat Kris yang sedang menangis memeluknya


"Aku belum mati anakku,"


"Kakek, kau masih bernafas? Denyut nadimu tadi menghilang, syukurlah kakek.. jangan pergi,kumohon" ucap Kris menangis,


Dia memanggil Prades yang saat itu sedang bertarung dengan para musuh,


Pradespun berlari mendekat kearah Kris


"Prades , kau bisa membawa kakek ke kamar itu, aku harus segera membantu yuan" Kris menunjuk ke arah kamarnya dulu


"Baik lah, serahkan padaku Kris,"


"Dimana wolf?"


"Aku tidak melihatnya Kris, sepertinya dia bertarung dengan beberapa penyusup kep*arat itu di garis depan,"


Kris berdiri dan mengeluarkan topeng yang dia ambil dari dalam Kangold, dia segera menggunakan topeng itu, angin dahsyat bertiup kencang saat topeng itu ia gunakan,


"Hei kau ? Apakah kau ingin meminta tolong padaku?" Ucap seseorang padanya


Kris tiba tiba berada di dunia yang tidak dia kenali, kini Kris terjebak di sebuah kota yang tidak ada penghuni sama sekali. dia berada di atas bangunan gedung yang tinggi, dihadapannya berada seseorang yang tidak dia kenal, dengan cuaca redup tanpa matahari Kris bertanya tanya pada dirinya.


"Dimana ini?" Ucap Kris


"Oh kau tidak tau? Atau hanya berpura-pura tidak tau?"


"Siapa kau?" Kris melihat seorang Pria tua dengan rambut yang putih, giginya bertaring serta wajahnya yang menyeramkan,


"Kau juga tidak mengenali aku? Bagaimana bisa kau ingin menggunakan kekuatanku" Ucap nya sambil mengeluarkan pedangnya


"Dimana ini? Maaf paman, aku sedang buru-buru untuk bertarung dengan seseorang, aku tidak ada waktu untukmu


"Oh kalau begitu bertarunglah denganku HA HA HA"

__ADS_1


Pria itu berlari mengayunkan pedang ke arah Kris, Kris menangkisnya dengan pedangnya yang sudah berada di tangannya.


"Traaaaannnnngggg"


Pedang mereka berbenturan , Pria itu menekan pedangnya Kris dengan sekuat tenaga menahannya namun kekuatannya membuat Kris tedorong perlahan,


Pria itu menyeringai, matanya yang merah bagaikan api yang membara, menambah kekuatanya, pria yang menggunakan jubah emas dan terbalut warna hitam pekat kini semakin ganas


"Kau menehannya? Cobalah untuk mengeluarkan semua kekuatanmu itu !"


Pria itu semakin menekan pedangnya, dia tersenyum menyeringai ke arah Kris, semakin dia tersenyum semakin kuat dia menekan pedangnya,


" HA HA HA HA ... Bulan sabit 12, Buka !"


Sebuah kilatan bercampur cahaya keluar dari pedangnya, dalam hitungan detik Kris terlempar sangat Jauh


"Cliiiiiiinnnnngggg"


"Braaaaaakkkkkkkk"


"HA HA HA ... "


pria itu menekan kekuatan di bagian kakinya , dan berlari secepat kilat ke arah Kris yang sedang berusaha bangun"


"Bulan Sabit 11 , Buka !"


Pedang itu melayangkan Petir yang lurus dan tajam , dia melayang seperti seekor naga yang terbang dan menembus dada Kris,


Kris terluka , dia mengeluarkan darah yang kental dari mulutnya..


"Hoekkkk !"


"HA HA HA .. KAU SANGAT LEMAH !! Ayolah buatlah kau menjadi layak bagiku !"


Dia kembali mendekati Kris, Kris segera menghindar, ayunan pedangnya semakin membabi buta,


"Bulan Sabit 10 ! Bukaaaa"


Kini petir itu semakin besar dan melebar, bahkan dapat menghancurkan bangunan bangunan yang ada di disana, Kris bersiap dengan serangan selanjutnya, dia berdiri di bantu oleh pedangnya, dia menarik nafas yang dalam,


"Menarilah Blue Sword Slayer"


Ribuan pedang melayang di belakang Kris, dan terbang dengan cepat kearah Pria itu, Pria itu kini terjebak di antara ribuan pedang Kris,


Melihat itu Kris berlari mendekatinya, dia mengeluarkan kekuatan yang telah dia pelajari dari Raykudo,


"Tebasan Jiwa" Kris mengayunkan tangannya dan mengeluarkan angin biru tebal yang melengkung 180 derajat bagian depannya yang tajam ,


Pria itu tidak menyadari serangan Kris yang kecepatannya tak terbilang,


"Craaakkkkkkkk"


Pria itu kehilangan kosentrasinya terhadap seribu pedang Kris, serta serangan Tebasan Jiwanya, Kris segera mengarahkan Tapak kematian kearah pria itu, Pria itu menahan Tapak kematian dengan tapak tangannya. Pria itu terpental jatuh dari ketinggian membentur bagian bangunan yang lainnya,


Kris kehabisan tenaganya dia terengah tengah,


Pria itu tiba tiba terbang kearah Kris sambil mengayunkan pedangnya


" Segel Aurora 9 ! Buka !"


Pedang itu mengeluarkan bayangan Aurora yang membentuk sebuah cahaya yang berkilauan sangat indah, cahaya auror mengarah kearahnya dengan cepat, Kris yang menikmati keindahan Aurora tidak bergerak sedikitpun saat cahaya itu mengenai tubuhnya sayatan sayatan tajam menghantam tubuhnya.


"Kau terpana bukan? HA HA HA , teruslah berdiam diri disana,"


Kris yang berada didalam cahaya Aurora berteriak kesakitan, karena sayatan dari cahaya itu tidak berhenti, cahaya itu menyayat semua nadi di tubuhnya, Kris mencoba untuk melawan, semakin sering dia bergerah semakin cepat sayatan itu bergerak, Kris terduduk lemah, sayatan itu tidak berhenti menyiksa tubuhnya, tubuh Kris yang penuh akan darah kini kehilangan keseimbangannya.


"Bagaimana? Apa kau masih mau menikmati keindahan Auroraku?" Teriak Pria itu


Rasa sakit yang Kris rasakan kini tak tertahankan lagi.


"Kris..."


Sebuah suara muncul tiba tiba terdengar dari telinganya,


"Apakah aku berhalusinasi? Arghht !" Sayatan itu tidak berhenti sama sekali, tubuhnya terluka parah, bahkan dia tidan bisa menggerakkan jarinya


"Kau terlihat sangat kacau! Kris"


Kris yang mendengar suara itu meyakinkan dirinya bahwa suara itu nyata, dengan cepat dia mengenali suara itu.


"Han .. apakah ini suaramu?" Jawab Kris


"Kris , tancapkan pedang itu sekarang, pusatkan tenaga dalammu pada hatimu, serta jantungmu, agar kau tidak terluka lebih parah lagi"


Kris melakukan apa yang di perintahkan, dia memusatkan tenaga dalamnya sekuat tenaga, aliran biru jernih keluar dari tubuhnya, dan membentuk sebuah gelombang, aliran itu kini menangkis sayatan dari cahaya aurora, meski kris masih berada di dalam aurora, kini sayatan itu tidak menghampirinya lagi.


"Benar, teruslah lakukan seperti itu, apakah kau bisa menjawabku tanpa bergerak Kris"

__ADS_1


"Han .."


"Hem.. aku rasa kau bisa, Kris yang kau lawan saat ini adalah Black Mask-ku"


"Black Mask?"


"Benar, saat kau menggunakannya energinya tertarik keluar karena niat yang kau curahkan untuk menggunakannya,"


"Han .. aku merindukanmu" ucap Kris meneteskan air mata


"Hahaha kau masih sama saja,disaat tubuhmu hampir hancur kau masih ingin mengatakan hal yang demikian, Kris sampingkan hal itu, kau menghadapi seseorang tanpa jiwa, kau hanya akan bertemu dengannya satu kali, namun jika kau berhasil kekuatannya akan menjadi milikmu,"


"Bukankah Black Mask milikmu"


"Apa yang aku miliki, adalah milikmu juga, jika kau berhasil dia akan memiliki dua tuannya, ah aku lupa .. saat ini jika melihat keadaanmu, dan cahaya ini apakah dia telah membuka segel Aurora 9?"


"Benar, Han ... apakah kau juga mengalami ini?"


"Hem aku tidak bisa menjawabnya, Kris yang terbuka adalah kekuatan untukmu, jika kau bisa membuatnya membuka segelnya hingga segel utama, maka semua kekuatan black Mask akan menjadi milikmu, namun semakin kecil segelnya semakin besar kekuatannya,"


"Berapa segel yang akan dia buka?"


"Segel itu sampai segel pertama dan yang terakhir adalah segel utama"


"Segel utama?"


"Ya .. pertama adalah segel jalan neraka, kau akan terkena ilusi, siksaan yang kau hadapi sangatlah perih, kau tidak bisa melawannya, kecuali kau membuatnya menyerah bagaimanapun caranya"


"Bagaimana dengan segel 8 hingga segel kedua?"


"Segel 8 adalah segel aurora tingkat 2 , segel aurora 7 adalah segel aurora tingkat 1, setiap segel memiliki kekuatan yang berbeda, segel 9 adalah belenggu nadi, artinya setiap urat ditubuhmu akan di cincang habis saat terkena cahaya aurora, segel aurora 8 adalah gelombang cahaya itu sendiri yang akan menyerang mu bagaikan meteor yang jatuh dengan kecepatan penuh dan menghantam bumi, segel aurora 7 lebih mengerikan, cahaya itu selebar matamu memandang, dan kau tak akan lepas dari cahaya itu, jika kau terkena cahaya itu maka tubuhmu seperti dihantam ombak lautan setinggi langit dan menenggelamkanmu hingga kedasar bumi, nafasmu akan hilang, dan jika kau tidak bisa menahannya maka jiwamu akan terhayut dalam cahaya itu.


Segel ke 5 dan 4 itu adalah kekuatan yang seharusnya tidak ada,


Ketika segel itu keluar maka akan ada bayangan hitam yang membesar membentuk raksasa sang samurai yang tatapannya bisa membuat sendimu kaku, pedang besarnya bisa membelah dunia,


Segel 3 dan 2 adalah segel gabungan, kekuatan itu akan mengeluarkan bunga sakura yang sangat indah dan aromanya membuat kau akan terjerat ilusi panjang, jika aromanya memenuhi nafasmu maka kau akan mati, meski kau menutupi hidungmu dengan apapun, namun aroma sakura sangatlah kuat.


"Bagaimana untuk segel utama?"


"Segel utama, segel ilahi yang mana tidak ada jiwa yang selamat darinya, dia akan menghabisi lawannya hingga melenyapkan jiwanya,"


"Han jika mendengar apa yang kau katakan, mungkin aku hanya akan mengambil 9 dari ke 13 kekuatan itu,"


"Jika kau ragu, kau boleh sudahi ini, namun satu hal yang harus kau tau, black mask adalah nama untuknya, saat kau dapat membuat dia mengakuimu, maka kau akan dapat memilih kekuatan tambahan dari segel yang belum dia buka"


"Benarkah? Bagaimana caranya?"


"Ya, caranya kau harus menghajar dia terus menerus hingga dia lelah, dia paling suka dengan kecepatan dan kekutan yang aneh, gunakan kekuatanmu kau punya kekuatan seribu pedang, kau juga punya kekuatan tapak kematian, kau juga punya tebasan jiwa meskipun aku baru mendengar kau memiliki kekuatan itu, namun satu kekuatan andalanmu dulu yang belum kau gunakan dikehidupan ini, aku hanya akan membantumu mengingatnya, gunakanlah kekuatan Wen "Dragon Black" pinjamlah darinya, dan gunakan sesukamu"


"Bagaimana aku bisa menggunakannya?"


"Kau akan mengingatnya, aku percaya kau pasti bisa..Hoeaakkkkkkkk ! Agrh ! Sial ! "


Kris mendengar Han yang menggerang kesakitan memancarkan kekhawatiran dari raut mukanya


"Han apakah kau baik baik saja?"


"Kris aku sudah terlalu lama menggunakan kekuatan telepatiku kepadamu, maafkan aku.."


"Han .. kau masih terluka?"


"Kris saat aku baik baik saja, aku akan menemuimu, aku akan membuatmu kewalahan dengan tingkahku Hahaha kau tidak akan bisa tidur setiap malamnya , agrhhhht !!!" Han mengerang kesakitan


"Han.. aku menunggumu !"


"Ya .. kau harus menungguku dengan syarat kau tidak lagi berniat membunuhku dan kau jangan mati tanpa izinku"


"Han ..."


"Ah kris aku mencapai batasanku, ingatlah pinjam kekuatan Wen "Dragon Black" dan jika Pak tua Black mask itu memberimu pilihan maka pilihlah kekuatannya yang dapat membantumu kemudian hari, maafkan aku Kris aku harus pergi, ingat jangan sampi kau mati"


Mendengar itu Kris tersenyum,


"Han ! han ! Kau masih disana?" Teriak Kris, namun Han tidak menjawabnya


"Han bagaimana aku memanggil Wen kemari?" Kris berteriak sangat kencang


"Hahahhah.. Wen tidak akan kesana Kris, gunakan telepatimu, pusatkan tenaga dalammu pada pita suara, dan pikirkan tentang Wen, fokuslah untuk memanggil namanya, kau akan tersambung dengannya, Kris jika kau merindukan aku, cobalah pandangi foto kita berdua, mungkin itu akan membuatmu merasa legah , Kris aku mencintaimu " Teriak Han


"Han Lee ! Kau harus istirahat dengan benar" sebuah suara di belakan Han terdengar jelas


"Lola ! Kau tidak boleh menggendongku begini ! Roy tolong hentikan dia , aku tidak mau" tiba tiba suara Han tidak terdengar lagi oleh Kris


"Han .. Lola .. Roy .. aku merindukan kalian"


...******...

__ADS_1


__ADS_2