I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 13


__ADS_3

Tatapan bertanya-tanya di mata penonton, sementara abadi abadi lain memperhatikan pertandingan ini dengan cermat untuk menganalisa siapa yang mempunyai pengalaman bertarung.


Melawan dunia sama dengan menentang surga, generasi muda yang hendak menelan langit harus mempunyai tekad sekeras mimpinya.


Jika semuanya hanya omong kosong, maka semua yang mereka lakukan sekarang hanya ilusi kenyataan yang di rekayasa sebaik mungkin.


Keduanya bertemu dan berhadapan, tatapan mata penuh balas dendam tersorot keluar dari matanya, Yan Yulong.


"Pertandingan ini hanya untuk berkompetisi mencari generasi muda berbakat, tidak di izinkan untuk membunuh." Pria tua itu bersuara kembali dengan keras memperingati keduanya untuk menahan batasan dalam bertarung di atas panggung.


Mengangguk menyetujui aturan acara yang di selenggarakan, keduanya kembali berhadapan dengan tenang seperti danau koin tanpa udara yang menyapu permukaan air.


Yan Yulong mengeluarkan senjata pedang emas dari cincin ruang, orang-orang langsung membicarakan cincin ruang yang cukup langka di tempat ini karena hanya master penempa yang bisa membuatnya.


Cincin ruang!


"Hanya orang-orang kelas atas seperti keluarga besar yang mampu membeli cincin ruang untuk menyimpan benda mati, untuk orang-orang kelas bawah mereka harus menabung ratusan ataupun ribuan tael emas untuk mendapatkan beberapa meter cincin ruang."


"Kemunculan cincin ruang cukup menarik, karena keluarga besar Yan mempunyai sumberdaya yang melimpah, sudah pasti mereka mempunyai banyak cincin ruang." Sahut orang di belakangnya.


Sementara itu, saat mereka membicarakan cincin ruang, Qin Chen membakar tangan kiri dengan api dan bagian kanan dengan mengeluarkan gemericik petir menyambar dimana-mana.


Sesaat kemudian keduanya menghilang dari pandangan, mereka bertarung di antara panggung dengan kecepatan tinggi. Kilatan besar memberikan deringan suara, napas panjang terurai halus di udara memandang monster kuno bertarung.


"Kecepatan yang luar biasa!"


Mengamati pertarungan putranya, Cai Li hanya terdiam membisu tidak bersuara. Dihadapannya sekarang pertarungan yang di nantikan banyak orang untuk mengetahui siapa yang merupakan generasi muda tak tertandingi di surga barat.


Keadaan panggung masih tenang seperti danau kacau tanpa sentuhan karena mereka berdua tengah bertarung di udara.


Tiba-tiba tangan besar muncul di belakang Qin Chen menepuk udara seperti nyamuk kearahnya, pedang panjang menyeka udara membelah serangannya.


Senyuman di sudut bibirnya hanya untuk mengertak Yan Yulong, bagaimanapun mengalahkan Yan Yulong mudah baginya karena hanya Golden Core. Tapi dia berencana untuk mempermainkan Yan Yulong di depan semua orang untuk mengembalikan nama baiknya sebagai pangeran surga.

__ADS_1


Tangan kanannya membesarkan gemuruh petir menyambar ke atas, dia menggabungkan keduanya hingga suasana di bawah berubah mencekam.


Dengan lambaian halus darinya memberikan sebuah momentum besar melintasi langit dengan menghempaskan badai di sepanjang daratan surga menyapu udara dan awan di atasnya.


Para penonton di bawah terhempas kebelakang beberapa meter dari tempatnya duduk. Sementara para tetua menahan serangan Qin Chen dengan membentuk pertahanan yang terbuat dari kepadatan energi.


Yan Yulong terhempas kebelakang beberapa ratus meter sampai di mana ia kembali bangkit dengan napas tersengal-sengal mengangkat pedangnya.


Napas panjang terkontaminasi dengan kekuatan bawaan, kerutan kening memunculkan tanduk, tanda naga muncul di keningnya, tubuhnya bertransformasi setengah naga untuk memberitahukan bahwa dia adalah naga besar yang sebenarnya!


Rumble! Rumble!


Deringan peringatan akan insting bertarung menghantuinya, ia mengertak penuh amarahnya dengan mengambil langkah besar menghempaskan pijakan kaki melesat menuju ketempatnya.


Mendorong tangan kedepan, ia memberikan pukulan kasar tepat di depan matanya.


Bang!


Kabut besar meluas menutupi pandangan semua orang, sesaat kemudian kabut menghilang dengan keadaan serangan Yan Yulong di patahkan hanya dengan satu tangannya.


Namanya, Qin Chen! Tidak ada yang dapat melampauinya tanpa seizinnya!


Sesaat sebelum dia runtuh ke bawah, Qin Chen mengayunkan kakinya ke langit lalu turun seperti meteor ke bawah menghantam punggung Yan Yulong. Tubuhnya terhempas kebawah dengan kecepatan luar biasa menghancurkan panggung hingga menciptakan lubang cukup besar sedalam 10 meter.


Pandangan orang-orang tercengang, buktinya mereka sudah menemukan kekuatan tak tertandingi di generasi muda.


Melangkah kebawah dengan tatapan sejuk membuat penonton ketakutan, ada kesenjangan antara hidup dan mati saat mereka melihat sorotan matanya.


Turun kebawah mendekati Yan Yulong yang terkula parah akibat serangan tadi, dia terbatuk-batuk mengeluarkan darah mencoba merangkak untuk kembali berdiri.


Dalam pertandingan hanya ada dua cara untuk menyerah, angkat tangan atau mengucapkan kalimat menyerah.


Setibanya di depan Yan Yulong, Qin Chen menyentuh dagunya dengan ujung sepatunya. Sedikit mengangkatnya ke atas dengan halus lalu kemudian ia menendangnya kebawah hingga membentur permukaan tanah.

__ADS_1


Ketua Yan hendak bergerak untuk menyelamatkan putranya, namun di hentikan para penyelenggara acara, karena ini pertandingan yang di selenggarakan para tetua untuk menemukan generasi muda dengan bakat tak tertandingi.


"Keparat! Apa kalian tidak lihat dia ingin membunuh putraku!" Teriakan ketua Yan terdengar di tempat tersebut.


"Ketua Yan, ini adalah pertandingan, sebelum Yan Yulong mengangkat tangannya ataupun mengucapkan kalimat menyerah, maka pertandingan tidak boleh di akhiri."


"Keparat ... " Ketua Yan mengertak penuh amarah di batinnya menatap Qin Chen dengan sorotan penuh dendam.


Sedangkan di tempatnya, ia tengah menatap Yan Yulong merangkak keluar dengan penampilan yang hancur. Mengarahkan tangannya ke bawah, ia melepaskan senjata berduri menancap ke tangannya hingga suara kesakitan menjerit putus asa terdengar luas.


Setelah itu, ia kembali ke atas karena urusannya selesai dengan Yan Yulong, ia melambaikan tangan ke arah ibunya tercinta di atas sana.


"Chen'er sudah tumbuh dewasa, selesai ini aku harus memintanya cepat-cepat memberikan cucu agar aku mempunyai teman untuk bermain." Cai Li bicara sendiri di depan Lan Xiang Xue.


Merasakan sesuatu di punggungnya, ia merinding ketakutan.


"Aku seperti mendapatkan kutukan dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang di luar kuadrat bocah berusia 13 tahun." Gumamnya.


Sepanjang waktu orang-orang membicarakan pangeran surga hingga membuat telinga Ketua Yan membengkak tidak sanggup mendengar semuanya, ia kembali duluan meninggalkan tempat tersebut.


Orang-orang menertawakan keluarga Yan karena meninggalkan tempat begitu cepat membawa Yan Yulong kehilangan tangan kanannya.


Qin Chen duduk dengan tenang menonton pertandingan peserta lainnya hingga tuntas menyelesaikan acara ini.


Lan Loushui dari puncak menara mengamatinya sedari tadi dari awal pertandingan hingga memenangkan pertandingan.


"Aku akan mengobrol dengan ibu mengenai masalah ini, aku sekarang bingung menghadapinya nanti." Ungkap Lan Loushui dengan gugup meninggalkan tempat tersebut untuk bertemu dengan ibunya.


Sama halnya dengan Qin Chen, karena ia mendapatkan perasaan merinding di punggungnya sepanjang waktu seakan-akan menghadapi ancaman besar.


Sementara ibunya tertawa bahagia sudah memikirkan segalanya di luar kepala.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2